Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 18


__ADS_3

Keanu kembali pulang saat malam sudah menunjukkan hampir pukul sebelas. Ia masih tidak tahu jika mbok Nah pulang kampung siang tadi, karena memang mbok Nah sengaja tidak berpamitan dengannya sesuai saran ibu Ratih.


Pria itu masuk ke rumah dengan langkah sedikit malas, berhenti seketika di kala menemukan Cinta tengah tertidur di sofa panjang yang ada di ruang keluarga.


"Kenapa malah tidur disini?" gumamnya heran.


Perlahan pria itu mendekat, untuk memastikan gadis itu benar-benar terlelap atau tidak. Cerobohnya ia tak sengaja membentur sudut meja hingga membuat Cinta terbangun kaget.


"Mas," Gadis itu seketika beranjak duduk. Matanya dikucek pelan, lalu berdiri mendekat untuk bersalaman dengannya.


Keanu menyambut uluran tangan itu dengan sedikit rasa entah. Sepertinya pria itu harus membiasakan diri setiap hari tangannya akan dicium oleh istrinya itu.


"Aku tadi nunggu Mas pulang, nggak tahunya ketiduran disini," jelasnya tanpa diminta oleh Keanu sebelumnya.


Keanu masih memandangnya cukup lama. Tampilan gadis itu sudah memakai baju tidur layaknya anak gadis lainnya, celana panjang dengan lengan pendek, dan bermotif bunga-bunga kecil yang dipakai Cinta saat ini.


"Mas mau masih mau mandi dulu kan?" Cinta lebih merapat, tangannya sengaja ia lingkarkan dilengan Keanu tanpa sungkan.


Keanu hanya menggeleng, tetapi tangannya segera melepas tangan Cinta. Walau dilepasnya dengan perlahan, tetapi jelas itu sebuah penolakan dari Keanu.


Cinta menghela nafasnya samar-samar. Gemuruh didadanya membuat alur nafasnya sedikit sesak, tetapi sebisa mungkin gadis itu tetap biasa-biasa saja.


"Tidurlah, ini sudah malam," ucap Keanu, sebelum kemudian membalik badan untuk segera beranjak dari sana.


"Mas," Cinta menarik lengan Keanu mencegahnya pergi.


Pria itu tidak menoleh, tetapi menurut untuk berhenti melangkah.


"Mbok Nah tadi siang pulang kampung, Mas tahu kan?" ucap Cinta.

__ADS_1


Bukan tanpa sebab Cinta mengatakan itu, karena memang sedari tadi Cinta merasa agak takut seorang diri di rumah besar ini. Memang juga ada seorang security dan sopir diluar rumah, tetapi tetap saja Cinta masih takut sendiri. Sedangkan kata mbok Nah tadi nanti akan ada yang datang membantu pekerjaan rumah selama mbok Nah pulang, tetapi ditunggu-tunggu sampai malam orang yang dimaksud itu tidak kunjung datang.


"Mbok Nah pulang?" Keanu balik bertanya.


"Mas nggak tahu emang?"


Keanu menggeleng kepala. Segera pria itu meraih ponselnya dari dalam saku celana berniat untuk menghubungi mamanya mengenai kepulangan mbok Nah ini. Dasar memang sudah malam, tentunya telpon milik mamanya itu sudah tidak diaktifkan.


Pria itu mulai sedikit gelisah. Bukan karena mbok Nah pulang, tetapi bingung sendiri untuk mencari pengganti mbok Nah selama asistennya itu pulang kampung. Sebenarnya mencari jasa pembantu sementara itu mudah dan banyak, tetapi pria itu tak begitu percaya selain hanya mbok Nah yang dapat dipercaya olehnya sekaligus sudah terlanjur nyaman sama mbok Nah.


"Kenapa Mas?" tanya Cinta, ikut gelisah demi melihat wajah Keanu yang terdiam sambil berpikir.


"Nggak papa," balasnya dingin. Lalu akan beranjak lagi tetapi dicegah lagi oleh Cinta.


"Aku mau tidur sama Mas," ucapnya tanpa filter lagi.


Keanu terhenyak sejenak. Pasti kaget, tetapi sebenarnya itu wajar dikatakan oleh Cinta karena memang ia istrinya.


Keanu masih terdiam. Entah pernyataan Cinta itu sekedar rayuan atau memang kenyataan parnoan, terus terang Keanu yang memang dasarnya nggak jahat dan baik hati, membuatnya kebingungan mencari alasan untuk menolaknya dengan tegas.


Tangan pria itu menggaruk kepalanya sedikit frustasi. Hati dan akal logikanya tiba-tiba tak singkron. Membuatnya kehabisan ide untuk sekedar mengatakan tidak.


"Aku mau bersih-bersih dulu," ucapnya sudah buntu. Kepala tiba-tiba pening diajak berpikir, apalagi tubuh juga terasa penat seharian beraktifitas diluar, membuatnya lelah sendiri untuk terlibat perdebatan kecil dengan istrinya itu.


"Aku siapkan airnya dulu, Mas." Cinta segera menarik lengan Keanu, menuntunnya beranjak ke kamar. Beruntungnya pria itu menurut tanpa banyak protes. Lebih ke lelah dan ingin segera istirahat sebenarnya.


Gadis itu segera melesat ke kamar mandi untuk mengisi air ke dalam bak pemandian. Senyum kecilnya terbit merekah merasa diuntungkan dengan kepulangan mbok Nah. Rupanya dengan tiadanya mbok Nah di rumah ini sangat membuatnya leluasa untuk bisa melayani Keanu dengan maksimal. Walau tidak tahu perasaan Keanu suka atau tidak dibegitukan, yang terpenting Cinta akan berusaha sebisa mungkin.


Sedangkan Keanu sendiri mulai membuka lemarinya untuk mengambil pakaian ganti yang enak dibuat tidur. Kaos oblong putih yang bahannya tidak begitu tebal juga celana pendek, pria itu biasa begitu tiap mau tidur.

__ADS_1


Cinta sudah keluar dari kamar mandi. Giliran Keanu yang langsung masuk ke kamar mandi itu tanpa berkata apapun sebelumnya. Gadis itu terus mengulas senyum tipisnya, menatap penuh riang pada bayangan suaminya yang sedang melepas bajunya dari balik pintu kaca buram di kamar mandi itu.


Segera gadis itu keluar kamar untuk pergi ke dapur. Ia teringat perkataan ibu Ratih jika Keanu juga suka minum susu hangat sebelum tidur. Maka gadis itu berencana akan membuatkannya.


Saat sudah selesai membuatkan suhangat itu, Cinta segera kembali ke kamarnya. Rupanya suaminya itu masih belum selesai dari kegiatannya di kamar mandi. Gadis itu sengaja menunggu sambil duduk ditepian ranjangnya.


Selang sekitar lima menit kemudian akhirnya Keanu keluar dari kamar mandi. Rambutnya sedikit basah, setitik air menetes dari ujung rambutnya mendarat mulus dikeningnya yang bersih. Cinta segera mendekat pada Keanu yang sedang bercermin di kaca rias.


"Sini aku bantu keringkan rambutnya, Mas." Tangan Cinta menengadah meminta handuk kecil yang dipegang Keanu.


Keanu hanya melirik kecil. "Nggak usah," balasnya. Lalu setelah itu meletakkan kembali handuk kecil itu ditempat biasanya ia menjemurnya.


Cinta hanya terpaku ditempat. Berulangkali ditolak rasanya gadis itu sudah kebal rasa. Atau sudah bosan untuk meratapinya lagi. Segera Cinta mengambil suhangat yang tadi ia letakkan di atas nakas. Lalu memberikannya kepada Keanu yang memilih berdiam diri di balkon kamar.


Keanu tak segera mengambilnya saat gadis itu menyodorkannya. Tatapannya menjadi aneh lagi. Mungkin merasa agak was was takut Cinta memasukkan sesuatu pada suhangat itu.


"Tenang, ini susu murni. Nggak ada apa-apanya selain rasanya manis seperti aku," seloroh Cinta, sedikit terkekeh sendiri atas kenarsisannya yang hakiki.


Keanu berpaling membuang muka, tetapi sebenarnya juga sedang tersenyum kecil. Merasa geli melihat Cinta yang benar-benar kepedean. Jadi harap dimaklum saja jika Cinta akan sedikit ngeyelan mendekatinya, sebab stok pede gadis itu seluas jagat raya. Haha...


"Ini, Mas. Diminum dong... Siapa lagi yang mau melayani kamu kalau bukan aku istrimu. Nggak usah ngandelin mbok Nah, karena mbok Nah nggak ada. Mama Ratih juga nggak tahu kapan pulangnya."


Cinta memaksa Keanu untuk mau meminumnya, sampai meletakkannya sendiri pada tangan suaminya itu.


"Jangan-jangan kalian lagi kerjasama ya?" tanya Keanu, mulai timbul kecurigaan dengan kepulangan mbok Nah yang mendadak.


"Kerjasama apaan?" Cinta balik tanya tak paham.


Keanu berpikir sejenak. Rasa-rasanya gadis itu tidak mungkin selicik itu hingga bisa bekerjasama dengan mbok Nah agar menghilang sejenak. Malas berpikir berat karena sudah saatnya untuk beristirahat, akhirnya Keanu meminum suhangat itu juga. Membuat Cinta menyeringai tipis melihat Keanu meminumnya nyaris tak tersisa.

__ADS_1


*


__ADS_2