
Hingga sampai waktu makan malam bersama, Keanu lebih banyak diam. Pikirannya tiba-tiba penuh dengan Reno. Sudah mencoba abai, tetapi tetap saja bayangan Reno muncul terus di benaknya. Diamnya Keanu tentu membuat orang rumah penasaran. Tidak dengan Cinta yang sudah tahu apa yang membuat suaminya itu terdiam.
"Ken, mikirin apa sih? Dari tadi mama perhatikan banyak bengong," tanya Ibu Ratih, ikut kepikiran takutnya ada kaitannya dengan acara resepsi besok.
Keanu terkesiap seketika. Baru sadar jika saat ini dirinya sedang menjadi sorotan.
Ibu Rahayu melirik kode kepada Cinta, ikut bertanya dengan isyarat matanya.
"Apa kamu lelah, Mas? Ayo kalau mau tidur. Besok kita butuh tenaga ekstra menyambut tamu yang datang." Cinta berkata sambil meraih tangan Keanu kemudian menggenggamnya. Lebih baik diajak masuk ke kamar, daripada orang rumah akan bertambah penasaran nanti dengan apa yang terjadi dengan Keanu.
Keanu menghentak nafasnya dengan kasar. Menoleh kepada Cinta, lalu mengangguk setuju dengan ajakan Cinta.
"Segera tidur yang nyenyak. Jangan begadang. Hari esok masih panjang buat begadang itunya," celetuk ibu Ratih saat Cinta dan Keanu sama-sama berdiri di tempat.
Ah, dasar ibu mertua bar-bar. Masih menyindir soal tadi sore. Beruntungnya yang lain tidak begitu paham apa maksud terselubung nya.
Segera Cinta dan Keanu beranjak menuju kamar. Setibanya di kamar, Keanu langsung melipir duduk di teras balkon. Dan Cinta turut menemaninya.
"Kamu tidur saja, Dek. Jangan menungguku. Aku masih belum mengantuk," ucap Keanu karena Cinta ikut menemaninya.
"Aku juga masih belum mengantuk," jawab Cinta.
"Apa kamu masih kepikiran kak Reno?" tanya Cinta kemudian.
Keanu menghentak nafasnya lagi.
"Apa aku terlalu kejam, Dek?" tanyanya, matanya menerawang jauh pada langit yang hitam pekat.
"Tidak. Kamu baik, Mas. Kamu ibarat dewa penolongnya kak Reno. Andai saat itu kamu keras kepala tidak mau membantunya, mungkin--" Cinta tidak jadi melanjutkan bicaranya, tetapi Keanu paham apa maksudnya.
Sejenak suasana menjadi hening. Cinta dan Keanu sama-sama diam. Pikiran keduanya tiba-tiba penuh dengan Reno. Sebenarnya Cinta sangat ingin suaminya itu bisa seperti biasanya dengan Reno. Apalagi setelah tahu kalau diantara mereka masih saudara. Tetapi apa yang menjadi keinginannya itu tak berani ia ungkapkan. Karena pasti tidak mudah berada di posisi Keanu sekarang.
"Dari dulu aku selalu ingin punya adik atau kakak. Aku tidak suka menjadi anak tunggal. Dulu waktu kecil aku selalu merengek sama mama ingin adik, tapi mama bilang hanya ingin menyayangiku saja. Aku terlalu kecil, dan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan mama dan papa. Yang aku ingat, mama dan papa jarang bicara. Papa selalu sibuk kerja. Sampai aku besar, mama sering sakit-sakitan. Tapi papa tidak begitu peduli. Hingga sampai papa meninggal. Perlahan mama kembali sehat."
__ADS_1
Keanu menghela nafasnya sejenak, sebelum kemudian melanjutkan bicaranya.
"Aku baru sadar, kalau selama papa hidup mama sering tertekan. Batinnya tidak bahagia. Makanya sering sakit."
"Aku tahu ini tidak mudah diterima. Tapi yang lalu biarlah berlalu, Mas. Aku tidak akan memintamu untuk menerima kak Reno sebagai saudaramu. Tetapi aku minta, tolong jangan simpan dendam atau kebencian apapun. Setidaknya, kamu tetap menjadi lelaki yang baik. Semua orang memiliki masalahnya masing-masing. Dan Tuhan tidak akan memberikan cobaan itu kecuali hambanya mampu menghadapinya," ucap Cinta.
"Aku hanya takut mama akan tahu tentang ini, Dek."
Cinta memilih diam. Karena sejatinya, sepandai-pandainya menyimpan rahasia pasti akan terbongkar juga. Entah cepat atau lambat.
"Kalau kamu ingin tahu bagaimana kabar kak Reno, kenapa tidak coba telpon?" usul Cinta tiba-tiba.
Keanu langsung melirik entah.
"Aku salah omong ya?" Seketika Cinta nyengir.
Keanu mendadak gemas melihat senyum Cinta. Pipi istrinya sudah semakin chubby. Rasanya tidak afdol jika tidak mencubit pipi bakpao nya.
"Ah, mas Keanu!" pekik Cinta saat Keanu mencapit kedua pipinya.
"Kamu tanya?" Cinta bicara seperti yang sedang viral belakangan ini.
"Kamu bertanya-tanya?" kata Cinta lagi.
Keanu mulai tertawa kecil. Semakin gemas dan lucu melihat polah Cinta yang sangat bisa menghiburnya.
"Kalau aku nggak hamil anak kamu, aku nggak akan mungkin segendut ini kata kamu," kata Cinta yang kemudian langsung beranjak dari tempatnya.
"Dek, jangan ngambek dong." Keanu ikut mengejar Cinta yang sudah mulai naik ke kasurnya.
"Adek sayang, jangan ngambek ya? Aku nggak maksud ngatain kamu gendut, aku tahu kamu jadi begini karena aku. Tapi apapun body kamu nanti, cinta aku padamu nggak akan berubah," kata Keanu, berusaha merayu Cinta agar tidak merajuk.
Cinta menatap dalam kepada Keanu. Lama-lama tidak kuat juga untuk tidak tertawa. Melihat wajah suaminya yang ketakutan dirinya akan marah, rasanya cukup untuk mengerjai nya.
__ADS_1
"Aku nggak marah, Mas. Sudah kamu jangan cemberut gitu." Cinta menangkup wajah Keanu dengan gemas. Sekilas memberikan kecupan kecil di bibir Keanu.
"Mau gendut, atau akan tambah gendut lagi nanti, aku menikmatinya. Karena ini wajar. Aku hamil. Kalau BB aku nggak naik, justru itu bahaya. Karena kemungkinan janinnya juga nggak berkembang baik," jelas Cinta.
Keanu mulai tersenyum mendengarnya. Lalu mereka berdua mulai merebahkan tubuhnya di kasur. Tidur dengan posisi saling berhadapan. Sejenak saling bertatapan cukup lama.
"Tapi kalau ternyata setelah lahiran nanti body aku nggak balik awal gimana, Mas?" ucap Cinta, tiba-tiba merasa khawatir dengan bentuk tubuhnya yang kemungkinan berubah setelah bersalin. Dari beberapa wanita yang ia lihat setelah melahirkan, tidak jarang melihat mereka berubah gemuk permanen.
"Nggak pa-pa, nggak masalah. Yang penting ada uang," sahut Keanu mulai nggak nyambung.
"Maksud kamu, Mas?"
"Kalau ada uang kan bisa operasi sedot lemak, Dek. Itu pun kalau kamu mau."
Cinta mendadak diam.
"Aku nggak serius loh, Dek, buat nyuruh kamu operasi sedot lemak." Keanu tiba-tiba was-was melihat reaksi Cinta yang hanya diam.
Perlahan Keanu membawa Cinta dalam pelukannya. Dan Cinta menyambutnya dengan melingkarkan tangannya di pinggang Keanu.
"Dengar, Sayang. Setelah kamu lahiran nanti, aku akan sewa tiga suster. Dua untuk bayi kita, satu untuk kamu. Jadi kamu akan maksimal merawat diri tanpa harus kepikiran anak kita," sambung Keanu.
"Sudah jangan dipikirkan. Itu masih lima bulan lagi. Sekarang kita nikmati yang sekarang. Satu hal yang harus kamu ingat, aku akan selalu mencintaimu walau apapun yang terjadi nanti," kata Keanu, memungkasi dengan kecupan hangatnya di kening Cinta.
"Mereka ada gerak lagi nggak, Dek?" tanya Keanu sambil mengelus perut Cinta.
"Nggak ada. Mungkin sudah bobok, Mas," sahut Cinta, ikut mengelus perutnya.
"Tapi aku ingin menyapanya sebelum tidur."
Cinta melirik horor mendengar ucapan suaminya itu. Keanu semakin mengerlingkan matanya.
"Apa? Tidur, Mas. Ingat kata mama," sungut Cinta sambil kemudian menarik selimutnya.
__ADS_1
Keanu terkekeh mendengarnya. Sebenarnya ia hanya iseng. Tapi kalau disambut juga ayo. Berhubung sudah di ultimatum dulu, akhirnya tidur saja. Karena esok masih ada acara besar yang menanti mereka.
*