Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 82


__ADS_3

Pagi hari seperti biasa Keanu mengantar Cinta ke kampus sebelum dirinya berangkat ke resto. Berhubung pagi ini pria itu sudah ada janji bertemu dengan rekan bisnis baru, jadilah Keanu mengantar Cinta lebih awal dari jam masuk kelas. Sebenarnya wanita itu tadi sempat ijin akan menaiki motor saja ke kampus dari pada harus merepotkan Keanu yang akan keluar kota. Tetapi apalah daya ijin itu tak kunjung di dapat dari Keanu, membuat Cinta harus patuh walau sebenarnya kasihan juga dengan suaminya yang mesti bolak-balik arah perjalanannya.


Karena masih harus menunggu sekitar satu jam lagi untuk masuk kelas, maka Cinta memilih menyibukkan diri di perpustakaan. Apalagi Hana, saat Cinta hubungi tadi berkata jika mungkin dirinya akan datang sedikit telat, dengan alasan yang kurang jelas.


Tiga puluh menit berlalu dengan cepat. Biasanya setengah jam sebelum kelas masuk, Hana sudah tiba di kampus. Tapi entah mengapa sampai sekarang gadis itu tidak ada kabar walau melalui pesan sekali pun. Membuat Cinta kepikiran, jangan-jangan Hana memang sengaja mau bolos hari ini.


Padahal yang di tunggu Cinta saat ini sedang duduk santai di kantin fakultas, bersama dengan Reno.


"Bos Reno mau bicara apa?" tanya Hana setelah ia meminum jus jeruk yang sengaja di pesankan oleh Reno untuknya.


"Panggil nama aku saja, Reno, tidak perlu embel-embel bos," ucap Reno meminta Hana merubah panggilannya, agar setelah ini mereka bisa mengobrol dengan tanpa rasa canggung lagi, layaknya teman dan teman.


Hana malah tersenyum kikuk, tetapi tidak buruk juga untuk di coba.


"Ee... Kak Reno mau bicara apa sama aku?" Akhirnya Hana menyebut nama Reno memakai kata Kak di awalnya, seperti panggilan Cinta kepada Reno selama ini.


Pria itu tersenyum tak keberatan dengan panggilan baru Hana kepadanya.


"Aku mau nanya soal Cinta," ucap Reno to the point tanpa rasa canggung lagi. Yang membuat pria itu yakin untuk berbicara soal Cinta kepada Hana, karena saat Reno mengungkapkan perasaannya kepada Cinta waktu itu ada Hana juga di sana.


Hana bergeming sejenak. Apa yang menjadi tebakannya ternyata tepat dugaan. Tidak mungkin Reno bela-belain mengajaknya duduk bareng, kalau bukan akan membahas Cinta. Tunggu, apakah pria itu belum tahu jika Cinta sudah menikah? Pertanyaan itu tiba-tiba muncul di benak Hana.


Bersyukur saja Hana sempat berbohong saat tadi Reno bertanya apakah Cinta sudah datang. Jika kemarin dirinya sempat mendukung agar Cinta memilih Reno, tetapi setelah tahu kalau sahabatnya itu sudah menikah dengan orang yang di cintainya, dari sekarang Hana memutuskan untuk melindungi Cinta dari duri-duri yang bisa mengancam keharmonisan rumah tangganya. Contohnya calon pebinor seperti Reno ini.


Dan semoga saja Cinta tidak datang ke kantin sekarang, karena kalau sampai itu terjadi bisa kacau. Karena kebohongannya akan ketahuan oleh Reno pastinya.


"Kak Reno mau tanya apa? Kalau bisa aku jawab, aku akan jawab. Tapi kalau itu menyangkut hal yang privacy sekali tentang Cinta, maaf saja, Kak... Aku tidak bisa menjawabnya. Karena itu termasuk pelanggaran privacy namanya," seru Hana menegaskan agar Reno bertanya sewajarnya saja soal Cinta.

__ADS_1


Dan Reno tersenyum lagi mendengar ucapan Hana itu. Setidaknya dari ini dirinya bisa tahu kalau Hana adalah sahabat yang baik untuk Cinta.


"Kenapa akhir-akhir ini Cinta sering datang telat?" tanya Reno.


Hana menghedikkan kedua bahunya. Gadis itu menyeruput jus jeruknya lagi, sebelum kemudian akan memberitahu Reno soal Cinta yang sudah menikah.


"Wajarlah sering telat, Cinta kan sudah berkeluarga, Kak. Ada tugas lain yang harus di dahulukan, seperti melayani suami contohnya," seru Hana dengan santai.


Reno mengangguk kecil mendengar penjelasan Hana. Pria itu paham bagaimana kodrat wanita yang sudah menikah, tetapi yang membuatnya masih penasaran dengan Cinta ialah rasa khawatirnya yang terlalu berlebihan. Takut sewaktu-waktu Keanu mencampakkan Cinta lagi, dan akan membuat Cinta bersedih lagi.


Melihat Reno yang seperti tidak ada kaget-kagetnya saat mengatakan Cinta sudah berkeluarga, membuat Hana bertanya-tanya sendiri dalam hati. Jadi kalau memang selama ini Reno juga tahu Cinta sudah menikah, lantas kenapa pria ini masih kekeh ingin mendekati Cinta?


"Kak Reno tahu kan kalau Cinta sudah menikah?" tanya Hana pada akhirnya.


Reno mengangguk. Bahkan pria itu juga turut hadir sebagai saksi pernikahan Cinta dan Keanu di rumah Cinta saat itu.


"Pasti juga sudah tahu kan siapa suami Cinta?"


"Trus kenapa kak Reno masih terus mendekati Cinta? Padahal Cinta adalah istri bos Keanu, teman kak Reno. Maaf, Kak, kalau aku harus bicara ini, tapi jujur apa yang di lakukan kak Reno itu tidak baik," Hana mengatakannya dengan tegas.


"Kamu tidak tahu bagaimana rasanya cinta yang aku punya buat Cinta," jawab Reno dengan tenang.


"Sesulit apapun, tapi kak Reno tetap tidak boleh menyukai Cinta."


Reno bergeming saja. Rasanya nama dirinya sudah terlanjur jelek di pandangan Hana soal mencintai istri orang. Padahal yang di rasa Reno saat ini ialah tak lagi menuntut balasan cinta dari wanita pujaannya itu. Cukup melihat Cinta bahagia, maka hatinya pun juga akan merasa bahagia. Meski begitu rasanya Reno sudah malas menjelaskan perasaannya itu kepada Hana.


"Sepertinya pembicaraan ini sudah cukup, Kak," Hana beranjak berdiri di tempat.

__ADS_1


"Loh, aku belum selesai bicara, Na," Reno berusaha mencegah Hana agar tidak pergi. Dirinya yang memanggil Hana karena ingin membicarakan soal Cinta, kenapa malah dirinya yang banyak ditanya oleh Hana.


"Maaf, sudah hampir masuk kelas," ucap Hana sambil menoleh ke arah jam dinding yang ada di kantin itu.


Reno pun ikut menoleh ke arah jam itu, dan akhirnya hanya bisa pasrah membiarkan Hana pergi setelah tahu sepuluh menit lagi gadis itu harus masuk kelas.


Saat Hana sudah tiba di kelasnya, di sana Hana melihat Cinta yang sudah duduk menunggunya.


"Tumben datang mepet?" tanya Cinta saat sahabatnya itu sudah duduk bersebelahan dengannya.


"Masih ketemu kak Reno dulu barusan," aku Hana kepada Cinta.


"Kak Reno?" Cinta bertanya heran, tetapi sebenarnya lebih ke rasa malas jika nanti pria itu memutuskan menunggu dirinya di kampus. Mana Keanu nanti tidak bisa menjemput pulang, malah mendengar berita kalau Reno datang ke kampus saat ini.


Melihat wajah Cinta yang berubah gelisah, Hana langsung paham dengan apa yang mungkin mengganjal ketenangan sahabatnya itu.


"Tenang, Beib, tadi aku sudah peringatkan, kalau lebih baik tidak menemui kamu lagi. Apa nggak cari masalah coba, kalau kak Reno tetap kekeh ingin mendekati kamu. Bakal ada perang jilid tiga nanti, kalau suami kamu tahu kamu di sukai kak Reno."


"Mereka sudah pernah berantem kok," jelas Cinta, tiba-tiba teringat akan kejadian beberapa waktu lalu saat Keanu dan Reno berkelahi.


Hana hanya melongo mendengarnya. Kalau benar begini, pantas saja Hana sudah jarang melihat Reno datang ke resto, jadi ini masalahnya.


"Oh ya, Na, minggu ini aku ada rencana pulang ke Yogyakarta, kamu ikut nggak?" Cinta mengalihkan pembicaraan dengan topik lain.


"Pingin, tapi kalau aku ikut nanti nggak dapat bonus lembur. Padahal liburan ini aku sudah niat mau kerja keras, biar pas UAS nanti aku kerjanya agak ringan," ungkap Hana dengan sendu. Gadis itu memang berasal dari kota yang sama dengan Cinta.


"Ayolah ikut, kita berangkat bareng, sama mas Keanu juga, mumpung gratis ongkos, tambah bonus makan minum sepuasnya loh, Na," Cinta terus membujuk Hana dengan iming-iming gratisan.

__ADS_1


"Mm... Aku pikir-pikir dulu deh," ucap Hana pada akhirnya.


*


__ADS_2