Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Eps 94


__ADS_3

Saat Cinta dan Keanu masuk ke rumah, menu sarapan pagi sudah tertata di meja makan.


"Mm... Aku mau mandi dulu, Buk. Gerah banget," ucap Keanu saat ibu Rahayu mengajaknya untuk sarapan.


Ibu Rahayu mengangguk paham. Dan kemudian Keanu dan Cinta masuk ke kamarnya. Segera pria itu melepas kaosnya yang sedikit basah karena keringatnya, begitu sudah tiba di kamarnya. Cinta mengambilnya, berencana akan meletakkannya ke keranjang baju kotor.


"Dek," sapa Keanu tiba-tiba.


Cinta menoleh.


Keanu berjalan mendekat kepada Cinta. Sejenak pria itu menatap lekat pada netra istrinya.


"Kamu habis nangis?" tanyanya to the point.


"Eh, enggak!" Cinta jadi gelagapan dibuatnya.


Kemudian tangan pria itu menangkup pipi Cinta. Memandangnya lagi dalam-dalam.


"Beneran?" tanyanya masih tak percaya.


Pria itu tadi saat disambut kedatangannya oleh Cinta sempat melihat mata istrinya itu agak merah. Tetapi mungkin hanya dugaannya saja. Bisa jadi karena kelilipan saja menurutnya.


Sedangkan Cinta mengulaskan senyumnya seimut mungkin. Jangan sampai suaminya itu bertambah curiga kalau dirinya sempat mau menangis tadi.


"Duh, manis banget sih nyonya Keanu. Pingin aku gigit deh," celetuknya merasa gemas melihat senyum manis Cinta.


Kemudian tanpa permisi Keanu mengecup bibir Cinta. Awalnya hanya sekedar menempel, yang kemudian berangsur menjadi lumattan yang semakin dalam.


"Mas!" Cinta mendorong dada polos Keanu disaat merasa kehabisan nafas.


Keanu tersenyum menyeringai. Akan tetapi pria itu melanjutkan lagi kegiatannya. Merasa sangat candu. Mellumat dan menyesap bibir ranum itu dengan lapar.


Dan akhirnya pria itu mengakhiri permainannya saat Cinta dengan sengaja menggigit kecil bibir bawahnya.


"Auw!" desisnya sambil menyentuh bibir bekas gigitan Cinta.


Giliran Cinta yang menyeringai puas.


"Syukurin!" umpat nya dengan terkekeh kecil.


"Dek, kalau sariawan harus tanggungjawab loh?" kata Keanu masih sambil menekan-nekan bibirnya yang terasa berdenyut.

__ADS_1


"Siapa suruh bikin rusuh pagi-pagi," balas Cinta yang kemudian wanita itu beranjak ke kaca rias untuk berkaca. Merapikan tampilan rambutnya yang sedikit acakan karena ulah nakal suaminya.


Keanu mengikuti Cinta pergi. Pria itu berdiri bersejajar dengan Cinta, ikut bercermin juga.


"Udah sana, katanya mau mandi," kata Cinta lagi.


Bukannya beranjak, pria itu malah memeluk Cinta dengan erat.


"Mas, kita sedang ditunggu ibu sama mama di luar. Ayolah... Apa nggak kasihan mereka," ucap Cinta.


"Iya aku tahu. Tunggu bentar, Dek, aku lagi kangen pingin meluk kamu," balas Keanu yang masih tak mau melepas pelukannya.


"Hem, lebay! Tiap hari juga meluk aku, bilang kangen."


Setelah itu Keanu melepas pelukannya.


"Dek, mandi bareng yuk?" ajaknya tiba-tiba. Tangannya menarik pergelangan tangan Cinta, menuntunnya melangkah ke kamar mandi.


"Mas, jangan ngadi-ngadi deh. Buruan mandi! Atau aku tinggal makan ya? Mana perutku sudah lumayan keroncongan nih," sungut Cinta sambil mengusap-usap perutnya yang memang terasa lapar.


Keanu hanya menyeringai mendengarnya. Kemudian pria itu membungkuk, dan seketika ikut mengusap perut Cinta.


Lalu tanpa ragu pria itu juga mencium perut rata Cinta, seolah-olah sedang menyapa bayinya dalam perut istrinya itu.


"Mas," ucap Cinta, membuat pria itu berdiri dengan tegak lagi.


"Hehe... Latihan lagi nyapa calon anak, Dek," katanya yang kemudian langsung melesat masuk ke kamar mandi.


Cinta masih tercenung di tempat, meski suaminya itu sudah terdengar mengguyur badannya di dalam sana. Pikiran wanita itu terus saja galau, jika di hadapkan dengan sikap suaminya yang begini. Entahlah, padahal dulu ia sangat sangat mencintai Keanu, bahkan sempat menandakan dalam hati jika Keanu lah cinta pertama dan terakhirnya. Akan tetapi belakangan ini perasaan itu seperti meragu saja. Tak lagi kokoh seperti yang pernah di rasa sebelumnya.


Puas termenung seorang diri akhirnya Cinta memilih keluar dari kamarnya untuk menemui ibu dan mama mertua nya. Di sana terlihat dua ibu itu sedang duduk sambil mengobrol kecil di ruang makan.


"Keanu mana, Ta?" tanya ibu Ratih, melihat Cinta yang hanya keluar sendiri.


"Masih belum selesai mandi, Ma," jawabnya.


Lalu Cinta ikut duduk di kursi makan itu, sembari menunggu suaminya ikut gabung sarapan bersama. Untuk mengisi waktu menunggu mereka bertiga kembali mengobrol random.


"Ta, apa kamu nggak nyoba promil?" tanya ibu Ratih tiba-tiba.


Cinta tertegun mendengarnya. "Kenapa mama tiba-tiba tanya seperti itu?" batinnya resah.

__ADS_1


"Aku rasa itu terlalu dini, Jeng. Mereka menikah belum ada dua bulan. Siapa tahu bulan depan sudah isi." Ibu Rahayu ikut bicara, ikut menengahi obrolan yang akan membuat Cinta tak nyaman pastinya.


"Iya sih. Aamiin... Semoga saja bulan depan kita dapat kabar baik ya, Jeng," timpal ibu Ratih, mengamini ucapan besannya yang bisa menjadi doa kebaikan.


Ibu Ratih tentu sangat mengharapkan dirinya bisa segera memiliki cucu. Karena memang itu adalah bakal cucu pertamanya. Jika ibu Rahayu saat ini akan memiliki dua cucu dari Zayn, yang saat ini kandungan Ara, istri Zayn, sudah masuk bulan ke tujuh.


Sedangkan Cinta sendiri sebenarnya mulai tak nyaman. Perasaannya menjadi resah. Belum lagi dengan rahasianya yang selama ini pakai KB tanpa setahu Keanu dan ibu mertuanya.


"Cinta," sapa ibu Ratih dengan lembut.


"Maafkan mama. Kamu jangan ambil hati ucapan mama barusan. Mama aja yang kurang bersyukur, jadi bawaannya nggak sabar nunggu kamu hamil," kata ibu Ratih dengan tulus.


Cinta mengangguk kecil menanggapi permintaan maaf ibu mertuanya itu. Senyum tipisnya ia sunggingkan, walau dalam hati merasa entah setelah tahu betapa besar harapan ibu mertuanya itu agar dirinya bisa mengandung secepatnya.


Setelah itu terlihat Keanu sudah keluar dari kamarnya. Pria itu segera bergabung di meja makan yang kemudian mereka semua menikmati sarapan paginya dengan begitu nikmat.


"Setelah ini kalian mau kemana?" tanya ibu Rahayu, sesaat setelah mereka selesai sarapan.


"Nggak mau ke mana-mana dulu, Buk. Pinginnya istirahat total. Mungkin nanti sore, sekalian jalan-jalan," jawab Keanu.


"Hem, paham deh. Pengantin baru emang paling demen diem di kamar terus," celetuk ibu Ratih yang tak pernah bosan menggoda Keanu dan Cinta.


"Nah, itu tau," balas Keanu menanggapi godaan mamanya yang terkesan bar-bar.


Sedangkan Cinta hanya tertunduk kikuk mendengarnya. Sudah resiko memiliki ibu mertua seperti itu. Dan ibu Rahayu sendiri hanya bisa tersenyum lega. Setidaknya dengan melihat ini kehidupan rumah tangga Cinta pastilah nyaman dan bahagia, dengan adanya suami dan ibu mertua yang begitu menyayanginya.


Dan benar saja, setelah mengobrol itu Keanu beranjak lebih dulu menuju kamarnya. Cinta pun turut menyusulnya, karena ibu Rahayu menyuruhnya untuk menyusul suaminya ke kamar.


Setelah tiba di kamar, dilihatnya Keanu sudah berbaring saja di atas kasurnya. Tangannya melambai-lambai mengomando Cinta untuk ikut berbaring di sebelahnya. Cinta sengaja menggeleng, berniat mengerjai suaminya.


"Sayang," kata Keanu menyapa Cinta.


"Kita nyicil yuk?"


"Nyicil apaan?" kata Cinta, tak paham maksud Keanu.


"Nyicil bikin anak," selorohnya sambil menarik tubuh Cinta, sehingga tubuh wanita itu telentang di atas kasurnya.


"Astaga! Mas, ini masih pagi loh!" protes Cinta yang sudah percuma, karena Keanu membungkam mulut Cinta dengan ciumannya yang panas.


*

__ADS_1


__ADS_2