
Menjadi orang tua baru bagi Cinta dan Keanu sungguh sangat mengesankan. Apalagi mereka juga dikaruniai dua baby sekaligus. Meski sudah mempekerjakan dua babysitter untuk Azzam dan Azura, tetapi Cinta dan Keanu tidak serta merta memasrahkan dua bayinya diurus oleh babysitter itu. Mereka ingin Azzam dan juga Azura bisa merasakan perawatan dari tangan mereka sendiri dan juga kasih sayang yang utuh dari mereka. Walau lelah tetapi mereka sangat menikmatinya.
Tak terasa Azzam dan Azura sudah berusia lima puluh hari, atau hampir dua bulan. Rencananya besok Keanu dan Cinta akan mengadakan acara aqiqah untuk Azzam dan Azura. Mereka sudah mengundang beberapa anak yatim dari panti asuhan dan pula beberapa kerabat terdekat dari mereka, sebagai wujud rasa syukur mereka telah memiliki dua bayi twins yang tumbuh dengan sehat dan menggemaskan.
"Mama ingin Reno juga datang ke sini besok," ucap ibu Ratih to the point dihadapan Cinta dan Keanu.
Keanu tercengang sejenak. Tetapi Cinta langsung mengangguk setuju dengan keinginan Ibu mertuanya itu.
"Boleh, Ma, aku setuju. Lagian kak Reno juga saudara kita kan?" Cinta berkata sambil melirik kecil kepada Keanu.
Ibu Ratih tersenyum mendengar jawaban Cinta. Tetapi ia dibuat murung melihat reaksi Keanu yang masih seperti sulit menerima Reno sebagai saudaranya.
"Tapi kalau tuan rumah tidak setuju, mama bisa apa?" kata ibu Ratih kemudian.
Sejujurnya ibu Ratih sangatlah ingin antara Keanu dan Reno bisa kembali dekat seperti dulu. Memang diantara mereka sebelumnya pernah terjadi perseteruan, tetapi bukankah semua itu bisa dilupakan demi kembalinya hubungan yang pernah dekat. Karena ibu Ratih tidak mau, masa tuanya berakhir dengan rasa dendam Keanu kepada Reno yang notabene adalah saudara kandungnya.
"Bukankah dia ada di Jepang?" kata Keanu kemudian, setelah cukup lama terdiam merenung.
"Kalau mama hubungi sekarang, pasti Reno langsung ke sini hari ini juga," sahut ibu Ratih semangat.
"Jadi intinya kamu setuju kan, Mas?" tanya Cinta memastikan.
Keanu menghela nafasnya panjang. Kemudian menganggukkan kepalanya perlahan.
Ibu Ratih dan Cinta sama-sama tersenyum senang melihatnya. Dan segera ibu Ratih mengambil ponselnya untuk kemudian menghubungi Reno.
Selama ini hubungan antara ibu Ratih dan Reno sangat baik dan bertambah dekat. Bahkan sebelum Reno pergi ke Jepang usai resepsi pernikahan Cinta dan Keanu saat itu, tanpa ragu ibu Ratih mengatakan jika dirinya mau menjadi ibunya Reno. Ibu Ratih tidak bisa membenci Reno meski ia adalah anak dari hasil perselingkuhan suaminya. Karena yang memiliki salah besar terhadapnya adalah kedua orang tua Reno, bukanlah Reno yang hanya menjadi korban.
Dan Reno yang menerima undangan ibu Ratih itu langsung menyambut senang. Dirinya memang berniat akan datang ke Indonesia dalam bulan ini untuk ziarah ke makam ibunya. Berhubung momennya pas, maka Reno terpaksa memajukan keberangkatannya yang semula direncanakan masih minggu depan.
Waktu merambat menjadi malam. Saatnya semua orang untuk beristirahat, karena besok akan disibukkan dengan acara pengajian aqiqah itu.
Terlihat Cinta menggelar sajadahnya untuk melaksanakan sholat isya. Wanita itu sudah bersih dari nifas siang tadi. Dan Keanu menunggu Cinta selesai sholatnya sambil berselonjoran di kasur. Tadi saat masuk waktu isya mereka tidak bisa berjamaah bersama, karena baby twins mereka sedang rewel.
__ADS_1
Usai melaksanakan sholatnya, Cinta masih menyibukkan diri didepan cermin. Kebiasaannya merawat kulit dan wajahnya sebelum tidur. Setelah selesai barulah Cinta beranjak ke kasur, ikut selonjoran bersama Keanu.
"Jadi kapan kamu bisa antar aku ke dokter?" tanya Cinta untuk mengajak suaminya ke dokter perihal konsultasi masalah KB.
"Kamu sudah terburu, Sayang?" Keanu balik tanya dengan sorot mata yang mengerling.
"Iih... Bukan itu maksudnya, Mas." Cinta sampai menimpuk gemas lengan Keanu. Ia paham ucapan suaminya itu menjurus ke arah mana.
Keanu langsung tertawa dibuatnya. Sejujurnya ia sendiri yang sudah tidak sabar menahan hassrat nya. Cuma ia sengaja mengalihkan dengan menggoda Cinta yang menginginkan itu. Lima puluh hari terpaksa libur bercinta. Dan itu terasa menyiksa bagi Keanu.
"Jangan ketawa deh. Aku tahu betul itu kamu yang pingin, cuma--" Cinta sengaja menggantung bicaranya, dan benar saja Keanu berhenti tertawa karena penasaran akan lanjutan bicaranya Cinta.
"Aku belum siap, Mas," kata Cinta dengan mantap.
Keanu seketika mencelos. Bagai kerupuk tersiram kuah langsung meleyot.
"Jujur aku takut, Mas," ungkap Cinta.
"Apa masih sakit, Dek? Lukanya masih belum sembuh?" selidik Keanu. Ia tahu jika lubang kenikmatan istrinya itu ada jahitan saat melahirkan Azzam dan Azura. Makanya Keanu bertanya sekedar ingin memastikan kalau istrinya itu tidak sedang trauma.
Cinta mencondongkan wajahnya.
"Aku takut ngilu," bisiknya kepada Keanu.
Spontan Keanu menggaruk-garuk kepalanya, tiba-tiba dibuat bingung sendiri.
"Sudah jangan bicara ini lagi." Keanu langsung memutus topik pembicaraan.
"Kenapa, Mas? Bukankah masalah seperti ini sudah wajar dibahas bersama. Apa kamu merasa canggung?"
"Bukan, Sayang. Ah, kamu mana tahu gimana tersiksanya aku. Kamu bahas ini bikin punyaku kebangun. Secara kamu sudah bisa aku sentuh, tapi aku masih nggak tega," tutur Keanu dengan sendu. Sempat mengumpat diri sendiri yang sangat tidak sabar melihat Cinta bersih nifas tadi siang.
"Ah, masa iya, Mas, semudah itu bangunnya?" Cinta malah semakin menggodanya.
__ADS_1
"Diem, Dek... Aku bilang berhenti bahas itu. Atau kalau nggak aku makan kamu sekarang juga mau?"
"Jangan dong... Aku masih belum KB. Aku nggak mau Azzam Azura punya adek," ucap Cinta sambil mulai berbaring, tetapi posisinya malah memunggungi Keanu.
Keanu masih betah dengan posisinya. Terdiam memandangi Cinta. Rasa rindu itu sudah teramat dalam. Tapi benar kata Cinta. Harus KB dulu sebelum kembali ninuninu.
Perlahan Keanu ikut berbaring. Ia masih melihat Cinta yang tidur memunggungi nya. Ia pun berpikir sendiri, apakah istrinya itu sedang merajuk atau bagaimana, kenapa bisa betah tidur memunggungi nya.
Karena tidak mau akan berujung masalah, akhirnya Keanu menggeser jaraknya mendekati Cinta. Tanpa ragu langsung memeluk tubuh Cinta dari belakang.
"Kamu marah, Sayang?" tanya Keanu sedikit was-was.
Perlahan Cinta membalik tubuhnya saling berhadapan dengan Keanu.
"Nggak, aku nggak marah, Mas," kata Cinta membalas pelukan Keanu dengan melingkarkan tangannya di pinggang Keanu.
"Aku pikir kamu marah karena ucapanku."
Cinta menggelengkan kepalanya sambil tersenyum manis. Lantas dengan beraninya Cinta mencium bibir Keanu.
"Kamu halal menyentuhku, Mas. Tapi sementara ini ada batasannya," kata Cinta sembari mengerling menggoda. Jujur, naluri wanita itu juga merasakan rindu yang sama seperti yang dirasakan Keanu.
Tanpa banyak bicara Keanu langsung menyambar bibir Cinta dengan lumattan rindunya. Mereka berdua saling menumpahkan rindu itu hanya sekedar bertukar saliva. Tetapi yang namanya berbuat seperti itu rasanya kurang hot jika tidak memainkan dua benda squishy milik Cinta. Tangan pria itu meremmas dengan lembut. Sentuhannya itu tak terasa membuat Cinta mendessah.
Mendengar suara lacknat itu, spontan Keanu melepas pagutannya. Sepertinya permainannya itu terpaksa harus berakhir. Mumpung masih bisa ditahan sekuat mungkin. Karena kelemahan Keanu adalah ketika mendengar dessahan Cinta.
Keanu beranjak duduk. Pria itu menggaruk-garuk kepalanya frustasi sendiri. Dan Cinta yang melihat itu hanya diam saja. Ia tahu apa yang dirasakan suaminya itu, sebab barusan ia tak sengaja menyenggol pusaka suaminya yang mengeras kuat dibalik celananya.
"Aku mau mandi, Dek," kata Keanu yang kemudian langsung melipir ke arah kamar mandi.
Cinta terbengong di tempat. Ini juga salahnya memancing-mancing suaminya. Jika sudah begini hanya bisa kasihan saja melihatnya. Tetapi Cinta berjanji, setelah KB nanti dirinya akan menggantinya dengan pelayanannya yang semoga memuaskan suaminya.
Lihat saja nanti. Readers sudah tidak sabar kan, menunggu unboxing kedua mereka? Hahaha...
__ADS_1
*