
Usai pemakaman kedua orang tua Shelyn, Keanu dan ibu Ratih berencana akan langsung pulang ke rumah yang ada di Jakarta. Karena mereka berdua juga butuh sekedar istirahat sejenak sebelum nanti akan kembali bertolak ke Yogyakarta, kembali ke rumah Cinta.
Akan tetapi realita tidak sesuai harapan. Saat mereka berdua pamit kepada kerabat yang lainnya, ibu Ratih mendapat kabar dari rumah sakit jika Shelyn sudah sadarkan diri. Wanita itu kata pihak rumah sakit saat ini sedang mengamuk, mungkin karena mendengar kabar akan kematian kedua orang tuanya dari salah satu staf rumah sakit yang memberitahunya.
"Ken, mama harus ke rumah sakit sekarang," kata ibu Ratih dengan wajah yang tidak tenang.
"Aku akan antar mama," tawar Keanu, bahkan pria itu sampai sigap membukakan pintu mobilnya agar mamanya segera masuk.
"Tidak usah!" Tolak ibu Ratih dengan tegas. Wanita itu sampai menutup pintu mobil yang semula dibukakan oleh Keanu.
Keanu hanya diam, tetapi ia merasa penasaran kenapa mamanya itu menolak tawarannya.
"Mama ke sana akan naik taksi saja," kata ibu Ratih kemudian.
"Ma, biar aku yang antar mama. Akan lebih aman pastinya," Keanu berusaha merubah keputusan mamanya, demi keamanan ibu Ratih pastinya, bukan karena penasaran bagaimana Shelyn. Sama sekali tidak!
"Keanu, dengarkan mama!" Ibu Ratih sampai merangkum bahu Keanu, juga menatapnya dengan lekat.
"Shelyn saat ini butuh pendampingan, butuh orang yang bisa menenangkannya. Kalau kamu juga ikut ke sana, akan kacau! Apa kamu mau Shelyn nanti nangis-nangis histeris sama kamu, dan meminta kamu menemaninya?" kata ibu Ratih, yang dari perkataannya itu Keanu mulai paham maksudnya apa.
"Biar mama saja yang pergi menemui Shelyn. Kamu jangan sampai berani-berani menampakkan wajah kamu ke dia. Apalagi kondisinya yang sekarang sangat butuh perhatian orang-orang. Ingat, Ken! Mama melarang kamu ini demi keutuhan rumah tangga kamu sama Cinta. Yaa... Kecuali kamu ingin rumah tanggamu hancur, silahkan kamu temui dia," kata ibu Ratih lagi panjang lebar, sekaligus memperingatkan Keanu agar menghindari wanita macam virus rumah tangga seperti Shelyn.
Pria itu pun akhirnya mengangguk paham. Apapun yang dikatakan mamanya, memang itulah yang terbaik untuknya dan Cinta.
Setelah itu Keanu ikut pergi dari rumah Shelyn, setelah sebelumnya mamanya pergi lebih dulu menaiki taksi menuju rumah sakit.
"Astaga!" pekik Keanu tiba-tiba, yang kemudian langsung mengerem mendadak dan menepikan mobilnya di bahu jalan.
Pria itu meraih ponselnya yang baru ingat jika mulai semalam tertinggal dalam mobilnya. Perasaan panik yang bercampur aduk atas musibah yang menimpa Bagas dan Yuli, membuatnya sama sekali tidak ingat dengan ponselnya. Sialnya, ponsel miliknya itu saat ini sedang kehabisan daya. Membuat Keanu jadi dongkol sendiri, karena pastinya tidak bisa menelpon Cinta.
"Jangan sampai Cinta marah," gumam Keanu was-was sendiri. Ia yakin istrinya itu pasti menelpon atau mengirim pesanpesan kepadanya. Ah, kenapa bisa lupa sih!
Segera Keanu melajukan mobilnya lagi menuju rumah. Pria itu ingin segera mencharger ponselnya setibanya di rumah setelah ini. Dan dengan modal kecepatan tinggi di jalanan, membuatnya segera tiba di rumah dengan waktu yang tidak begitu lama.
__ADS_1
Pak Seto dan mbok Nah yang melihat kedatangan Keanu tanpa memberi kabar sebelumnya, tentu terkaget-kaget melihat kedatangan anak majikannya itu.
"Kenapa tidak telpon dulu, Den, kalau mau pulang? Mbok kan bisa siapkan masakan buat den Keanu," kata mbok Nah menyapa Keanu yang masuk ke rumah dengan tergesa-gesa.
"Iya, maaf, Mbok. Lupa ngabarin, lagian hapeku juga mati, butuh di isi," jawab Keanu yang kemudian langsung mencolokkan kabel chargernya di ruang keluarga itu.
Sambil menunggu ponselnya terisi penuh, Keanu beranjak menuju kamar karena ingin langsung mandi.
"Ee... Den Keanu," sapa mbok Nah lagi.
Keanu menghentikan langkahnya, lalu menoleh kepada mbok Nah.
"Ada apa, Mbok?" tanya Keanu.
Mbok Nah terlihat seperti kebingungan, seperti ingin bicara tetapi tidak kunjung ngomong.
"Ee.... Nanti saja, Den. Silahkan Den Keanu istirahat dulu," kata mbok Nah akhirnya, yang kemudian langsung pergi dari hadapan Keanu.
Keanu memicingkan matanya menatap mbok Nah. Berhubung badan yang terasa gerah sudah tidak bisa di kompromi, maka ia pun menahan rasa penasarannya itu kepada mbok Nah. Lalu pria itu pun kembali berjalan menuju kamarnya.
Segera pria itu mendial nomor telpon Cinta, akan tetapi rupanya panggilannya itu tidak segera dijawab oleh Cinta.
"Apa dia marah?" gumam Keanu bertambah resah.
Hingga sampai panggilan telepon yang ketiga, barulah panggilan itu tersambung.
"Sayang, Sayang, maaf... Aku nggak niat nggak jawab telpon kamu. Aku lupa ninggalin hapeku di mobil semalaman. Mana batrei nya habis, jadi aku charger dulu. Maaf, Sayang, jangan marah. Tolong maafkan aku," kata Keanu langsung nyerocos begitu saja.
"Ehem!" Suara dehaman diseberang sana membuat Keanu terhenyak kaget.
"Ibu?"
"Iya, Ken," jawab ibu Rahayu sambil cekikikan.
__ADS_1
Keanu jadi nyengir sendiri, malu pastinya. Bersyukurnya saat ini mereka tidak saling berhadapan muka, dan tidak akan melihat bagaimana salting nya Keanu sekarang.
"Cinta mana, Bu?" tanya Keanu, karena kenapa bisa telpon darinya dijawab oleh ibu mertuanya.
"Ada. Barusan saja masuk kamar, hapenya ditinggal di sini. Ibu panggilkan ya," kata ibu Rahayu.
"Iya, Bu. Maaf kalau merepotkan ibu," kata Keanu merasa sungkan.
Sejenak keadaan menjadi hening.
"Hallo, Keanu," sapa ibu Rahayu lagi.
"Iya, Bu."
"Cinta masih di kamar mandi," jelas ibu Rahayu setelah mendengar bunyi gemericik air dari dalam kamar mandi di kamar Cinta.
"Baiklah, Bu. Aku telpon lagi setelah ini," kata Keanu yang kemudian panggilan telponnya berakhir.
Setelah itu Keanu beranjak ke dapur ingin membuat kopi. Di sana ia bertemu dengan mbok Nah. Pria itu teringat jika tadi mbok Nah ingin mengatakan sesuatu, makanya ia akan bertanya sambil menyeduh kopi.
"Mbok, tadi mau ngomong apa, kok nggak jadi?" tanya Keanu.
Mbok Nah langsung bereaksi kebingungan. Dari itu Keanu semakin bertambah penasaran kepada mbok Nah.
"Kenapa, Mbok? Sepertinya rahasia ya, kok wajah mbok Nah kayak takut mau ngomong gitu ke aku?"
"Ee... Itu, Den--"
"Katakan saja Mbok, jangan takut." Keanu berusaha menenangkan agar ART nya itu mau berbicara.
"Saya ambil ke kamar dulu kalau begitu, Den," kata mbok Nah yang kemudian langsung beranjak ke kamarnya.
Hayoooo... Mbok Nah mau nunjukin apa tuh?
__ADS_1
*