Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 22


__ADS_3

Cinta menatap kepergian Keanu hingga sampai mobil yang ditumpangi suaminya itu keluar dari pagar rumahnya. Gadis itu menghela nafas beratnya berulang-ulang. Sesuatu jika dijalani dengan sabar dan ikhlas tentu akan membuahkan hasil yang sepadan. Begitulah yang menguatkan hati Cinta saat ini.


Gadis itu masuk lagi ke rumah itu, tentunya hanya seorang diri saja. Rumah sebesar ini terasa amat sepi jika hanya ia dan suaminya yang tinggal. Mendadak ia merindukan ibunya, tetapi urung menelponnya setelah melirik jam sudah mepet dengan jam masuk kuliah pagi ini.


Lekas Cinta berlari kecil ke kamarnya, dan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Selang beberapa menit kemudian gadis itu telah usai dengan segala keriwehan didepan cermin. Menatap pantulan diri di cermin dengan penuh senyum semangat.


Ting.


Bunyi tanda chat masuk di hape Cinta.


[ Beib, hari ini masuk kan? ]


Rupanya Hana, sahabat karibnya yang berkirim pesan.


[ Iya, aku masuk. Ini sudah mau otw.]


Gadis itu membalas pesan dari Hana sambil tangannya sibuk memasukkan beberapa perlengkapan yang harus ia bawa hari ini ke dalam tasnya.


"Oh, shiit!!" kesalnya sambil menepuk keningnya sendiri.


Beberapa barang pentingnya, termasuk buku-buku sebagai penunjang makulnya, banyak tertinggal di apartemen. Dan Cinta baru menyadari itu saat ini. Sedangkan untuk mengambilnya ke apartemen saat ini rasanya tidak mungkin, mengingat waktu yang semakin mepet.


[ Oke, ketemu di kelas ya, Beib.]


Cinta hanya menekan gambar jempol untuk membalas pesan dari sahabatnya itu. Sudah kepalang terdesak waktu, lalu gadis itu segera keluar dari kamarnya dan segera turun ke lantai bawah.


Langkah kakinya seketika terhenti lagi begitu dirinya sudah berada diambang pintu utama rumah itu. Ia kebingungan sendiri hari ini akan ke kampus mau naik apa. Sembari berpikir matanya celingukan ke sekitar halaman luas rumah itu. Memang ada sebuah motor matic yang terparkir di garasi, tetapi tidak mungkin Cinta memakainya karena juga tidak tau motor itu milik siapa.


Saat sedang kebingungan itu tiba-tiba seorang pria berusia paruh baya menghampirinya. dia adalah pak Seto, sopir pribadi keluarga Keanu.


"Mau keluar ya, Non?" sapa sopir itu setelah melihat tampilan Cinta lebih rapih dengan tas di tangannya.


"Iya, Pak," sahut Cinta dengan ramah.


"Biar saya antar. Ayo, Non."


Senyum kecil Cinta langsung terbit sumringah.


"Iya, boleh, Pak. Sebelumnya terimakasih ya, Pak," ucap Cinta begitu semangat.


"Biasa saja lah, Non. Kalau butuh apa-apa jangan sungkan bilang ke saya. Sudah tahu nama saya kan, Non?" Sopir itu mencoba membangun keakraban dengan menantu majikannya itu.


"Bapak-- Pak Seto kan?"


Sopir itu mengangguk dengan senyumnya yang menenangkan. "Kirain masih belum tahu, Non..."


Lalu setelah itu Cinta mengikuti langkah pak Seto menuju sebuah mobil yang terparkir di garasi rumah itu. Segera gadis itu masuk ke dalamnya, setelah itu mobil itu melesat keluar dari rumah itu.

__ADS_1


"Pak, motor yang tadi itu punya siapa ya?" tanya Cinta saat mereka sudah berada di perjalanan.


"Itu punya nyonya Ratih, Non. Kenapa emangnya?"


"Oooh..." Cinta hanya bisa ber-oh saja.


Sejujurnya ia butuh motor supaya tidak selalu merepotkan pak Seto atau yang lainnya jika sedang ingin ngampus atau akan keluar. Tetapi tidak mungkin gadis itu mengutarakan keinginannya itu kepada Keanu. Karena hanya akan terkesan banyak maunya menurutnya. Belum apa-apa sudah berani minta ini dan itu. Cinta takut akan terkesan seperti itu di mata Keanu.


"Kita ini mau kemana, Non?" tanya pak Seto lagi.


"Ke kampus, Pak," jawab Cinta.


Waduh! Mendadak Cinta ingat jika dirinya masih belum pamit kepada Keanu tadi jika hari ini akan kuliah. Segera gadis itu meraih ponselnya, bermaksud ingin menghubungi Keanu, tetapi setelah dua panggilannya itu tidak dijawab oleh Keanu, maka gadis itu memilih mengirim pesan singkat saja.


[ Mas, maaf tadi nggak sempat omong. Hari ini aku ada kuliah. Aku pamit ya... ]


Satu pesan itu terkirim kepada Keanu. Tak menunggu waktu lama pesan itu terbaca oleh Keanu. Tetapi lama ditunggu tidak ada balasan pesan apa-apa darinya. Membuat gadis itu kembali menghela nafasnya kasar. Tetapi tidak harus membuatnya berkecil hati lagi diperlakukan dingin oleh suaminya itu.


"Ya sudahlah, yang penting aku sudah pamit. Lagian dia juga sudah baca pesanku." gumam Cinta.


Beberapa saat kemudian mobil itu telah tiba didepan pintu utama pagar kampus tempat Cinta mengenyam pendidikan selama ini. Gadis itu segera turun, setelah sebelumnya menggumamkan kata terimakasih kepada pak Seto.


Setelah mobil yang mengantarnya itu melaju pergi, Cinta melangkah masuk ke area kampus.


"Cinta!"


Cinta menoleh. Tersenyum riang menyambut sahabatnya itu yang melangkah mendekat kepadanya.


"Tadi diantar siapa?" tanyanya kepo.


Rupanya Hana tahu jika baru saja Cinta datang dengan menaiki mobil mewah.


Tentu saja Cinta kebingungan mau menjawab apa. Tidak mungkin juga ia berterus terang kepada Hana jika ia tadi diantar oleh pak Seto, sopir pribadi Keanu. Pasti sahabatnya itu nanti akan banyak tanya. Sedangkan tentang pernikahannya dengan Keanu sampai saat ini sahabatnya itu masih belum tahu.


"Salah lihat kali," elak Cinta, sambil lalu mereka berjalan beriringan menuju kelas.


"Hei, mataku nggak rabun, Beib. Aku melihat dengan mata kepala sendiri kamu turun dari mobil, kayak diantar sopir gitu."


Cinta tak lagi menimpali apa-apa ucapan Hana. Merasa di kacangin, maka akhirnya Hana memilih diam. Walau sejujurnya gadis itu menaruh curiga dengan Cinta.


Kali ini mereka sudah sampai di kelasnya. Tak menunggu waktu lama dosen pemateri hari ini juga sudah datang. Maka mereka pun mulai mengikuti kegiatan kelas hari ini dengan cermat.


"Hana, aku entar pinjem catetannya ya?" bisik Cinta kepada Hana. Saat dosen itu tengah menjelaskan materi makul didepan.


Hana melirik sekilas kepada Cinta.


"Kamu nggak nyatet?"

__ADS_1


"Lupa nggak bawa buku."


"Kok bisa?"


"Bukuku ketinggalan di apartemen. Belum sempat aku bawa ke rumah," ujar Cinta yang sedikit lagi akan keceplosan.


"Rumah?" Hana melirik curiga.


Dan Cinta lantas menggaruk kepalanya. Merutuki diri yang hampir saja keceplosan.


"Tunggu, kamu tinggal di rumah siapa?" Hana bertanya sudah terlanjur kepo.


"Ssstttt...."


Cinta mengalihkan topik pembicaraan dengan mengajak Hana untuk fokus lagi mendengarkan materi didepan.


Sembilan puluh menit lamanya mereka mengikuti makul. Kebetulan hari ini hanya ada satu kelas. Segera Hana berkemas sedikit cepat karena setelah ini gilirannya sift kerja di restoran.


"Sini bukunya."


Tangan Cinta menengadah meminta buku catatan Hana, dan segera gadis itu memberinya tanpa banyak tanya lagi.


"Kamu kapan mau mulai kerja lagi?" tanya Hana sambil mereka berjalan beriringan keluar kelas.


"Kayaknya aku berhenti, Na," balas Cinta pelan.


Hana menghentikan langkahnya sejenak. "Kenapa?" tanyanya kaget.


Cinta hanya bergeming. Tidak masuk akal juga jika ia beralasan berhenti kerja karena ingin fokus kuliah. Sedangkan Hana tahu sendiri bagaimana antusias gadis itu saat bekerja.


Tetapi lagi-lagi Hana tidak memaksa Cinta untuk menjelaskan. Karena setelah dicermati sahabatnya itu seperti menyimpan banyak rahasia selepas kematian ayahnya. Mungkin suatu saat nanti Cinta akan banyak cerita kepadanya, sehingga tiada lagi rahasia kecil yang disimpan, seperti kedekatan mereka sebelumnya.


Hana pamit lebih dulu karena terburu dengan jam yang sudah mepet dengan pergantian sift ditempat kerjanya.


Sedangkan Cinta sendiri sudah berdiri didepan pagar utama kampus untuk menunggu taksi yang lewat.


"Duh, sok-sokan mau naik taksi. Isi dompet aja sudah darurat begini." gerutu Cinta seorang diri begitu menyadari isi dompetnya yang pas-pasan jika harus naik taksi.


Mata Cinta mulai celingukan lagi ke ujung jalan. Melihat adanya beberapa tukang ojol sedang parkir di sana. Setidaknya dengan naik ojek sedikit lebih hemat ongkos.


Saat gadis itu tengah bersiap akan menyeberang jalan, tetiba sebuah mobil berhenti didekatnya.


"Hai, Cinta..."


Seorang pria tampan yang sudah gadis itu kenal menyapanya dari dalam mobil dengan kaca yang terbuka lebar.


*

__ADS_1


__ADS_2