Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 58


__ADS_3

"Cinta, aku--"


Deru nafas Keanu berhembus semakin cepat. Kentara sekali jika pria itu sedang tidak baik-baik saja. Segera Cinta menyentuh kening pria itu menggunakan tangan sebelahnya yang terbebas dari genggaman tangan Keanu. Mencoba mengecek kondisi tubuh pria itu yang nyatanya biasa saja, tidak demam maupun kedinginan.


"Tolong jangan sentuh aku, Ta," ucap pria itu dengan suaranya yang parau.


Wajah pria itu berpaling seketika. Bukan karena benci di sentuh Cinta, melainkan pria itu sekuat hati ingin menghindari kontak fisik dengan Cinta, yang bisa jadi akan memicu hassratnya semakin sulit di kendalikan nantinya.


"Maaf, Mas." Cinta seketika menarik tangannya. Merasa bersalah, tetapi juga sedikit mencelos karena rupanya suaminya itu menolak di sentuhnya.


Gadis itu menundukkan wajahnya. Seakan kepercayaan dirinya musnah saat itu juga. Jangankan mencoba merayu lebih dulu, di sentuh keningnya saja sudah berpaling muka.


Cinta semakin menundukkan pandangannya. Menatap pada lingerie yang teronggok di kakinya, yang sebelumnya lingerie itu ia lepas begitu saja dari genggamannya saat akan menyentuh kening suaminya tadi. Dalam hati berdecih mengejek diri, sungguh miris nasib percintaan yang ia rasakan itu.


"Tolong bantu aku," ucap Keanu lagi sambil melangkah pelan berniat akan beranjak dari situ.


Cinta menatap Keanu. Ada apa ini? Baru saja pria itu tidak mau di sentuh, sekarang malah merengek meminta bantuannya.


"Tubuhku panas, Ta," seru Keanu kemudian. Menghentikan langkahnya karena melihat Cinta tetap diam di tempat.


Kening Cinta merengut mendengarnya.


"Aku butuh air dingin. Aku sudah tidak kuat," serunya lagi yang membuat Cinta semakin terheran-heran sendiri.


"Apa yang harus aku lakukan, Mas?" tanya Cinta akhirnya.


Tetapi Keanu tidak menyahuti nya. Pria itu malah melangkah agak cepat dan kemudian masuk ke kamar mandinya. Cinta yang melihat Keanu semakin mencemaskan, terpaksa menyusul suaminya itu ke sana.


Dilihatnya Keanu sedang mengguyur tubuhnya dengan kondisi tubuh yang masih mengenakan pakaian lengkap. Segera Cinta berlari mendekati Keanu demi mengamankan ponsel milik Keanu yang rupanya masih berada dalam saku celananya.


"Ya ampun, Mas! Kira-kira dong? Kamu kenapa sih?" omel gadis itu sambil mengusap-usap ponsel milik Keanu pada bajunya yang beruntungnya ponsel itu masih berfungsi dengan baik.


Lalu gadis itu meletakkan ponsel itu ke tempat yang lebih aman.


"Cinta," panggil Keanu. Suara pria itu terdengar sangat aneh, tak seperti biasanya menurut Cinta.


Segera Cinta menghampiri suaminya itu.

__ADS_1


"Tolong...." Keanu menyodorkan selang shower itu kepada Cinta.


Pria itu saat ini sedang meringkuk di sudut ruangan itu, memeluk diri sendiri, dengan rona wajah yang sulit di artikan bagi Cinta.


"Siram aku, jangan berhenti, aku kepanasan, Ta," titah pria itu.


Ragu-ragu Cinta menuruti perintah suaminya itu. Sebenarnya merasa kasihan melihatnya, tetapi gadis itu sudah tidak berani bertanya atau pun menunjukkan perhatiannya kepada pria itu setelah mendapati penolakan di sentuh olehnya tadi.


Air yang mengguyur itu sudah mengalir sangat banyak. Tetapi Keanu masih terlihat kebingungan sendiri. Kedua tangan pria itu ia apitkan pada sekitaran pahanya. Seperti ingin melindungi sesuatu, tetapi sepertinya tidak. Ah, gadis itu benar-benar berhasil di buat berasumsi sendiri melihat kelakuan Keanu yang mencurigakan.


"Cukup, Mas, nanti kamu bisa sakit," ucap Cinta mengakhiri menyiram tubuh Keanu.


"Jangan berhenti, Ta. Please..." Keanu mengangkat wajahnya memohon kepada Cinta.


Di lihatnya pakaian gadis itu sebagian basah akibat ikut bermain-main air demi menuruti kemauan Keanu. Lekuk tubuh gadis itu sangat kentara, apalagi saat mata pria itu mengarah pada lekukan celah lorong kenikmatan milik gadis itu.


Deru nafas pria itu semakin membuncah. Rasanya sudah tidak kuat dan benar-benar membutuhkan tempat pelepasan diri. Membuat Cinta yang memperhatikan itu bertambah penasaran. Gadis itu pun akhirnya berjongkok, berniat meneliti lebih dekat apa yang sebenarnya terjadi dengan Keanu.


Saat Cinta belum sepenuhnya duduk, tangan Keanu menarik tangan Cinta, seketika menarik tengkuk gadis itu dan langsung melummat bibir merona istrinya itu dengan gerakan yang rakus.


Lidah pria itu berhasil memporak-porandakan bagian dalam mulut Cinta. Bergerilya dengan begitu liar, sama sekali tidak memberi jeda untuk bernafas sejenak. Ibarat macan kelaparan, seperti itulah Keanu saat ini.


Mmmph


Tangan Cinta mengepal sambil memukul kecil pada bahu Keanu. Yang lalu pria itu melepas pagutannya saat itu juga.


Deru nafas Cinta dan Keanu sama-sama membuncah. Jika Cinta mengambil asupan oksigen untuk bernafas, berbeda dengan Keanu yang membuncah akibat hassrat diri yang terus menuntut di salurkan.


Sejenak tatapan mata itu saling bersirobok. Seketika itu Cinta timbul pikiran negatif, apakah suaminya ini sedang berada dalam pengaruh obat?


"Mas, kamu minum apa di luar?" tanya Cinta sambil menepuk pipi Keanu, menduga suaminya itu sedang mabok minuman keras.


Keanu menggeleng-geleng kepala.


"Kamu mabok?" Gadis itu memberanikan diri menangkup pipi Keanu dengan kedua tangannya.


Lagi-lagi Keanu menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Bohong!" bentak gadis itu.


"Aku di jebak, Ta," pria itu akhirnya mengaku.


"Di jebak?"


Keanu mengangguk lemah. Lalu perlahan pria itu merubah posisi duduknya, tetap dengan tidak memindah Cinta dari pangkuannya. Karena tangan pria itu seperti mengunci tubuh Cinta agar tidak beranjak dari posisi yang terasa nyaman bagi perkutut nya yang terasa tertindih nikmat oleh gadis itu.


"Mas, kamu belum jawab pertanyaanku!" kesal Cinta semakin jadi karena terlanjur penasaran dengan apa penyebab suaminya itu bilang di jebak.


"Shelyn," ucap Keanu dengan jelas.


Seketika Cinta mendorong dada Keanu. Kesal sekali rasanya. Di tanya apa jawabnya Shelyn.


"Aku di jebak Shelyn, Ta," tutur Keanu lagi.


"Maksud kamu?"


Sorot mata Cinta menyala syarat api kecemburuan. Sakit hati yang ia simpan sedari sore, sepertinya akan tersalurkan malam ini.


"Mungkin Shelyn memberiku minuman yang ada obatnya. Aku benar-benar nggak kuat, Ta," jelas Keanu sambil akan memeluk Cinta tetapi gadis itu memundurkan badannya.


"Kualat! Emang enak?" umpat Cinta sambil mencebikkan bibirnya.


Tetapi Keanu tak mempedulikan ejekan istrinya itu. Pria itu meraih tubuh Cinta dan membawanya masuk dalam pelukannya.


"Ta, aku tahu ini nggak adil buat kamu. Tapi-- Aaarrgh...."


Dengan lacknatnya pria itu mendessah di dekat telinga Cinta, membuat bulu kuduk gadis itu seketika meremang geli.


"Aku nggak kuat, Ta..."


Cinta terhenyak seketika. Saat dengan sengaja suaminya itu menggesek-gesekkan sesuatu yang mengeras di bawah tepat gadis itu duduk.


"Mas!"


*

__ADS_1


__ADS_2