
Usai sholat subuh bersama, Cinta yang sudah merasa sedikit membaik keluar kamar untuk pergi ke dapur. Wanita itu ingin minum susu hangat pagi ini. Dan Keanu memilih tetap di kamarnya karena ada sesuatu pekerjaannya yang harus ia cek pagi ini di laptopnya, sebelum nanti datang ke resto.
Tak lama kemudian, Keanu sudah selesai dengan pekerjaannya. Pria itu beranjak ke kamar mandi karena ingin pipis. Awalnya Keanu tidak begitu mempedulikan testpack yang masih teronggok di meja wastafel itu. Tetapi begitu ia sudah selesai pipis, Keanu berniat mengambil testpack itu, berencana ingin membuangnya ke tempat sampah.
Alangkah terkejutnya Keanu saat mengetahui dua garis merah itu muncul di testpack itu. Genangan air matanya seketika membendung. Tangis haru bercampur bahagia luar biasa, saat tahu kalau Cinta benar-benar mengandung buah hatinya. Tangannya masih gemetar memegang testpack itu. Tak henti-hentinya kalimat syukur itu ia panjatkan. Karena Tuhan telah mengabulkan do'anya secepat ini.
Mendapati Keanu yang tak kunjung keluar kamar, Cinta berencana menyusulnya lagi. Sebelumnya wanita itu telah berpesan kepada mbok Nah untuk tidak membuatkan sarapan. Karena pagi ini mendadak Cinta ingin sarapan bubur ayam saja. Makanya ia kembali lagi ke kamar untuk mengajak Keanu membeli bubur ayam sekaligus makan di warungnya.
Handle pintu kamar itu berputar pelan. Keanu yang sengaja menunggu Cinta datang lagi ke kamar, diam-diam telah menyiapkan sesuatu untuk mengejutkan Cinta.
"Surprise..." sambut Keanu dengan riang, saat Cinta sudah membuka pintunya lebar.
Cinta tertegun di tempat. Heran pastinya.
"Assalamu'alaikum, Bunda," sapa Keanu dengan panggilan yang lain memanggil Cinta.
Cinta masih mematung di tempat. Sorot matanya sangat penasaran, ada apa gerangan dengan suaminya sekarang.
Keanu mendekat. Lalu kemudian menarik tangan Cinta, membawanya masuk ke kamar. Wanita itu menurut saja tanpa banyak tanya. Dan saat ini Cinta sudah duduk di bibir ranjang, dengan Keanu yang bersimpuh didepannya.
"Mas," ucap Cinta semakin heran.
Keanu malah tersenyum. Syarat kebahagiaan yang dipancarkan pada wajah pria itu.
"Terimakasih sudah memberiku hadiah yang paling istimewa," ucap Keanu dengan lembut. Tangan pria itu mulai menggenggam kedua tangan Cinta, lalu menciumnya cukup lama.
"Hadiah? Hadiah apa?" tanya Cinta tak merasa.
Lalu Keanu mengambil sebuah kotak kecil yang memang sudah ada di atas nakas. Dirinya masih di posisi yang sama, tetap bersimpuh sembari tangannya berpangku di paha Cinta.
Cinta menerima kotak yang diberikan Keanu. Wanita itu tidak segera membukanya. Ia lebih penasaran dengan wajah suaminya yang saat ini begitu sumringah.
"Aku tidak pernah beli ini sebelumnya," seru Cinta, merasa tidak pernah menyiapkan kado berupa apapun untuk suaminya.
"Kita belinya sama-sama loh, Dek," balas Keanu.
"Kapan? Emang iya?"
Keanu mengangguk.
"Coba buka," titah Keanu kemudian.
Perlahan Cinta membukanya.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum, Bunda," ucap Keanu seiring kotak itu dibuka oleh Cinta.
Cinta tertegun melihatnya. Isi kotak itu adalah testpack yang tadi dicobanya. Tetapi bedanya kali ini di testpack itu sudah muncul garis dua. Yang artinya dirinya benar-benar tengah hamil.
"Ini?" kata Cinta. Mulutnya tiba-tiba bergetar, sulit untuk berucap apa-apa lagi. Mau tidak percaya, tetapi bukti sudah nyata didepan mata.
Keanu mengangguk riang. Tangannya terulur mengusap lembut perut Cinta, kemudian menciumnya.
"Assalamu'alaikum, anak ayah. Sehat-sehat ya... Jangan rewel. Ayah dan bunda menunggu kamu sampai saatnya keluar nanti. Ayah senang sekali. Rasanya ingin terbang, tapi sayang ayah tidak punya sayap," ucap Keanu, seolah menyapa anaknya dalam perut Cinta.
"Mas, ini benar?" tanya Cinta ingin memastikan. Sedang sorot matanya sudah mulai mengembun.
"Iya, Dek. Kamu hamil. Mungkin tadi kerja testpack nya agak lambat. Aku juga nggak percaya pas lihat hasilnya ini," jelas Keanu dengan menggebu.
"Terimakasih, Dek. Terimakasih karena sudah memberiku hadiah luar biasa ini. Aku senang sekali. Ini artinya Tuhan telah mempercayai kita dengan amanah ini. Kita harus menerimanya dan menjaganya."
Cinta mengangguk. Bulir air matanya mulai menetes dari sudut matanya. Tangis bahagia. Walau awalnya tidak siap jika harus hamil dalam waktu dekat, tetapi Tuhan memang dzat yang maha membolak-balikan hati hamba-Nya. Cinta juga bahagia menyambut janin yang sudah tumbuh dalam rahimnya sekarang. Benar-benar telah siap dengan amanah yang dititipkan Tuhan kepadanya. Hatinya telah mantap. Hingga tiada satu titik keraguan pun yang saat ini muncul di hatinya.
Keanu merengkuh tubuh Cinta dalam pelukannya. Pria itu menangis lagi, tangis haru dan bahagia. Yang lebih membahagiakan lagi, setelah mendapati istrinya tidak banyak drama. Tak banyak protes soal kehamilannya. Walau sebelumnya pernah dicegah dengan mengkonsumsi pil KB.
"Mas," Cinta melepas pelukannya.
Keanu langsung mengusap bersih air matanya, kemudian menatap lekat netra Cinta.
Keanu langsung beranjak berdiri.
"Ayo, kita sarapan di bawah," katanya sambil menarik tangan Cinta, mengajaknya turun ke ruang makan.
"Aku pingin makan bubur ayam," ucap Cinta lagi.
Apakah bab perngidaman sudah dimulai sekarang?
"Tapi makannya langsung di warungnya," lanjut Cinta.
Keanu mengangguk setuju.
"Ayo!" ajaknya semangat. Walau entah harus cari di mana orang penjual bubur ayam di dekat sini.
"Kalau gitu aku mandi dulu, sekalian langsung ke kampus," kata Cinta yang kemudian langsung ngejadwal buku yang harus ia bawa setelah ini.
.
.
__ADS_1
.
Keanu dan Cinta sudah duduk menunggu pesanan bubur ayam di warung tak jauh dari jalan menuju kampus. Beruntung ada yang jual di daerah itu.
Tak lama setelah menunggu, dua mangkok bubur ayam sudah tersedia di meja mereka. Cinta menciumi aroma bubur ayam itu dengan sangat berselera. Berbeda dengan Keanu, yang tiba-tiba merasa mual saat mencium aroma rempah masakan dari bubur ayam itu.
Saat Cinta sudah melahapnya, Keanu masih saja enggan untuk menyentuhnya.
"Kenapa, Mas?" tanya Cinta heran.
"Perut aku eneg, Dek," kata Keanu mulai lemas.
"Kok bisa? Tadi berangkat biasa aja?"
Keanu bergeming saja. Pria itu mulai memijit pelipisnya sendiri, yang tiba-tiba merasa pening.
"Apa kamu juga ikut ngidam?" tanya Cinta mulai curiga.
"Sepertinya," sahut Keanu, masih lemas tak bersemangat.
Cinta terkekeh sejenak. Keanu menatapnya heran.
"Itu artinya anak kita adil, Mas."
Keanu masih diam.
"Coba perhatikan, akhir-akhir ini kayaknya kita gantian. Aku baikan, giliran kamu yang begini."
"Iya juga sih. Kok aku baru nyadar ya?"
Cinta tak merespon lagi. Wanita itu terlalu asyik menikmati bubur ayam miliknya. Bersyukurnya Keanu tidak sampai muntah. Masih terbilang kuat menahan rasa mual yang akhir-akhir ini sering dirasa.
"Tapi aku heran deh, Mas," ucap Cinta, tiba-tiba menghentikan sejenak makannya.
"Sebelum ini aku KB, tapi kenapa tetap bisa hamil ya? Jangan tersinggung loh, Mas. Aku cuma heran aja," kata Cinta.
"Semua itu bisa terjadi. Kalau Tuhan sudah berkehendak tinggal kun fayakun!"
Cinta terdiam mendengar jawaban suaminya. Kalau sudah urusan takdir, memang itu wewenang sang Maha pencipta. Tetapi tetap saja Cinta ingin tahu jawaban jelasnya. Mungkin setelah USG nanti, Cinta akan menanyakannya ke dokter. Hitung-hitung buat tambah ilmu juga menurut Cinta.
*
Hai hai hai readers....
__ADS_1
Hayo... Siapa nih yang punya pengalaman yang sama seperti mereka?