
"Duduklah di sini," ucap Zayn mempersilahkan Keanu duduk di ruang tengah dalam rumahnya.
Keanu langsung duduk sambil menyandarkan punggungnya di sofa itu. Kepalanya menatap ke atas dengan mata yang terpejam. Rasanya sangat tersiksa, pagi-pagi begini perutnya sudah mual. Apalah daya mungkin ini sudah bawaan bayi yang dikandung Cinta, jadi tetap harus sabar dan ikhlas saja.
Zayn yang melihat Keanu seperti itu tentu merasa iba. Ia teringat dengan dirinya dulu yang juga pernah mengalami syndrom cauvade saat Ara hamil Ziyyan dulu. Pria itu pergi ke dapur untuk mengambilkan Keanu air minum. Perasaannya yang dingin mendadak menghangat setelah mendengar Cinta mengandung. Setidaknya dengan kabar ini membuktikan bahwa selama ini hubungan Cinta dan Keanu baik-baik saja. Mungkin saat ini pernikahan mereka sedang diuji untuk semakin mengukuhkan cinta mereka.
Di dapur Zayn bertemu Inah sedang sibuk memasak untuk sarapan pagi ini.
"Mas Zayn, bagaimana dengan neng Ara?" tanya Inah. Semalam saat mendengar kabar Ara ada di rumah sakit, Inah tidak nyenyak tidur karena kepikiran.
"Alhamdulillah, Ara baik-baik saja, Bi," sahut Zayn. Lalu pria itu beranjak lagi sambil membawa segelas air putih yang akan diberikan kepada Keanu.
"Ken," sapa Zayn yang kemudian meletakkan air minum itu di meja depan Keanu duduk.
"Minumlah. Aku mau ke kamar," kata Zayn.
Keanu hanya mengangguk. Ia pun meminum air hangat itu di saat Zayn sudah masuk ke kamarnya.
Perut Keanu terasa mulai reda. Pria itu pun tak sengaja tertidur di sofa itu begitu saja. Efek semalam tidurnya tidak begitu nyenyak, karena hanya tidur didalam mobil, juga dengan pikiran yang tidak tenang.
Beberapa saat kemudian, saat Inah akan memanggil penghuni rumah itu untuk sarapan, ART itu dibuat kaget dengan keberadaan Keanu di dalam rumah itu. Inah yang mengenal Keanu adalah mantan pacar Ara dulu, tentu terheran-heran kenapa pria itu bisa ada di sini. Dan soal siapa yang menjadi suami Cinta, Inah tidak tahu orangnya. Ia hanya tahu kalau Cinta sudah menikah. Itu saja.
"Mas, mas Keanu," pelan-pelan Inah membangunkan Keanu.
Keanu mengerjap kaget.
"Aku ketiduran," serunya yang kemudian mengucek matanya, sedikit merasa pusing karena terbangun dengan kaget.
"Maaf, Mas, nggak niat ngagetin. Mm... Mas Keanu ke sini mau ketemu siapa?" tanya Inah.
"Cinta," jawab Keanu. Netranya menyapu ke seluruh ruangan itu, tetapi tidak menemukan Cinta.
"Cinta di mana, Bi?" Keanu bertanya sambil berdiri.
__ADS_1
"Ee... Itu-- Mbak Cinta lagi main sama Ziyyan di taman belakang."
Keanu langsung pergi ke arah taman belakang begitu saja. Tanpa mempedulikan bagaimana reaksi Inah yang tambah terheran-heran karenanya. Di saat Inah tercengang itu, Zayn keluar dari kamarnya. Karena melihat Keanu sudah tidak ada di tempatnya, Zayn bertanya kepada Inah.
"Keanu ke mana, Bi?" tanyanya.
"Ke taman belakang, mas Zayn. Barusan mas Keanu nanya mbak Cinta," jelasnya.
Zayn hanya mengangguk. Baginya, biarlah Keanu menyelesaikan masalahnya dengan Cinta. Jika memang nanti masalah mereka butuh penjelasan darinya juga, maka Zayn akan ikut menjelaskannya.
Zayn berjalan ke ruang makan, diikuti Inah dibelakangnya.
"Tidak usah, Bi. Aku akan menunggu Cinta dan Keanu, biar bisa sarapan bersama. Sekarang biarkan dulu mereka saling bicara. Bi Inah bawa Ziyyan ke sini saja," ucap Zayn saat Inah akan membuka tutup wadah dari menu sarapan pagi ini.
Inah langsung mengangguk. Kemudian ART itu pergi untuk membawa Ziyyan, karena saat ini bocah itu pasti sedang bersama Cinta dan Keanu di taman belakang rumah itu.
Keanu melihat Cinta sedang menemani Ziyyan bermain air di kolam kecil yang aman untuk bocah seumuran Ziyyan. Langkahnya tergesa-gesa ingin segera menyapa wanitanya itu. Dan Cinta yang tahu kalau ada Keanu langsung membuang muka ke arah lain. Bukan benci, tetapi merasa enggan saja untuk bertemu dengan suaminya itu saat ini.
Cinta tidak menoleh, Ziyyan yang menoleh. Sorot mata bocah itu langsung ketakutan melihat Keanu. Memori saat Keanu memukul Zayn dulu, masih begitu lekat di ingatannya. Cinta yang sadar dengan perubahan sikap Ziyyan itu, langsung memeluk Ziyyan, dan akan mengangkat tubuh Ziyyan bermaksud untuk menggendongnya, tetapi langsung dicegah oleh Keanu.
"Dek, kamu sedang hamil. Jangan gendong Ziyyan dulu. Biar aku yang gendong," ucap Keanu sambil ikut nyemplung ke kolam mini itu.
Ziyyan yang mendengar ucapan Keanu itu, langsung menggeleng-geleng kepala dalam pelukan Cinta. Sudah dua kali ini Cinta melihat Ziyyan ketakutan dengan Keanu. Entah apa penyebabnya, Cinta belum tahu.
"Cup, Sayang. Tenang, Ziyyan tetap sama aunty kok," kata Cinta berusaha menenangkan Ziyyan, dan lagi-lagi ingin menggendong Ziyyan.
Keanu langsung mengambil Ziyyan dalam pelukan Cinta. Ziyyan yang tahu kalau dirinya berpindah ke tubuh Keanu, reaksinya langsung mewek.
Beruntung saja Inah ada di tempat itu. Dan segera mengambil Ziyyan dari Keanu. Lalu kemudian segera pergi dari tempat itu.
"Dek," cegah Keanu sambil memegang tangan Cinta, karena istrinya itu lagi-lagi ingin menghindarinya.
"Ayo kita bicara. Kita tidak bisa terus begini. Kalau hanya diam, itu tidak bisa menyelesaikan semuanya," ucapnya.
__ADS_1
"Jadi kamu sudah mau ngaku soal mantan pacar kamu," balas Cinta, sambil menekan perkataannya di kalimat mantan pacar.
Keanu menghembus nafas beratnya. Kemudian dengan mantap, pria itu menganggukkan kepalanya.
"Ayo, kita pindah tempat. Jangan di sini," Keanu mulai menarik tangan Cinta, mengajaknya pindah tempat.
"Di sini saja. Ngapain pindah tempat?" sungut Cinta.
"Aku khawatir kamu masuk angin, Dek. Pagi-pagi sudah main air."
"Aku suka main air!" Cinta langsung merespon ketus.
"Baiklah. Setidaknya duduk, tidak berdiri begini. Aku nggak kuat berdiri lama, Dek. Kepalaku pusing, perut aku agak mual. Kamu baik-baik saja kan? Aku dari tadi kepikiran, takut kamu juga sama seperti aku begini," terang Keanu sambil kemudian duduk di tepian kolam itu.
Cinta bergeming saja mendengar ucapan Keanu. Memang sebelum subuh tadi, ia muntah-muntah seperti biasanya. Bersyukurnya pagi ini sudah membaik. Tidak tahunya bergantian dengan suaminya yang mengalami hal serupa.
"Dek, aku mau ngaku. Apa yang kamu lihat di foto itu benar itu aku. Aku tidak sengaja bertemu Ara di jalan." Keanu mulai menceritakannya, sudah mantap tanpa keraguan lagi. Walau apapun resikonya setelah ini, Keanu siap menerimanya.
Cinta langsung menyorot tajam menatap Keanu, saat suaminya itu menyebut nama Ara. Dan Keanu sadar betul akan mimik wajah istrinya itu.
"Di jalan saat aku mau jemput kamu ke sini, ada mobil yang tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Dan setelah aku lihat ternyata Ara. Aku pikir Ara mau melahirkan, jadi aku bawa dia ke rumah sakit. Sampai aku lupa nggak ngasih kabar kamu. Maaf, Dek. Waktu itu aku panik sekali. Itu pertama kalinya aku bantu orang mau melahirkan," jelas Keanu sejujurnya.
"Jadi-- Mantan pacar kamu kak Ara?" tanya Cinta. Hatinya sudah bergemuruh, tetapi semoga saja Keanu mengelaknya. Semoga itu tidak benar. Karena jika benar, rasanya akan canggung.
Tanpa keraguan lagi Keanu langsung menganggukkan kepalanya.
Sudut mata Cinta seketika mengembun. Wanita itu berjalan mendekati Keanu, tetapi setelah saling berhadapan tanpa ragu lagi Cinta langsung menimpuk dada suaminya itu dengan pukulannya.
"Kenapa harus kak Ara? Kenapa harus kak Ara, Mas?" kesalnya, sambil berderai air mata. Rasanya sudah pasti kecewa saat mendengarnya. Cinta lebih siap mendengarkan pengakuan mantan pacar Keanu adalah orang lain.
Keanu diam saja saat Cinta terus memukuli dadanya. Ia pasrah, walau lama-lama rasanya lumayan sakit juga di pukul begitu. Biar saja istrinya itu menuntaskan amarahnya sepuasnya. Bila sudah diam, maka Keanu akan kembali berbicara. Demi segera terselesaikan masalah mereka yang dipicu karena masalalunya.
*
__ADS_1