Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 74


__ADS_3

Keanu terkulai lemas di atas tubuh Cinta saat sesuatu yang menyembur sempurna itu tumpah pada ladang surgawi nya. Cinta pun juga merasakan hal yang sama seperti Keanu. Keduanya sama-sama sudah lemas efek pergulatan penyatuan raga yang sangat menguras keringat. Dua ronde mereka lalui tetapi sungguh nikmat tiada kira. Bahkan meski mulut Cinta mendesis perih saat Keanu menerobos intinya tadi, tetapi nyatanya bahasa tubuhnya menikmatinya sekali.


"Terimakasih, Sayang," ucap Keanu sambil menciumi kening Cinta cukup lama.


Tangan pria itu juga mengusap bersih keringat yang bertandang di kening Cinta. Senyum cerahnya senantiasa terbit, efek merengkuh nikmat pernikahan yang baru ia rasa setelah lebih satu purnama berumahtangga dengan hati yang terlalu angkuh menerima pernikahan itu.


Berangsur wajah Keanu turun hingga ke permukaan perut Cinta. Pria itu menciumi perut rata Cinta cukup lama. Membuat Cinta seketika terhenyak melihat ulah suaminya itu.


"Semoga Tuhan lekas memberi kita dzurriyah di sini," ucap Keanu selepas mencium perut Cinta, sambil mengusap lembut pada bekas ciumannya.


Bibir Keanu tersenyum lebar, tetapi pria itu tidak begitu memperhatikan jika ada yang berbeda dari rona wajah Cinta saat mendengar perkataan sekaligus do'a yang telah di ucapkan Keanu barusan. Entahlah, Cinta sangat tahu jika apa yang di lakukannya dengan diam-diam meminum pil KB itu tidak baik di lakukan. Ia paham betul seharusnya hal itu harus dibicarakan terlebih dulu sebelumnya. Apalagi urusan itu sangat sensitif. Tetapi karena hatinya yang terlanjur meragu dengan Keanu, membuatnya terpaksa melakukan itu.


Perlahan Keanu menutupi tubuh polos Cinta dengan selimut. Kemudian pria itu ikut berbaring di samping Cinta sambil memeluk erat tubuh Cinta.


"Capek ya?" tanyanya karena melihat Cinta hanya diam saja.


Cinta mengangguk kecil. Tubuhnya memang terasa pegal di mana-mana, tetapi bukan itu lagi yang sebenarnya di pikirkan Cinta saat ini. Melainkan ucapan Keanu yang mengharapkan lekas diberikan momongan itulah yang terus saja terngiang-ngiang di benaknya.


"Mau bersih-bersih sekarang apa tidur dulu?" tanya Keanu lagi. Pria itu sungguh ingin memanjakan Cinta setelah berhasil di puaskan oleh Cinta yang memang lebih aktif barusan.


"Aku mau tidur, Mas," jawab Cinta sambil menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Keanu. Matanya memang terpejam, tetapi tidak dengan pikirannya yang berkelana ke mana-mana.


Tangan Keanu mulai membelai kepala Cinta dengan lembut. Sesekali ciumannya bertandang di sana. Sebelum kemudian keduanya benar-benar terlelap dalam peraduan mimpi malam mereka.


Hingga saat alarm yang berbunyi menandakan waktu subuh telah tiba, Keanu sengaja bangun lebih dulu. Dilihatnya Cinta masih pulas dibalik selimut tebalnya. Sebelum beranjak tak lupa Keanu mencium kening Cinta, lalu kemudian turun dari kasurnya untuk segera mandi.


Cinta pun mulai terusik tidurnya saat samar-samar mendengar bunyi percikan air dari arah kamar mandi. Wanita itu membuka matanya perlahan. Sedikit menggeliatkan badannya yang terasa pegal.


"Ya ampun," lirihnya sambil memegang pinggangnya yang lumayan terasa remuk.


Tak lama setelah itu Keanu keluar dari kamar mandi, dan Cinta segera beranjak turun dari kasurnya sambil melilitkan selimut di tubuhnya. Melihat itu Keanu segera berlari mendekati Cinta.

__ADS_1


"Bisa, aku bantu ya?" Keanu memegangi pundak Cinta, membantu wanitanya untuk berdiri.


"Sudah cukup, Mas, aku nggak pa-pa kok." Cinta menurunkan tangan Keanu dari pundaknya.


"Serius? Bukannya katanya masih sakit?"


Cinta menanggapi kekhawatiran Keanu dengan tersenyum kecil. Setidaknya ini tidak sesakit saat pertama.


"Sini aku bantu gendong ke kamar mandi," tawar Keanu lagi, benar-benar khawatir.


"Nggak usah, Mas," tolak Cinta sambil membelai pipi Keanu.


Dan akhirnya Keanu hanya bisa pasrah setelah Cinta terus menolak. Tetapi jika di lihat cara berjalan Cinta memang tidak seaneh kemarin. Bisa jadi memang sudah tidak begitu sakit yang di rasa Cinta. Sambil menunggu Cinta selesai mandi, Keanu berinisiatif membuatkan Cinta minuman wedang jahe. Maka kemudian pria itu keluar dari kamarnya untuk menuju dapur.


Di dapur Keanu bertemu dengan mbok Nah yang sudah menyeduh susu hangat kesukaan Keanu.


"Mbok, hari ini aku mau wedang jahe aja. Bikin dua buat Cinta juga," kata Keanu menyapa mbok Nah.


"Susu itu mbok saja yang minum," ucapnya lagi.


Tanpa banyak tanya mbok Nah langsung mengambil bahan untuk membuat wedang jahe.


Setelah wedang jahe itu selesai di buat, Keanu langsung meletakkannya pada nampan yang sudah ia siapkan.


"Terimakasih ya, Mbok," ucap Keanu pada mbok Nah.


"Iya, Den Keanu," sahutnya ramah, tetapi seketika mbok Nah terkesiap menatap leher Keanu yang banyak dengan bekas merah yang mbok Nah yakin jika itu adalah karya Cinta.


Wanita tua itu tak tahan untuk tidak tertawa. Bukan tawa mengejek, tetapi sebenarnya ikut merasa senang layaknya senangnya pengantin baru.


"Kenapa, Mbok?" Keanu bertanya penasaran.

__ADS_1


"Nggak pa-pa, Den. Semalam ambil berapa ronde emang?" tanyanya cukup berani. Antara mbok Nah dan Keanu memang tidak ada jarak antara majikan dan pembantu. Keluarga itu tidak pernah membedakan status asisten rumah tangganya. Keanu dan juga ibu Ratih sama-sama menganggap ART nya adalah keluarganya juga.


Keanu hanya nyengir kikuk menanggapi pertanyaan mbok Nah. Pria itu kemudian pergi tanpa mau menjawab pertanyaan itu. Dan mbok Nah terus saja tersenyum melihat Keanu yang sedang menapaki undakan tangga menuju lantai atas.


Saat Keanu tiba di kamarnya, bersamaan dengan Cinta yang juga sudah selesai dari kamar mandi.


"Sayang, aku buatkan wedang jahe. Bukan aku sih yang buat, tapi mbok Nah. Hehe..." kata Keanu sambil kemudian meletakkan nampan berisi dua gelas wedang jahe itu di meja.


Cinta yang saat itu hanya mengenakan kimono handuk langsung mendekat ke meja itu, dan kemudian meniup pelan wedang jahe yang masih agak panas lalu meminumnya sedikit-sedikit.


Keanu pun juga melakukan yang sama. Keduanya menikmati minuman hangat itu dengan tenang, yang kemudian baru melaksanakan ibadah subuhnya dengan bersama pula.


Saat matahari sudah nampak tinggi memancarkan sinar paginya, barulah Keanu dan Cinta keluar dari kamarnya. Setelah sholat subuh tadi keduanya sama-sama mager untuk keluar kamar. Apalagi jika tidak sama-sama bermalas-malasan di kasur. Padahal Cinta sendiri sebenarnya ingin sekali membantu mbok Nah untuk menyiapkan sarapan. Apalah daya suami lagi mode nempelin terus membuat Cinta jadi ikutan mager.


"Mas, aku seminggu ini masuk pagi terus. Boleh nggak aku ke kampus naik motor, biar bisa cepet sampai," seru Cinta di sela-sela mereka menikmati sarapannya.


"Aku anter aja," sahut Keanu langsung tak perlu berpikir lagi.


Cinta hanya bisa mendengus pasrah. Tujuannya naik motor sendiri agar tidak merepotkan suaminya yang harus putar arah dengan arah resto. Tetapi jika suami sudah berkehendak, mau bagaimana lagi sebagai istri.


"Ayuk, Dek," ajak Keanu saat mereka sudah selesai sarapan.


Cinta dan Keanu segera masuk ke mobil. Ini sudah kali kedua Keanu mengantar Cinta ke kampus. Dalam perjalanan itu sesekali keduanya terlibat obrolan kecil. Hingga akhirnya mereka pun telah sampai di depan gerbang utama kampus, karena Cinta meminta berhenti di sana.


Sebelum keluar dari mobilnya, tak lupa Cinta mencium tangan Keanu. Pria itu pun memberi ciuman di kening Cinta setelahnya.


"Nanti kabari pulang jam berapa?" ucap Keanu saat Cinta bersiap keluar dari mobilnya.


Cinta langsung mengangguk. Sebelumnya wanita itu pamit kalau akan pulang sedikit telat karena harus mengerjakan tugas yang kemarin dirinya tidak masuk kelas.


Setelah mobil Keanu melaju pergi lalu Cinta mulai berjalan masuk menuju kelasnya.

__ADS_1


"Hei!" Tetiba seseorang menyapa Cinta sambil merangkul pada pundak Cinta.


*


__ADS_2