Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 16


__ADS_3

Keanu menghentikan laju mobilnya tepat didepan restoran miliknya. Pria itu segera turun, pun juga dengan sopirnya yang beralih menjadi penumpangnya tadi.


Tanpa banyak bicara Keanu langsung menyerahkan kunci mobilnya kepada sopirnya.


"Terus istri pak Ken juga turun disini?" tanya sopir itu.


Keanu langsung menggeleng. "Antar dia ke rumah," ujarnya, tanpa mau melirik kondisi Cinta yang masih betah berada dalam mobil.


"Baik, pak Ken." Sopir itu mengangguk patuh. Kemudian segera masuk lagi ke mobil yang tentu bertugas menjadi sopir lagi.


Keanu langsung melangkah lebar menuju restorannya. Pria itu benar-benar tidak mempedulikan bagaimana Cinta yang ditinggal tanpa pamit sebelumnya. Sedangkan gadis itu hanya bisa menatap entah atas kepergian suaminya yang dirasa kentara ingin menghindarinya.


Cinta terdiam dalam-dalam. Otaknya sibuk menyemangati diri agar tetap kuat menghadapi dilema rumah tangganya yang tidak sesuai ekspektasi. Hingga sampai sopir itu telah sampai mengantarnya disebuah rumah besar yang pasti itu milik suaminya, Cinta masih betah membungkam.


Waktu menunjukkan lewat dari pukul delapan malam. Cinta masuk ke rumah itu langsung disambut hangat oleh wanita sekitar usia hampir enam puluh tahunan. Wanita itu memperkenalkan diri sebagai asisten di rumah itu yang bernama mbok Nah.


Mbok Nah membantu membawa barang bawaan Cinta hingga sampai di kamar yang akan Cinta tempati.


"Silahkan beristirahat disini dulu, Non. Mbok mau ke dapur dulu. Non mau minum apa?" tanyanya ramah.


Cinta menggeleng. "Tidak usah, mbok Nah. Terimakasih. Aku sudah capek, mau cepat tidur saja," ujarnya.


"Tidak mau makan malam dulu, Non? Padahal Mbok sudah siapkan loh?"


Mbok Nah yang sudah tahu kalau Keanu akan pulang bersama Cinta dari ibu Ratih, tentu sudah mempersiapkan segalanya untuk menyambut menantu rumah itu. Tetapi rupanya Cinta menolak tawarannya itu, yang akhirnya mbok Nah hanya bisa pasrah, apalagi melihat wajah Cinta yang memang terlihat lelah, mbok Nah pun membiarkannya untuk segera tidur saja.


Setelah mbok Nah pergi, Cinta masuk ke kamar yang sangat tertata rapih itu. Aroma khas wangi tubuh Keanu seketika menyeruak tatkala Cinta mulai merebahkan diri di kasurnya. Gadis itu mengendus kain bantalnya berulang-ulang. Wangi itu yang membuatnya candu dan terpikat. Padahal sebelumnya kain sprei itu sudah diganti yang baru oleh mbok Nah, tetapi wangi khasnya masih kentara di indra penciumannya Cinta.


Selanjutnya Cinta segera beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan badan. Sorot mata gadis itu mengedar lebar ke seluruh penjuru kamar yang terlihat begitu rapi bagi seorang pria yang menempati kamar ini. Merasa sangat penat, ia pun segera mengguyur badannya dibawah kucuran air shower, yang otomatis membuat badannya kembali segar.


Setelah menuntaskan aktifitasnya di kamar mandi, Cinta segera merapihkan diri didepan cermin. Ia menatap wajahnya sendiri dengan sendu. Terpikir lagi tentang suaminya yang sampai sekarang tidak memberinya kabar apapun.


Perlahan Cinta merebahkan dirinya di kasurnya, sedangkan tangannya masih sibuk memainkan ponselnya sendiri. Beberapa pesan yang ingin ia sampaikan kepada Keanu, selalu urung ia kirim. Pikirannya mendadak ragu sendiri, takut-takut harus berhadapan dengan rasa kecewa lagi yang akan membuatnya kembali kesulitan tidur.


Hingga waktu merambat naik perlahan, Cinta mulai terlelap dalam peraduan mimpinya seorang diri.


Pagi kembali menyapa. Gadis itu terbangun setelah merasa ada seseorang yang masuk ke kamarnya. Matanya mengerjap barulang-ulang memandangi bayangan orang itu yang ia kira adalah Keanu.


"Selamat pagi, Non." Rupanya mbok Nah yang datang.

__ADS_1


Asisten rumahtangga itu sengaja masuk setelah mengetuk pintu kamar tetapi tidak ada sahutan. Ternyata benar seperti dugaan bahwa istri dari anak majikannya itu masih terlelap damai ditempatnya.


"Pagi, Mbok. Sudah jam berapa ya?" tanyanya, sembari beranjak duduk.


"Sudah hampir setengah enam pagi, Non."


"Astaghfirullah!" Spontan Cinta terjengkit kaget.


Gadis itu segera melesat ke kamar mandi, guna mengambil air wudhu untuk kemudian melaksanakan kewajiban dua rokaatnya yang sedikit tertinggal. Dan mbok Nah yang rupanya masih berada di kamar itu, hanya bisa tersenyum simpul melihat nona majikannya itu rupanya termasuk golongan orang yang patuh dengan kewajiban agamanya.


Setelah melihat Cinta selesai dengan sholatnya, mbok Nah kembali mendekat.


"Non, mau Mbok masakin apa sarapannya?" tawarnya lembut.


"Mas Keanu belum pulang ya Mbok?" Cinta malah menanyakan keberadaan suaminya yang tidak tampak mata semenjak semalam.


"Sudah, Non. Sepertinya sudah lewat tengah malam Den Keanu pulangnya," jelasnya.


"Ooh..." Cinta hanya ber-oh panjang, sembari melepas kain sholatnya dan kemudian melipatnya.


"Kok aku nggak tahu kapan pulangnya ya, Mbok?" serunya, sambil melangkah menuju pintu keluar untuk mencari keberadaan Keanu.


"Mungkin semalam Non cantik sudah tidur nyenyak," balas mbok Nah, mengikuti langkah kaki Cinta dibelakangnya.


"Mas," sapanya, sambil mendekat kepada Keanu yang menyorotnya dingin.


"Semalam pulang jam berapa?" tanyanya sembari mengulurkan tangannya. Gadis itu akan membiasakan diri untuk mencium tangan suaminya setiap pagi setelah bangun tidur.


Keanu tak segera membalas uluran tangannya. Ia paham maksudnya Cinta apa, tetapi masih terasa canggung untuk membalasnya.


"Aku mau salim, Mas." Cinta sampai meraih sendiri tangan Keanu, kemudian menciumnya takdzim.


"Maaf kalau aku pernah buat salah sama, Mas," ujarnya kemudian.


"Ehem." Keanu sengaja mengalihkan kecanggungannya dengan berdeham saja. Setelah Cinta melepas tangannya, gadis itu malah bergelayut manja dengan menautkan tangannya dilengan Keanu.


"Mas mau sarapan apa?" tanyanya.


Keanu perlahan melepas tangan Cinta dari lengannya.

__ADS_1


"Terserah," jawabnya dingin. Lalu pergi begitu saja menuruni undakan tangga dengan langkah kaki tergesa-gesa.


Cinta masih terpaku ditempat. Gadis itu tentu tidak baik-baik saja mendapati perlakuan Keanu yang lebih dingin setelah berada di sini. Sekilas ia melirik pada kamar yang mana tadi pria itu keluar dari sana. Perlahan ia mendekat dan membuka pintunya pelan-pelan. Rasa kecewa itu semakin bertambah tatkala menemukan beberapa pakaian Keanu sudah berada didalam kamar itu. Yang artinya Keanu semalam tidur di sana, dan kemungkinan mereka akan tidur di kamar terpisah selamanya.


Setitik buliran bening itu lolos mengalir dipipinya. Pagi-pagi sekali gadis itu kembali menangis dalam diam. Sebegitu tak sukakah suaminya itu padanya? Hingga sampai harus berpisah ranjang demi menghindarinya di rumah ini?


Tetapi Cinta tak mau putus asa begitu saja. Secepatnya ia mengusut airmatanya agar tidak keluar lagi. Ia harus kuat, harus tegar, bila ingin berhasil dalam menggapai cintanya itu. Kemudian gadis itu keluar dari kamar itu, untuk kemudian beranjak ke dapur.


Didapur itu terlihat mbok Nah sedang memasak masakan sederhana untuk sarapan pagi ini. Wanita paruh baya itu tahu dengan kejadian pagi ini antara Keanu dan Cinta. Ia pun sebenarnya ikut prihatin kepada Cinta, tetapi tentu ia tak bisa berbuat apa-apa karena dirinya hanyalah sebatas asisten rumah tangga di rumah ini.


"Mau buat apa, Non?" tanya mbok Nah, mencoba membangun komunikasi dengan Cinta yang terlihat sedikit melamun.


"Eh- Ee.. Mau buat susu hangat, Mbok," jawabnya. Lalu segera menuang air hangat ke dalam gelas yang ia siapkan sebelumnya.


"Buat Den Keanu ya?"


Cinta hanya mengangguk kecil sembari tersenyum hangat kepada mbok Nah.


"Mbok, sebenarnya mas Keanu setiap harinya suka makan menu apa ya?"


"Den Keanu itu makannya seadanya, Non. Semua masakan rumah dia suka. Tapi yang paling disukanya itu olahan ikan. Semua yang terbuat dari ikan laut Den Keanu sangat suka."


Cinta mengangguk paham. Setelah ini ia harus banyak belajar macam-macam olahan yang terbuat dari ikan demi suami tercinta. Apalagi saat ini ia sudah tidak bekerja lagi, yang tentunya ia akan memiliki waktu senggang untuk mempelajari itu selepas jadwal kuliahnya.


Gadis itu membawa susu buatannya untuk ia berikan kepada Keanu. Pria itu rupanya sedang duduk santai diruang keluarga sambil memainkan ponselnya.


"Ini suhangatnya, Mas." Cinta meletakkan suhangatnya itu di meja depan Keanu duduk.


Pria itu bergeming, tetapi sekilas melirik kepada Cinta dengan entah. Mendapati tatapan dingin suaminya itu, maka Cinta memilih pamit ke kamar lagi. Ia ingat jika masih belum mandi pagi ini, karena setelah bangun tadi ia keburu mengambil air wudhu saja.


Melihat Cinta masuk ke kamarnya lagi, Keanu ikut beranjak untuk ke kamar yang semalam ia tempati. Setelah selesai mengambil sesuatu disana, ia pergi mendekati mbok Nah ke dapur.


"Mbok, aku nggak sarapan disini," ujarnya.


"Loh, ini sudah tinggal tata di meja kok, Den."


"Lanjutkan saja, Mbok. Kan ada Cinta." Kemudian Keanu pergi begitu saja, meninggalkan mbok Nah yang terus menatapnya heran.


Saat pria itu melintas di ruang keluarga, ia berhenti sejenak. Melirik kecil pada segelas suhangat yang masih belum tersentuh.

__ADS_1


"Ah, mubadzir kan kalau nggak diminum." Kemudian meminumnya hingga sisa separuh, karena kalau dihabiskan takut membuat istrinya itu menjadi besar kepala, karena mau meminum yang sudah dibuatkannya. Padahal aslinya mah doyan. Dasar!


*


__ADS_2