
"Siapa yang di pukul?"
Suara lantang ibu Ratih membuat keduanya kaget dan kebingungan mau menjawab apa pertanyaan darinya.
Ibu Ratih menyorot tajam keduanya yang masih terdiam. Lalu ia meneliti wajah Cinta sambil memegangi pipi Cinta.
"Apa kamu habis di pukul Keanu?" tebak ibu Ratih.
Cinta terdiam. Walau jawabannya adalah iya, tetapi tidak mungkin juga ia mengakuinya.
Melihat Cinta yang diam membisu, ibu Ratih menyorot tajam kepada putranya.
"Aku nggak sengaja, Ma," aku Keanu yang memang tidak terbiasa berbohong kepada mamanya.
Ibu Ratih hampir mengeluarkan biji matanya saking kagetnya mendengar hal itu. Lantaran gemas ibu Ratih balik memukul paha Keanu cukup keras.
"Jelaskan! Cinta salah apa sampai kamu memukulnya!"
"Mama..." Cinta menarik tangan ibu Ratih yang terus memukuli Keanu.
Gadis itu tidak tega melihat Keanu yang menahan rasa sakit, apalagi kondisinya juga sedang seperti ini. Apa tidak menambah penderitaannya? Dan lagi pria itu terlihat pasrah di pukuli mamanya. Karena memang sedari kecil ia tidak pernah melawan terhadapnya.
"Mama, mas Keanu nggak sengaja. Aku yang nggak hati-hati. Niatnya aku pingin melerai mas Ken sama kak Reno, tetapi nggak sengaja kena imbasnya juga," jelas Cinta yang seketika membuat ibu Ratih menatapnya iba.
"Lagian kamu juga, kalau ada cowok berantem biarin aja. Nggak usah sok jadi penengah. Cowok itu egonya tinggi. Nggak akan berhenti kalau salah satunya nggak ada yang kalah," gemas ibu Ratih kepada Cinta.
Tetapi meski begitu ibu Ratih kemudian mengusap pipi Cinta dengan penuh kasih.
"Pasti ini kan yang kena pukul?" tanyanya setelah melihat adanya sedikit ruam di pipi kanan Cinta.
Cinta menarik tangan ibu Ratih dari pipinya.
__ADS_1
"Aku sudah tidak apa-apa, Ma. Yang harus di perhatikan itu mas Keanu," ucap gadis itu sambil menatap teduh pada suaminya yang kebetulan sedang menatapnya juga.
"Tuh, lihat Ken. Istri kamu ini sayang sekali sama kamu. Kamu malah biarin Shelyn datang ke rumah, apa sih maksud kamu?"
Ibu Ratih yang memang sudah geram saat di rumah langsung mencerca Keanu dengan kedatangan Shelyn.
"E... Itu, kita kemarin tidak sengaja ketemu di resto, Ma. Trus begitu aku mau pulang, dia--"
Pria itu menjeda bicaranya. Ia melirik entah kepada Cinta yang juga menunggu penjelasan itu dari Keanu.
"Dia ikut kamu pulang, tapi kamu nggak nolak, begitu kan?" tebak ibu Ratih lagi.
Keanu diam lagi. Memang yang di katakan mamanya itu benar. Hanya soal kenapa Shelyn bisa menginap di rumah semalam, itu diluar dugaan Keanu.
"Huft! Sudah mama duga." Wanita itu mendengus kesal.
Ibu Ratih teramat menyesal kenapa ia tidak pulang lebih cepat. Andai ia tahu kalau kelakuan Keanu seperti ini, yang tidak bisa membatasi diri jika sudah beristri. Tidak terbayang bagaimana perasaan Cinta saat tahu Keanu pulang membawa perempuan lain. Begitulah yang di rasa ibu Ratih saat ini sebagai sesama perempuan.
"Eh, Mas, lebih baik makan dulu, setelah ini harus minum obat kan?" Cinta mengalihkan topik dengan menawari Keanu makan.
Awalnya pria itu enggan membuka mulutnya. Tetapi setelah melihat tatapan dingin mamanya akhirnya ia pun membuka mulut, menerima suapan dari istrinya yang begitu sabar menghadapinya.
Berhubung memang pria itu melewati sarapannya tadi pagi, maka tak terasa makanan yang di suapi Cinta itu tandas tak tersisa.
"Dokter bilang kamu boleh pulang nanti sore. Tunggu pemeriksaan berikutnya," ujar ibu Ratih.
Keanu hanya merespon entah. Rasanya ingin ingin tidur saja demi menghindari rentetan pertanyaan yang kentara mamanya menaruh curiga terhadapnya. Dan Cinta sendiri tetap betah duduk menemani di sampingnya. Hingga perlahan melihat suaminya itu mulai terpejam lelap setelah mengkonsumsi obatnya barusan.
"Cinta," sapa ibu Ratih.
"Iya, Ma."
__ADS_1
"Ikut mama," ajak wanita itu keluar ruangan itu.
Cinta berjalan mengekor di belakang ibu Ratih. Rupanya wanita itu membawanya keluar dari rumah sakit. Meninggalkan Keanu untuk di jaga pak Seto. Dan ternyata ibu Ratih mengajaknya sekedar ngopi di cafe yang tak jauh dari area rumah sakit itu.
"Ayo di minum, Sayang. Biar ada tenaga dan semangat buat ngadepin Keanu yang menyebalkan. Iya kan?" seloroh ibu Ratih, bernada gurauan tetapi sebenarnya sangat pantas anaknya itu mendapat gelar suami menyebalkan.
Cinta tersenyum kikuk. Lantas ia pun menikmati secangkir kopi caramel yang di pesannya itu.
Terlihat ibu Ratih terus saja menghela nafasnya berulang-ulang. Kentara ada sesuatu yang sedang di pikirannya saat ini. Karena Cinta bisa melihat betul goretan kegelisahan dari wajah ibu Ratih.
"Nak Cinta, mama sangat menyesal atas perbuatan Keanu sama kamu. Tolong kamu jangan memendam sendiri. Kalau kamu memang tidak betah sama dia, terus teranglah sama mama. Keanu memang tidak pantas kamu cintai. Di luar sana masih banyak lelaki yang lebih baik dari Keanu, yang mengharapkan cinta setulus hati kamu. Maafkan mama, Nak. Karena mama tidak bisa mendidik Keanu menjadi suami yang baik buat kamu," ucap ibu Ratih dengan sorot mata yang berkaca-kaca.
Sejujurnya wanita itu sangat sayang memiliki menantu seperti Cinta. Tetapi apabila hidupnya hanya akan sengsara bersama anaknya, maka tidak baik pula jika ia terus memaksanya untuk tetap bertahan. Sesama wanita ibu Ratih bisa merasakan luka hati yang di simpan Cinta selama ini. Belum lagi dengan adanya Shelyn di rumah.
"Mama ngomong apa sih?"
Bukannya Cinta tidak paham, tetapi sejujurnya gadis itu sangat sakit mendengar ibu Ratih menyuruhnya mundur dari Keanu. Sebisa mungkin gadis itu tidak akan mundur walau hanya selangkah. Selagi yang di lakukan Keanu masih sanggup ia tahan, ia akan terus berusaha membuat suaminya itu menerima kehadirannya.
Dan ibu Ratih hanya tersenyum getir melihat Cinta. Dari sorot matanya, ibu Ratih bisa melihat betul jika gadis itu begitu mencintai anaknya. Mungkin Keanu saja yang butuh di beri pelajaran setelah ini. Karena mencari sosok wanita yang mau mencintai apa adanya itu sulit di cari.
"Mm... Soal Shelyn, mama mau cerita."
Lalu kemudian ibu Ratih menceritakan siapa Shelyn sebenarnya kepada Cinta. Ada perasaan lega yang di rasa Cinta begitu mendengar kalau Keanu tidak pernah menyukai Shelyn. Mungkin benar kata ibu Ratih, jika kedatangan Shelyn itu karena ambisinya saja untuk bisa mendapatkan Keanu. Dan dari ini Cinta harus ekstra waspada terhadap wanita itu, jika tidak ingin rumah tangganya di bumbui adanya pelakor.
"Terimakasih, Sayang, kalau kamu masih bisa sabar dengan Keanu. Mama terus akan mendoakan demi kebaikan kalian. Semoga pernikahan kalian tetap dalam lindungan Allah, sehingga selalu menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah."
"Aamiin... Terimakasih do'anya, Ma."
Lalu mertua dan menantu itu saling berpelukan. Betapa bersyukurnya Cinta telah memiliki orang-orang yang begitu menyayanginya. Semoga setelah ini Keanu juga bisa menyayanginya. Doa seperti itu yang selalu tersemat dalam hati Cinta.
"Eh, ngomong-ngomong jangan tunda kehamilan ya, biar hubungan kalian tambah erat dengan adanya anak diantara kalian," ucap ibu Ratih.
__ADS_1
Dan Cinta hanya tersenyum bingung. Gimana mau bisa hamil, tidur saja pisah kamar. Andai ibu Ratih tahu kenyataan itu, entah apa yang akan terjadi kemudian.
*