Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 20


__ADS_3

Tidur sambil berpelukan terasa sangat nyaman dan juga tentu hangat. Cinta dan Keanu masih sama-sama terlelap walau matahari pagi sudah mulai menampakan sinar keemasannya melalui celah-celah korden di kamarnya. Tidur dengan posisi saling menghangatkan badan dipagi hari yang dingin ini membuat keduanya kesiangan dari waktu bangun tidur yang diinginkan.


Perlahan Cinta mulai mengerjapkan matanya. Merasakan adanya pantulan sinar matahari yang menembus matanya yang terpejam rapat. Saat sudah terbuka sempurna gadis itu terhenyak seketika. Bukan karena posisi tubuhnya yang dipeluk erat oleh Keanu, melainkan karena terbangun kesiangan yang otomatis dirinya juga tertinggal dengan kewajiban dua rokaatnya pula.


"Mas..."


Cinta mencoba membangunkan suaminya itu sepelan mungkin.


"Mas Ken," sapanya lagi. Sedang untuk menyentuh lengannya gadis itu kesulitan karena tubuhnya masih dalam dekapan erat suaminya.


Pria itu sama sekali tak terusik dengan suara Cinta yang memanggilnya. Masih sangat lelap.


Cinta memilih diam lagi setelah berusaha membangunkan tetapi tak kunjung bangun. Menikmati wajah tampan suaminya dari dekat membuat senyum kecilnya terukir riang. Semoga seperti ini selalu terjadi kepada mereka. Begitulah pinta hati Cinta saat ini.


Puas memandangi wajah tampan suaminya yang tidak membosankan itu, membuat Cinta teringat lagi jika mbok Nah tidak ada di rumah. Hari ini ia harus masak untuk sarapan pagi mereka. Jika terus-terusan tiduran begini alamat tidak bisa melakukan kewajiban dirinya sebagai seorang istri.


Perlahan Cinta mencoba melepas tangan Keanu dari tubuhnya, tetapi tak semudah itu untuk bisa terlepas dari pelukan eratnya.


"Mas Ken, ayo bangun. Kita sudah kesiangan," ucap Cinta.


"Apa aku cium saja ya?" batin Cinta mulai muncul ide nekat.


"Mending aku coba saja. Ini kesempatan dalam kesempitan," serunya lagi sudah mantap.


Perlahan gadis itu mulai mencondongkan wajahnya lebih dekat. Bibir suaminya itu cukup menggoda naluri Cinta, tetapi gadis itu tidak cukup nekat untuk mendaratkan ciumannya di sana. Menggeser ke arah pipi dan menciumnya lembut.


Keanu mulai terusik. Sesuatu yang lembut dan hangat baru saja bertandang di pipinya. Rambut Cinta yang tergerai terasa menggelitik wajahnya. Perlahan pria itu membuka matanya. Seketika netranya membulat lebar saat menyadari jarak ia dan Cinta begitu dekat dan juga saling berpelukan.


"Morning kiss, Suami..."


Cup.


Kedua kalinya gadis itu nekat mencium pipi Keanu. Membuat pria itu semakin terhenyak kaget dan spontan melepas pelukannya dengan sedikit mendorong tubuh Cinta.


"Sudah pagi, Mas. Kita bangun kesiangan," seru Cinta santai.


Keanu segera duduk. Gemuruh di dadanya seketika membuncah. Sama sekali tidak menyangka istrinya itu bisa senekat ini. Atau jangan-jangan sedari tidur tadi istrinya itu sudah melakukan hal yang lebih. Mendadak pikirannya resah sendiri. Rupanya istrinya itu lebih baik dihindari agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan yang berujung diluar kendalinya nanti.


Sejenak pria itu mulai berpikir. Masih bingung mengapa bisa tidur di sini padahal seingatnya semalam ia masuk ke ruang kerja. Apalagi yang membuatnya tak habis pikir saat terbangun dengan saling berpelukan dengan Cinta. Setelah diingat- ingat Keanu merutuki diri sendiri.


"Ah, sial!!" umpatnya kesal sendiri.


Cinta segera turun dari ranjangnya. Lebih dulu masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka. Setelah itu mempersiapkan keperluan suaminya, mengisi air ke dalam bak mandi sampai penuh, setelah semuanya siap ia keluar lagi dari kamar mandi itu untuk memanggil suaminya agar bisa membersihkan badan.

__ADS_1


"Airnya sudah aku siapkan," serunya menyapa Keanu yang masih termenung di kasurnya sama sekali tidak menggeser dari tempat yang semula.


Pria itu menghembus nafas kasarnya. Melirik kecil pada istrinya yang mulai merapikan sprei. Keanu segera beranjak turun dan ingin keluar dari kamarnya.


"Mau kemana, Mas?" sapa Cinta.


"Mbok Nah nggak ada. Mas bisa ngomong ke aku kalau butuh apa-apa."


"Ya ampun...!! Sampai aku bisa lupa kalau mbok Nah pulang," suara hati Keanu mengumpat lagi.


"Mas mau aku buatkan apa sarapannya?"


Tiba-tiba saja Cinta sudah berdiri disampingnya. Gadis itu begitu santainya mengaitkan tangannya di lengan Keanu.


Keanu melirik tak suka. Benar-benar istrinya itu termasuk golongan perempuan nekat dan tebal muka.


"Aku buatkan kopi mau?" tawarnya.


"Terserah kamu," jawabnya sambil melepas tangan Cinta dari lengannya.


Cinta tersenyum tipis kepadanya. Walau suaminya itu masih enggan ia sentuh, paling tidak dengan merespon omongannya sudah cukup bagi Cinta. Perlahan dan bertahap. Suatu saat suaminya itu pasti akan luluh juga.


"Mm-- Aku mau mandi dulu."


Keanu memilih masuk lagi ke kamarnya. Tetapi rupanya istrinya itu juga ikut masuk.


"Mau ambil ikat rambut."


Keanu mendengus kesal. Pria itu tak segera masuk ke kamar mandi sebelum memastikan istrinya itu keluar dari kamar. Dalam sejenak memandangi Cinta yang tengah mengikat rambutnya sedikit acak. Entah mengapa gemuruh di dadanya kembali bergetar saat melihat gadis itu mengekspos lehernya yang putih dan mulus.


"Astaga!"


Seketika Keanu menundukkan wajahnya. Naluri kelelakiannya tentu normal. Sialnya mengapa semudah ini terpancing hanya dengan melihat istrinya itu mengikat rambutnya.


Cinta kembali mendekat.


"Mas," sapanya terheran-heran melihat suaminya menundukkan muka.


Keanu langsung mendongak.


"Mikirin apa sih?"


"Sudah?" Keanu malah balik bertanya sesuatu yang ambigu bagi Cinta.

__ADS_1


Saat gadis itu masih berpikir tentang maksud ucapan suaminya itu, Keanu kembali bersuara.


"Cepat keluar, aku mau mandi," serunya kemudian.


Cinta seketika tergelak. "Mau mandi ya tinggal mandi aja, Mas."


"Tapi aku nggak bisa tenang kalau ada kamu di sini."


Senyum Cinta mulai menyeringai. "Mm... Takut aku cium lagi ya?"


Tangan Cinta dengan usilnya menoel dagu Keanu. Benar-benar mirip wanita penggoda, tetapi sedikit menarik hati Cinta untuk terus menggoda suaminya itu.


"Apaan sih!" Keanu menangkis pelan tangan Cinta dari dagunya.


Tetapi Cinta malah tersenyum tipis. Apa jadinya jika nanti ia nekat mencium bibir, bukan pipi? Sedangkan saat ini saja wajah pria itu mulai bersemu merah. Entah malu atau sedang merasa kesal, tetapi Cinta semakin tertarik untuk menggodanya lagi nanti.


"Mas mau mandi bareng nggak?"


Entah setan dari mana yang datang sehingga Cinta begitu beraninya mengucapkan hal itu kepada Keanu.


Keanu mundur selangkah. Tatapannya menatap sengit kepada Cinta yang masih saja tersenyum sedikit menggoda. Seketika otaknya travelling kemana-mana. Membayangkan andai istrinya itu nanti lebih nekat menerobos masuk ke kamar mandi, membuatnya seketika begidik ngeri.


"Cepat keluar sana!"


Kali ini tangan Keanu mendorong keluar tubuh Cinta. Tetapi kembali tertahan saat sudah berada diambang pintu.


"Iya, Mas, aku keluar. Nggak usah manyun-manyun gitu lah. Entar aku tambah gemes gimana?"


"Astaga! Kamu itu perempuan Cinta!"


Keanu berhasil dibuat gemas pagi-pagi oleh Cinta. Baginya tidak sepantasnya seorang perempuan menggoda laki-laki yang tidak mau kepadanya, terkesan sedikit murahan menurut Keanu.


"Emang aku perempuan," balas Cinta.


"Makanya itu kamu harus jaga adab, jaga kelakuan. Jangan gampang menggoda lelaki sembarangan."


"Tapi kamu suamiku? Salah menggoda suami sendiri? Iya kali aku perempuan murahan yang demen godain cowok-cowok luaran sana. Emang mas Ken pernah lihat skj punya pacar sebelum ini? Nggak kan? Ngomongnya hat-hati, Mas."


Bukan marah, tetapi lebih memperingatkan saja. Karena memang selama ini Cinta tidak pernah punya pacar. Selain hanya mencintai sosok lelaki di depannya itu.


Keanu mendengus lagi. Memang Cinta tidak salah menggodanya, kapan pun dan dimana pun bebas dan halal Cinta menggoda Keanu.


Dalam sesaat mereka saling terdiam. Cinta tidak marah kepada Keanu, meski barusan sedikit disentil kelakuannya oleh Keanu.

__ADS_1


Lama saling terdiam membuat mereka sedikit salah tingkah. Lalu sama-sama membalik badan. Keanu masuk ke kamarnya, sedangkan Cinta melangkah keluar dari kamar itu untuk segera pergi ke dapur.


*


__ADS_2