Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Eps 136


__ADS_3

Setelah dua hari Cinta berada di rumah sakit, akhirnya hari ini ia diperbolehkan pulang oleh dokter. Dengan senang hati Cinta dan Keanu membawa anak mereka pulang ke rumah. Sedangkan keadaan di rumah mendadak dibikin rempong untuk menyambut kedatangan Azzam dan Azura.


Satu kamar khusus Azzam dan Azura sudah dihias sebagus mungkin oleh ibu Ratih. Beruntung hari ini Hana juga ikut membantu menyiapkan surprise itu. Banyak makanan dan minuman enak dan syarat penuh gizi yang sengaja disiapkan oleh ibu Ratih khusus Cinta. Ibu itu ingin segala gizi anak menantunya tercukupi dengan baik, mengingat ia akan menyusui bayi twins.


Tak lama kemudian akhirnya Cinta dan Keanu tiba di rumah. Nampak yang pertama turun dari mobil adalah Keanu. Lalu dengan cepat pria itu segera membukakan pintu mobilnya agar Cinta dan ibu Rahayu turun juga. Dua wanita itu sama-sama menggendong bayi. Hana yang saat itu menyambut di ambang pintu utama seketika memekik kegirangan, sampai tak terasa ikut loncat-loncat saking senangnya.


"Wellcome Azzam dan Azura... Keponakan aunty Hana," pekik Hana heboh sendiri.


Semua orang rumah yang melihat reaksi Hana begitu hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum. Mereka memaklumi jika Hana sebahagia itu. Karena memang hubungan Cinta dan Hana terbilang awet dalam dunia perbestian.


"Eh eh eh... Jangan pegang-pegang dulu! Sudah cuci tangan belum?" ucap Keanu saat melihat Hana akan mendekati bayinya.


"Sudah dong, Bos," jawab Hana sumringah sekali.


"Nih, bantu bawain ini dulu." Tiba-tiba saja Keanu menyerahkan satu tas yang ditentengnya kepada Hana.


Hana menerimanya sedikit manyun. Jadi bos memang bebaaaass...


"Biar saya yang bawa, Den." Beruntung mbok Nah langsung mengambil tas itu dari tangan Hana. Dan mbok Nah langsung membawanya masuk ke kamar Keanu.


Cinta yang melihat itu langsung menyikut lengan Keanu.


"Apa, Sayang?"


Cinta hanya menunjuk dengan dagunya ke arah Hana. Keanu mengikuti ke arah Cinta menunjuk.


"Minta maaf sama Hana, Mas. Kamu pikir dia pembantu apa?" kata Cinta menduga Hana cemberut karena perlakuan Keanu.


Padahal yang dirasa Hana sebenarnya sedang galau. Tiba-tiba saja ia kepikiran jika setelah ini kedekatannya dengan Cinta akan sangat jarang. Mengingat bestie nya itu sudah bertitle ibu dengan dua bayi sekaligus. Pastilah akan rempong, walau Keanu sudah mempekerjakan dua babysitter untuk Azzam dan Azura. Sedangkan dirinya sampai saat ini masih berstatus jomlo abadi. Tak ditampik Hana juga ingin menikah muda seperti Cinta. Jika nanti memang sudah ada jodoh yang siap dan mapan, mau tunggu apalagi?


"Hana," sapa Keanu membuyarkan lamunan Hana.


"Ah, iya Bos." Hana menyahut sedikit terkesiap.


"Kamu aku kasih cuti kerja seminggu. Free, bebas main ke sini temani Cinta. Bonus uang jajan seminggu full buat ganti beli bensin ke sini."


Hana dan Cinta sama-sama melongo mendengarnya. Disuruh minta maaf malah iming-imingi Hana.


"Mm... Soal yang tadi aku minta maaf," ucap Keanu kemudian.


"Minta maaf soal apa, Bos?"


"Soal aku minta kamu bawain tas."


"Oalaaah... Aku kira apaan." Lalu Hana tertawa cekakakan.


Rumah itu mendadak ramai dengan keberadaan Hana. Ibu Ratih sangat senang, merasa terhibur juga dengan Hana.

__ADS_1


"Soal itu nggak masalah, Bos. Bos Keanu bos aku, jadi mah bebas," sambung Hana.


"Mm... Btw trimakasih bonusnya, Bos. Semoga rejekinya semakin lancar jaya."


"Aamiin..." Bersamaan Keanu dan Cinta mengucap amin.


Bayi Azzam dan Azura sedari tadi sedang asyik digendong oleh dua neneknya. Sedangkan mbok Nah sudah menyiapkan makanan untuk mereka semua.


"Makanan sudah siap," ucap mbok Nah sedikit lantang sehingga didengar oleh seluruh penghuni rumah di ruangan itu.


"Terimakasih, Mbok," ujar ibu Ratih.


"Ayo semua kita makan," ajaknya kepada semuanya.


Azzam dan Azura langsung diambil alih oleh dua babysitter. Mereka dibawa masuk ke kamar mereka untuk bisa tidur dengan nyaman.


"Mas, aku mau pipis dulu," ucap Cinta sedikit berbisik kepada Keanu.


"Ma, aku antar Cinta ke kamar dulu ya," seru Keanu bernada pamit, sebelum nanti ikut gabung makan bersama.


Ibu Ratih langsung mengangguk. Seulas senyumnya terbit begitu melihat perlakuan Keanu yang sangat perhatian dengan Cinta.


Seperti biasa Keanu selalu menemani Cinta tiap kali akan ke kamar mandi. Ia takut tiba-tiba istrinya membutuhkan bantuannya. Karena sejujurnya Keanu tidak rela jika harus orang lain yang membantu Cinta memakaikan pem64lut atau apapun itu hal yang bersifat intim.


"Sudah, Sayang?" tanya Keanu sesaat setelah Cinta selesai pipis.


"Aku bisa pasang sendiri, Mas," cegah Cinta begitu melihat Keanu akan berjongkok.


"Sudah, ayo masukkan kakinya." Keanu tetap kekeh ingin membantu Cinta.


Pria itu memasangkannya dengan telaten. Sejujurnya Cinta agak malu diperlakukan seperti itu walau dengan suami sendiri. Mungkin karena hari pertama melahirkan Keanu memergoki Cinta sedang meringis menahan perih ketika pipis, dari itulah Keanu berinisiatif sendiri akan selalu mendampingi Cinta terlebih ketika sedang ke kamar mandi.


"Maafkan aku ya, Sayang," ucap Keanu membawa tubuh Cinta dalam pelukannya.


"Karena aku kamu jadi seperti ini," lanjutnya dengan sendu.


Cinta paham apa maksud dari perkataan Keanu.


"Ini sudah kodrat perempuan, Mas. Jadi kamu jangan merasa bersalah terus," balas Cinta karena semenjak ia melahirkan Keanu selalu bilang kata maaf kepadanya.


"Tapi kamu bisa hamil sampai melahirkan itu juga karena aku. Kamu bahkan rela kesakitan waktu melahirkan Azzam dan Azura."


Cinta sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Hatinya sudah terlanjur senang melihat perlakuan suaminya yang tambah peduli dan sayang kepadanya.


"Ayo, Mas, kita turun. Mereka pasti menunggu kita," kata Cinta sambil melepas pelukannya.


Sebelum benar-benar keluar dari kamar mandi itu, langkah kaki Cinta berhenti di depan kaca. Ia bercermin, menatap perutnya yang masih belum ada perubahan, tetap membuncit cuma sedikit bergelambir karena sudah tidak ada bayinya.

__ADS_1


"Kenapa, Dek?" tanya Keanu penasaran.


"Perutku jelek, Mas." Tiba-tiba saja Cinta mulai mewek.


Keanu yang melihatnya tentu bingung sendiri bagaimana cara menghadapinya agar tidak jadi menangis.


"Nanti pasti bagus lagi," ucap Keanu.


"Kalau tetap buncit seperti ini gimana?" Dan Cinta jadi menangis.


Fix! ini tanda-tanda syndrom baby blues.


"Sayang, Sayang," Keanu membawa Cinta lagi dalam pelukannya.


"Coba tenang, jangan menangis begini. Wajar kalau perut kamu begini, namanya juga baru lahiran. Baru dua hari loh! Nanti pasti akan kembali ke awal. Percaya deh!"


"Kalau akhirnya tetap begini bagaimana? Aku akan jelek dan gendut." Cinta masih menangis.


"Biar gendut nggak akan mengurangi cinta aku sama kamu. Sumpah!" Keanu meyakinkan.


Lalu Keanu mengangkat wajah Cinta yang semula bersembunyi di dadanya. Pria itu mencium kening Cinta cukup lama. Setelah itu mengusap bersih airmata Cinta dengan jemarinya.


"Sudah, jangan nangis lagi. Ayo, katanya takut ditunggu orang rumah." Lalu Keanu menuntun Cinta keluar dari kamar mandi.


"Tunggu, Mas, aku mau pake bedak dulu." Seketika Cinta belok ke arah kaca rias.


Keanu terus mengikuti ke mana arah Cinta pergi. Pria itu berdiri tepat dibelakang Cinta yang sudah duduk tenang di depan kaca rias.


"Sini, Dek, aku yang sisirin ya?"


Keanu mulai menyisiri rambut Cinta dengan lembut. Kemudian ketika Keanu akan mengambil bedak, Cinta langsung merampasnya.


"Kalau ini urusan aku," kata Cinta yang kemudian mulai memolesi wajahnya dengan bedak.


Wanita itu sengaja memakai bedak karena ingin menyamarkan wajahnya yang habis menangis.


Selesai memakai bedak, Cinta juga memolesi bibirnya dengan lipstik berwarna soft. Tak disangka ternyata Keanu langsung merusuh dengan mencium bibir Cinta.


"Mas, kebiasaan deh!" pekik Cinta gemas sendiri, setelah suaminya melepas pagutannya.


Keanu hanya tersenyum, dan Cinta juga ikut tersenyum. Sesaat tatapan mereka saling bertautan cukup lama.


"I love you, Cinta istriku..."


"Love you too, mas suami."


*

__ADS_1


__ADS_2