
Keanu terus mencari keberadaan Cinta hingga terus sampai di sebuah mini market terdekat dari arah rumahnya. Sebelum keluar dari mobilnya, pria itu masih mengintai kemungkinan adanya Cinta di sana. Walau sebenarnya tidak begitu yakin jika Cinta dan Reno ada di tempat itu, tetapi setelah melihat motor yang sama persis dengan milik mamanya maka Keanu akhirnya memilih keluar dari mobilnya.
Pria itu segera mendekat ke motor yang terparkir di depan mini market itu. Dilihat dari luar, di dalam mini market itu sepertinya tidak ada Cinta maupun Reno.
"Ada apa, Mas?" sapa seorang security yang merasa curiga melihat gelagat Keanu yang tetap di samping motor itu.
"Yang punya ini di mana orangnya?" Keanu bertanya sambil menepuk jok motornya.
"Oh... Mbak yang tadi," seru security itu.
Keanu mengangguk. Ternyata tebakannya tidak melesat. Motor ini adalah milik mamanya yang di pakai Cinta.
"Tadi mas nya nitip ini sama saya, katanya mau keluar sebentar cari makan," jelas security itu lagi.
"Mas?" Mendadak Keanu kembali geram.
Ia tidak menyangka jika Reno akan mendekati Cinta dengan cara seperti ini. Sejujurnya pria itu tidak begitu peduli meski Cinta mau ke mana, tetapi kali ini harga dirinya sebagai suami seperti di cabik-cabik oleh keduanya.
"Berarti yang punya motor ini keluar sama laki-laki, begitu?"
Security itu mengangguk.
"Mereka naik mobil ke sana." Security itu menunjuk ke arah jalan Reno dan Cinta pergi tadi.
Segera Keanu kembali ke mobilnya yang terparkir di seberang jalan. Hingga lupa sekedar mengucapkan kata terimakasih pada security itu. Sedangkan security itu hanya bisa menatap heran bercampur curiga. Tiba-tiba teringat dengan kasus yang pernah viral kemarin. Kepergok selingkuh oleh pasangannya sehingga terjadi saling adu mulut di depan mini market ini.
"Duh, semoga saja mereka sudah pulang," gumam security itu, mendadak merasa bersalah seandainya kejadian seperti yang viral kemarin.
__ADS_1
Sedangkan Keanu terus saja melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sesekali pria itu lebih memelankan laju mobilnya tiap bertemu dengan rumah makan atau warung sederhana sekalipun. Tetapi hingga melaju cukup jauh dari tempat tadi, rupanya Keanu masih belum menemukan di mana Cinta dan Reno.
Sudah kesal, sebal dan perut lapar, tiba-tiba saja dering ponselnya berbunyi dan rupanya Shelyn yang menelponnya. Awalnya pria itu memilih abai, tetapi setelah panggilan itu terus berdering membuatnya jengah dan berniat akan menon-aktifkan ponselnya. Tetapi sebelum itu terjadi, Shelyn keburu mengirimnya sebuah pesan singkat.
Saat membacanya kedua bola mata pria itu mendadak melotot tak percaya. Wanita itu memberitahunya jika ibu Ratih saat ini berada di rumahnya.
"Sial!!" Keanu membanting ponselnya ke jok kosong di sampingnya.
Jika benar mamanya kembali pulang, apa yang harus ia lakukan demi bisa menutupi drama pernikahannya itu. Lagi pula kenapa juga mamanya tidak memberi tahu dulu jika ia akan pulang.
"Cintaaaaa!!!" Keanu bertambah geram sambil mencengkram erat pada setirnya.
Kemudian pria itu kembali melajukan mobilnya. Detik ini juga ia harus menemukan Cinta. Walau apapun yang terjadi nanti, ia harus berhasil membawa Cinta pulang.
Sedangkan Cinta dan Reno saat ini sudah selesai makan dan bersiap untuk pulang.
"Lain kali boleh dong keluar makan seperti ini lagi," ucap Reno sungguh di luar batas terlalu berani mengajak keluar istri orang.
"Takut sama Keanu?"
Cinta menggeleng. "Aku lebih takut sama dosaku, Kak," ujar Cinta yang sangat menohok di hati Reno saat mendengarnya.
Di sini posisi Reno sama berdosanya seperti yang di rasa Cinta. Entah mengapa Reno merasa tidak perlu mempedulikan perkataan itu. Baginya yang terpenting adalah keadilan bagi Cinta. Bila perlu Reno siap menjadi garda terdepan buat Cinta, andai gadis itu butuh tempat sandaran jiwa.
Rasa suka pria itu kepada Cinta seakan semakin melambung melewati batas. Dulu saat gadis itu masih single, Reno terlihat tenang mengatur hatinya. Tetapi kini setelah tahu gadis yang ia sukai rupanya bernasib kurang baik masalah percintaannya, membuatnya semakin ingin menjadi obat mujarab penyembuh luka hati gadis itu.
Meski sangat tahu jika cinta gadis itu telah ia berikan kepada Keanu, sebisa mungkin Reno akan merebutnya andai Keanu belum juga bisa di andalkan dan selalu membuatnya menangis.
__ADS_1
"Aku tahu kalau kamu bisa menjaga hati kamu untuk Keanu, tetapi apa kamu bisa jamin bagaimana Keanu memperlakukanmu selama ini?"
Tiba-tiba saja Reno berkata sesuatu yang bernada meragukan Keanu, membuat Cinta masih tak paham akan apa maksud pria itu mengatakannya.
"Aku tahu kalau Keanu ada wanita lain. Aku melihatnya sendiri kemarin," ucap Reno tak mau menyembunyikan apa-apa lagi tentang kelakuan busuk Keanu di belakang Cinta.
Biarlah Cinta tahu hal itu sekarang. Dari pada terus di simpan yang akhirnya akan menjadi boomerang bagi hubungannya dengan Keanu kelak.
Kening Cinta berkerut, mencoba berpikir sendiri. Jika selama ini Reno tahu kalau Keanu memiliki kekasih, kenapa ia tak menceritakannya sebelum pernikahan mereka berlangsung. Sebelum ikatan suci itu di ikrarkan di hadapan Tuhan. Padahal kesempatan untuk mengungkapkan itu masih ada waktu, lantas kenapa baru mengatakannya sekarang? Apakah ini suatu kesengajaan agar dirinya merasa sakit hati?
"Aku yakin kalau kamu juga melihatnya kemarin. Itu sebabnya kamu menangis kemarin kan?" ucap Reno lagi.
Cinta menatap pria itu dengan tatapan entah. Tetapi luka hatinya yang sempat sembuh sejenak terpaksa kembali tergores setelah Reno membuka kembali luka itu.
"Kenapa kak Reno mengatakan ini padaku?" tanyanya dengan suara yang mulai bergetar.
"Aku ingin kamu tahu perbuatan Keanu di belakang kamu."
"Kak Reno temannya kan? Lantas kenapa kak Reno membongkar aib teman sendiri di depanku?" Sorot mata Cinta mulai berkaca-kaca.
Sebenarnya gadis itu tidak mau lagi mendengar tentang WIL suaminya itu. Karena hanya akan menggores luka hatinya kembali.
Reno menghela nafas sepenuh dada. Terus terang ia mulai kebingungan harus merespon seperti apa pertanyaan Cinta tadi. Beralih pria itu memberanikan diri memegangi pundak Cinta yang mulai bergetar efek menangis sesenggukan.
Siapa sangka Cinta melabuhkan kepalanya bersandar di dada bidang Reno. Pria itu menyambutnya dengan sumringah. Perlahan tangannya menarik tubuh Cinta agar masuk ke dalam pelukannya. Sembari mengusap pelan punggung Cinta agar bisa lebih tenang.
"Menangislah sepuasmu, Ta. Setidaknya akan terasa lebih enteng kalo kamu menangis. Jangan di simpan sendiri. Apa pun yang tidak baik kamu buang jauh-jauh, jangan menyimpan sampah dalam hati yang hanya akan membuat hati kamu terus terluka," ucap Reno penuh penekanan pada kalimat terakhirnya, sembari tangannya mengusap lembut mahkota yang menjuntai di kepala Cinta.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari seseorang tengah menatap tajam kepada mereka dari seberang jalan.
*