Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 07


__ADS_3

Bersamaan Keanu dan Cinta keluar dari kamarnya untuk makan malam bersama. Disana sudah menunggu dua wanita hebat, yaitu mama Ratih dan ibu Rahayu. Juga sudah ada Zayn dan Ara, tetapi tidak ada Ziyyan, karena ternyata bocah itu sudah tidur lebih awal.


"Mm... Roman-romannya pengantin baru sangat betah di kamar ya, Jeng. Dari tadi aku suruh susul Cinta, malah kita yang lama nunggu mereka disini." seloroh mama Ratih tanpa filter.


Dan Rahayu hanya bisa menimpali dengan senyuman tipisnya. Ia memperhatikan Cinta dan menantu barunya itu yang sudah duduk ditempatnya masing-masing.


"Mm... Ibu," sapa Keanu pada Rahayu, sebelum makan malam itu dimulai.


Rahayu menoleh. Pun demikian dengan semua yang ada di ruangan itu ikut menyorotnya serius.


"Sebelumnya mohon maaf kalau aku ngomong ini kesannya seperti terburu-buru. Mohon ijin besok aku balik ke Jakarta." ucap Keanu pelan.


Rahayu melirik sekilas kepada Cinta, rupanya anak gadisnya itu terlihat tetap riang meski mendengar Keanu akan kembali ke Jakarta. Bergantian ia menatap kepada Zayn, yang nyatanya anak lelakinya itu terkesan acuh dan kentara tak peduli dengan apa yang dibicarakan Keanu.


"Menurut Cinta bagaimana? Cinta mau tetap disini atau ikut suami?" Ratih ikut bersuara.


"Kalau menurutku lebih baik Cinta tetap disini." Keanu lebih dulu menjawab sebelum yang ditanya bersuara.


Seketika Cinta tertunduk kecewa. Segoret luka kecil tertoreh dihati, saat tahu suaminya tidak akan membawanya pergi. Padahal di kamar tadi saat membahas hal itu Keanu biasa saja. Apakah karena hanya dirinya yang terlalu bersemangat dengan pernikahan ini, hingga terlupa kalau suaminya itu masih belum segenap jiwa raga mau menerima pernikahan ini.


"Kenapa nak Keanu mau Cinta tetap disini? Bukankah kalian sudah terikat pernikahan. Jadi sudah wajar kan kalau suami istri itu kemana-mana saling menemani." Rahayu tetap berusaha tenang, walau sebenarnya lubuk hati terdalamnya merasakan ada yang aneh dengan ucapan Keanu.


"Disini ibu tinggalnya sendiri. Jadi aku tak mungkin membawa Cinta ikut aku. Siapa nanti yang akan menjaga ibu?" Alih-alih merasa khawatir, pria itu sengaja memberikan alasan yang memang begitu adanya.

__ADS_1


Setelah ayahnya Cinta meninggal dan sekarang Cinta sudah menikah, apalagi Zayn juga tinggal di Jakarta ikut Ara, tentu Rahayu setelah ini akan tinggal seorang diri. Dan karena inilah Keanu menyempatkan keadaan untuk tidak membawa Cinta ke rumahnya sendiri.


Sedangkan Zayn mulai menatap sengit kepada Keanu. Dari awal ia memang tidak pernah setuju Cinta bersama pria itu. Sekarang saja sudah sedikit terlihat kalau akhirnya Keanu akan melepaskan Cinta dengan perlahan. Meski tahu begitu Zayn tidak akan membiarkan adiknya termakan malu karena Keanu. Apa kata orang nanti bila tahu sehari menikah sudah ditinggal pulang oleh suaminya hanya dengan alasan yang sebenarnya bisa dipikirkan solusi terbaiknya.


"Maaf aku ikut bicara." Ara turut menyela.


"Menurutku kalian tetap tinggal bersama, entah itu dimana. Masalah ibu disini, biarkan kami yang jaga. Ibu bisa tinggal bersama kami di rumah. Iya kan, Mas?"


Zayn menatap sendu pada Ara. Ia tidak menyangka istrinya itu akan mengusulkan hal yang membuatnya terenyuh seketika. Perlahan senyum kecilnya terbit, seiring usapan tangan Ara ditangannya.


"Jujur ibu berat meninggalkan rumah ini. Anak-anak ibu sudah dewasa dan sama-sama berkeluarga. Dari dulu Ibu sudah siap akan ditinggalkan kalian. Jadi ibu putuskan, ibu akan tetap tinggal di rumah ini." seru Rahayu.


Kedua netranya mulai mengembun. Tiba-tiba terlintas segala kenangan manis yang pernah ada di rumah ini bersama almarhum suaminya. Banyak memori kenangan indah yang tak mungkin Rahayu rela pergi dari rumah ini, walau telah diajak tinggal di rumah yang lebih luas bersama Zayn dan Ara.


"Keanu tetap kembali ke Jakarta dan Cinta ikut. Berhubung jeng Rahayu tidak berkenan ikut Ara, maka--"


Ratih sengaja menjeda bicaranya. Sedangkan tatapan mata Keanu sudah merasa tidak enak dan tentu ini bukan kabar baik yang akan ia dengar setelah ini.


"Mama yang akan tinggal disini menemani jeng Ratih." ucapnya santai.


Kedua mata Keanu membola sempurna. Ia tak habis pikir mamanya akan memutuskan hal itu secepat ini.


"Mama?!" Keanu menatap tak percaya kepada mamanya.

__ADS_1


"Jangan khawatir, Ken. Mama bisa kok. Apalagi kita juga sama-sama sudah janda ya, Jeng. Trus jeng Rahayu juga kan masih belum boleh kemana-mana. Masih masa iddah." terangnya, yang seketika membuat semuanya terdiam.


Masih terhitung dua minggu Malik meninggal dunia. Tentu Rahayu masih membutuhkan sekitar tiga bulanan untuk selesai dari masa iddahnya.


Merasa semuanya sudah terdiam, Ratih pun mengintrupsi semuanya untuk segera menyantap makan malamnya yang sudah tak hangat lagi.


Mereka makan dalam keadaan hening. Tak satupun dari mereka yang mau berbicara lagi. Sama-sama sibuk dengan pikirannya masing-masing. Masalah hati dan juga pekerjaan yang siap menunggu besok, yang mau tak mau semuanya harus kembali ke aktivitas itu lagi secepatnya.


Setelah itu pasangan Zayn dan Ara kembali ke kamarnya. Tetapi tidak dengan pasangan Cinta dan Keanu. Gadis itu langsung masuk ke kamar, berbeda dengan Keanu yang memilih keluar rumah dengan alasan ingin mencari suasana segar disekitar halaman rumah.


Tinggallah Ratih dan Rahayu yang masih belum beranjak dari ruang makan itu. Mereka terlibat obrolan serius tentang Cinta dan Keanu.


"Setulus hati tolong maafkan anakku, Jeng. Aku sadar kalau Keanu masih kaget dengan pernikahan ini. Tapi ku mohon jeng Rahayu saling support ya, demi kebaikan mereka berdua. Karena aku sangat senang punya menantu seperti Cinta. Yang ku rasa hanya Cinta yang bisa membantu menghidupkan hati Keanu lagi." ucap Ratih setulus hati kepada Rahayu.


Ratih tahu jika dulu Keanu pernah terluka oleh cintanya kepada Ara. Meski saat ini Ara ternyata menjadi kakak iparnya, Ratih tak begitu mempermasalahkan. Ia yakin jika Zayn akan menjaga Ara seutuhnya. Dan ia juga yakin rasa cinta yang tulus dari Cinta suatu saat mampu meluluhkan hati Keanu yang terlanjur dingin kepada perempuan manapun yang pernah datang menawarkan hati kepadanya.


Rahayu yang memang tak tahu apa-apa dengan yang pernah terjadi antara Zayn, Ara dan Keanu, hanya bisa tersenyum hangat. Ia sangat bersyukur anak gadisnya itu memiliki ibu mertua yang sangat menyanyanginya. Yang rela berkorban memilih hidup disini demi Keanu mau membawa Cinta tanpa embel-embel khawatir padanya lagi.


"Terimakasih, Jeng, sudah mau menerima Cinta sebagai menantu. Meski ini terjadi dengan mendadak, tetapi aku sangat bersyukur ternyata Cinta memiliki ibu mertua sebaik jeng Ratih. Tolong bimbing Cinta ya, Jeng. Jangan sungkan-sungkan menegurnya, kalau suatu saat Cinta melakukan kesalahan."


Lantas Kedua besan itu saling berpelukan sama-sama memberi semangat.


*

__ADS_1


__ADS_2