
Cinta dan Keanu terus saja berada dalam kamar hotel sampai maghrib tiba. Setelah keduanya juga selesai melaksanakan kewajiban tiga rakaatnya itu, mereka masih saja betah di kamar.
"Mau makan di luar nggak, Dek?" tawar Keanu kepada Cinta, karena setelah ini sudah saatnya makan malam.
Cinta terlihat berpikir. Tetapi bahasa tubuhnya menandakan jika wanita itu sedang malas mau apa-apa. Efek badan lelah karena ulah suaminya sore tadi, membuatnya merasa lebih enak rebahan di kasur semalaman.
"Kalau nggak mau biar aku suruh antar ke kamar saja," ucap Keanu lagi.
"Iya, makan di sini saja, mager nih," sahut Cinta kemudian.
Tak lama setelah itu layanan kamar hotel itu datang sambil membawa pesanan makan malam mereka. Segera Keanu mempersiapkannya dengan menata di atas meja, dan Cinta beranjak mendekatinya yang kemudian ikut duduk di sofa itu.
Lalu mereka berdua pun menikmati makan malam mereka dengan nikmat.
"Alhamdulillah," ucap Cinta setelah ia selesai lebih dulu makannya.
"Kalau udah kenyang, kok tambah mager ya, Mas?" kata Cinta sambil menyenderkan punggungnya di sofa.
Keanu tak menanggapi apa-apa, Pria itu hanya tersenyum tipis melihat reaksi Cinta yang bermalas-malasan, seperti sudah enggan untuk melanjutkan perjalanan yang masih tersisa waktu tempuh separuh perjalanan lagi.
"Gimana kalo kita bermalam di sini? Besok pagi sekali kita lanjut," usul Keanu sambil ikut bersender pada punggung sofa itu.
"Ide yang bagus," jawab Cinta yang kemudian merebahkan diri dengan berbantalkan paha Keanu.
"Habis makan jangan langsung tiduran, Dek, nggak baik," ucap Keanu memperingatkan Cinta yang tak biasanya seperti ini.
"Cuma sekarang doang," sahut Cinta yang kemudian wanita itu semakin menyamankan posisi tidurnya sambil merusuh pada perut Keanu.
"Aduh, geli, Dek," pekik Keanu kegelian setelah perutnya di elus-elus oleh Cinta.
Tetapi Cinta malah cuek. Wanita itu semakin tertantang menggoda Keanu dengan menggelitiki pinggangnya.
Dan benar saja, seketika ruang kamar itu mendadak bising karena gelak tawa mereka.
"Sini, ayo pindah tempat." Tetiba Keanu membawa Cinta dalam gendongannya menuju kasur.
__ADS_1
Cinta tidak protes lagi. Wanita itu melingkarkan tangannya pada leher Keanu saat suaminya itu menggendongnya mirip gaya bridalstyle. Setelah itu mereka berdua sudah sama-sama berbaring nyaman di kasur itu. Keduanya saling berhadapan dengan tatapan mata yang begitu dalam.
"Rasanya aku ingin malam ini tidak cepat berakhir," ucap Keanu tiba-tiba.
"Emang kalau besok kenapa?" tanya Cinta.
"Akan beda, Dek. Besok kita ada di rumah ibu. Nggak mungkin kita akan terus-terusan santai di kamar seperti ini. Apa kata ibu entar?"
Cinta tergelak mendengarnya. Memang bagi seorang menantu bila datang berkunjung ke rumah mertua seperti kurang tahu diri jika kesannya hanya malas-malasan. Cinta juga merasakan seperti itu saat ibu Ratih datang kemarin.
"Apa mending kita beli rumah sendiri ya, Dek?" usul Keanu, tiba-tiba muncul pikiran seperti itu.
"Kalau kita di rumah sendiri kan kita bisa bebas, sesuka kita. Aku tahu bagaimana perasaan kamu pas mama datang, yaa... sekalipun mama sayang sekali sama kamu, tapi tetap ada rasa sungkannya kan? Aku juga merasa gitu sekarang," jelas Keanu.
"Trus kalau kita beli rumah, siapa yang akan nempatin rumah yang sebelumnya? Menurutku mending nggak usah beli rumah, Mas. Kita akan tetap tinggal di rumah itu. Uang kamu disimpan buat tabungan masa depan," balas Cinta.
"Emang sih awalnya ngerasa agak canggung gitu kumpul sama mertua, tetapi setelah kita mengenalnya akan terasa nyaman sendiri. Sekarang giliran kamu untuk coba lebih kenal sama ibu," lanjutnya.
Keanu mengangguk setuju mendengar ucapan Cinta. Tak kenal memang tak akan sayang. Setidaknya Keanu akan berada di rumah mertua seminggu ke depan. Dalam waktu itu mereka akan memanfaatkan momen-momen penting agar tercipta keluarga yang bahagia dan harmonis.
"Tahu nggak, Dek, aku tuh sebenarnya udah nggak sabar nunggu bulan depan," ucap Keanu yang Cinta kira suaminya itu akan membahas rencana pesta resepsi itu lagi.
"Bulan depan ada apa?" tanya Cinta ingin memastikan.
"Kamu akan telat haid apa tidak," jawab Keanu dengan sorot yang berbinar.
Cinta terhenyak seketika. Di sini ia semakin merasa bersalah sendiri. Apa lebih baik ia berterus terang saja?
"Dek, mikirin apa sih?" Keanu sampai mengguncang bahu Cinta.
"Mas, aku--" Cinta terlalu ragu untuk berterus terang sekarang.
"Kenapa?"
Cinta masih terdiam. Tetapi sorot matanya dapat terbaca jika wanita itu sedang ada yang dipikirkan.
__ADS_1
"Kamu mau ngomong apa? Ngomong saja, nggak usah disimpan sendiri. Kamu mau ngomongin rahasia kamu?" kata Keanu asal ngomong.
"Tapi janji kamu nggak boleh marah," mohon Cinta akhirnya.
Keanu tergelak sesaat. "Kenapa aku harus marah?"
Cinta masih terlihat gamang. Bibir bawahnya ia gigit kecil, pertanda masih gusar untuk mengatakannya.
Lalu Keanu menangkup wajah Cinta dengan kedua tangannya, jadilah tatapan mata mereka saling bertautan satu sama lain.
"Sekarang ngomong, nggak usah takut," ucap Keanu meyakinkan Cinta agar mau mengatakannya.
"Sebenarnya aku--"
Sejenak Cinta menghela nafasnya dalam-dalam.
"Aku masih nggak siap kalau harus punya anak cepat-cepat," ucap Cinta terdengar pelan tetapi syarat keseriusan.
Keanu memicingkan mata mendengarnya. Pria itu sengaja tidak bertanya, sebelum Cinta mengatakan apa alasannya.
"Apa kamu nggak marah, Mas?" tanya Cinta ragu-ragu.
Keanu menghentak nafasnya seketika. Ternyata Cinta tidak mau mengakui apa yang menjadi alasan utamanya. Membuat pria itu berpikir keras seorang diri, tetapi tetap mencoba tenang di hadapan Cinta.
"Aku nggak marah, karena rejeki anak itu Tuhan yang atur. Bisa jadi kita di kasih cepat atau tidak, itu rahasia Tuhan. Kalau kita di kasih cepat, itu tandanya Tuhan mempercayakan kita untuk menjaga amanahnya. Kalaupun masih harus nunggu berbulan-bulan lagi, Tuhan pasti tahu apa yang terbaik buat kita," kata Keanu terdengar bijak sekali.
Cinta terdiam mendengarnya. Memang suaminya tidak marah, tetapi bila nanti ia tahu jika selama ini dirinya mengkonsumsi pil KB, apakah tetap akan sekalem ini? Ah, mendadak Cinta jadi takut membayangkan akan marah seperti apa nanti.
"Maaf, Mas, kalau aku mengecewakan kamu," ucap Cinta pada akhirnya.
Keanu tersenyum lalu kemudian mengecup kening Cinta dengan lembut. Pria itu mencoba memaklumi istrinya yang saat ini memang masih berusia dua puluh tahun lebih sedikit. Mungkin karena faktor usia yang terlalu muda menurut Keanu, yang membuat Cinta masih tidak siap memiliki anak. Di saat teman-teman seusianya masih asyik nongkrong tanpa ada drama pernikahan, berbeda dengan Cinta yang sudah berkeluarga di usia muda.
"Ayo tidur, Dek, besok habis subuh kita berangkat ya, biar nggak kesiangan," ucap Keanu mengakhiri obrolan malam mereka. Walau jauh di dalam lubuk hatinya selalu tersemat do'a, semoga Tuhan segera memberinya dzuriyah secepatnya.
*
__ADS_1