Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 38


__ADS_3

Keanu kembali masuk ke kamarnya dengan tenang, karena mamanya sudah tak lagi menguncinya di kamar. Pria itu segera mengetuk pintu kamar mandi, dan kemudian Cinta membukanya.


Tanpa bicara Keanu menyerahkan segitiga bermuda itu kepada Cinta. Tanpa bungkus apa-apa, di pegang dengan tangan kosong oleh Keanu.


"Terimakasih, Mas. Baik sekali, jadi makin sayang deh," ucap Cinta sengaja menggombali suaminya.


Keanu tak merespon apa-apa. Pria itu segera beranjak menjauh dari keberadaan Cinta. Pergi berdiam diri di balkon kamar rasanya lebih nyaman.


Tak lama setelah itu Cinta keluar dari kamar mandi setelah hampir setengah jam gadis itu berada di sana tadi. Gadis itu melangkah menuju cermin yang ada di kamar itu untuk merapikan rambutnya dan juga memakai wewangian tipis-tipis.


Sesaat gadis itu bercermin cukup lama. Melihat pantulan dirinya yang berbalut baju berlengan panjang yang tertutup untuk sejenis pakaian tidur yang biasanya ia pakai. Memang tadi suaminya itu mengambilkan pakaian itu asal ambil, mungkin tidak sadar jika yang di ambilnya adalah pakaian muslimah. Tetapi tak apalah, sudah terlanjur kepake juga.


Melihat kondisi pakaiannya yang masih berada dalam koper, maka Cinta mendekati suaminya, akan bertanya mau di letakkan di mana pakaian miliknya.


"Mas, aku boleh nitip pakaianku di lemari kamu?" tanya Cinta to the poin.


Keanu terlihat berpikir sambil melirik ke dalam, melihat pakaian Cinta yang masih teronggok dalam koper besar itu.


"Besok saja," jawab pria itu yang sebenarnya itu bukan larangan, melainkan agar istrinya itu lebih baik menatanya besok saja.


Cinta terdiam. Ia pun tak berani bertanya lagi, meski merasa ambigu dengan jawaban suaminya itu. Lalu gadis itu berlalu masuk ke kamar lagi. Untung saja suaminya itu memberinya pakaian panjang, karena ternyata berdiam di balkon barusan cuacanya lumayan dingin.


Gadis itu termenung sambil duduk di sofa dalam kamar itu. Tiba-tiba merasa jenuh karena tak tahu lagi harus mengobrol apa pada suaminya yang terkesan masih dingin terhadapnya. Ia tak tahu saja kalau kamar itu sudah tidak lagi di kunci oleh ibu Ratih. Andai ia tahu, mungkin lebih baik ia keluar kamar dan mengobrol bersama ibu Ratih saja.


Pintu penghubung balkon itu terbuka lebar, membuat hembusan angin malam juga masuk ke kamar itu. Seketika membuat suasana malam bertambah dingin. Sayangnya tidak bisa memeluk ayang suami dalam situasi yang seperti ini.


Cinta melirik makanan yang tersedia di meja di depannya. Piring bagian Keanu tadi ternyata sudah habis di makan, tersisa miliknya yang masih utuh. Dari pada mubadzir dan lagi tidak ada kerjaan juga, maka Cinta memakan makanan itu walau sebenarnya tidak begitu minat.

__ADS_1


Hingga gadis itu menghabiskan makanannya, Keanu masih betah berdiam diri di balkon itu. Sebenarnya gadis itu ingin mendekat dan menemani berdua bila perlu sampai pagi menjelang. Tetapi semua berjalan di luar alur. Perut yang sudah kenyang itu mendadak membuat Cinta mengantuk dan tertidur dengan nyenyak di sofa itu.


Malam merambat semakin naik. Bahkan suara laju kendaraan dari arah jalan depan sudah nyaris tak terdengar lagi. Membuat Keanu tersadar jika malam ini sudah lewat dari tengah malam.


Lalu Keanu memilih masuk ke kamarnya. Di sana ia melihat Cinta tertidur di sofa dengan nyenyak. Pria itu mendekat. Sekilas menatap wajah Cinta yang terlihat sangat natural tetapi tetap cantik.


"Astaga!" gumam pria itu sambil mengusap wajahnya karena seperti sedang terhipnotis oleh kecantikan alami istrinya.


Tak di sangka Cinta bergerak menggeliatkan badannya hingga nyaris terjatuh dari sofa itu andai Keanu tidak sigap menahan tubuhnya.


"Tidur kok kayak kebo. Hampir jatuh gini masa nggak kerasa?" umpat Keanu sambil tetap menahan tubuh Cinta dalam dekapannya.


Tanpa banyak berpikir, demi keamanan dan kenyamanan, Keanu mengangkat tubuh Cinta membawanya tidur di kasurnya.


"Diem di sini. Jangan bangun sampai besok pagi. Jangan kotori sprei ku. Awas saja besok aku lihat ada noda darah," ucap Keanu kepada Cinta yang menurutnya masih tidur pulas.


Lalu pria itu beranjak ke sofa tempat Cinta tidur tadi. Iya, pria itu masih enggan tidur sekasur bersama istrinya. Walau sebenarnya istrinya dalam masa haram di sentuh karena lagi datang bulan, entah mengapa pria itu merasa was-was sendiri tidur berdampingan dengan Cinta. Atau jangan-jangan dirinya yang takut tergoda dan tidak kuat iman.


Diam-diam Cinta melirik pada suaminya yang rupanya masih belum tidur. Terlihat pria itu seperti gelisah, mungkin tempatnya yang kurang nyaman menurut Cinta. Ingin rasanya Cinta menggantikan posisi itu. Tetapi baru saja gadis itu berniat bangun, Buru-buru ia merapatkan matanya lagi setelah melihat Keanu beranjak bangun dari sofa itu.


Tak lama setelah itu Cinta merasakan ada yang bergerak dari samping tempatnya tidur. Mungkinkah Keanu yang tidur di sampingnya? Ingin rasanya gadis itu membuka mata memastikannya, tetapi urung karena takut membuat suaminya tak nyaman kalau ketahuan dirinya hanya berpura-pura tidur sedari tadi.


Hingga akhirnya Cinta pun kembali terlelap begitu saja. Terbuai dalam mimpi indah dan berharap esok menyapa dengan keadaan yang lebih membahagiakan.


***


Tok tok tok

__ADS_1


Ketukan pintu dari arah luar kamar tak membuat dua pasang anak manusia penghuni kamar itu terbangun. Membuat ibu Ratih nekat masuk untuk mengintip keadaan di kamar itu.


"Astaga!" gumam ibu Ratih menggeleng kepala heran. Melihat anak dan menantunya masih betah tidur di bawah balutan selimut tebal dengan posisi saling menghangatkan.


"Ini harus aku abadikan," ucapnya yang kemudian mengambil foto Keanu dan Cinta melalui ponselnya.


Saat selesai memotret nya ibu Ratih melihat foto itu sambil senyum-senyum sendiri. Seandainya mereka berdua bisa terus seperti ini walau sedang terbangun. Tetapi ibu Ratih tidak mau terbebani dengan masalah Keanu dan Cinta. Setidaknya Tuhan telah sedikit mengabulkan do'anya yang selalu ia panjatkan dalam sujud sepertiga malamnya. Dengan melihat Keanu memeluk Cinta saat ini.


"Ehem!" Ibu Ratih berdeham dengan keras.


"Mm... Dasar pengantin baru. Sudah terang, Ken. Subuhmu sudah hilang di patok ayam!" pekik ibu Ratih sambil menarik selimut Keanu.


Keanu dan Cinta sama-sama terbangun kaget. Seketika mereka saling menggeser jarak saat sadar dengan posisi mereka saat ini.


"Maaf, Ma, aku kesiangan," ucap Cinta tertunduk malu sambil beranjak turun dari kasurnya dan langsung melesat ke kamar mandi.


Sedangkan Keanu masih bengong sambil duduk di kasur itu. Pikirannya sedang kemana-mana. Kenapa bisa ia tidur dengan nyaman sambil memeluk Cinta. Jika mengingat posisi itu, berarti dirinya yang memulai, bukan Cinta.


"Keanu," sapa ibu Ratih dengan gemas.


Keanu mendongak saja.


"Mama, lain kali jangan asal masuk dong," ujar Keanu malu sekali ketahuan tidur dengan posisi seperti itu oleh mamanya.


"Iya, nggak lagi. Setelah ini pasang alarm dong, biar nggak ketinggalan subuhnya," ucap ibu Ratih sambil lalu keluar dari kamar Keanu.


*

__ADS_1


__ADS_2