
Ciuman yang hanya saling menempel itu berhasil membuat Cinta mematung di tempat. Degup jantungnya seakan terhenti saat itu juga, sama sekali tidak menduga jika Keanu akan menciumnya. Otaknya pun kembali loading ke perkataannya yang mungkin membuat pria itu salah paham. Padahal maksud dari kata boleh itu adalah meminta ijin keluar, bukan sedang meminta jatah.
Keanu menarik badannya yang semula mengungkung tubuh Cinta. Sebelumya netra itu bertautan cukup dalam. Pria itu pun tidak mengira bisa senekat begini kepada Cinta. Walau sebenarnya melakukan yang lebih pun tidak apa-apa bagi mereka, akan tetapi tetap harus di kendalikan karena setahu Keanu gadis itu masih berhalangan.
"Masih maksa main di luar, aku akan lakukan lebih dari ini," ucap Keanu sok mengancam. Padahal hanya gertakan saja.
Cinta masih tak berubah dengan posisinya. Masih tertegun tak percaya. Setelah sempat di rawat di rumah sakit kemarin Keanu banyak berubah kepadanya. Jangan-jangan otaknya memang ada yang geser setelah di pukuli Reno kemarin menurut Cinta.
Hingga sampai Keanu masuk ke kamar mandi, Cinta masih terpaku di tempat. Perlahan gadis itu menyentuh bibirnya, masih tidak percaya dengan apa yang terjadi barusan. Ciuman itu adalah kali kedua Keanu lakukan kepadanya, setelah dahulu pria itu juga yang mengambil ciuman pertama gadis itu. Apakah dengan kejadian ini Keanu sudah mau menerima keberadaannya sebagai seorang istri yang sesungguhnya? Tetapi kenapa hati kecilnya mendadak ragu akan perubahan sikap Keanu itu?
Sepintas ucapan terakhir Keanu barusan kembali terngiang. Sejujurnya ia tidak takut dengan ancaman dari suaminya itu, karena memang sudah sewajarnya mereka mau melakukan yang lebih sekalipun. Mereka telah terikat pernikahan, yang selalu halal untuk di sentuh kapan pun. Berbeda dengan ikatan sebatas pacaran, yang harus mewanti-wanti ancaman Keanu barusan.
Lalu Cinta bangun dan duduk di kasur itu. Tangannya sibuk menulis pesan di hapenya kepada Hana, meminta maaf karena tidak bisa keluar hari ini.
Tetapi Hana yang tidak percaya dengan alasan yang Cinta berikan, malah balik menelponnya.
"Ah, nggak asyik kau! Kamu yang merengek-rengek minta keluar tadi, malah main batalin. Mana aku sudah siap otw nih," gerutu Hana karena posisinya saat ini sedang bersiap menyalakan motornya tetapi keburu mendapat telpon dari Cinta.
"Iya, maaf, Na. Tiba-tiba perutku sakit. Beneran aku nggak alasan," dusta Cinta. Suaranya pun di buat lemah agar sahabatnya itu percaya dengan aktingnya.
"Ya udah, aku main ke apartemen kamu aja," sahut Hana kemudian.
"Mampus!" rutuk Cinta dalam batin.
Sahabatnya itu sampai sekarang memang belum tahu kalau dirinya sudah menikah. Andai pernikahannya dengan Keanu berjalan mulus seperti pernikahan biasanya, mungkin Cinta tidak akan segan membagi kebahagiannya itu kepada Hana. Berhubung nasib cintanya seperti ini, maka Cinta memilih merahasiakan saja pernikahannya itu kepada Hana.
"Jangan, Na. Aku nggak ada di apartemen. Ee... aku lagi di luar beli-- obat. Ya, beli obat," seru Cinta berbohong lagi.
Hana terdiam. Tetapi sebenarnya ia agak curiga, cuma bisa jadi itu benar.
"Sorry ya, Na, besok-besok aku pasti ganti. Eh, maksudku kita keluarnya besok-besok, aku yang traktir," ujar Cinta.
"Beneran nih kamu yang traktir?"
"Iya. Udah dulu ya..."
__ADS_1
Lalu Cinta segera menyudahi telponnya karena mendengar pintu kamar mandi berderit terbuka.
Gadis itu memilih membuang muka ketika melihat Keanu kembali berada di sekitarnya. Ia melihat pria itu sedang menggelar sajadahnya untuk menunaikan kewajiban empat rakaatnya sore ini.
"Astaghfirullah!" Tiba-tiba Cinta kaget sambil menepuk keningnya sendiri.
Keanu spontan menoleh melihat Cinta yang terkaget-kaget sendiri.
Gadis itu teringat jika dirinya sudah bersih barusan. Ia pun juga belum menunaikan sholat ashar itu karena sebelumnya berencana akan sholat di luar bersama Hana.
"Mas, tunggu!" ucap Cinta saat suaminya itu sudah bersiap mengangkat tangan memulai ibadahnya.
"Tunggu sebentar. Aku mau sholat bareng kamu," ucapnya yang kemudian langsung melipir ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Keanu mengurungkan sejenak sholatnya, menunggu Cinta dengan sabar. Hingga kemudian Cinta selesai mengambil wudhu itu dan ikut menggelar sajadah di belakang Keanu.
"Kamu sudah bersih?" tanya Keanu serius sambil memperhatikan Cinta yang sedang mengenakan kain sholatnya.
Cinta hanya mengangguk singkat.
Cinta tak menyahut apa-apa. Karena ia pun merasa salah dengan perbuatannya yang lalai dengan kewajibannya yang semestinya di dahulukan.
"Jangan di ulangi lagi, Ta," ucap Keanu lagi.
"Iya, Mas," sahut Cinta dengan wajahnya yang tertunduk.
Setelah itu kemudian Keanu segera memimpin sholatnya dengan khusyuk.
Selepas menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim, Cinta memilih menyibukkan diri dengan tugas kampusnya, sedangkan Keanu juga mengontrol pekerjaannya melalui laptopnya. Semua sama-sama sibuk hingga sampai masuk waktu maghrib mereka mengakhiri kegiatannya masing-masing.
Dan lagi, mereka melaksanakan sholat maghrib dengan bersama-sama.
Ibu Ratih yang sesorean ini tidak melihat Keanu dan Cinta keluar kamar mendadak kepikiran. Sebenarnya ibu Ratih ingin menyusul ke kamar mereka, sekedar mengecek apakah mereka baik-baik saja. Tetapi teringat dengan balada lingerie siang tadi, tentu membuat perasaan ibu Ratih mengurungkan niatnya.
Hingga sampai waktu makan malam tiba, ibu Ratih tidak memanggil Keanu dan Cinta ikut bergabung. Wanita itu sengaja makan malam sendiri dengan pikirannya yang begitu sumringah. Setiap saat ibu Ratih selalu mendoakan semoga Keanu dan Cinta bisa menjadi pasangan yang harmonis, berjodoh dunia akhirat. Dengan melihat keduanya betah mengurung di kamar seperti itu membuat ibu Ratih berpikiran jika mereka sedang bersenang-senang.
__ADS_1
Padahal yang sebenarnya terjadi, Keanu dan Cinta terlalu sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Cinta yang terlanjur bersemangat mengerjakan tugas kampusnya hingga lupa dengan waktu. Keanu pun demikian. Masalah yang terjadi di restoran, yang berkaitan dengan isu yang di sebar oleh Putri kepada Cinta, itulah yang membuat pria itu juga lupa dengan waktu.
Tepat saat jam menunjukkan hampir pukul sembilan malam, barulah Cinta menyudahi kegiatannya dengan full senyum karena tugas kampusnya selesai sesuai harapan.
"Aah.... Alhamdlillah. Akhirnya beres juga," ucap Cinta sambil merentangkan kedua tangannya, menggeliatkan badannya yang cukup pegal karena sedari tadi hanya duduk terlalu fokus dengan tugas kampusnya.
Keanu yang melihat Cinta selesai dengan tugasnya, ikutan menyelesaikan pekerjaannya. Pria itu mendekat kepada Cinta yang masih betah duduk di lantai dekat sofa.
"Nggak lapar?" tanyanya singkat.
"Sudah dari tadi sebenarnya," jawab Cinta sambil mengusap perutnya yang terasa keroncongan.
"Aku sebenarnya juga sudah lapar dari tadi, tapi nungguin kamu," ucap Keanu yang spontan membuat Cinta melongo heran.
Tumben?
"Ayo!" ajak Keanu, tetapi kemudian beranjak begitu saja.
"Cinta," panggil Keanu sekali lagi karena melihat Cinta masih belum beranjak.
Kemudian gadis itu pun ikut beranjak, dan Keanu menunggunya.
"Kayaknya makan di luar enak deh," celetuk Cinta saat mereka menuruni anak tangga menuju lantai dasar. Membayangkan makan nasi goreng di lapaknya malam-malam begini rasanya akan lebih nikmat.
"Ayo," jawab Keanu singkat.
Cinta menoleh tak paham.
"Ayo apaan?"
"Katanya mau makan di luar," seru Keanu datar, tetapi berhasil membuat gadis itu tersenyum riang.
"Serius, Mas?" Cinta langsung meraih tangan Keanu. Mengaitkannya di lengan pria itu.
Keanu tak menyahut, tetapi pergerakan kakinya menuntun langkah itu keluar dari rumahnya.
__ADS_1
*