Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 85


__ADS_3

"Ada apa lagi?" Cinta bertanya, kentara sekali di wajahnya jika wanita itu tidak nyaman. Tetapi Reno tidak peduli itu. Sudah beberapa hari ini ia kesulitan menemui Cinta, dan ketika bertemu sekarang tentu tak akan Reno lepaskan sebelum mereka bisa sama-sama bicara.


"Kak!" Cinta menghentakkan tangannya yang masih dalam genggaman Reno, tetapi genggaman tangan pria itu terlalu kuat sehingga sulit untuk di lepaskan.


"Kita harus bicara," ucap Reno sedikit memaksa.


Cinta bergeming. Tetapi sorot matanya menatap tajam kepada Reno. Sedangkan Hana yang seperti menjadi orang ke tiga di antara mereka, tentu tidak enak sendiri jika tetap berada di sana.


"Ee... Ta," sapa Hana kepada Cinta.


Cinta menoleh.


"Kalian kalau mau bicara silahkan, aku bisa pindah duduk sana," ucapnya memberi solusi, karena menurutnya Cinta dan Reno memang butuh bicara berdua.


"Tidak, Na!" tolak Cinta seketika itu.


"Kamu tetap di sini," cegahnya kepada Hana.


"Kak Reno mau bicara apa? Bicara saja sekarang, kalau itu memang sangat penting menurut kakak," ucap Cinta kemudian.


Reno melirik kepada Hana. Tetapi gadis itu sama sekali tidak mempedulikan kode darinya dan memilih tetap di tempat seperti permintaan Cinta.


"Berarti sebenarnya tidak ada yang ingin kakak bicarakan. Ayo pulang, Na!"


Karena Reno tak lekas bicara, maka Cinta beranggapan jika Reno hanya alasan saja. Dan ia pun menarik tangan Hana, mengajaknya untuk pulang.


"Cinta!" Reno menyentuh pundak Cinta, saat wanita itu sudah membelakangi dirinya.

__ADS_1


"Aku minta maaf," ucapnya dengan sungguh-sungguh. Nada bicaranya sudah kembali kalem.


Cinta masih diam di tempat. Tetapi tetap dengan posisi memunggungi Reno.


"Maaf kalau aku buat kamu nggak nyaman. Tolong jangan benci sama aku. Aku ingin kita seperti sebelumnya lagi."


"Aku tidak benci sama kak Reno," jawab Cinta, tetap enggan menoleh kepada Reno.


"Kalau begitu tolong jangan blokir nomor ku," pinta Reno, merasa sangat hampa belakangan ini setelah nomor handphonenya sengaja di blokir oleh Cinta.


Mendengar itu Cinta membalikkan badannya menghadap Reno.


"Maaf, Kak. Soal itu aku terpaksa melakukannya. Sekali lagi aku tidak benci sama kakak. Tapi tolong mengertilah. Aku seorang istri, aku harus bisa menjaga harga diri suami. Kak Reno pasti paham kan?"


Reno tersenyum getir mendengarnya.


Cinta terdiam. Wanita itu mulai terpancing dengan omongan Reno soal kata mantan pacar. Sebelum ini ia memang tidak peduli dengan bagaimana masa lalu Keanu, karena semua orang pasti memiliki masa lalu. Tetapi yang membuat hatinya terusik saat Reno menegaskan jika Keanu masih sulit melupakan mantan pacarnya itu.


Masalah Shelyn, Cinta sedikit banyak sudah tahu bagaimana hubungan Keanu dengan wanita itu. Apakah ini berarti masih ada wanita lain yang selama ini ia tak tahu?


"Asal kamu tahu, selama ini Keanu menutup diri karena hatinya yang tidak bisa move on dengan wanita itu. Bisa jadi Keanu hanya menjadikanmu pelarian, sebagai bahan percobaan hatinya. Aku tahu mantan pacar Keanu, tetapi aku tidak mau memberitahumu. Aku takut kamu tidak kuat mendengarnya."


Cinta semakin mengerutkan keningnya. Apakah orang itu ia juga kenal? Kenapa harus mengatakan ia tidak akan kuat kalau tahu? Ternyata masih banyak sekali sesuatu hal yang masih misteri dari suaminya. Apalagi ini menyangkut masalah hati yang katanya belum juga move on. Tetapi kemudian Cinta segera menepis prasangka buruknya tentang Keanu yang tiba-tiba saja mengusik benaknya.


"Apa maksud kamu mengatakan ini sama aku? Aku rasa semua orang pasti memiliki masa lalu. Mas Keanu suamiku. Aku memilihnya karena aku melihat masa depannya, bukan bagaimana masa lalunya. Bagiku itu sudah tidak penting. Mau seperti apa masa lalu nya dengan mantannya itu, itu cuma bagian masa lalu!," ucap Cinta menegaskan kepada pria itu agar tidak meneruskan pembicaraannya yang menurut Cinta unfaedah, karena yang di bahas hanya soal masa lalu.


Reno tersenyum lagi, tetapi sorot matanya sudah berubah bagi Cinta, tak seperti tatapan mata Reno sebelumnya.

__ADS_1


Sedangkan Hana yang saat itu tak ayalnya obat nyamuk di antara mereka, hanya bisa garuk-garuk kepala tak paham. Kenapa bisa sepelik ini urusan percintaan Cinta? Apakah ini yang dinamakan ujian rumah tangga? Ia pun merasa keberadaannya semakin tak enak untuk berada di antara mereka. Maka perlahan-lahan Hana mulai menggeser jaraknya, tujuannya agar mereka bisa saling bicara sepuasnya. Bila perlu terselesaikan di sini juga.


Dalam sesaat Cinta dan Reno saling diam, dengan tatapan keduanya yang saling bertautan. Hingga akhirnya Cinta menyudahi terlebih dahulu dengan tiba-tiba pergi dari tempatnya.


"Cinta!" pekik Reno memanggil Cinta.


"Ee... ee... Stop! Stop! Jangan di kejar!" Hana menghadang di depan Reno.


Reno menatap kesal dengan Hana, tetapi gadis itu tidak gentar sama sekali dengan tatapannya yang menghunus tajam.


"Setidaknya, kalau memang menyukai seseorang, jangan buat sedih. Aku tahu kak Reno membongkar masa lalu bos Keanu di depan Cinta karena ingin Cinta berpaling dari bos Keanu kan? Tapi menurutku itu bukan sikap cowok gentle, Kak. Cara kakak itu terlalu receh!" umpat Hana lalu kemudian berlari menyusul Cinta yang entah sudah sampai di mana.


Sedangkan Reno masih tertegun di tempat. Pria itu sangat tersentil dengan ucapan Hana. Sebenarnya ia tak ada niat untuk membuat Cinta bersedih. Cuma ia merasa ini tidak adil bagi Cinta yang begitu mencintai Keanu, sedangkan dirinya sangat tahu siapa yang selama ini bertahta di hati Keanu.


Puas merenung seorang diri, pada akhirnya Reno hanya bisa berkata biarlah. Mungkin sudah saatnya apa yang tersimpan akan terkuak juga. Pada akhirnya Cinta yang berhak memutuskan.


"Cinta!" Hana berhasil mengejar Cinta yang sudah melangkah cukup jauh dari tempat yang tadi.


Cinta menoleh sejenak, tetapi kemudian kembali melangkah cepat untuk segera keluar dari kawasan mall itu.


"Sorry ya, Na, kalau acaranya jadi begini. Lain kali aku pasti traktir kamu lagi," ucap Cinta saat mereka sudah berdiri menunggu taksi lewat.


Hana tersenyum tipis. Tangannya mengusap lengan Cinta penuh pengertian. Terlihat jelas dari raut wajah sahabatnya itu jika sedang tidak baik-baik saja.


"Tolong jangan percaya ucapan kak Reno. Bisa jadi itu hanya fitnah. Karena terkadang orang yang sudah terlanjur gila, akan melakukan apapun demi bisa dapetin apa yang dia mau," ucap Hana.


Cinta bergeming saja. Jujur, perasaannya saat ini mendadak entah. Terasa lelah hati dan pikiran. Di saat Keanu sudah berniat ingin mengadakan resepsi pernikahannya, tak di sangka datang lagi ujian seperti ini yang cukup membuat hati Cinta penasaran dengan ucapan Reno itu. Walau berulangkali sudut hatinya yang lain menolak percaya itu, tetapi tetap saja membuatnya tidak tenang.

__ADS_1


*


__ADS_2