Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Eps 127


__ADS_3

Keanu terdiam berpikir saat ditanya soal Reno oleh mamanya. Pantas saja mamanya bertanya Reno, sebab antara Keanu dan Reno sebelum ini sangat akrab dan kompak.


"Sudah cukup lama mama tidak bertemu dengannya, agak kangen juga sih sama anak itu," ucap Ibu Ratih lagi, mengutarakan kerinduannya kepada Reno.


"Mm... Reno balik ikut ibunya, Ma," aku Keanu sekenanya.


"Sejak kapan?" Ibu Ratih bereaksi kaget.


"Sudah-- Lumayan lama," sahut Keanu asal. Semenjak pulang dari rumah sakit, Keanu sudah tidak mendengar kabar Reno lagi. Bahkan sudah tidak mau tahu bagaimana kabarnya.


"Kenapa tidak ada yang memberitahu mama? Apa kamu sengaja, Ken? Apa kalian terus tidak akur setelah baku hantam kemarin?" selidik ibu Ratih, menduga Keanu dan Reno tetap tidak akur setelah perkelahian beberapa tempo lalu.


Keanu bergeming saja. Cinta yang mendengar percakapan itu juga merasa tidak enak. Dirinya satu-satunya orang yang tahu rahasia antara Keanu dan Reno. Apalagi melihat raut wajah Keanu yang dibuat seperti tidak ada apa-apa, padahal aslinya luar biasa dongkol.


"Ee... Ma, kita ke depan dulu," pamit Cinta kemudian, demi menghindari obrolan yang mengarah ke Reno lagi.


"Ah iya, mama sampai lupa karena keasyikan ngobrol sama kalian." Lalu ibu Ratih ikut pergi ke depan, turut menyambut tamu undangan yang sengaja mendatangkan ibu-ibu pengajian sekitar komplek rumah Keanu, sebagai pemandu pembacaan sholawat. Tak lupa juga bapak-bapak beserta satu ustadz juga datang untuk memimpin pembacaan Qur'an dan do'a.


Acara tasyakuran empat bulan kehamilan Cinta berjalan dengan khidmat dan lancar. Satu persatu tamu undangan sudah berpamitan pulang saat menjelang maghrib. Cinta dan Keanu masih belum beranjak dari tempatnya duduk, sampai memastikan seluruh tamu undangannya sudah pulang semua.


Hana yang saat itu turut datang, berjalan mendekati Cinta. Duo bestie itu saling berpelukan cukup lama. Meski sudah bertemu setiap hari, rasanya Hana selalu insecure melihat sahabatnya itu hamil.


"Sudah jangan lama-lama, nanti anakku tertindih sama kamu." Tanpa ragu Keanu menarik tubuh Cinta dan Hana agar tidak berpelukan lagi.


"Syirik! Mentang-mentang sudah nggak punya bestie dia, Na," celetuk Cinta menyindir Keanu yang memang tidak punya teman dekat lagi setelah berseteru dengan Reno.


Hana hanya terkekeh kecil, tidak berani ikut ngomong. Bisa bahaya kalau dirinya bekerjasama mengumpat Keanu, ngalamat hilang pekerjaan jaminannya.


"Yuk, Na, kita pindah tempat. Sekalian aku mau ambil es buah. Kita ngadem di taman belakang," ajak Cinta yang kemudian berdiri dari tempatnya.


"Sudah mau maghrib loh, Dek," seru Keanu memperingatkan waktu maghrib yang akan tiba sekitar sepuluh menitan.


"Iya, sudah tahu," sahut Cinta tetapi tetap beranjak untuk mengambil es buah yang dari tadi ingin ia makan, tetapi ditahan lantaran pinginnya tidak tahu tempat. Enak-enak pengajian malah pingin nyendok es buah. Dasar ngidam tak tahu sikon.


"Biar aku yang ambilkan, Dek." Keanu mengambil peran.


Cinta menurut saja. Lalu ia pun lanjut jalan ke taman belakang bersama Hana.


"Btw, kamu berhasil ya menghempaskan pebinor," ucap Hana setelah mereka berdua duduk santai di gazebo yang ada di taman itu.

__ADS_1


"Pebinor?" Cinta paham apa kepanjangan dari kata pebinor, cuma ia masih belum ngeh siapa orang yang dibahas Hana itu.


"Yaelaaah... Pura-pura nggak paham. Kak Reno, Ta, kak Reno," jelas Hana sedikit gemas.


"Ooh..." Yang ada Cinta hanya ber-oh saja. Sejak dari rumah sakit itu Cinta sudah tidak pernah membahas Reno lagi.


"Kak Reno kok tiba-tiba ngilang gitu aja sih?" Hana masih semangat membahas Reno.


Dan Cinta merespon dengan menghedikkan kedua bahunya. Pura-pura tidak tahu juga.


"Tapi syukur juga sih, dia berhenti ngejar-ngejar kamu. Kamu sama bos Keanu bisa aman. Hidup damai tanpa hambatan pebinor."


Cinta tersenyum tipis mendengarnya. Sahabatnya itu tidak tahu saja kalau bahtera rumah tangga Cinta sebelumnya juga pernah dirusuhi oleh pelakor. Dan beruntungnya sekarang semuanya aman. Karena pelakornya sendiri sudah gila.


"Astaghfirullah!" ucap Cinta dengan spontan.


Hana langsung menyorot heran.


"Kenapa, Ta, kok nyebut?" Kepo Hana.


"Ah, nggak pa-pa, Na," kilah Cinta.


Terlihat Keanu datang sambil membawa dua mangkuk kecil berisi es buah di tangannya.


"Hana, diem ya, jangan bahas Reno lagi," pinta Cinta sedikit berbisik. Ia malas saja jika nanti Keanu berubah mood kalau mereka masih membahas soal Reno.


"Iya, paham, paham." Hana mengangguk patuh.


"Ini buat kalian," kata Keanu, memberikan minuman dingin itu kepada Cinta dan Hana.


"Waaah... Buat saya, Bos?" pekik Hana tak percaya.


Keanu mengangguk.


"Sebagai ungkapan terimakasihku karena kamu sudah setia bestian sama Cinta," ucap Keanu.


Hana senyum-senyum mendengar ucapan bosnya itu. Keanu ikut duduk bersama mereka. Memperhatikan dengan senyum saat duo bestie itu menikmati es buahnya walau sudah hampir malam.


"Ah iya, Mas, bukannya kamu belum makan ya?" Tiba-tiba Cinta teringat jika Keanu belum makan mulai siang tadi.

__ADS_1


Keanu mengangguk lagi.


"Aku makan nanti saja," ucapnya kemudian.


"Maaf ya, Mas, aku lupa," seru Cinta merasa tak enak sendiri karena seperti lalai tidak melayani Keanu.


"Nggak pa-pa, jangan dibuat nggak enak." Keanu berkata sambil mengusap sayang pucuk kepala Cinta yang saat ini sedang terbalut hijab.


"Kamu cantik, Sayang." Puji Keanu, teramat kagum melihat Cinta yang mengenakan hijab.


"Eheeeeem...."


Hana sengaja berdeham panjang. Bosnya itu seperti tidak tahu perasaan jomlo, selalu beromantis ria di depannya.


Cinta dan Keanu sama-sama terkekeh melihat mulut Hana yang sengaja di manyunkan.


"Makanya nikah sana, biar punya pacar halal," ucap Keanu, malah sengaja mencium pucuk kepala Cinta di depan Hana.


"Aaaah... Bos Keanu! Niat ya ngomporin aku? Mau nikah gimana, orangnya sekarang aja nggak tahu kemana perginya," pekik Hana sampai tanpa sadar mengaku sedang naksir orang.


"Wait, kamu-- Naksir siapa? Ciyee... Ciyee..." Cinta terpancing rasa kepo.


Keanu juga ikut kepo. Mereka berdua menyorot Hana dengan kepo maksimal.


"RHS! Ra ha sia!" Hana berkata sengaja dipenggal kalimatnya.


Lalu Hana pergi lebih dulu dari tempatnya. Kakinya berjalan agak dihentak-hentakkan, membuat Cinta dan Keanu terus terkekeh melihatnya.


Terdengar suara adzan maghrib berkumandang. Cinta dan Keanu memilih masuk ke rumah lagi. Untuk kemudian pergi menunaikan kewajiban tiga rakaatnya. Sedangkan Hana memilih pamit pulang. Bukan karena ngambek sehabis di goda Cinta dan Keanu, tetapi kebetulan abang ojol yang di pesannya sudah datang menjemput.


"Ada apa, Mas, apa yang kamu pikirkan?" tanya Cinta mendapati Keanu yang termenung di atas hamparan sajadahnya, seusai mereka berjamaah maghrib.


"Aku--" Keanu menghela nafasnya sebelum melanjutkan bicaranya.


"Tiba-tiba aku kepikiran Reno, Dek," ungkap Keanu, dengan kepalanya yang tertunduk dalam.


Cinta bergeming saja. Tidak bisa berkata apapun. Ia hanya bisa mengusap punggung suaminya, sebagai wujud penyemangat agar suaminya selalu tegar menghadapi kenyataan tentang Reno yang mau tidak mau dia tetap saudaranya.


*

__ADS_1


__ADS_2