
Keesokan harinya, setelah selesai sarapan Cinta mengemas beberapa barang yang akan ia bawa pulang ke Yogyakarta. Dan Keanu hanya bertugas menjadi penonton saja, menyaksikan sendiri bagaimana semangat dan berbinarnya Cinta setelah nanti usai dari kampus mereka akan langsung meluncur ke kota asal Cinta.
"Nggak ada yang tertinggal? Di cek lagi coba," ucap Keanu setelah mendapati Cinta selesai mengemas barang bawaannya.
"Sudah cukup. Lagian kalau cuma yang kecil-kecil ini aku bisa beli di sana," jawab Cinta sambil menunjuk pada perlengkapan make up nya yang sengaja tidak dibawa juga.
Keanu tersenyum saja. Lalu kemudian pria itu menyeret koper berukuran sedang itu keluar kamar, di susul Cinta yang berjalan di sebelahnya.
"Nggak jadi ngajak Hana juga?" Keanu bertanya lagi, karena sebelumnya Cinta pernah bilang jika ingin mengajak Hana pulang bersama ke Yogyakarta.
Cinta merespon dengan gelengan kepalanya.
"Kata Hana dia mau ngumpulin cuan yang banyak mumpung liburan," jelas Cinta.
Keanu hanya mengangguk kecil. Pria itu sedikit banyak tahu bagaimana kinerja Hana di resto, rajin dan selalu mengambil kesempatan lembur jika memungkinkan untuk Hana mengambilnya.
"Mas, jemputnya jangan telat ya?" kata Cinta mengingatkan. Saat ini mereka berdua sudah duduk tenang dalam mobil.
"Iya, Sayang. Semangat sekali sih." Keanu sampai mengacak gemas pada pucuk kepala Cinta, demi melihat wajah istrinya yang begitu sumringah.
"Iya dong, semangat sekali. Kamu sih nggak tahu gimana rasanya jauh sama ibu. Maksud aku, gimana rasanya jadi orang yang harus ikut suami dan terpaksa harus tinggal jauh sama ibu. Momen seperti ini yang membuat mereka senang, Mas," Cinta mengatakannya dengan semangat empat lima. Bayangan akan tiba di rumah seperti sudah ada di pelupuk mata. Sangat menyenangkan.
Keanu sudah tak bisa merespon apa-apa lagi dengan yang diucapkan Cinta barusan. Setelah ini Keanu berjanji akan selalu meluangkan waktu untuk bisa mengajak Cinta pulang kampung sesering mungkin.
Setelah itu mobil mereka melaju pesat keluar rumah menuju kampus. Hari ini hanya ada satu makul saja, yang pastinya siang nanti mereka berdua siap melajukan perjalanan yang cukup jauh dari Jakarta menuju Yogyakarta.
Sengaja Keanu tidak membawa pak Seto sebagai sopirnya, karena memang pria itu berencana akan mampir-mampir ke tempat wisata selama menuju Yogyakarta, hanya berdua dengan Cinta. Benar-benar akan menjadikan momen ini sebagai quality time mereka berdua, yang akan mereka kenang sebagai kenangan terindah hingga tua kelak.
Usai kelas berakhir Cinta buru-buru keluar dari kelasnya. Wanita itu berjalan dengan langkah cepat menuju suaminya saat ini menunggu.
"Hati-hati, Ta. Titip salam sama bulek Rahayu," ucap Hana sebelum Cinta benar-benar masuk ke mobil suaminya.
"Iya, nanti aku sampaikan sama ibu," sahut Cinta yang kemudian duo bestie itu saling berpelukan, lalu setelah itu Cinta mulai masuk ke mobilnya.
__ADS_1
"Hati-hati di jalan, Bos," Hana turut menyapa Keanu yang sedari tadi duduk dengan tenang di balik kemudinya.
Keanu mengangguk sambil tersenyum kecil. Setelah itu mobil berwarna hitam metalik itu pun akhirnya melesat pergi.
"Dek, nanti kalau capek kita berhenti di hotel," ujar Keanu saat mereka berdua sudah dalam perjalanan.
"Hotel?"
Keanu mengangguk singkat. Tetapi Cinta menyorot tajam pada suaminya yang terkesan biasa saja setelah mengatakan itu.
"Kenapa, Dek?" tanya Keanu menyadari istrinya itu menatapnya tak seperti biasanya.
"Aku tahu akal bulusmu!" sungut Cinta yang hanya di tanggapi kekehan kecil oleh Keanu.
"Ya kali, Dek, kalau aku capek cuma menepi di pinggir jalan. Setidaknya aku butuh rebahan di tempat yang nyaman sambil mimik susu," seloroh Keanu dengan lirikannya yang mengerling meresahkan.
"Iiih..... Dasar!" Saking gemasnya Cinta sampai mengepalkan tangannya menimpuk lengan Keanu.
"Loh, Dek, jangan becanda aku lagi nyetir," balas Keanu merasa terusik dengan tingkah Cinta.
Dan Keanu lagi-lagi terkekeh kecil, merasa lucu melihat reaksi Cinta yang begitu. Tidak ada yang salah kan jika merasa lelah di isi tenaga dengan sesuatu yang menyenangkan? Mungkin perjalanan mereka akan sangat lambat dari biasanya, tetapi kabar mereka yang sedang pulang kampung itu sudah sampai ke telinga ibu Rahayu dan ibu Ratih, dan soal akan mampir-mampir itu kedua ibu itu juga sudah tahu dari Keanu.
Baru separuh perjalanan Keanu mulai menepikan mobilnya pada sebuah basement hotel yang sebelumnya sudah ia searching info hotel itu dari Google. Dilihatnya Cinta sedang terlelap dengan nyaman. Pria itu sengaja turun lebih dulu tanpa membangunkan Cinta. Setelah selesai booking satu kamar di hotel itu, barulah Keanu kembali ke mobilnya berniat akan membangunkan Cinta.
Wanita itu masih dengan posisi yang sama sebelum Keanu pergi tadi. Seperti biasa, rasanya tidak afdol jika tidak merusuh ketika akan membangunkan Cinta. Pria itu dengan santainya mencumbu bibir Cinta, hingga sampai istrinya itu benar-benar terbangun karena ulahnya.
"Mas!" Cinta yang kaget langsung menepuk pada bahu Keanu.
"Rasanya manis, Dek," ucap Keanu sambil tersenyum maksimal.
"Apaan sih!" Wajah Cinta mendadak merona, merasa malu dengan ungkapan Keanu yang menurutnya sebuah kalimat majas.
"Ini di mana, Mas?" Cinta mulai celingukan ke arah luar mobil.
__ADS_1
"Hotel," sahut Keanu singkat dan jelas.
Cinta melongo di tempat.
"Ayuk turun, kita belum sholat ashar," ajak Keanu sambil bersiap akan membuka pintu mobilnya.
"Kalau cuma sholat kan bisa di masjid, Mas, ngapain berhenti di hotel?" ucap Cinta yang kemudian Keanu mengurungkan diri keluar dari mobilnya.
"Seperti aku bilang tadi," jawab Keanu.
Tetapi tatapan mata Cinta mendadak awas.
"Di sini kita bisa banyak melakukan hal. Sholat bisa, tiduran dengan tenang bisa, makan minum nggak perlu bingung cari, pokoknya paket komplit di tambah plus-plus."
Cinta semakin memicingkan matanya mendengar kalimat terakhir suaminya itu.
"Kenapa, Dek? Tetap diem di sini, aku gigit di sini mau?" Keanu mencondongkan wajahnya kepada Cinta saat mengatakan itu.
"Mas! Mas! Jangan ngadi-ngadi deh!" Cinta memperingatkan sebelum suaminya itu kebablasan. Apalagi saat ini mereka masih berada dalam mobil.
Keanu tersenyum menyeringai. Setelah itu pria itu turun lebih dulu dari mobilnya, tetapi Cinta masih terdiam di tempatnya. Pikiran wanita itu mendadak gamang, tentang sesuatu yang mungkin lupa ia bawa.
"Astaga!" gumam Cinta merasa panik luar biasa.
Wanita itu terus mengobrak-abrik isi tas kecilnya, terus mencari sesuatu yang selama ini sudah biasa ia gunakan. Yang hasilnya tetap nihil.
"Sayang," Keanu sampai menginterupsi Cinta dari luar mobilnya.
"Eh, iya, Mas." Akhirnya Cinta keluar juga dari mobilnya dengan ekspresi wajah yang kentara gelisah.
"Kenapa, Dek?" tanya Keanu penasaran.
"Aku ketinggalan pil KB ku, Mas. Bagaimana kalau kamu minta jatah setelah ini?" Tentu itu hanya suara hati Cinta yang berbicara.
__ADS_1
*