Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 13


__ADS_3

Masih flashback


"Nggak bisa, Ma. Mama apa-apaan sih pake seriusin hal itu?"


Keanu menolak mentah-mentah usulan mamanya yang memintanya untuk melamar Cinta. Pria itu tidak menduga jika mamanya menganggap serius permintaan terakhir ayahnya Cinta lima hari yang lalu. Disini sudah jelas ada kesalahpahaman saat itu, tetapi entah mengapa Ratih, mamanya Keanu, malah tidak keberatan dengan hal itu.


"Beri mama alasan kenapa kamu menolak ini, Ken."


"Alasannya sudah jelas. Aku tidak menyukai Cinta." Keanu menyahut yakin.


"Rasa suka itu bisa tumbuh seiring berjalannya waktu. Apalagi mencintai Cinta rasanya nggak sulit. Dia anaknya cantik dan manis, pasti nggak butuh waktu lama buat kamu suka sama dia. Lagi pula sudah saatnya kamu untuk menikah, Ken."


Keanu terhenyak tak percaya. Semudah itu mamanya mengatakan seperti itu, padahal ini urusannya masalah hati. Sejenak pria itu menggaruk kepalanya frustasi, sembari mengatur nafasnya yang seperti menyumbat dada demi menghindari pertikaian dengan sang mama.


Sebenarnya usia Keanu masih cukup aman jika tidak menikah satu atau dua tahun ini. Mamanya saja yang keburu ingin melihatnya menikah. Sehingga terkesan memaksanya walau sudah mengatakan jika ia tidak menyukai gadis pilihan mamanya itu.


"Keanu, Cinta itu gadis baik-baik, Nak. Mama sudah mengenalnya, apalagi kita juga sudah tahu keluarganya. Jujur saja, sebelum mama meminta ini sama kamu, mama sudah sholat istikharah dulu, Nak. Setelah mama tanya-tanya ke pak ustadz kemarin malam di pengajian, beliau bilang ini hal yang baik untuk kamu dan juga mama," jelasnya cukup panjang lebar.


Membuat pria itu terperangah lagi saat mendengar mamanya sampai melakukan sholat istikharah yang dikenal sebagai sholat meminta petunjuk untuk memutuskan sesuatu hal.


"Yaa... Walaupun ini agak sulit buat kamu karena Cinta adiknya Zayn," lanjutnya lagi.


"Itu mama sudah tahu alasan lainnya. Kenapa masih memaksaku menikahinya?" Keanu langsung menimpali dengan alasan yang pasti masuk akal baginya.

__ADS_1


"Dan sudah seharusnya kamu baikan sama Zayn. Terima kenyataan kalau Ara istri Zayn. Sudah saatnya kamu move on, Ken."


"Move on? Dengan harus menikahi Cinta? Itu sama saja mama mempersulit perasaanku."


Ratih menghembus nafas beratnya. Kesal karena Keanu masih alot diajak berembug, tetapi juga tidak bisa marah kepadanya.


Sejenak Keanu menundukkan wajahnya. Sungguh pria itu tidak dapat membayangkan bagaimana jadinya jika ia kemudian menjadi adik ipar rivalnya itu. Ditambah lagi dengan adanya Ara. Apa iya, Keanu bisa menjaga hatinya agar tidak goyah setelah akan sering bertemu Ara lagi, yang sempat menjadi penghuni hatinya itu? Untuk bisa move on dari rasa itu saja, Keanu masih proses belajar. Apalagi harus berhubungan dengannya lagi yang pasti akan menjadi kakak iparnya jika akhirnya ia setuju menikahi Cinta.


"Ku rasa kamu sudah cukup dewasa untuk mempertimbangkan ini. Terus terang itu tidak masalah buat mama. Selama nanti setelah menikah Cinta kamu bawa kesini, maka semua aman." ujar Ratih, sudah besar tekad menginginkan Cinta menjadi menantunya, hingga tak lagi menimang bagaimana perasaan anaknya itu sekarang.


Lalu setelah itu Ratih beranjak masuk ke kamarnya. Meninggalkan Keanu yang kebingungan sendiri harus bersikap bagaimana demi tidak menyakiti perasaan orangtua tunggalnya itu. Tetapi untuk menyetujui permintaan mamanya itu sungguh ia tak mau.


Malampun perlahan berganti pagi. Bahkan kumandang adzan subuh itu terdengar sayup-sayup saat Keanu terbangun dari tidurnya yang sebenarnya tidak begitu nyenyak. Dengan sedikit malas pria itu beranjak ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Saat sajadah itu sudah digelar, Keanu menariknya lagi. Dan secepatnya keluar kamar juga menuju garasi untuk kemudian menyalakan motornya.


Tak sampai sepuluh menit Keanu sudah tiba di masjid. Pria itu segera menggelar sajadahnya dan melaksanakan sholat subuh berjamaah dengan khusyuk. Seperti biasa selepas jamaah subuh di masjid itu akan selalu ada tausiah pagi yang dipimpin oleh ustadz yang mengimami jamaah subuh pagi ini.


"Dalam sebuah hadist dikatakan, hormatilah ibumu, ibumu, ibumu, lalu kemudian bapakmu. Dari hadist ini, akankah kita masih tega menyakiti perasaan ibu kita. Betapa besar dosa kita, bila sampai airmata itu menetes dari ibu karena tingkah laku kita. Bahkan Rosulullah saja sudah menegaskan jika tingkat kehormatan ibumu lebih tinggi tiga tahap dari bapak."


Deg.


Seketika Keanu mengangkat wajahnya, menatap dengan rasa entah kepada ustadz yang sedang menyampaikan tausiahnya didepan. Wajar saja jika apa yang disampaikan ustadz itu bagai sindiran nyata buatnya, semalam saja ia sempat berdebat dengan sang mama.


"Ya Tuhan, ampunilah dosaku karena telah menyakiti hati mama semalam. Beri aku petunjuk bagaimana caraku untuk bisa membahagiakan mama," batinnya bersuara lirih.

__ADS_1


"Surga itu ada dibawah telapak kaki ibu. Itu adalah perumpamaan betapa mulianya seorang ibu, sehingga amat durhakalah kita bila sampai menyakiti perasaannya. Dari itu, pulang dari sini, mari kita meminta maaf kepada ibu kita selagi beliau masih ada. Bila sudah ibu kita tiada, jangan lupakan memberinya doa kebaikan dalam setiap sujud kita." Setelah itu sang ustadz pun mengakhiri tausiahnya.


Keanu tertunduk dalam-dalam. Ia masih belum beranjak dari tempatnya, walau sebagian jamaah yang lain sudah keluar satu persatu. Dalam hati sebenarnya pria itu menangis lirih. Tidak ada niat ingin menyakiti hati mamanya, tetapi ia sendiri juga tidak mungkin untuk menuruti kemauannya itu.


Apakah lebih baik ia ikut-ikutan menunaikan sholat istikharah seperti yang dilakukan mamanya itu? Tetapi ia sendiri masih tidak begitu paham bagaimana cara melakukannya?


"Kenapa belum pulang, Nak?" Tetiba pak ustadz itu sudah duduk didepannya, menyapanya dengan ramah.


Keanu tersenyum tipis, dan kemudian mengulurkan tangannya saling bersalaman dengan pak ustadz.


"Sepertinya kamu sedang ada yang dipikirkan, benarkah begitu?" tanyanya, setelah mengamati wajah Keanu yang kentara bimbang.


Keanu mengangguk ragu. Sepertinya curhat dengan pak ustadz itu mungkin akan menemukan solusi baik bagi kegalauan hatinya saat ini.


"Boleh saya curhat, pak Ustadz?" tanyanya kemudian.


Pak ustadz itu mengangguk setuju. Tanpa mengulur waktu Keanu segera menceritakan keluh kesah hatinya itu dengan tenang. Semoga saja setelah ini hatinya sedikit plong setelah mengeluarkan semua uneg-unegnya itu.


"Menikah itu adalah sunnah rasul, Nak. Apalagi setelah mendengar ceritamu itu, sebenarnya sangat baik. Mencintai karena Allah itu lebih indah dalam sebuah pernikahan. Lambat laun rasa cinta itu akan datang sendiri dengan ridho Allah tentunya."


"Ingatlah selalu, ridho Allah tergantung ridho orangtuamu. Murka Allah, juga tergantung murka orangtuamu. Apalah kita, jika kemudian hidup tanpa ridho kedua orangtua kita?" Ustadz itu berkata sambil menepuk pundak Keanu dengan tenang.


"Ada yang ingin ditanyakan lagi, Nak?" serunya sangat sabar.

__ADS_1


Keanu menggeleng saja. Rasanya ia sudah menemukan jawaban itu. Segera Keanu pulang, setelah melihat ustadz itu kembali itikaf disana.


*


__ADS_2