
Cinta dan Hana akhirnya selesai mengerjakan tugas tambahan yang diberi oleh dosen killer itu saat hari sudah menjelang sore. Karena ini Hana harus ijin tidak masuk kerja. Duo bestie itu keluar dari ruangan dosen dengan wajah lesu tetapi juga lega, karena sudah tidak memiliki tanggungan tugas lagi.
"Duh, capek banget, butuh ngopi nih kayaknya," seru Hana sambil memijiti tengkuknya yang terasa kaku, saat keduanya memilih duduk sejenak di kursi taman kampus.
Sedangkan Cinta sendiri hanya diam sambil bersender pada punggung kursi. Wajahnya juga sama lelahnya dengan Hana.
Setelah itu Hana meraih ponselnya, di lihatnya waktu sudah menunjukkan hampir pukul empat sore.
"Ta, aku mau pulang, mau bareng nggak?" tanya Hana.
Tetapi reaksi Cinta malah terjingkat kaget. Wanita itu segera meraih ponselnya dalam tasnya, lalu mengaktifkan lagi ponsel miliknya yang sengaja ia matikan saat sibuk-sibuknya menggarap tugasnya tadi.
Begitu ponselnya aktif kembali, pasti saja puluhan chat dan panggilan masuk dari Keanu bermunculan. Membuat wanita itu spontan menepuk keningnya sendiri, karena telah membuat suaminya menunggu tanpa kabar.
"Kenapa?" kepo Hana.
"Suami aku," jawab Cinta sambil kemudian mendial nomor ponsel Keanu dan lalu menghubunginya.
Sedangkan Keanu yang sudah merasa tidak sabar karena Cinta tak kunjung ada kabar, memutuskan untuk kembali menyusul dan akan mencari langsung keberadaan Cinta di kampus. Pria itu mengendarai mobilnya agak cepat. Berbagai pikiran negatif tiba-tiba saja menghampiri benaknya. Walau sudah berusaha menepis nya, yang namanya khawatir ya tetap saja khawatir.
"Nggak dijawab," sendu Cinta saat suaminya itu tidak menjawab panggilan telponnya.
Hana berpikir sejenak. Ia tadi lupa untuk bertanya siapa suami Cinta. Karena keburu masuk kelas yang berujung pulang paling akhir daripada teman-teman sekelasnya tadi.
"Eh iya, aku lupa nanya, siapa sih suami kamu?" tanya Hana pada akhirnya.
"Kamu udah kenal kok," jawab Cinta sambil terus berusaha menghubungi Keanu. Padahal telpon suaminya itu sedang aktif, tetapi kenapa tidak dijawab? Apakah ngambek?
Hana mengernyitkan keningnya. Jujur ia tidak suka teka-teki saat badan dan pikirannya lelah sekali seperti sekarang.
"Langsung jawab napa, males nebak aku," sergah Hana, tetapi yang ada Cinta malah berdiri lalu berjalan mondar-mandir mirip orang kebingungan.
Jujur, Cinta takut sekali jika suaminya itu kembali bersikap dingin kepadanya. Kebahagiaan itu baru ia rasakan, masa harus perang dingin lagi dengan suaminya. Karena biasanya Keanu seperti itu jika sedang tidak baik pikirannya.
__ADS_1
"Ta, duduk napa, pusing lihatnya kayak setrika mondar-mandir terus, nggak capek apa?"
Tetapi Cinta tidak peduli dengan ocehan Hana. Wanita itu kentara sekali jika sedang gelisah.
"Jadi kamu itu minta di jemput suami kamu? Tapi dia nggak jawab telpon kamu, gitu?" tebak Hana mengira-ngira yang sedang dipikirkan Cinta saat ini.
Dan ternyata Cinta mengangguk lemah. Wanita itu kembali duduk bersebelahan dengan Hana, tentu dengan wajah yang masih sendu.
"Gini aja deh, kamu chat suami kamu dan bilang kalau kamu pulangnya sama aku. Aku anter kamu gimana?" Hana mencoba memberi solusi. Dirinya yang awalnya niat pulang duluan, malah terpaksa tidak ikut pulang demi menemani Cinta.
Cinta masih berpikir. Tetapi kemudian ponsel miliknya berdering, rupanya Keanu yang menelponnya.
"Mas," sapa Cinta langsung.
"Astaga! Kenapa hape kamu tidak aktif? Aku bingung dari tadi. Sekarang kamu di mana, Dek?" tanya Keanu to the point.
Pria itu saat ini sedang berjalan mencari Cinta di sekitar fakultas tempat istrinya kuliah. Wajahnya celingukan mencari keberadaan Cinta, yang ia yakini istrinya itu masih berada di kampus. Wajar saja jika Keanu sangat hafal setiap jalan di kampus itu, karena memang dirinya juga alumni di sana.
Belum sempat Cinta mengatakan keberadaannya, sambungan telepon itu keburu di putus oleh Keanu.
Pria itu melihat di mana Cinta berada saat ini. Dengan begitu segera Keanu melangkah menghampirinya.
"Aaaaaa.... Dimatikan," pekik Cinta gemas sendiri. Fix, suaminya itu benar-benar ngambek menurut Cinta.
Hana yang melihatnya hanya bisa mengusap bahu Cinta, agar sahabatnya itu tidak sesedih seperti ini.
"Dek," Tetiba suara bariton pria menyapa dari arah belakang mereka duduk.
Cinta dan Hana sama-sama menoleh. Dan seketika Cinta beranjak, berhambur memeluk Keanu yang tiba-tiba saja sudah berada di belakangnya.
"Mas, maaf, aku nggak niat bikin kamu cemas, tapi tadi aku sengaja matiin hape karena pingin fokus ngerjain tugas," jelas Cinta tanpa Keanu memintanya dulu. Wanita itu memeluk tubuh Keanu dengan erat, tak lagi menghiraukan wajah kaget Hana yang melihat adegan itu.
Keanu mengangguk saja. Tangannya terulur untuk mengusap punggung istrinya dengan lembut. Soal penjelasan itu mungkin nanti di jelaskan di rumah saja. Yang terpenting sekarang melihat istrinya baik-baik saja sudah syukur. Apalagi yang saat ini bersama dengan Cinta adalah Hana, gadis yang Keanu tahu jika ia adalah sahabat baik istrinya.
__ADS_1
"Bos Ken? Anda--" Hana tak jadi melanjutkan pertanyaannya.
Cinta melerai pelukannya. Wanita itu menoleh kepada Hana yang masih berwajah kebingungan, rasa tak percaya tetapi nampak di depan mata.
"Hana, mas Keanu ini suamiku," jelas Cinta kemudian.
Hana ternganga mendengarnya. Kaget pastinya. Tetapi sebenarnya jauh di lubuk hatinya merasa sangat senang, karena akhirnya Cinta bisa memiliki lelaki impiannya dengan nyata.
Lalu terlihat senyum lebar Hana mengulas di wajahnya. Gadis itu berhambur memeluk Cinta, ikut terharu sekaligus bahagia luar biasa.
"Ya ampun, benar-benar qobul hajat. Selamat ya, Ta. Aku ikut seneng lihatnya," seru Hana masih sambil berpelukan dengan Cinta.
Gadis itu sampai tak terasa meneteskan air mata kebahagiaannya. Ia sangat tahu bagaimana Cinta menggilai Keanu selama ini. Meski juga tahu kalau sikap Keanu berbalik keadaan kepada Cinta dulu, tetapi tetap saja Hana melihat rasa cinta sahabatnya itu tak pernah mundur kepada Keanu. Bahkan Cinta sendiri blak-blakan mengaku jika setiap do'anya itu tersemat nama Keanu di sana. Yang akhirnya ternyata Tuhan mengabulkan do'a Cinta, untuk bisa memiliki Keanu sebagai pasangan hidupnya.
"Makasih, Na," ucap Cinta yang kemudian mereka melerai pelukannya.
"Sumpah Demi apa kamu rahasiain ini sama aku? Ya ampuuuun... Pingin aku timpuk iih!"
Cinta hanya tertawa kecil mendengar ocehan sahabatnya itu. Wajahnya sesekali menengok kepada Keanu yang juga sedang tersenyum melihat kedekatan dirinya dengan Hana yang sudah seperti saudara.
"Jadi--" Hana memberanikan diri menatap Keanu, lebih tepatnya menatap leher Keanu yang masih kentara tanda kissmark nya.
"Itu ulah kamu?" Gadis itu sampai menunjuk tanpa sungkan pada leher Keanu, membuat pria itu seketika kikuk sambil celingukan ke mana-mana.
Dan Cinta hanya nyengir sebagai jawabannya.
"Mmm.... Dasar!" Hana menimpuk gemas lengan Cinta.
"Bos, maaf nih, kalau kemarin saya sempat suudzon sama anda." Hana berucap sambil mengapitkan kedua tangannya di dada.
Keanu bereaksi dengan tersenyum tipis, di ikuti anggukan kepalanya pertanda memaafkan. Maklum saja jika kemarin hampir seluruh karyawan resto nya berpikiran negatif kepadanya, karena memang pernikahan dirinya dengan Cinta tidak banyak orang yang tahu. Setelah kejadian ini, Keanu semakin ingin gelaran resepsi yang ia rencanakan segera terwujud, demi menghindari omongan negatif tentangnya maupun tentang Cinta.
*
__ADS_1