
"Hei, kalian. Sudah berhenti," Tiba-tiba Ara datang menegur Keanu dan Ziyyan yang masih asyik bergurau sampai guling-guling di lantai.
Keanu dan Ziyyan sama-sama menoleh kepada Ara. Deru nafas mereka sama-sama ngos-ngosan.
"Ziyyan, ayo mandi. Kita harus siap-siap. Biar saja om Keanu tetap kayak gitu," ucap Ara.
"Om Ken, lanjut nanti ya?" Bocil itu malah membuat kesepakatan melanjutkan permainan serunya nanti.
"Siap!" Keanu mengacungkan kedua jempolnya setuju.
Lalu Ziyyan berdiri dan mendekati bundanya.
"Ken, acaranya sudah dua jam lagi. Kamu malah bikin rusuh ngacak-ngacakin tempat," omel Ara kepada Keanu.
Yang di tegur malah cengegesan mirip orang tidak bersalah. Matanya mulai celingukan mencari keberadaan Cinta yang sudah tidak nampak di ruangan itu.
"Cinta mana, Ra?" tanyanya kepada Ara.
"Mana aku tahu," jawabnya agak sewot. Meski begitu sebenarnya hubungan keduanya itu baik.
"Ayo Ziyyan," ajak Ara, kemudian sambil bergandengan tangan Ara dan Ziyyan pergi dari tempat itu.
Keanu juga langsung beranjak menuju kamarnya. Dan rupanya Cinta sedang ada di kamarnya. Terlihat wanita itu sedang membuka resleting belakang pada bajunya, tetapi seperti kesulitan sehingga Keanu segera berinisiatif membantunya.
"Terimakasih, Sayangku," ucap Cinta begitu resleting pakaiannya terbuka sempurna.
"Sama-sama," sahut Keanu dengan memberi satu kecupan nakal di bahu polos Cinta.
"Mas, jangan merusuh. Aku mau mandi," ucap Cinta sedikit menggeliatkan tubuhnya efek geli di ciumi begitu oleh Keanu.
"Cium doang. Tapi kalau mau lebih ayo? Masih ada waktu yang cukup kok," balas Keanu dan mengulangi perbuatannya yang lebih seduktif. Tangannya mulai nakal menarik tali beha dari tubuh Cinta.
"Mas, jangan ngadi-ngadi deh! Di luar banyak orang. Kamu malah mau mesum," tolak Cinta sesuai dengan sikon yang ada.
"Kalau sama istri bukan mesum, Dek. Namanya mencari pahala dengan ibadah yang mengenakkan."
Tangan Keanu sudah berhasil melepas pengait beha Cinta. Seketika sorot mata itu berbinar lapar. Melihat pemandangan gunung kembar yang semakin montok padat, membuatnya tidak tahan untuk tidak mencicipinya walau sebentar.
__ADS_1
"Ah... Mas!" Dessah Cinta setelah suaminya mengulum titik coklat miliknya.
Keanu tetap asyik dengan permainannya. Satu tangannya mulai meremmas bagian gunung kembar lainnya. Ukurannya sudah melebihi dari genggaman tangannya. Seperti overload.
"Ini masih belum keluar ASInya kan?" tanya Keanu setelah selesai cosplay jadi dedek bayi.
Cinta hanya menggeleng. Rona wajahnya sudah bersemu. R@ngsang4n yang diberikan Keanu telah mampu memancing libidonya.
Keanu yang melihat jelas kode itu, mulai tersenyum nakal. Maklum saja selama Cinta hamil dalam trimester pertama kemarin, mereka hanya berhubungan badan bisa di hitung jari. Kondisi Cinta yang sering lemah, yang terkadang bergantian Keanu yang lemah, membuat keduanya sering libur mengunjungi dedeknya. Dan sekarang adalah perdana dalam kehamilan empat bulan Cinta. Yang awalnya hanya iseng merusuh, ternyata dapat sambutan baik dari Cinta yang juga merasa rindu dengan belaiannya.
"Boleh ya, Dek?" tanya Keanu penuh harap. Tubuhnya sudah menghimpit tubuh Cinta hingga mentok di dinding.
"Tapi--"
"Janji nggak lama mainnya. Cuma ngintip doang. Aku tahu setelah ini masih ada acara." Suara Keanu sudah semakin berat. Hassrat di tubuhnya sudah membumbung tinggi.
Belum sempat Cinta menyahut, Keanu sudah menyerang bibir Cinta dengan ciumannya yang menuntut. Cinta yang merasakan rindu yang teramat, menyambut liar pagutan suaminya itu. Dan akhirnya keduanya kembali menyatu. Berbagi peluh kenikmatan.
"Rasanya kok males ya mau keluar kamar," ucap Keanu. Saat ini mereka sedang berbaring berpelukan di kasurnya dengan tubuh sama-sama polos, hanya dibalut selimut sebatas dada.
"Sama. Aku juga males, Mas." Cinta menyahut hal yang sama dirasakan.
"Nggak! Aku nggak capek, tapi nikmat," sahut Cinta langsung menyembunyikan wajahnya pada dada Keanu karena malu telah mengungkapkan apa yang dirasakannya.
Keanu langsung menyeringai tipis mendengarnya. Memang permainan mereka barusan terbilang mode kalem. Biar pelan yang penting nikmat.
Kemudian Keanu mengecup pucuk kepala Cinta dengan penuh sayang.
"Terimakasih ya, Dek, sudah mau susah mengandung anakku," ucap Keanu sambil mengelus perut Cinta.
Sangat sulit dilupakan bagaimana perjuangan Cinta saat awal-awal mengandung. Mual muntah seperti sudah menjadi bagian hidupnya setiap saat. Belum lagi kalau sudah ngidam yang aneh-aneh. Ah, rasanya MasyaAllah sekali.
"Aku juga terimakasih, Mas. Kamu telah memilihku sebagai ibu dari anak-anakmu. Rasanya aku masih tidak percaya kalau sebentar lagi aku benar-benar akan menjadi ibu. Tuhan tidak tanggung-tanggung memberi kita amanat, langsung dua sekaligus," balas Cinta.
"Mas, mereka bergerak lagi. Sepertinya mereka mendengar kita, Mas," pekik Cinta kegirangan setelah perutnya kembali merasakan ada semacam getaran kecil.
Keanu langsung menyingkap selimut yang menghalangi perut Cinta. Kembali menempelkan telinganya di sana.
__ADS_1
"Mana, kok nggak ada apa-apa?" tanyanya agak kecewa. Tiap kali ia ingin tahu seperti apa pergerakan itu, sepertinya babby twins mereka malu dengan ayahnya.
"Ini masih empat bulan, Mas. Mungkin hanya aku yang bisa merasakan. Tapi nanti setelah lima bulan mungkin kamu bisa lihat gerakannya," ucap Cinta mencoba menenangkan Keanu yang sudah berwajah sendu.
"Mereka bergerak setelah aku tengok. Apa mereka harus aku tengok lagi biar mereka mau bergerak lagi?" kata Keanu mulai ngadi-ngadi lagi.
Cinta langsung mencapit gemas hidung mancung Keanu.
"Jangan mulai deh! Dikasih jatah malah minta nambah."
"Tapi nikmat kan, Dek? Kamu aja terang-terangan bilang tadi."
"Turun, Mas, mandi!" kata Cinta sambil kemudian beranjak dari kasurnya untuk segera mandi hadas besar.
"Mandi bareng yuk?" Tiba-tiba Keanu mengangkat tubuh Cinta dalam gendongannya, membawanya masuk ke kamar mandi.
"Mas, aku mau turun!" pekik Cinta meminta diturunkan.
"Diem, Dek, jangan gerak-gerak begini. Tubuh kamu sudah lumayan berat," seru Keanu, menyadari perubahan tubuh Cinta yang semakin berisi.
"Biarin! Berat juga itu kan karena ulah kamu!"
Lalu Keanu menurunkan tubuh Cinta dengan pelan. Keduanya lekas mengguyur tubuhnya. Sesekali saling menggosok punggung. Begitu selesai, keduanya lekas keluar dari kamar mandi. Dan segera bersiap-siap karena acara pengajian tasyakuran itu akan dilaksanakan setelah ashar.
Usai menunaikan sholat ashar berjamaah, Cinta dan Keanu keluar dari kamarnya dengan setelan baju muslim couple yang mereka pakai. Wajah keduanya sangat berseri.
"Ini dia mereka!" celetuk ibu Ratih melihat anak dan menantunya baru keluar kamar, padahal sudah banyak tamu undangan yang datang dan menanyai keberadaan mereka dari tadi.
"Ee... Masih anu tadi, Ma," sahut Keanu kehabisan ide untuk menjawabnya.
"Anu! Anu! Kamu pikir mama tidak paham apa?"
Ibu Ratih tahu betul mengapa mereka lama berada di kamar. Rambut Keanu nampak sedikit basah. Dan lagi ada setitik tanda kissmark yang nampak di leher Cinta. Membuatnya geleng-geleng kepala sendiri melihat kelakuan Keanu yang masih Sempat-sempatnya begituan di saat orang rumah sedang riweh menggelar acara tasyakuran. Dan konyolnya malah meninggalkan jejak kecil di leher Cinta.
"Lain kali tahu sikon," bisik ibu Ratih kepada Keanu. Rasanya gemmmaaaas sekali.
Keanu hanya menyeringai. Dan Cinta menundukkan wajahnya kepalang malu ketahuan oleh mama mertuanya.
__ADS_1
"Oh ya, Ken, kamu tidak undang Reno?" tanya ibu Ratih tiba-tiba.
*