
"Tante Ratih?" Reno menyapa ibu Ratih.
Wanita itu menoleh kaget, tidak menyangka jika Reno akan kembali lagi.
Sejenak tatapan keduanya saling bertautan. Tetapi kemudian Reno tersenyum lebih dulu. Perlahan mendekat ke arah Ibu dari sahabatnya itu, kemudian tanpa ragu langsung memeluknya.
"Terimakasih tante mau datang ke makam ibuku," serunya dengan sendu.
Ibu Ratih tidak menyahut. Tetapi tangannya terulur untuk mengusap lembut punggung Reno.
"Kita pindah tempat, Reno. Jangan di sini. Tante agak pusing," kata ibu Ratih yang kemudian Reno melepas pelukannya, beralih menatap lekat ibu Ratih.
"Tante baik-baik saja kan?" tanyanya cemas, setelah mendengar kata pusing dari ibu Ratih.
Ibu Ratih mengangguk. "Tante hanya kurang tidur. Dan sekarang tante merasa mulai ngantuk," katanya sambil sesekali menguap lebar.
Reno bergeming saja. Entahlah, terbuat dari apa hati ibu Ratih. Sudah tahu dirinya adalah anak dari madunya, tetapi masih tetap bersikap baik kepadanya. Hingga tak terasa, jiwa yang sedang rapuh itu kembali menangis. Merasa terharu.
"Kenapa menangis?" tanya ibu Ratih sambil menarik lengan Reno agar pindah tempat. Tetapi Reno memilih bertahan di tempat itu.
"Tante kenapa masih baik kepadaku. Padahal aku adalah anak dari wanita yang telah merusak rumah tangga tante. Aku anak haram!"
Ibu Ratih langsung memegang pundak Reno. Menatapnya dalam-dalam.
"Tidak ada anak haram. Semua anak terlahir suci ke dunia. Kamu tidak salah apa-apa, Reno. Yang salah adalah mereka yang sudah melanggar syariat agama," kata ibu Ratih dengan bijak.
__ADS_1
Mendengar itu Reno kembali terdiam. Ucapan ibu Ratih itu seketika menyejukkan hatinya yang terlahir sebagai anak di luar nikah. Benar kata ibunya, jika ibu Ratih adalah sosok yang baik dan pemaaf. Karena itulah ibunya dulu sangat menyesal pernah menjadi duri dalam rumah tangga ibu Ratih. Walau perselingkuhannya itu dulu terbilang rapi dan aman, tetapi yang namanya bangkai, pasti akan terendus juga baunya.
Dulu saat ibu Ratih hamil besar, tanpa sengaja ia memergoki suaminya sedang mengantar wanita lain yang juga sedang hamil di rumah sakit. Sebelum itu ibu Ratih sudah meminta suaminya agar ikut menemaninya periksa ke dokter, tetapi suaminya beralasan ada meeting dadakan yang tidak bisa diwakilkan oleh orang lain.
Dari itulah ibu Ratih tahu jika selama ini suaminya memiliki wanita idaman lain. Rasanya pasti sakit melihat kenyataan itu dengan mata kepala sendiri. Sehingga ibu Ratih memilih pergi dan urung memeriksakan kandungannya.
Saat itu ibu Ratih memilih sabar dan pura-pura tidak tahu dengan tingkah suaminya itu. Ia selalu memikirkan bayi yang dikandungnya, jika harus terlibat cekcok saat sedang mengandung. Walau harus menekan rasa perih, ibu Ratih yakin suatu saat pasti akan ada balasannya.
Dan sikap antara ibu Ratih dan suaminya saat itu tetap seperti biasanya, walau suaminya sering berbalik sikap dengannya. Tak lama kemudian ibu Ratih tahu siapa wanita selingkuhan suaminya itu. Dia adalah rekan kerja sekantor dengan suaminya. Meski begitu ibu Ratih memilih diam, tetap pura-pura tidak tahu. Hingga akhirnya ia mendengar kabar jika wanita itu pergi, karena suaminya yang tak kunjung mau tanggung jawab.
Dari itu ibu Ratih memutuskan tetap menutup mulut. Mencoba memaafkan dengan mengulang dari awal. Meski tidak sepenuhnya membuat suaminya perhatian kepadanya, yang terpenting saat itu suaminya tidak lagi mengulangi perbuatannya.
"Tante Ratih," sapa Reno membuyarkan memori ibu Ratih pada masa lampau.
Ibu Ratih terkesiap seketika. Dan lagi-lagi menguap lebar didepan Reno. Benar-benar merasa ngantuk.
Reno hanya mrngangguk, tanpa berbicara apa-apa lagi.
"Oh ya, Reno. Nanti malam beneran datang ya?" Ibu Ratih kembali mengingatkan undangannya.
"Mm... Aku-- sudah terikat janji, Tante. Jadi maaf, aku tidak bisa datang," aku Reno kemudian.
"Terikat janji apa?" Rasanya mata ibu Ratih kembali berbinar mendengar ucapan Reno itu.
"Aku punya hutang budi dengan Keanu. Sebagai balasannya ibuku membuat janji dengan Keanu untuk tidak bertemu lagi," jelas Reno.
__ADS_1
"Hutang budi apa? Kok tante tidak tahu?" ibu Ratih semakin penasaran.
Lalu kemudian Reno menceritakan semuanya. Dari sini ibu Ratih baru tahu, kalau selama ini Keanu sudah tahu semuanya. Tetapi merahasiakan semuanya darinya.
"Owalah... Begini saja, ini sudah keputusan tante. Tante ingin kamu tetap datang, karena itu undangan dari tante. Itupun kalau kamu mau mendapatkan maaf dari ku."
Ibu Ratih sudah bertekad bulat ingin mempertemukan Keanu dan Reno. Jujur, ibu Ratih juga menyayangi Reno. Sebab pria itu setahunya selalu terlihat baik saat bersama Keanu. Padahal akhir-akhir ini antara Keanu dan Reno terlibat perang dingin karena seorang perempuan. Dan ibu Ratih masih belum tahu perihal itu.
Reno terlihat gusar. Sebenarnya ia sangatlah ingin bertemu sekali lagi dengan Keanu, dan meminta maaf kepadanya. Sebelum kemudian ia akan pergi ke negara ibunya tinggal sebelumnya.
"Biar bagaimanapun, kamu dan Keanu adalah saudara sedarah," ucap Ibu Ratih menegaskan dengan status Reno dengan Keanu.
"Wajar kalau Keanu kaget. Dia hanya butuh waktu," kata ibu Ratih lagi.
Dan Reno tetap bergeming.
"Baiklah. Kamu diam, maka tante anggap kamu setuju mau datang," ucap Ibu Ratih yang kemudian pergi begitu saja. Meninggalkan seorang Reno mematung sendiri dengan jarak yang tak begitu jauh dengan makam ibunya.
Sedangkan pak Seto yang melihat ibu Ratih mendekat, buru-buru langsung menutup telponnya. Selama menunggu ibu Ratih tadi, Keanu menelponnya. Menanyakan keberadaan mamanya.
Pak Seto bilang jika ibu Ratih datang ziarah ke makam almarhum tuannya atau papanya Keanu. Akan tetapi lidahnya sedikit keseleo, tanpa sengaja mengatakan jika ada Reno juga di sana. Membuat Keanu seketika panik sendiri, takut Reno membongkar jati dirinya di depan mamanya, yang akan membuat mamanya shock dan pasti merasa sakit hati.
Nyatanya, semua itu diluar prasangka Keanu. Apa yang dilakukan ibu Ratih dan Reno berbalik arah dari dugaannya.
Bagaimanakah akhirnya jika Keanu dan Reno bertemu lagi?
__ADS_1
*