
Pagi kembali menyapa. Seperti biasa selesai sholat subuh tadi Cinta langsung melipir ke dapur untuk membantu ibunya memasak. Sedangkan ibu Ratih dan Keanu pergi ke pasar tradisional untuk berbelanja kebutuhan pokok sehari-hari. Seorang ART yang ada di rumah itu mengerjakan pekerjaan yang lainnya.
"Cinta, semalam ibu perhatikan kamu sepertinya agak nggak semangat pas ibu nanya kamu sudah hamil apa nggak?" tanya ibu Rahayu, karena semalam ia menangkap raut kegelisahan anaknya itu saat semuanya sedang seru membahas anak kecil.
Mumpung saat ini tidak ada ibu Ratih dan juga Keanu, maka ibu Rahayu menyempatkan untuk bertanya. Karena setelah tahu ekspresi Cinta yang berbeda semalam, membuat ibu Rahayu kepikiran semalaman. Setidaknya jika ditanya begini seorang anak pasti akan lebih terbuka bila diajak bercerita kepada ibunya sendiri.
Cinta masih bergeming. Naluri seorang ibu selalu tepat. Dari dulu ia tidak pernah bisa berbohong kepada ibunya. Buktinya saja bisa ketahuan jika semalam bereaksi tak wajar saat ditanya hamil apa tidak oleh ibunya.
"Apa jangan-jangan kamu masih belum siap hamil?" tuduh ibu Rahayu lagi, sambil kemudian memilih duduk di kursi makan.
Sejenak Cinta menghela nafasnya yang kemudian ia menganggukkan kepalanya.
Ibu Rahayu menatap heran kepada putrinya itu. Ia pun semakin penasaran tentang alasan Cinta mengiyakan pertanyaannya.
"Sini duduk, Ta," titah ibu Rahayu sambil menepuk kursi kosong di sebelahnya.
Cinta pun akhirnya duduk di sebelah ibunya. Menjeda aktifitas memasak yang belum selesai. Wajah wanita itu terus saja tertunduk, merasa telah mengecewakan perasaan ibunya karena jawabannya itu.
"Kenapa masih belum siap? Coba cerita ke ibu, ada apa, Nak?"
Sesaat Cinta memberanikan diri menatap kepada ibunya. Terlihat ibu dua anak itu tetap tersenyum menunggu penjelasan Cinta.
"Aku rasa belum siap saja, Bu. Aku takut aku tidak bisa menjaganya dengan baik. Ibu tahu kan aku masih kuliah, pastinya suatu saat aku akan sering meninggalkannya karena aku yang masih sibuk kuliah," jelas Cinta yang sebenarnya itu bukanlah alasan utamanya tidak siap memiliki anak. Tapi lebih ke rasa ragu bagaimana Keanu kepadanya. Meski belakangan ini hubungan mereka sudah membaik, tetap saja Cinta masih tidak begitu yakin dengan perasaan suaminya itu.
"Sebenarnya kalau cuma karena kamu masih kuliah itu bisa dibicarakan lagi dengan Keanu. Contoh, kamu tetap kuliah dan anak kamu bisa di jaga sama babysitter. Ibu rasa Keanu tidak keberatan soal itu. Toh kamu kuliahnya juga tidak sehari penuh, dalam seminggu nya masih ada libur," kata ibu Rahayu memberi solusi yang mungkin bisa dipikirkan ulang.
Cinta hanya diam, tidak berani menjawab apapun karena keputusannya itu ia buat sendiri tanpa setahu Keanu.
__ADS_1
"Biar nanti ibu bantu bicara sama Keanu. Menunda kehamilan itu tidak baik. Seru loh, Ta, usia muda sudah gendong anak, kayak ibu dulu," katanya lagi, kembali teringat saat usia seperti Cinta dirinya sudah memiliki anak.
"Eh, tidak usah, Bu," tolak Cinta seketika itu.
"Aku bisa bicarakan sendiri sama mas Keanu," ucapnya kemudian. Entah ia akan bicara itu sungguhan atau tidak, yang terpenting jangan sampai ibunya ikut usul.
"Dalam pernikahan jangan mengedepankan ego. Kamu memang masih muda, banyak memang seusia kamu yang belum menikah. Tapi coba pandang suamimu, dia sudah cukup dewasa untuk memiliki anak. Apalagi tujuan menikah itu juga untuk memiliki keturunan. Ibu mertua kamu itu pasti juga sedang menunggu-nunggu untuk menggendong cucu. Ibu harap kamu bisa rembug lagi sama Keanu gimana baiknya," kata ibu Rahayu sekaligus memberi wejangan buat Cinta.
Dan Cinta tetap diam saja, tanpa bisa berkomentar apa-apa. Seandainya ibunya itu tahu jika selama ini dirinya diam-diam mengkonsumsi pil KB? Ah, entahlah! Cinta sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Tapi kamu tidak lagi KB kan, Ta?" curiga ibu Rahayu, tiba-tiba kepikiran Cinta mengkonsumsi pil KB demi ingin menunda momongan.
Deg.
Seketika Cinta terhenyak kaget. "Kenapa yang aku takutkan, malah ibu benar-benar tanya?" batin Cinta bermonolog.
"I--iya, aku KB, Bu," aku Cinta pada akhirnya.
Wanita itu sudah tidak sanggup lagi untuk membohongi ibunya. Semoga saja ibunya itu mau mengerti keputusannya.
Terdengar helaan nafas ibu Rahayu yang berhembus kasar. Wanita paruh baya itu melepas genggamannya dari tangan Cinta. Punggungnya ia sandarkan pada sandaran kursi kayu itu. Sorot matanya menatap entah ke arah luar jendela.
"Ibu, maafkan aku," seru Cinta kemudian.
Ibu Rahayu menoleh menatap Cinta. Dilihatnya wajah anaknya itu sangat sedih.
"Apa ini sudah benar-benar keputusan kalian? Keanu tahu kamu pakai KB?" cerca ibu Rahayu ingin memastikan saja. Menurutnya jika ini adalah keputusan berdua antara Cinta dan Keanu, baginya ya sudahlah. Mungkin harapan untuk menggendong cucu dari Cinta bisa terwujud beberapa tahun lagi, mengingat Cinta akan lulus kuliah sekitar dua tahun lagi.
__ADS_1
Tak disangka jawaban Cinta adalah gelengan kepala. Itu artinya Keanu tidak tahu hal itu.
"Cinta!" Ibu Rahayu menatap geram kepada Cinta.
Dan Cinta hanya menundukkan kepala. Sudah tidak sanggup menatap ibunya yang kentara kecewa kepadanya.
"Astaghfirullah...."
Kalimat itu terus saja terucap dari mulut ibu Rahayu, disertai gelengan kepalanya menatap heran kepada Cinta.
"Segera minta maaf sama suamimu, Ta. Itu berdosa, karena kamu melakukannya tanpa setahu suamimu," kata ibu Rahayu memperingatkan.
"Atau-- Kalau kamu tidak berani berterus terang, hentikan itu dari sekarang," lanjutnya yang kemudian ibu Rahayu beranjak dari tempatnya, kembali melanjutkan aktifitas memasaknya yang saat ini sudah dibantu oleh ART.
Cinta masih terdiam di tempat. Wanita itu masih betah menundukkan wajahnya. Kedua matanya sudah mulai mengembun. Ia sadar perbuatannya itu adalah dosa. Bisa saja ia menghentikannya saat ini juga, karena memang sudah dua hari ini ia tidak mengkonsumsinya lantaran lupa bawa. Akan tetapi, bisakah ia berharap Tuhan tidak memberinya dzuriyah itu sebelum hatinya benar-benar mantap kepada Keanu. Bukankah Tuhan dzat yang maha tahu segalanya?
Tetiba dari luar rumah terdengar suara mesin mobil, itu artinya Keanu dan mamanya sudah datang dari pasar. Buru-buru Cinta menyeka air matanya. Sebisa mungkin wanita itu mengatur nafasnya untuk bisa kembali biasa saja. Kemudian segera Cinta beranjak dari tempatnya duduk. Sekilas Cinta menoleh kepada ibunya yang rupanya juga sedang menatapnya. Kemudian ibu Rahayu mengangguk kecil kepada Cinta, entah isyarat apa itu.
Lalu Cinta melangkah keluar menyusul suaminya. Dilihatnya pria itu sedang menurunkan beberapa kantong kresek berisikan sembako dan keperluan lain-lainnya. Disaat Cinta ingin membantu membawanya, Keanu malah melarangnya.
"Itu berat loh, Mas," kata Cinta merasa kasihan melihat Keanu yang mulai mengangkat tiga kantong kresek sekaligus.
"Enteng kok, Dek. Ngangkat tubuh kamu aja kuat, apalagi cuma ginian," selorohnya yang tiba-tiba langsung dibalas dehaman dari ibu Ratih.
"Hem, pengantin baru," goda ibu Ratih.
"Eh, Mama. Hehe...."
__ADS_1
*