Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Eps 105


__ADS_3

Keanu membangunkan Cinta satu jam sebelum maghrib menjelang. Ia ingat jika istrinya itu belum sholat ashar. Bersyukurnya suhu tubuh Cinta sudah kembali biasa, hanya saja raut wajahnya yang masih sayu pertanda belum sepenuhnya baik.


Setelah selesai melaksanakan sholat ashar, Cinta sengaja tidak melepas mukenahnya, berniat menunggu maghrib sekalian. Wanita itu memilih duduk selonjoran di kasur, ditemani Keanu yang juga duduk di tepi ranjang sampingnya duduk.


"Malam ini mau makan apa? Biar bisa request sama mbok Nah," ucap Keanu. Melihat Cinta yang lemas begitu, siapa tahu dengan memakan yang sesuai maunya bisa membuatnya berbinar lagi.


Cinta masih berpikir lama.


"Apa mending kita makan di luar, Dek?" kata Keanu lagi, mencari solusi agar istrinya bisa cepat pulih dengan mencukupi makannya.


Cinta merespon dengan menggelengkan kepala.


"Males mau makan," kata Cinta pada akhirnya.


"Jangan begitu dong. Biar lagi sakit, tapi tetap harus makan biar cepat sehat lagi," ucap Keanu.


"Di bilang aku nggak sakit," sungut Cinta. Entah kenapa ia menjadi lebih sensi, walau tanpa disadarinya.


"Tadi muntah-muntah, trus demam, wajah kamu sayu begini masih ngelak nggak sakit? Ayolah, Dek, jangan bikin aku tambah bingung. Aku nggak suka lihat kamu begini. Kalau bisa biar aku saja yang sakit, jangan kamu."


Cinta terkekeh kecil mendengar pernyataan Keanu. Bukan menertawai kecemasannya, tetapi merasa senang mendengar ungkapan rasa sayang suaminya itu.


"Duh, coba aku nggak malas wudhu lagi, sudah aku cium kamu, Mas," celetuk Cinta, merasa sangat gemas kepada suaminya.


"Cium aja sini! Ambil wudhu nya nggak harus ke sumur juga kan?" kata Keanu sambil mencondongkan wajahnya, siap menerima ciuman Cinta.


Tetapi Cinta malah tertawa melihatnya.


Cup.


Tanpa menunda lagi, Keanu langsung mencium bibir Cinta.


"Mas!" Cinta melotot gemas.


"Batal deh wudhuku!" kesal Cinta.


"Salah sendiri menggodaku. Sini aku cium lagi."


Dan Keanu kembali mengulangi perbuatannya. Mencium bibir Cinta dengan lembut. Dan ciuman keduanya berhenti saat Cinta dengan sengaja mendorong bahu Keanu.


"Sudah cukup. Di biarin yang ada kamunya kebablasan entar," ucap Cinta.

__ADS_1


Keanu nyengir saja mendengarnya.


Setelah itu Keanu mulai memijiti kaki Cinta yang masih berselonjor. Keduanya terus saja mengobrol hal-hal random. Hingga sampai masuk waktu maghrib, Keanu menyudahi kegiatannya. Saat Cinta akan turun dari kasurnya, tiba-tiba mulutnya mengaduh sambil tangannya memegangi kepalanya.


"Kenapa, Dek?" panik Keanu.


"Pusing, Mas," sahut Cinta.


"Sudah dibilang kamu itu nggak sehat. Masih nggak mau periksa?" gemas Keanu.


Cinta menatap sedikit cemberut. Kenapa sih hanya sakit sedikit harus pergi periksa?


Dengan sigap Keanu membantu Cinta berdiri. Bahkan pria itu terus merangkul pundak Cinta, membimbingnya masuk ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Dan begitu Cinta keluar dari kamar mandi, Keanu terus membuntuti dari belakangnya takut-takut Cinta oleng.


Setelah Cinta bersiap di sajadahnya, barulah Keanu yang masuk ke kamar mandi untuk mengambil wudhu juga. Setelah selesai, lantas keduanya segera menunaikan kewajiban tiga rakaatnya dengan berjamaah.


"Mas, aku pingin makan semangka," ucap Cinta sesaat setelah mereka selesai dengan sholatnya.


"Aku tanya mbok Nah dulu, siapa tahu ada," kata Keanu yang kemudian keluar dari kamarnya untuk menemui mbok Nah.


Tak lama kemudian Keanu datang dengan membawa potongan semangka dalam piring. Cinta menerimanya, tetapi wajahnya tetap cemberut, membuat Keanu menjadi heran lagi.


"Semangka kuning pasti lebih seger, lebih manis," kata Cinta. Karena memang potongan semangka yang dipegangnya itu berwarna merah.


"Trus yang ini nggak mau?"


Cinta menggeleng tanpa ragu.


"Itu kamu aja yang makan," kata Cinta, mengembalikan piring berisi buah berair itu kepada Keanu.


Keanu menatap Cinta terheran-heran.


"Jangan natap gitu!" sungut Cinta, sensi lagi.


Dengan terpaksa akhirnya Keanu yang memakan semangka itu, karena bisa mubadzir kalau tidak di makan.


"Kalau begini aku nggak jadi makan, udah kenyang duluan," ucap Keanu, setelah melahap habis buah itu.


"Sekarang giliran kamu yang harus makan. Jangan nolak lagi."


"Ayo kita ke pasar buah, Mas. Siapa tahu ada yang jual semangka kuning," ajak Cinta tiba-tiba.

__ADS_1


"Sekarang, Dek?"


"Nggak, tahun depan!" Cinta sensi lagi.


Dan akhirnya, demi menuruti kemauan Cinta, mereka berdua pergi ke pasar buah yang ada di tengah-tengah kota. Di pasar itu, rupanya buah yang dicari Cinta tidak ada. Rata-rata semangka berwarna merah yang dijual oleh pedagang buah di pasar itu. Meski begitu Cinta tetap kekeh ingin memakan buah itu, hingga tiada lelah menyusuri stand demi stand pedagang buah, berharap keinginannya itu ada.


Waktu perlahan merambat semakin malam. Hampir dua jam lamanya Cinta dan Keanu putar-putar berada di pasar buah itu. Hingga akhirnya Keanu yang menyerah lebih dulu, dengan menjanjikan besok lanjut cari di tempat yang lain.


Melihat wajah Keanu yang kentara kelelahan, akhirnya Cinta mengangguk setuju. Dan kini mereka berdua sudah sama-sama duduk dalam mobil, bersiap akan pulang. Tetapi baru mobil itu melaju beberapa meter saja, Cinta tiba-tiba menunjuk buah nanas. Mengatakan ingin makan buah nanas saja.


Dan Keanu langsung membelikannya tanpa banyak bicara. Padahal kalau cuma nanas di rumah tadi tersedia.


"Terimakasih, Sayang," seru Cinta dengan wajah full senyum.


Keanu tersenyum saja melihatnya. Walau masih heran karena sebelumnya Cinta tidak pernah berkelakuan seperti ini, tetapi semua itu tak apa lah, asal Cinta senang ya sudah.


Cinta terus saja menciumi buah nanas yang sudah di kupas bersih, sesuai permintaan Cinta, karena sudah tidak sabar ingin langsung memakannya sambil perjalanan pulang.


"Mas, mau?" tawar Cinta dengan menyodorkan potongan buah itu tepat didepan mulut Keanu.


Keanu membuka mulutnya, menerima suapan tangan Cinta. Dan--


"Mm, masam, Dek!" kata Keanu sambil mendorong tangan Cinta, menolak makan buah itu lagi.


"Mana ada masam, manis dan seger gini kamu bilang masam," kata Cinta yang kemudian memakan buah itu dengan begitu nikmat.


Entah pedagang itu yang berbohong mengatakan nanas yang dibelinya itu kualitasnya baik dan pasti manis, atau hanya Keanu saja yang merasakan masam di lidahnya. Tetapi melihat Cinta yang memakannya dengan begitu nikmat, sepertinya memang manis seperti kata penjualnya tadi.


Saat ini mereka sudah dalam perjalanan menuju rumah.


"Mas, perut aku kok rasanya panas ya?" kata Cinta tiba-tiba.


Keanu melirik sekilas, karena dirinya masih fokus menyetir.


"Jangan diteruskan makannya. Buah nanas itu banyak mengandung zat asamnya. Bisa-bisa lambung kamu nggak kuat." Keanu langsung mengambil paksa sisa buah nanas dari tangan Cinta. Lalu meletakkannya di atas dashboard begitu saja.


Tak lama setelah itu mereka tiba di rumahnya. Cinta tetap mengeluh perutnya tetap tidak enak. Maka kemudian Keanu mengambilkan air hangat untuk bisa diminum oleh Cinta.


"Minum yang banyak, Dek. Sudah tahu perut lagi konslet, sok-sokan makan nanas," sungut Keanu mendadak ikut sebal menghadapi istrinya yang seharian ini jadi ngeyelan.


*

__ADS_1


__ADS_2