
Cinta kembali ke kamar Ziyyan. Tetapi ia memilih duduk di lantai sambil menghadap jendela. Kakinya meringkuk, sedang bulir air matanya kembali menetes merasakan luka itu hinggap lagi. Sungguh Cinta tidak menyangka jika apa yang pernah dikatakan Reno dulu adalah nyata. Entahlah, Cinta tak tahu harus bagaimana lagi dengan hubungan ini. Sedangkan di perutnya saat ini telah tertanam benih cinta dirinya dengan Keanu.
Sambil berderai air mata, Cinta mengusap perutnya. Berusaha kembali tenang demi buah hati yang di kandungnya. Setidaknya kali ini ia tidak mau egois. Ada janin dalam rahimnya yang harus ia jaga. Walau ayah dari janin itu yang membuatnya seperti ini sekarang.
Tak lama setelah itu, hape Cinta berbunyi. Buru-buru Cinta meraihnya agar suara hapenya tidak mengganggu tidur Ziyyan. Tetapi setelah melihat nomor suaminya yang menelpon, perasaan itu kembali entah.
Sengaja Cinta mengecilkan volume hapenya. Biarlah Keanu terus menelponnya. Cinta sudah hilang minat untuk menjawabnya.
Sedangkan Keanu yang saat ini tengah berdiri di depan pagar besar rumah Zayn, tentu kebingungan sendiri. Ia dilarang masuk oleh security rumah itu. Padahal security itu pasti tahu siapa dirinya, membuat Keanu curiga jika security itu berbuat demikian karena sedang menjalankan tugas dari tuan rumah.
Karena waktu sudah semakin malam, Keanu yang tidak mau membuat kegaduhan di rumah itu, terus saja menelpon Cinta. Tetapi nyatanya hingga panggilan telponnya yang entah sudah ke berapa kali, tak satupun dijawab oleh Cinta. Entah disengaja atau tidak, kejadian seperti ini membuat Keanu kebingungan sendiri.
Pria itu memilih kembali masuk ke mobilnya. Duduk termenung cukup lama di dalam sana. Berpikir keras, kenapa tiba-tiba Cinta tidak mau menjawab telponnya. Padahal hapenya sedang aktif. Jadi mustahil jika Cinta tidak mendengarnya.
"Apa ini karena perintah Zayn?" pikir Keanu tiba-tiba. Bisa jadi Cinta seperti ini karena Zayn yang melarangnya. Begitulah dugaan Keanu.
Kemudian Keanu mendial nomor telpon Zayn. Rasanya masih ragu untuk menelponnya, karena seingatnya sudah lebih dari lima tahun ia dan Zayn putus kontak. Tepatnya terakhir berbicara dengan Zayn, saat pesta pernikahan Ara dan Zayn. Saat menikah dengan Cinta dulu, mereka berdua tidak saling berbicara.
Tetapi demi permasalahan yang harus segera diselesaikan, maka akhirnya Keanu menelpon nomor telpon Zayn.
Zayn yang melihat Keanu menelponnya, ia pamit kepada Ara untuk menjawab telponnya di luar. Dengan dalih telpon itu dari rekan penting bisnisnya.
Ketika sudah menemukan tempat yang tepat untuk menjawab telpon itu, barulah Zayn menjawabnya.
"Zayn, aku sekarang ada di depan rumahmu. Aku ingin menjemput Cinta untuk pulang. Tetapi security kamu melarangku masuk. Ini ada apa?" cerca Keanu setelah telponnya terjawab oleh Zayn.
"Pulanglah!" ucap Zayn dengan dingin.
"Hei, istriku ada di rumah kamu! Aku harus membawanya pulang!" Keanu sudah terpancing emosi.
"Pulang! Intropeksi diri! Lalu bicarakan lagi! Itupun kalau Cinta mau bicara sama kamu lagi!" kecam Zayn cukup tajam.
Setelah itu Zayn langsung menyudahi telponnya. Bahkan pria itu juga sengaja menonaktifkan hapenya agar Keanu tidak lagi menelponnya. Setelah itu ia kembali ke kamar Ara di rawat. Besok pagi, Ara sudah diperbolehkan pulang. Dan Zayn sudah memutuskan akan menemaninya bermalam di sini.
"Mas," sapa Ara sedikit curiga setelah Zayn kembali masuk wajahnya sudah berkerut, jelas sekali jika sedang ada yang mengusik pikirannya.
Zayn menatap Ara dan mengulaskan senyumnya singkat. Kemudian mencium kening Ara.
__ADS_1
"Tidurlah. Aku akan temani kamu. Besok pagi kamu sudah boleh pulang," ucap Zayn. Dari nada bicaranya itu sangat jelas jika Zayn sedang tidak mau bicara, atau membagi ceritanya.
Ara yang sudah paham betul bagaimana sikap Zayn, hanya bisa menuruti perintahnya untuk segera tidur. Besok jika kerutan tipis itu hilang di muka Zayn, barulah Ara akan menanyakannya apa penyebabnya murung.
Saat ini Cinta sudah ikut berbaring disamping Ziyyan. Wanita itu melewati makan malamnya, meski Inah sudah menyiapkannya. Semuanya seperti hilang selera. Mau apapun rasanya sudah tidak bergairah lagi. Hati yang masih kacau membuatnya enggan untuk melakukan apa-apa. Hingga akhirnya Cinta ikut terlelap, dengan air mata yang perlahan menyusut kering.
Dan Keanu memutuskan untuk terus menunggu Cinta di luar pagar tinggi rumah Zayn. Pria itu tidur didalam mobilnya. Berharap esok Cinta sudah mau menjawab telponnya.
Keanu terbangun saat alarm yang biasa ia stel di ponselnya berbunyi. Itu artinya sepuluh menit lagi sudah masuk waktu subuh. Lekas pria itu mengecek ponselnya, berharap ada pesan masuk dari Cinta untuknya. Tetapi semua itu kosong. Bahkan ketika Keanu berusaha menelponnya, ternyata telpon Cinta sudah tidak aktif.
Dengan perasaan yang kembali kesal, Keanu mencengkram setir mobilnya kuat-kuat. Ia tidak menyangka ujian rumah tangganya akan seperti ini.
[Sayang, aku minta maaf]
[Aku minta maaf]
[Kita harus bicara. Jangan menghindar begini]
[Aku akan terus menunggumu didepan rumah Zayn. Aku tidak akan pulang. Sampai kamu mau menemuiku ]
Setelah itu Keanu melajukan mobilnya untuk mencari masjid terdekat, untuk menunaikan sholat subuhnya. Dan akan kembali lagi ke rumah Zayn setelahnya.
Sinar matahari pagi perlahan mulai muncul dipermukaan langit. Keanu kembali menunggu Cinta di depan rumah Zayn. Kebetulan ia melihat ada sebuah mobil yang akan masuk ke rumah Zayn, segera ia turun dari mobilnya, berharap orang dalam mobil itu mengijinkannya masuk ke rumah itu.
Rupanya orang yang berada dalam mobil itu adalah Zayn. Pria itu pulang pagi ini karena di rumah sakit ada ibu mertuanya yang menemani Ara.
"Zayn," Keanu menyapanya sambil mengetuk kaca mobilnya.
Zayn membuka kaca mobilnya. Pria itu tetap duduk tenang didalam mobilnya.
"Aku ingin bertemu Cinta," ucap Keanu to the poin.
"Akan aku sampaikan," sahut Zayn, yang kemudian bersiap akan melajukan mobilnya lagi, tetapi Keanu langsung menghadangnya.
"Kamu mau cari mati!" kesal Zayn melihat kelakuan Keanu yang sangat membahayakan. Lantas pria itu memilih keluar dari mobilnya, mendekati Keanu yang masih berdiri menghadang di depan mobil Zayn.
"Aku tidak tahu kenapa Cinta tiba-tiba begini. Dia menghindariku. Aku butuh bicara dengannya, Zayn," ucap Keanu, berharap Zayn mau memberinya ijin masuk ke rumahnya untuk bisa menemui Cinta.
__ADS_1
"Oh, ternyata kamu belum tahu juga apa masalahnya?" Zayn berkata sangat santai sekali. Pria itu berdiri bersandar pada mobilnya dengan kedua tangan terlipat di dada. Menatap lekat pada Keanu yang sepertinya sangat ingin bertemu dengan Cinta.
"Ada seseorang yang mengirim foto kamu saat menemani Ara di rumah sakit," tutur Zayn kemudian. Suaranya sudah terdengar kalem, tetapi tidak dengan perasaannya yang masih entah dengan adik iparnya itu.
Keanu hanya bisa mengerutkan kening saat mendengarnya.
"Orang itu sepertinya sudah mengenal kamu dan Cinta. Mungkin kalian sudah kenal lama. Dia tahu betul, kalau dulu kamu mantan pacar Ara." Saat mengatakan kalimat terakhirnya, Zayn melengos ke arah lain.
"Dia pasti Reno!" Kedua tangan Keanu mengepal erat. Keanu sangat yakin kalau Reno yang mengirim foto itu.
Zayn menatap Keanu lagi saat Keanu menyebut nama Reno. Pria itu ingat siapa Reno. Sebab mereka pernah bertetangga saat di apartemen dulu, walau antara mereka tidak saling mengenal, hanya sebatas tahu nama.
"Kau punya masalah sama dia?" tanya Zayn mulai penasaran. Seingatnya Reno juga hadir saat Cinta dan Keanu menikah di Yogyakarta. Jika benar Reno yang mengirim foto itu, pasti ada sesuatu dibaliknya.
Keanu menghentak nafasnya kasar.
"Dia menyukai Cinta. Cinta juga tahu itu. Dia tidak pantang menyerah ingin merusak hubungan aku dan Cinta."
Zayn terkesiap mendengarnya. Jadi rumah tangga adiknya itu sekarang sedang diracuni oleh adanya pebinor.
Sebenarnya Zayn sangat berharap apa yang menjadi masalalu antara Ara dan Keanu tidak terendus oleh Cinta. Zayn rasa Keanu juga mengharapkan yang sama sepertinya. Jika benar semua ini terjadi karena kesengajaan oleh seseorang yang ingin merusak rumah tangga adiknya, maka Zayn harus bisa ikut menanganinya. Karena sebenarnya ia tidak ingin rumah tangga Cinta hancur. Apalagi hanya karena adu domba oleh pebinor itu.
Zayn melihat Keanu berdiri agak terhuyung. Membuatnya heran, ada apa dengan Keanu?
Keanu merasakan perutnya mulai mual lagi. Kepalanya berdenyut pusing. Sebisa mungkin agar tetap kuat berdiri, dengan memijiti pelipisnya.
"Kau kenapa?" tanya Zayn.
"Aku sudah sering begini. Aku harap Cinta di dalam baik-baik saja."
"Maksud kamu?"
"Cinta hamil."
"Hah?"
*
__ADS_1