Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Eps 125


__ADS_3

Resepsi pernikahan Keanu dan Cinta sudah diambang mata. Bersyukurnya kondisi Cinta sudah lumayan bisa ditangguhkan. Sudah jarang mengalami morning sickness. Dalam sehari hanya mengeluh eneg saat selesai makan saja, tetapi sudah tidak muntah-muntah lagi. Dan kondisi tubuh Cinta sudah semakin berisi. Kandungannya yang berisi dua janin, membuat ukuran perutnya lebih membuncit dibanding ukuran perut bumil lainnya yang mengandung tujuh belas minggu.


Saat ini di rumah Cinta dan Keanu sedang sibuk-sibuknya menyiapkan keperluan pengajian untuk tasyakuran empat bulan kandungan Cinta. Terlihat ibu Ratih dan ibu Rahayu kompak di dapur, tetapi yang paling dibuat sibuk pastinya mbok Nah. Sedangkan Cinta dilarang ikut membantu, walau sebenarnya sangat ingin membantu berkecimpung di dapur.


"Calon manten jangan terlalu capek, puncak acaranya masih besok malam," ucap Ara yang kebetulan hari ini menyempatkan datang ke rumah Cinta. Mereka berdua tengah duduk santai sambil selonjoran di atas karpet di ruang keluarga, juga ada babby Ziana yang ada ditengah-tengah mereka saat ini.


Cinta hanya bereaksi manyun. Sebenarnya ia sendiri sudah merasa bosan selalu di ratukan oleh orang rumah. Terlebih ketika ibu mertuanya sudah kembali pulang. Selalu dilarang ini itu, intinya Cinta dijadikan ratu yang hanya tinggal tunjuk tangan bila ingin sesuatu.


"Tapi aku jenuh, Kak. Tanganku tuh udah gatel pingin ikut masak, layani suami dengan masakanku. Belakangan ini mama selalu melarangku," seru Cinta dengan mellow.


"Itu artinya tante Ratih ingin menjaga kamu. Dia tidak ingin ada apa-apa yang bisa membuatmu tidak nyaman. Aku bisa lihat bagaimana bahagianya tante Ratih sama ibu," balas Ara, tatapannya melihat ke arah ibu Ratih dan ibu Rahayu yang memasang muka sumringah sekali.


Cinta ikut menoleh ke arah dua ibu hebat itu. Siapapun yang melihat senyum itu, sudah dipastikan hanya kebahagiaan yang terpancar di sana.


"Eh, gimana, udah gerak belum babby nya?" tanya Ara, membuat Cinta kembali menoleh kepadanya.


"Belum, Kak," jawab Cinta sambil mengelus perutnya.


"Mungkin besok atau minggu depan sudah mulai gerak tuh," balas Ara sambil ikut mengusap perut Cinta.


"Duh, sehat-sehat ya anak baik," serunya gemas sendiri.


"Aamiin... Terimakasih do'anya tante Ara," Cinta mengamini dengan suara mirip bocil.


Babby Ziana mulai merengek. Ara dan Cinta spontan menoleh kepadanya. Tetapi ternyata sudah ada Keanu yang menggendong babby Ziana. Dan seketika bayi mungil itu terdiam tenang dalam dekapan Keanu.


"Kirain mau mimik, ternyata lagi mode manja sama om Keanu ya Zee," celetuk Cinta menyapa babby Ziana yang sangat anteng di gendong Keanu.


"Dia tahu kalau om nya ganteng," seloroh Keanu membuat Ara seketika terkekeh, berbeda dengan Cinta yang langsung mencebikkan bibirnya.


"Mm... Narsisnya kumat!" umpat Cinta, tetapi Keanu malah senyum-senyum pamer wajah gantengnya.


"Bundaaaa...." pekik Ziyyan memanggil Ara. Bocil itu berlarian menghampiri bundanya.


"Ziyyan, sini, sini," sapa Keanu kepada Ziyyan sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


"Om Keanu kenapa ambil Zee, dia adikku! Sebentar lagi om Keanu kan mau punya dua adik kata ayah, kenapa mengambil adikku?" protes Ziyyan mendapati Keanu sedang menggendong adiknya.


Cinta dan Ara yang mendengarnya hanya terkekeh saja. Biar saja dua lelaki berbeda generasi itu terlibat adu mulut. Hitung-hitung sebagai latihan bagi Keanu jika menghadapi duo bocilnya nanti.


"Siapa yang akan mengambil adik Ziana? Om juga akan ambil Ziyyan," seru Keanu langsung mengangkat tubuh Ziyyan dengan sebelah tangannya. Jadilah pria itu seperti menggendong dua anak sekaligus.


Ziyyan yang diperlakukan seperti itu langsung tertawa kegirangan. Hubungan keduanya sudah membaik berkat Zayn. Sehingga sudah tidak ada lagi trauma yang dirasa Ziyyan tiap kali bertemu Keanu.


Ibu Ratih dan ibu Rahayu yang melihat itu jadi ikut tertawa.


"Aku kok pingin cucu kita kembarnya cowok cewek ya, Jeng," celetuk ibu Ratih di sela-sela tawanya.


"Aamiin... Semoga Allah mengabulkan," sahut ibu Rahayu mengamini ucapan besannya.


"Sekarang aku bisa membayangkan bagaimana ramainya rumah ini nanti dengan cucu-cucuku. Ah, sepertinya dua cucu masih kurang ramai. Aku ingin seperti jeng Rahayu sudah mau punya empat cucu," tambah ibu Ratih.


Ibu Rahayu yang mendengar ucapan besannya itu hanya bisa tersenyum. Tidak bisa protes. Karena seperti itu tergantung Cinta dan Keanu ingin punya anak berapa.


Terlihat Zayn baru datang ke rumah ini, karena sebelumnya pria itu sedang ada meeting penting yang tidak bisa diwakilkan. Pria itu melihat Keanu yang sedang bermain dengan kedua anaknya. Senyum bahagianya langsung terbit menyaksikannya.


Zayn tersenyum, lalu mencium kening Ara di depan Cinta.


"Uluh... Uluh... So sweet sekali kalian," celetuk Cinta, merasa kagum dengan abangnya yang tetap awet romantisnya.


Zayn dan Ara hanya balas tersenyum menanggapi godaan Cinta.


"Eh, gimana kabarnya bumil? Kapan mau USG lagi?" tanya Zayn ikut antusias dengan calon keponakannya.


"InsyaAllah setelah selesai resepsi," jawab Cinta sesuai kesepakatannya dengan Keanu kalau akan USG lagi setelah acara resepsinya selesai.


"Kalau abang tebak, sepertinya anak kamu cowok sama cewek," ucap Zayn sangat yakin dengan tebakannya.


Cinta yang mendengarnya langsung mengamini dengan nyaring. Karena kalau itu memang terjadi, lengkaplah ia memiliki anak sepasang, laki-laki dan perempuan.


"Mas mau makan nggak?" tawar Ara kepada Zayn.

__ADS_1


Zayn mengangguk. Seharian berada di kantor dengan pekerjaannya yang super padat, membuatnya terlupa melewati makan siang. Setelah itu Zayn dan Ara pergi ke ruang makan. Sedangkan Cinta memilih mendekati Keanu yang masih asyik bermain dengan babby Ziana.


"Sayang," sapa Keanu melihat Cinta menghampirinya. Pria itu sedikit menggeser duduknya agar Cinta bisa duduk di sampingnya.


"Ziana lucu ya, Dek. Imut sekali. Jadi pingin punya anak perempuan. Biar cantik kayak bundanya," ucap Keanu, bergantian memandangi Cinta dan Ziana.


"Kalau misalnya anak kita cowok, gimana?"


"Ya nggak pa-pa. Kan kamu masih bisa hamil lagi," sahut Keanu lengkap dengan seringainya.


"Hamil lagi kamu bilang? Ini aja belum keluar sudah ngomong hamil lagi," protes Cinta sambil menimpuk lengan suaminya.


"Hehehe... Kan cuma berencana, Dek. Kata orang banyak anak banyak rejeki."


Cinta bergeming saja. Karena ia merasa ada sesuatu yang bergerak kecil di perutnya.


"Kenapa, Dek?" tanya Keanu menjadi cemas, melihat raut wajah Cinta seperti memikirkan sesuatu.


"Mas," Cinta mengambil tangan Keanu, lalu kemudian meletakkannya di perutnya.


"Barusan ada yang bergerak," pekik Cinta dengan mata yang mengembun, terharu bahagia.


"Benar, Dek?" Keanu malah mendekatkan telinganya di perut Cinta.


"Mana?" tanyanya karena tidak menemukan apa yang dikatakan Cinta.


"Sudah berhenti. Begini kali ya kalo masih kecil," ucap Cinta.


"Om Keanu minggir dulu. Ziyyan juga mau begitu sama adek," ucap Ziyyan, ikut-ikutan menempelkan telinganya di perut Cinta.


Tetapi Keanu tidak mau mengalah, karena ia masih penasaran ingin tahu bagaimana pergerakan bayinya yang masih usia empat bulan dalam kandungan. Alhasil jadilah dua lelaki beda generasi itu saling sikut, kemudian berhenti setelah babby Ziana menangis.


"Karena kalian nih, adik Zee jadi nangis." Lalu Cinta menggendong Ziana, membawanya pergi dari dua lelaki yang lanjut bercanda saling menggelitik.


*

__ADS_1


__ADS_2