
Cinta terdiam saat mendengar Keanu mengatakan kalau sudah tahu tentang Cinta yang menggunakan KB. Wanita itu berhasil dibuat berdegup takut, saat melihat sorot dingin yang dipancarkan suaminya.
Melihat Cinta yang hanya diam, akhirnya Keanu memilih keluar dari kamar mandi itu tanpa berkata apapun. Jangan tanya bagaimana perasaannya sekarang, sudah pasti bercampur aduk. Mau marah, tapi tidak tega. Karena memang hal itu sudah lewat jika memang ia harus marah. Lalu pria itu pun memilih duduk di sofa kamar. Tetap berusaha bersabar. Siapa tahu setelah ini Cinta mau menjelaskan perihal pil KB itu.
Sedangkan Cinta rasanya sudah tidak kuat untuk berdiri. Kepalanya yang mendadak merasa pusing, membuatnya duduk begitu saja di lantai kamar mandi. Sejujurnya wanita itu takut untuk keluar dari sana. Ia masih berpikir untuk menjelaskan kepada suaminya.
Keanu yang menunggu Cinta tak kunjung keluar dari kamar mandi mulai cemas. Mengingat kondisinya yang sebelumnya tidak baik-baik saja, maka dengan perasaan yang masih entah ia pun beranjak untuk mengecek kondisi Cinta di dalam sana.
Perlahan pria itu memutar handle pintu kamar mandi, dan begitu terkejutnya ia setelah melihat Cinta yang duduk bersimpuh di lantai kamar mandi dengan wajah yang di tekuk di antara lututnya.
"Dek!" Keanu berhambur mendekati Cinta. Pria itu ikut duduk di lantai, sambil menyentuh lengan Cinta.
Betapa kagetnya Keanu saat tangannya merasakan kulit Cinta sedikit hangat.
"Dek, kamu sakit?" tanya Keanu khawatir sekali.
Cinta tak jua mengangkat wajahnya. Sebenarnya ia mendengar seruan suaminya itu, cuma ia terlalu takut untuk menatap wajah suaminya yang masih bisa baik dengan dirinya yang sudah pasti mengecewakannya.
Keanu bersiap akan mengangkat tubuh Cinta, bermaksud ingin memindahnya ke kasur. Tetapi kemudian Cinta mendongakkan kepalanya. Matanya sudah sembab.
"Mas," sapa Cinta dengan isakan tangisnya yang menetes lagi.
Keanu terdiam, tetapi tatapan matanya begitu lekat menatap Cinta.
"Maaf," ucap Cinta dengan lemah.
"Aku minta maaf," kata Cinta lagi.
Keanu menghentak nafasnya dengan kasar. Wajahnya langsung ia palingkan ke samping. Bukan karena tak sudi menatap Cinta, tetapi hatinya sangat tidak tega melihat wajah Cinta yang seperti itu. Pria itu tidak menanggapi permintaan maaf Cinta, karena yang lebih ia khawatirkan sekarang adalah kondisi Cinta.
"Ayo pindah ke kasur, Dek," kata Keanu yang kemudian menarik tangan Cinta, membantunya untuk berdiri.
Saat ini Cinta sudah berdiri di tempat. Tetapi seketika tubuh wanita itu sedikit oleng, membuat Keanu langsung mengangkat tubuh Cinta dalam dekapannya.
Keanu merebahkan tubuh Cinta di kasur dengan sangat pelan. Tak lupa ia juga menyelimuti tubuh Cinta hingga sebatas dada.
__ADS_1
"Tidurlah, aku akan telpon dokter," kata Keanu.
Cinta langsung menarik lengan Keanu saat akan beranjak. Kepalanya menggeleng, pertanda Cinta tidak setuju.
Keanu menatap heran kepada Cinta. Lalu ia pun duduk kembali di samping Cinta.
"Kenapa kamu sangat takut aku panggilkan dokter?" tanya Keanu. Sejujurnya pria itu sudah tambah gemas dengan sikap Cinta yang keras kepala. Tak mau menurut, padahal dirinya sudah cemas luar biasa.
"Aku minta maaf, Mas," kata Cinta lagi. Karena suaminya itu belum kunjung menjawab permintaan maafnya.
"Aku sudah mengecewakan kamu. Aku bukannya tidak mau mengandung anak kamu, tapi--"
"Tapi apa?" kata Keanu pada akhirnya. Penjelasan itu yang selama ini ditunggu-tunggu olehnya.
"Aku tidak siap," kata Cinta dengan suaranya yang masih lemah.
"Kamu meragukan aku? Atau kamu tidak percaya denganku?"
Cinta memilih diam. Awalnya memang seperti itu yang dirasakan Cinta kepada Keanu. Tetapi semakin ke sini keraguan itu perlahan sirna. Setelah suaminya itu membuktikan bahwa ia benar-benar mencintainya.
"Awalnya aku memang ragu dengan perasaan kamu, Mas. Makanya aku diam-diam minum itu. Aku takut suatu saat aku mengandung, tapi kamu tetap tidak mencintaiku."
Keanu terkesiap mendengar pengakuan Cinta. Ia pun juga tidak bisa menyalahkan perbuatan Cinta itu. Karena memang dirinya lah yang menjadi pemicunya. Tetapi sekarang ini perasaan yang dirasakannya adalah benar-benar mencintai Cinta. Jadi apakah Cinta masih tidak percaya dengan rasa cintanya itu?
"Aku tidak akan mengulanginya lagi, Mas. Asal kamu mau berjanji untuk selalu mencintaiku sampai kapan pun."
Keanu semakin melekatkan tatapannya. Ia sangat tahu kalau rasa cinta istrinya itu sudah tidak perlu dikhawatirkan. Jadi semua ini terjadi memang karena dirinya sendiri. Yang sebelumnya terlalu dingin memperlakukan Cinta.
Cinta beranjak duduk dari tempatnya. Setelah itu tanpa ragu Cinta memeluk tubuh Keanu dengan erat. Ucapan permintaan maafnya selalu ia ulang, hingga akhirnya Keanu menganggukkan kepala pertanda ia telah memaafkannya.
"Aku juga minta maaf, Dek. Aku juga sudah banyak salah kepadamu. Mari kita mulai dari awal. Saling jujur dan saling terbuka. Demi keutuhan rumah tangga kita. Karena aku ingin hidup bersama kamu, anak-anak kita kelak, sampai ajal yang memisahkan."
"Terimakasih, Mas. Terimakasih sudah mau memaafkanku," kata Cinta masih dalam dekapan Keanu.
Mereka berdua terus saja saling berpelukan. Rasanya sudah menjelma menjadi orang baru. Yang sudah membuang kesalahan yang pernah mereka lakukan itu.
__ADS_1
Semakin lama mereka berpelukan, membuat Cinta merasa sedikit lebih nyaman dari kondisinya yang sebelumnya kurang baik. Tetapi Keanu kemudian melepas pelukannya, karena merasakan suhu tubuh Cinta yang masih terasa hangat.
"Aku tidak mau ke dokter," kata Cinta langsung mengerti pergerakan Keanu yang beranjak mengambil ponselnya.
"Kenapa sih, Dek? Kamu kok ngeyel sekali! Sudah tahu sakit begini, masih aja suka bikin aku cemas."
"Aku cuma demam biasa. Minum paracetamol entar udah sembuh."
Demi menghindari percekcokan karena Cinta tetap kekeh dengan keputusannya, akhirnya dengan berat hati Keanu tidak jadi menghubungi dokter. Lalu pria itu pun beranjak untuk mengambilkan Cinta obat pereda demam. Setelah selesai di ambil, ia kemudian menyerahkannya kepada Cinta.
"Aku nggak suka baunya," kata Cinta saat pil itu akan masuk ke mulutnya.
"Baunya pil memang seperti ini. Memang mau bau seperti apa?" kata Keanu, terus berusaha membujuk Cinta agar mau menelan obatnya.
Cinta tetap menggeleng menolak. Bahkan mulutnya sengaja ia bungkam dengan kedua telapak tangannya.
"Sayang, kamu maunya apa? Periksa nggak mau, minum obat nggak mau. Apa mau tetap begini, sakit terus gitu?"
"Kamu kok marah?" Cinta mendadak sensi. Ia memilih berbaring lagi. Tetapi kali ini posisinya memunggungi keberadaan Keanu.
Melihat itu, Keanu meletakkan obat itu di atas nakas. Ia dibuat bingung sendiri dengan sikap Cinta yang banyak berubahnya. Memang selama menikah baru kali ini Keanu melihat Cinta sakit. Apa selama ini kalau Cinta sakit seperti ini? Mungkin akan lebih baik jika ia cari tahu tentang itu kepada ibu Rahayu. Biar bisa tahu bagaimana caranya menghadapi Cinta jika sedang sakit.
"Mau ke mana, Mas?" tanya Cinta, setelah merasakan suaminya beranjak dari tempatnya.
"Mau ke bawah bentar," kata Keanu alasan saja.
"Jangan pergi. Temani aku tidur. Aku pingin dipeluk kamu," kata Cinta yang membuat Keanu tercengang seketika.
"Apa kalau sakit biasa minta dipeluk?" batinnya menerka-nerka sendiri.
Walau Cinta masih betah memunggungi nya, tetapi kemudian Keanu menuruti permintaan Cinta. Pria itu berbaring tepat di belakang Cinta. Lalu kemudian membawa tubuh Cinta masuk ke dalam pelukannya.
"Dek, kamu kalau sakit sudah biasa seperti ini sama ibu? Minta di peluk gitu?" tanya Keanu.
Tetapi Cinta tidak menyahut apa-apa, karena wanita itu sudah terbuai dalam lelap tidurnya.
__ADS_1
*