
Cinta dan Keanu sudah pulang dari toko perhiasan yang dibeli Keanu untuk Cinta. Tidak tanggung-tanggung pria itu benar-benar mewujudkan apa yang dikatakannya itu. Satu set perhiasan yang bernilai sangat fantastis. Keanu rela merogoh koceknya dalam-dalam demi istri tersayang.
Saat ini keduanya sudah dalam perjalanan pulang. Rona wajah keduanya sangat berseri, merasa bersyukur rumah tangga mereka damai dan tentram. Tetapi belum juga mereka tiba di rumah, ponsel milik Keanu berbunyi. Rupanya telpon masuk dari Reno. Tentu saja Keanu malas menjawabnya. Mau apalagi coba si Reno menelponnya malam-malam begini?
Panggilan telpon itu terus saja berbunyi, bahkan sampai berulang-ulang karena tak kunjung dijawab oleh Keanu. Sesekali mulut Keanu berdecak kesal, merasa terganggu dengan bunyi ponselnya yang bising dan sepertinya Reno memaksanya untuk menjawab telponnya.
"Mas, dijawab saja, takutnya penting. Kok feeling ku tiba-tiba nggak enak, takut ada sesuatu sama kak Reno," ucap Cinta, mendadak kepikiran Reno karena ia tahu sendiri pria itu kemarin kecelakaan.
Keanu melirik aneh kepada Cinta. Sebenarnya sangat dan sangat malas untuk menjawab telpon itu, tetapi jika dipikir lagi mungkin memang ada sesuatu penting dari Reno. Karena selama Keanu mengenal Reno, tidak pernah sekalipun Reno menelponnya dengan berulang-ulang seperti ini.
Lalu Keanu menepikan mobilnya, dan kemudian menjawab telpon itu.
"Keanu!" Terdengar suara perempuan yang menyapa Keanu dari telpon itu.
"Iya," Keanu menjawab ragu. Siapa wanita ini?
"Datanglah ke rumah sakit. Tolong... Tolong bantu Reno anakku," mohon wanita itu yang mengaku sebagai ibunya Reno.
Keanu tak lantas mau. Setahunya ibunya Reno ada di luar negeri. Dan lagi Keanu juga tidak pernah tahu seperti apa wajah ibunya Reno. Atau apakah ibunya Reno memang datang ke sini demi menemani Reno yang kemarin kecelakaan?
"Keanu, tante mohon, Nak. Tante sangat butuh bantuan kamu," mohon wanita itu sekali lagi.
"Memang apa yang terjadi sama Reno?" tanya Keanu pura-pura tidak tahu soal kecelakaan itu, karena bisa jadi ada hal lainnya yang menimpa Reno sehingga sangat butuh bantuannya.
"Reno butuh tranfusi darah. Dia kecelakaan. Hanya kamu yang bisa membantu Reno, Nak. Hanya kamu harapan tante," tutur wanita itu dengan sendu.
"Tranfusi darah, apa hubungannya denganku?" batin Keanu bertanya-tanya sendiri.
"Ken, tante mohon. Datanglah ke rumah sakit. Demi Reno, Ken. Demi saudaramu!"
Derrr!!!
"Saudara!" pekik Keanu tak percaya.
__ADS_1
Wanita yang mengaku ibunya Reno itu terdengar menangis. Dan Keanu hanya terdiam, mematung, dengan pikiran yang sudah pasti kacau.
Apakah yang dikatakan ibunya Reno itu benar?
"Mas," Cinta mengguncang lengan Keanu, karena suaminya itu hanya terbengong dengan sorot mata nanar.
"Ada apa? Apa yang terjadi dengan kak Reno?" tanya Cinta penasaran.
Keanu menghentak nafas kasarnya. Tanpa menjelaskan, pria itu kembali melajukan mobilnya. Segera menuju rumah sakit. Bukan untuk membantu Reno, tetapi untuk mencari kejelasan tentang yang dikatakan ibunya Reno perihal ia adalah saudara Reno.
Sesampainya di rumah sakit, ternyata Keanu memang sudah ditunggu oleh ibunya Reno. Wanita itu berdiri di depan pintu masuk rumah sakit itu dengan berderai air mata.
"Keanu! Kamu pasti Keanu kan?" katanya sambil langsung mengapit lengan Keanu, menariknya masuk ke dalam rumah sakit.
"Iya. Tante siapa?" Keanu melepas tangan wanita yang masih seumuran dengan mamanya itu dari lengannya.
Akan tetapi wanita itu kembali menarik lengan Keanu, memaksanya masuk lebih dalam hingga kemudian terhenti di depan ruang OK.
Tak lama setelah itu seorang dokter keluar dari ruang OK.
"Baiklah." Dokter itu mengangguk.
"Tidak bisa! Apa-apaan ini? Sembarangan saja minta tranfusi darah!" tolak Keanu dengan tegas.
"Keanu," Kini wanita itu telah bersimpuh di depan Keanu. Terpancar jelas dari sorot matanya jika teramat besar harapannya agar Keanu mau membantunya.
Cinta yang melihat adegan itu sedari tadi hanya bisa diam, walau dalam hati sebenarnya amatlah penasaran, ada apa yang sebenarnya terjadi.
Walau wanita itu meratap sambil menangis sendu di depan Keanu, tetapi tetap tak membuat Keanu iba untuk membantu Reno. Apalagi setelah Keanu mencermati wajah wanita yang mengaku sebagai ibunya Reno itu seperti tidak asing.
Perlahan langkah kaki Keanu mundur. Pikirannya sudah melanglang jauh pada memori jaman ia SMP. Saat tak sengaja menemukan foto almarhum papanya bersama wanita itu. Yang hingga sampai saat ini ibu Ratih tidak pernah tahu tentang foto itu, karena Keanu keburu merobeknya saat foto itu tak sengaja ditemukan di ruang kerja papanya.
"Keanu! Tolong Reno, Ken! Keanu!" histeris wanita itu.
__ADS_1
"Reno akan meninggal jika tidak segera mendapatkan bantuanmu," lanjut wanita itu dengan suara gemetar.
Cinta yang mendengar itu, spontan menahan lengan Keanu. Ia menatap lekat pada netra suaminya. Kepalanya mengangguk kecil, isyarat bantulah ibu itu.
Keanu langsung menggeleng. Sedang matanya sudah mulai berkaca-kaca. Sesuatu yang sesak seakan menghimpit dadanya. Tidak mau percaya dengan dugaannya, tetapi tadi ibunya Reno mengatakan jika dirinya bersaudara dengan Reno.
Seorang dokter mendekat kepada Keanu. Lantas dokter itu menepuk-nepuk bahu Keanu.
"Setidaknya kamu telah membantu nyawa seseorang. Kesampingkan egomu. Berpikirlah secara logika. Pasti akan ada hal kebaikan yang akan membalas kebaikanmu. Tolong bantu ibu itu," ucap dokter itu kepada Keanu.
Sejenak Keanu melirik kepada Cinta. Dan Cinta langsung merespon dengan anggukan kepalanya. Tanpa mengulur waktu lagi Keanu segera dibawa ke ruang khusus, untuk kemudian diambil darahnya.
Saat Keanu berada dalam ruangan itu, Cinta mendekat kepada ibunya Reno.
"Terimakasih, Nak. Terimakasih banyak sudah mau membantu Reno. Tolong maafkan segala kesalahan Reno selama ini kepada kalian. Tante janji, jika Reno selamat, tante akan bawa Reno ke Jerman. Dia tidak akan mengganggu hubungan kalian lagi. Tante akan jamin itu," ucap ibunya Reno panjang lebar.
Sepertinya wanita itu sudah tahu banyak tentang Cinta dan Keanu. Mungkin bisa jadi karena Reno memang menceritakan semuanya kepada ibunya. Saat ini yang membuat Cinta lebih penasaran adalah ada hubungan apa antara Keanu dan Reno.
"Tadi tante bilang mas Keanu masih saudara dengan kak Reno. Itu maksudnya apa?" tanya Cinta.
Wanita itu menghela nafasnya. Kemudian mengusap bersih linangan air matanya yang perlahan surut.
"Reno dan Keanu saudara satu bapak," akunya yang pasti membuat Cinta langsung kaget mendengarnya.
"Kok bisa?"
Perlahan ibunya Reno menjelaskan rahasia itu. Dulu ibunya Reno mencintai papanya Keanu, meski sudah tahu jika saat itu papanya Keanu sudah beristri. Rasa cinta itu ternyata disambut oleh papanya Keanu, yang akhirnya hubungan mereka kebablasan yang berujung ibunya Reno hamil. Kebetulan sekali saat itu ibu Ratih juga hamil. Karena papanya Keanu menolak bertanggungjawab, maka ibunya Reno memilih pergi ke luar negeri setelah kandungannya menginjak tujuh bulan. Kepergiannya itu tanpa setahu papanya Keanu.
Hingga kemudian Reno yang sudah dewasa menuntut ingin tahu bagaimana dan seperti apa wajah papanya. Akhirnya ibunya Reno membiarkan Reno untuk tinggal di sini, karena tujuan awalnya adalah sekedar ingin tahu, bukan untuk mengganggu ketentraman rumah tangga papanya bersama keluarga yang sebenarnya.
Sebenarnya Reno adalah pria yang baik. Terbukti saat ia pertama bertemu dengan Keanu dan mengenal ibu Ratih, ia bisa mengakrabkan diri dengan cepat. Bahkan tidak pernah terbesit sedikitpun untuk membalas dendam, karena memang ibunya Reno selalu mewanti-wanti untuk sadar diri, jika dirinya terlahir dari rahim seorang pelakor. Mau menuntut bagaimana pun, ia tetap akan kalah dibandingkan dengan Keanu yang terlahir secara sah dan tercatat dalam hukum negara.
Akan tetapi, ketika cinta itu tumbuh pada seorang wanita yang sama, Reno mulai hilang kendali. Apalagi ketika Reno tahu jika Keanu tidak memperlakukan Cinta dengan baik, Reno semakin gencar untuk merebut Cinta dari Keanu. Meski ibunya Reno telah berulang-ulang menasehati agar tidak menjadi pebinor, tetapi sepertinya cinta yang dimiliki Reno sudah terlanjur buta.
__ADS_1
Puas menceritakan rahasia yang tersimpan cukup lama itu, ibunya Reno kembali terisak. Sangat jelas dari sorot matanya jika ia sangat menyesali perbuatannya yang dahulu. Dan Cinta yang hanya menjadi pendengar dari cerita itu hanya bisa diam seribu bahasa. Tangannya terulur untuk merangkul pundak lemah wanita itu. Dalam waktu yang cukup lama, dua wanita itu saling berpelukan dan sama-sama menguatkan.
*