
Reno menepikan mobilnya tepat di depan rumah makan lesehan penjual bebek goreng yang ternyata jaraknya cukup jauh dari mini market tadi. Memang untuk mencari restoran yang buka pada jam pagi seperti ini masih terlalu sulit. Sebenarnya saat di jalan tadi mereka bertemu dengan pedagang bubur ayam keliling, berhubung sama-sama sedang tidak berselera makan itu akhirnya mereka melewatinya.
Sambil menunggu pesanan mereka selesai Reno mengajak Cinta untuk berselfie.
"Ayo lah, Ta. Buat kenangan aja, sebelum ini jarang-jarang loh kita begini," pinta Reno begitu mendapat penolakan dari Cinta saat di ajak foto bersama oleh Reno.
"Itu yang aku ingin tanyakan sama kak Reno. Sebelum ini kita nyaris tidak saling tegur sapa. Itu pun kalau bukan aku dulu yang menyapa kakak di resto, kita tidak pernah sedekat ini."
Akhirnya Cinta bisa menumpahkan uneg-unegnya tentang Reno yang mendadak peduli saat dirinya sudah menjadi istri sah Keanu.
"Akan aku jawab. Tapi kalau kamu tidak mau aku ajak foto, maka aku tidak akan menjawabnya," ucap Reno.
Entah itu serius atau sekedar rayuan agar gadis itu mau di ajak foto berdua dengannya, hanya Reno yang tahu tujuannya.
Cinta terdiam sambil berpikir. Lama-lama dipikir, ia tetap penasaran akan maksud Reno mendekatinya belakangan ini.
"Apa kamu takut kita begini akan terdengar oleh Keanu?" tanya Reno di saat gadis itu masih mencoba mencari solusi lain selain berfoto bersama.
Bukan karena sombong, tetapi ada sebuah ikatan pernikahan yang membuatnya terjerat dan senantiasa harus menjaga diri dari status dirinya yang sekarang.
Melihat Cinta yang hanya terdiam lantas dengan lancangnya Reno merangkul pundak Cinta, kemudian mengarahkan kamera ponselnya dan... Cekrek!
Sebuah gambar dirinya yang dirangkul Reno cukup mesra dengan gambar pria itu yang tersenyum riang berhasil Reno dapatkan.
"Kak Reno!" Cinta mendelik gemas.
Gadis itu hanya bisa melayangkan cubitan kecilnya di lengan Reno. Meski begitu ia tidak bisa marah kepada pria yang telah usil kepadanya. Apalagi sudah terlanjur jadi.
__ADS_1
"Aduh!" Reno pura-pura mengaduh kesakitan.
"Iya, maaf deh..." ujarnya enteng seakan tidak pernah melakukan kesalahan.
Cinta hanya bisa menatap entah kepada pria sahabat suaminya itu. Setidaknya meski telah di usili oleh Reno, senyum kecil itu terbit dari bibir ranum Cinta. Hati Cinta sedikit terhibur dekat dengan Reno.
Tak lama setelah itu makanan yang mereka pesan telah selesai di buat. Dua menu bebek goreng lengkap dengan sambal ijo sudah tertata di atas meja. Tinggal mengeksekusinya saja.
"Kak Reno." Cinta menyapa Reno yang sedari tadi senyum-senyum sendiri melihat ponselnya.
"Hem..." Reno menyahut dengan gumamannya. Tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya, membuat gadis di depannya itu muncul rasa curiga.
"Dari tadi senyum-senyum nggak jelas. Ngapain sih?" Cinta langsung menanyakannya.
"Update story," sahutnya santai.
Mendadak perasaan Cinta jadi gelisah. Karena jika benar itu yang dilakukan Reno, sudah pasti Keanu akan melihatnya juga. Buru-buru gadis itu membuka hapenya langsung mengecek SW pria itu.
"Nggak ada kan?" tanya Reno begitu Cinta tidak menemukan yang ia cari.
Beralih Cinta mencari di sosmed yang pria itu miliki, tetapi rupanya pria itu tidak mengunggah postingan apa-apa. Apakah barusan ia kena prank darinya?
Terus terang hati Cinta menjadi tidak tenang karenanya. Dengan begini saja sebenarnya ia sudah bersalah kepada Keanu, karena pergi berdua saja bersama pria lain tanpa permisi pula. Entahlah apa yang akan dilakukannya setelah ini. Haruskah ia jujur dan meminta maaf, atau memilih diam saja?
"Ehem! Cinta..." Reno membuyarkan lamunan Cinta.
Gadis itu hanya menoleh menatapnya.
__ADS_1
"Ayo makan, keburu dingin nggak enak," ajaknya yang kemudian mereka berdua segera menyantap makanannya dengan lahap.
Sedangkan keadaan di rumah Keanu, saat ini pria itu masih berusaha keras untuk membujuk Shelyn agar tidak menginap lagi di rumahnya. Memang dasar Shelyn jenis wanita ngeyelan, tentu Keanu harus ekstra sabar menghadapinya.
"Tante Ratih tidak ada kan?"
"Karena itu, Shel, plis lah... Ku mohon. Sebenarnya kita berdua begini ini tidak baik. Ayo setelah ini aku antar kamu pulang," ucap Keanu mencoba meminta pengertian pada wanita itu.
"Aku nggak mau pulang kok," wanita itu tetap kekeh dengan keputusannya.
Lagi-lagi Keanu menghela nafasnya sepenuh dada. Entah apa lagi yang harus ia lakukan untuk membujuknya. Untuk menyeret paksa agar keluar rumah rasanya itu terlalu kejam.
Sedangkan wanita itu terlihat sangat enjoy menikmati roti panggang sebagai sarapan paginya. Tanpa mempedulikan bagaimana tatapan Keanu yang menyorotnya entah.
Merasa jenuh lama-lama berhadapan dengan wanita angkuh seperti Shelyn, Keanu memilih beranjak dari sana menuju taman belakang rumah. Sebenarnya pria itu kepikiran Cinta, karena sampai sekarang wanita itu belum juga kembali ke rumah. Sedangkan untuk menanyakan melalui telponnya pria itu terlalu besar gengsi. Karena lagi gabut, akhirnya yang dilakukan pria itu saat ini hanya menscrol SW beberapa nomor kontak teman dan kerabatnya.
Tiba-tiba saja Keanu dibuat melotot tak percaya saat melihat SW milik Reno yang di unggahnya sekitar sepuluh menit yang lalu. Yang membuatnya tak habis pikir ialah adanya Cinta dalam postingannya itu. Meski wajah gadis itu sengaja di tutupi gambar stiker oleh Reno, tetapi Keanu masih bisa mengenali gadis itu dengan melihat pakaian yang di pakainya tadi.
"Apa maksud Reno? Kemarin ia sengaja mengirim ku foto di rumah ini, sekarang dia malah asyik keluar bareng Cinta tanpa bilang dulu sama aku?"
Siapa yang tak akan curiga coba? Sahabat yang sebelumnya terlihat seperti tak mempedulikan Cinta, sekarang malah sering terlihat bersama setelah gadis itu resmi menjadi istrinya. Walau hatinya masih entah kepada gadis itu, tetapi melihat ia lebih dekat dengan pria lain membuatnya merasa di tikung oleh Cinta.
Ada rasa sesak yang tiba-tiba saja menyumbat di dadanya. Membuat darahnya berdesir terasa panas dingin. Lalu pria itu segera beranjak dari tempatnya. Pergi keluar rumah tanpa menghiraukan Shelyn yang terus bertanya dirinya akan ke mana.
Pria itu membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi. Entahlah ia harus mencari Cinta dan Reno di mana. Tidak mungkin juga ia menanyakan keberadaan mereka kepada salah satu antara Reno atau Cinta. Bisa-bisa misi untuk menggerebek mereka akan gagal total.
*
__ADS_1