Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 59


__ADS_3

"Mas!"


Cinta langsung menarik diri dari pangkuan Keanu. Tanpa menoleh lagi seketika gadis itu berlari keluar dari kamar mandi itu walau dengan tubuh yang nyaris basah kuyup.


Sedangkan Keanu yang di tinggal pergi begitu saja oleh Cinta, padahal ia sedang sangat menginginkan hassratnya itu tersalurkan saat ini juga, hanya bisa menatap kepergian Cinta dari tempatnya terduduk. Pria itu seakan tiada memiliki daya untuk mengejar Cinta, seperti hilang tenaga, sesuatu inti miliknya sudah melambai-lambai memanggil ingin di sentuh. Alhasil, walau sudah ada ladang yang halal untuk di cocok tanam, akhirnya pria itu pun beraksi seorang diri. Bermain solo karier, tanpa peduli keadaan lagi, yang terpenting keluar dengan puas.


Gadis itu memilih masuk ke kamar sebelah. Tak lupa mengunci pintunya, sebelum akhirnya duduk bersandar dari balik pintu kayu itu.


Alur nafasnya masih begitu bergemuruh. Seperti habis di kejar-kejar orang jahat rasanya. Sungguh Cinta tidak pernah menyangka akan ada cerita seperti ini malam ini. Sesuatu yang membuatnya terheran-heran, tetapi itu nyata.


Sekali lagi gadis itu menyentuh bibirnya sendiri. Masih terbayang bagaimana suaminya itu tadi menciumnya dengan rakus. Efek obat perangsang itu jelas nyatanya, syarat tiada kelembutan yang di lakukan suaminya itu tadi.


Entahlah bagaimana kondisi Keanu sekarang. Walau sejujurnya Cinta ikut prihatin, karena Keanu begitu bukan kesengajaan nya, tetapi jujur gadis itu takut untuk kembali ke kamarnya.


Bukan karena tidak siap di ajak unboxing oleh Keanu, karena suatu saat Cinta tetap akan menyerahkan kesucian kehormatannya hanya untuk suaminya. Gadis itu hanya merasa ragu saja. Apalagi sudah tahu jika Keanu sedang berada dalam pengaruh obat, dan itu membuatnya timbul pikiran takut jika selesai nanti suaminya itu akan menyesalinya.


"Astaghfirullah... Ampuni aku, Tuhan," seru Cinta sepenuh hati.


Apa yang di lakukannya itu termasuk dosa besar, karena telah berani menolak kemauan suaminya. Cinta sangat sadar itu. Tetapi yang namanya mewanti-wanti diri agar tidak menyesal di kemudian hari, terpaksa Cinta langgar larangan itu. Dengan terus mengucap istighfar dalam hati, sungguh gadis itu benar-benar memohon ampun atas dosanya malam ini.


Hciiih....


Cinta mulai bersin. Ia baru sadar jika pakaiannya juga basah, walau tidak separah Keanu. Aah, lagi-lagi teringat Keanu. Apa dia saat ini sudah baik-baik saja? Cinta bertanya-tanya dalam hati.


Segera gadis itu berdiri dan beranjak ke lemari pakaian yang ada di kamar itu. Begitu lemari itu terbuka, rupanya tak satu pun pakaian miliknya ada di sana. Mungkin sudah di bawa ke kamar Keanu semua. Di lemari itu hanya ada beberapa kaos milik suaminya.


Dari pada kedinginan akhirnya Cinta mengambil asal satu kaos berwarna putih milik suaminya itu. Lalu kemudian segera melesat ke kamar msndi, dan segera mengguyur tubuhnya dengan air hangat agar terasa lebih rileks. Setelah selesai, barulah Cinta memakai kaos yang hanya sebatas di bawah inti miliknya. Terkesan hot kalau tidak di kenakan dengan celana.

__ADS_1


Gadis itu masih berpikir keras sambil duduk di depan kaca rias. Rasanya sangat tidak nyaman membiarkan aset miliknya tiada terbungkus segitiga bermuda. Underwear yang di pakai barusan basah, dan jika ingin memakai benda itu mengharuskannya masuk lagi ke kamar Keanu. Karena semua stok miliknya itu ada di sana semua.


"Aman nggak sih?" gumam gadis itu sambil mulai berbaring di kasur dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut tebal hingga sebatas lehernya.


Meski pintu kamarnya sudah di kunci, tetap saja membuat Cinta gelisah. Rumah ini adalah milik Keanu, yang sudah pasti pria itu akan menyimpan duplikat kunci kamar ini menurut Cinta.


Entahlah sudah berapa menit Cinta berusaha memejamkan matanya tetapi tetap tak kunjung lelap. Tidur dengan tanpa segitiga bermuda masih perdana bagi Cinta, berbeda dengan tidur dengan tidak memakai beha, Cinta sudah biasa lakukan itu tiap malam.


Tubuhnya terus saja bergerak merubah posisi mencari yang nyaman, tetapi nyatanya kantuk itu tak kunjung datang.


"Aaargh!" Cinta seketika duduk, sambil mengacak-acak rambutnya merasa frustasi.


"Nggak bisa tidur. Padahal besok ada kelas pagi. Duh..." racaunya sendiri.


"Apa mas Keanu sudah tidur ya?" Gadis itu melirik jam weker yang ada di atas nakas. Rupanya sudah hampir satu jam kurang sembilan menit Cinta meninggalkan Keanu di kamarnya.


Lalu Cinta menyingkap selimutnya, kemudian turun dari kasurnya. Segera gadis itu melangkah keluar dari kamar itu, demi mengambil barang keramat miliknya yang ada di sana.


Cinta memutar handle pintu itu dengan sangat pelan. Sebelum benar-benar masuk, Cinta lebih dulu melongokan kepalanya melihat situasi di dalam kamar itu. Terdengar sepi, sepertinya tidak ada tanda-tanda kegiatan apa-apa dari dalam kamar mandi di sana.


Segera Cinta melangkah lebih masuk, dan mendapati pria yang ingin di hindari itu rupanya sudah tertidur di ranjangnya dengan tubuh bertelanjang dada. Entah di sengaja atau tidak, atau sudah kepalang mengantuk hingga Keanu tidur demikian, Cinta tak peduli itu. Sekarang yang terpenting adalah berhasil mengambil tujuannya.


Dengan mengendap-endap gadis itu melangkah menuju tempat ia biasa menyimpan underwear miliknya. Saat sedang khusyuk-khusyuknya memilah benda keramat itu, tiba-tiba....


"Cinta," suara Keanu memanggilnya dengan lirih.


Gadis itu terjengkit kaget, tetapi ia tidak berani menoleh kepada pria itu.

__ADS_1


"Cinta," panggilnya lagi.


"Astaga.... Apes! Apes!" rutuk Cinta dalam hati.


Sesaat keadaan hening lagi. Pria itu tidak memanggil Cinta lagi. Membuat gadis itu bertambah was-was, jangan-jangan Keanu sudah berdiri di belakangnya sekarang. Oh, tidak!


Segera gadis itu menengok ke belakang, dan seketika menghela nafasnya sangat lega saat melihat suaminya itu rupanya masih berbaring di kasurnya.


"Apa barusan dia ngigau?" gumam Cinta.


Setelah berhasil mengambil benda kecil berbentuk segitiga itu, lalu Cinta segera masuk ke ruang ganti untuk kemudian memakainya. Dan lagi-lagi Cinta harus berjalan mengendap-endap ketika melangkah akan keluar dari kamarnya.


Sejenak gadis itu menoleh kepada Keanu, saat dirinya sudah berada di dekat pintu. Ia melihat suaminya itu meringkuk, persis orang kedinginan. Membuatnya merasa cemas, jangan-jangan Keanu demam.


Perasaan sayang yang di miliki Cinta kepada pria itu membuatnya tak tega untuk mengabaikannya. Maka kemudian Cinta mendekat lagi, tentu dengan langkahnya yang di buat sepelan mungkin agar tidak membangunkan pria itu.


"Dingin," seru Keanu dengan lirih. Sadar atau tidak ketika mengucapkannya, tetapi sepertinya ini memang benar jika Keanu sedang demam.


Dengan sigap Cinta menyelimuti tubuh Keanu dengan selimut hingga sebatas lehernya. Tak cukup di situ, Cinta mengambil satu selimut lagi dari dalam lemari dan membungkus tubuh suaminya itu dengan dua selimut tebal.


"Kamu sepertinya demam, Mas," gumam Cinta merasa iba.


"Aku haus, Ta," ucap Keanu dengan jelas, yang membuat Cinta berkerut kening, jangan-jangan dari tadi Keanu tidak tidur. Karena mengapa bisa dia tahu kalau dirinya yang berada di sampingnya.


Perlahan Keanu membuka matanya, menatap istrinya yang langsung menyorot horor saat dua netra itu saling beradu pandang.


*

__ADS_1


__ADS_2