Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 57


__ADS_3

Ibu Ratih segera keluar dari kamarnya begitu melihat mobil Keanu telah masuk ke halaman rumahnya. Memang sengaja ibu Ratih menunggu kedatangan Keanu sambil mengintip lewat celah korden kamarnya. Tetapi wanita itu segera beranjak ke dapur, bukan untuk membukakan pintu menyambut kedatangan Keanu.


Keanu masuk ke rumah itu dengan wajah yang terlihat gelisah. Sesekali tangannya mengusap tengkuknya, merasa ada yang aneh dengan dirinya. Sepintas pria itu duduk sejenak di ruang tamu, dengan tubuh yang menyandar pada punggung sofa. Matanya sesekali mengerjap, rasanya sedikit pusing tetapi dari dalam tubuhnya terasa bergejolak, panas dingin tak karuan.


Berulang-ulang Keanu menghela nafasnya, menarik menghembus, tetapi yang ada gejolak tubuhnya semakin sulit di tenangkan.


"Kenapa aku?" gumamnya curiga sendiri.


Terus terang Keanu tak pernah merasakan seperti ini sebelumnya. Kalau memang gejala mau sakit, tidak seperti ini rasanya. Melainkan yang di rasa Keanu saat ini sangat berbeda, sekaligus aneh. Seperti menuntut sesuatu yang harus di keluarkan dari dirinya, sesuatu yang memicu kenikmatan surgawi, yang semakin ke sini semakin terasa hasrat itu.


"Shelyn!" geram Keanu seketika.


Wajahnya berubah merah padam. Bagaimana tidak, Keanu ingat betul jika sebelum pulang barusan Shelyn memberinya minuman. Keanu menolaknya, tetapi Shelyn memaksa atas dasar ini adalah pertemuannya yang terakhir dengan Keanu. Jadilah Keanu meminumnya.


Entah apa yang ada dalam minuman itu sehingga berefek seperti ini kepada Keanu. Jika memang itu di sengaja oleh Shelyn, masih bersyukur Keanu bisa menghindar darinya. Kalau tidak Keanu pura-pura pamit ke toilet tadi, padahal sebenarnya diam-diam pulang, sudah tidak bisa di bayangkan akan bagaimana dengan dirinya malam ini bersama Shelyn. Benar-benar membahayakan wanita itu. Pertemuannya yang tak di sengaja itu membuatnya merasa menderita seperti ini. Tersiksa sendiri merasakan gejolak diri yang butuh penyaluran.


"Loh, Keanu!" sapa ibu Ratih pura-pura kaget melihat Keanu yang duduk gelisah di ruang tamu itu.


Keanu menoleh kurang bergairah. Matanya memicing memandang mamanya yang berdiri sambil memegang segelas susu di tangannya.


"Kenapa masih di sini? Kenapa nggak langsung ke kamar, malah bengong di sini?" tanya ibu Ratih, sama sekali tidak ada nada kemarahan, padahal hatinya sebenarnya gemas melihat tingkah anaknya itu.


Perlahan Keanu berdiri, tetapi kentara ada yang aneh di pandangan ibu Ratih.


"Kamu kenapa, Ken?" ibu Ratih bertanya sambil menahan lengan Keanu, karena baru saja pria itu berdiri agak sempoyongan.


"Mabok?" Lalu ibu Ratih mengendus-ngendus di tubuh Keanu, mencari aroma minuman keras yang mungkin barusan di minum oleh Keanu. Tetapi hasilnya nihil.

__ADS_1


"Sakit?" ibu Ratih menempelkan punggung tangannya pada kening Keanu, suhu tubuhnya biasa saja, tidak ada gejala demam.


"Aku nggak pa-pa, Ma," sahut Keanu akhirnya. Nada suaranya berubah sedikit serak, membuat ibu Ratih tetap curiga dengan apa yang terjadi kepada anaknya itu.


"Ya sudah, cepat ke kamar. Tidur. Istrimu dari tadi nungguin kamu, kayaknya dia sebel sama kamu. Di telpon kok nggak aktif terus. Heran!" Akhirnya omelan itu keluar juga dari mulut ibu Ratih.


Keanu mengangguk pelan. Tangannya sesekali memijit pelipisnya yang terasa pusing.


"Ini," lalu ibu Ratih memberi susu yang di pegangnya itu kepada Keanu.


Keanu tak segera mengambilnya.


"Buat kamu," ibu Ratih meletakkan susu itu di tangan Keanu.


"Di minumlah, mama mau buat lagi setelah ini," ujar ibu Ratih, pura-pura membuatkan minuman itu untuk dirinya, padahal memang sengaja minuman itu di buatkan khusus Keanu.


Lalu ibu Ratih mengambil susu itu dari Keanu yang tersisa seperempat dari isi sebelumnya. Tersenyum kecil melihat Keanu yang melangkah pelan menuju kamarnya.


"Maafkan mama, Nak, kalau tidak begini kamu tidak akan pernah menganggap Cinta istri kamu," gumamnya seorang diri. Dan setelah itu ibu Ratih kembali ke dapur untuk meletakkan gelas itu, lalu kemudian kembali ke kamar untuk selanjutnya tidur dengan nyenyak.


Keanu sudah berdiri di depan pintu kamarnya. Pria itu sengaja tak langsung masuk ke kamarnya karena masih sibuk mengatur diri yang terasa semakin bergejolak. Sebenarnya tidak perlu repot-repot Keanu menuntaskan hasratnya itu, karena di dalam kamar itu ada ladang halal yang kapan saja bisa ia jamah. Tetapi rasanya tidak adil bagi Cinta kalau Keanu melakukannya hanya karena sedang berada dalam pengaruh obat. Ah, mungkin lebih baik berendam dengan air dingin, atau jalan terakhir adalah bermain solo karier, pilihan itu masih mending dari pada memaksa Cinta.


Akhirnya perlahan Keanu membuka handle pintu itu, lalu masuk dengan mengendap ke kamarnya. Tetapi tidak di sangka, matanya membentur sosok istrinya yang sedang menerawang lingerie yang di lihatnya.


"Mas!" Cinta terkesiap kaget dan spontan menyembunyikan lingerie itu di balik punggungnya.


Keanu tersenyum aneh kepada Cinta. Pria itu berjalan mendekat kepada istrinya yang masih berdiri tak jauh dari lemari pakaian.

__ADS_1


Meski merasa ada yang aneh dari sorot mata Keanu, tetapi Cinta mencoba biasa saja. Hingga sampai Keanu telah berdiri tepat di depannya, sepasang mata itu hanya diam saling mengunci dalam pandangan yang sulit di artikan.


"Cinta," sapa Keanu dengan nafasnya yang mulai memburu.


Cinta mengerutkan keningnya sejenak. Nyata benar kalau memang ada apa-apa dengan suaminya itu.


"Kamu-- Nggak pa-pa kan, Mas?" sapa Cinta sambil akan menyentuh pipi Keanu, tetapi pria itu langsung menangkap tangan Cinta dalam genggamannya.


"Mas?" sapa Cinta, memastikannya lagi.


Keanu bergeming. Tetapi tatapan matanya tidak berpindah sama sekali, menghunus tepat pada netra gadis itu.


"Sepertinya kamu tidak baik-baik saja, Mas," ucap Cinta dengan yakin, setelah mencermati diri Keanu ada perubahan yang mencurigakan.


"Cinta, aku--"


***


Sedangkan Shelyn yang baru sadar jika di tinggal pulang oleh Keanu merasa sangat marah. Apa yang sudah menjadi misinya, yang sudah matang-matang ia rencanakan sebelumnya menjadi gagal total. Pria itu menghilang tanpa jejak dengan baik, dan Shelyn sangat kecolongan di buatnya.


"Sial! Sial! Sial!" umpat nya kesal sendiri.


Sudah susah-susah membayar karyawan restoran ini untuk memasukkan obat perangsang dalam minuman Keanu, rupanya malam ini Shelyn tak berhasil menjebak pria idamannya itu.


Meski begitu sungguh Shelyn tidak akan jera. Ia akan terus mencobanya. Selama ia belum berhasil membuat Keanu menjadi miliknya, sampai kapanpun Shelyn akan mencobanya. Walau harus dengan mempertaruhkan kehormatannya, sungguh Shelyn tak peduli itu.


*

__ADS_1


__ADS_2