
Cinta menatap kaget kepada Keanu yang tiba-tiba saja sudah muncul di depannya.
"Mas," sapanya sambil mendekat kepada Keanu yang memasang senyum manisnya kepada Cinta.
Dengan sengaja pria itu merentangkan kedua tangannya, menunggu Cinta menyambut pelukannya. Sudah kepalang bucin, sampai-sampai pria itu tak peduli dirinya saat ini berada di mana.
Sebenarnya Cinta agak canggung untuk menyambutnya, tetapi melihat wajah suaminya yang sangat sumringah rasanya tak tega untuk mengecewakannya. Jadilah duo pasutri itu saling berpelukan di tempat umum.
"Kangen, Dek," ucap Keanu sambil mengeratkan pelukannya. Demi apa coba? Cuma terpisah setengah hari sudah bilang kangen.
"Hem, gombal!" balas Cinta lalu melepas diri dari pelukan Keanu.
"Kok nggak ngomong kalo udah ada di sini? Dari mana bisa tahu kalau aku di sini?" cerca Cinta kepada Keanu yang sepertinya sengaja tidak bilang kalau sebenarnya Keanu sudah menunggu Cinta sedari tadi.
Nyatanya saat Keanu mengirim pesan tadi, sebenarnya dirinya sudah ada di kampus. Dan saat Cinta mengiyakan pesannya itu, entah kenapa tiba-tiba saja Keanu ingin memberinya kejutan. Dan memang tujuannya berhasil mengagetkan Cinta dengan kemunculannya yang tiba-tiba.
"Aku tadi nanya-nanya. Ternyata kamu tidak terlalu banyak teman ya, buktinya banyak yang nggak tahu gitu sama kamu," jelas Keanu.
"Aku kan anak baik-baik, Mas, pacaran aja belum pernah sebelumnya," aku Cinta sejujurnya.
Mendengar itu senyum Keanu bertambah lebar. Itu artinya hanya dirinya lah satu-satunya lelaki yang berhasil memiliki hati Cinta. Tetapi jika mengingat cerita dari ibu Rahayu soal Cinta yang menyukainya semenjak remaja dulu, bisa jadi wanita itu adalah tipe wanita yang setia mencintai pasangannya.
"Senyum-senyum, seneng ya dengernya?" Cinta mencebikkan bibirnya melihat reaksi Keanu yang begitu.
"Senang sekali. Rasanya aku menjadi manusia yang paling beruntung sedunia di cintai sama kamu." Keanu melayangkan cubitan kecil pada hidung Cinta. Rasanya gemas pingin cium, tetapi masih bisa tahan karena tahu tempat.
__ADS_1
"Mm... Baru nyadar kalo cintaku sebesar alam semesta sama kamu," seloroh Cinta semakin menegaskan jika rasa cintanya kepada Keanu melebihi dari apapun.
"Ayuk, Dek, kita coba nostalgia awal-awal kita ketemu dulu. Mm... Masih ingat nggak tempatnya?"
"Pasti ingat lah."
Cinta mengulas senyumnya teringat akan awal dirinya bertemu dengan Keanu di koridor fakultas bisnis, tak jauh dari kelas Keanu dulu. Pertemuan yang sangat unik namun nyatanya dari pertemuan itu membuat Cinta menemukan cinta pertamanya, yang kini telah menjadi suaminya.
"Ayuk!" Keanu menarik tangan Cinta dalam genggamannya penuh semangat.
"Nggak usah lah, malu," tolak Cinta merasa dirinya saat ini menjadi tontonan orang-oranv yang lewat.
Keanu tersenyum mengerti. Setelah itu mereka berdua beranjak dari tempatnya untuk menuju tempat parkiran. Pria itu terus saja menggenggam tangan Cinta tanpa canggung. Seakan mempertontonkan kalau dirinya seorang pemilik Cinta. Sedangkan Cinta sendiri hanya tertunduk malu, karena mendadak menjadi pusat perhatian orang-orang yang kepo. Sebagian orang ada yang sengaja berdeham saat berpapasan lewat dengan mereka. Dan juga ada salah satu teman sekelas Cinta yang melihat itu langsung berseloroh menggoda Cinta.
Tiba di parkiran Keanu langsung membukakan pintu mobilnya , mempersilahkan Cinta masuk terlebih dulu. Setelah itu Keanu mengitari mobilnya untuk kemudian akan masuk ke mobilnya juga. Setelah keduanya sudah sama-sama duduk dengan benar, lalu mobil itu melaju keluar dari sana.
Entahlah ia harus merasa senang atau sedih melihat pemandangan mesra antara Cinta dan Keanu. Tetapi jika melihat senyum Cinta yang terukir ikhlas, sepertinya mereka benar-benar bahagia. Haruskah ia merelakan wanita itu setelah ini?
Nyatanya hati yang terlanjur mencintai akan sulit untuk di musnahkan. Apalagi datangnya cinta itu muncul dengan sendirinya, tanpa mengharapkan balasan darinya, cukup orang itu tahu tentang perasaannya yang pernah di ungkapkan tempo hari.
Beberapa hari ini Reno sengaja menunggu Cinta di kampus, karena memang ada sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan serius. Bukan lagi menagih balasan cinta dari wanita itu, tetapi untuk meminta maaf karena mungkin telah mengecewakan perasaan Cinta, sehingga Cinta sampai memblokir nomor ponselnya sejak dirinya menyatakan perasaannya saat itu.
Dari itu Reno merasa sangat bersalah dengan Cinta. Pria itu menyesal karena pernah mengungkapkan perasaannya pada Cinta yang seharusnya ia buang perasaan itu, karena orang yang dicintainya itu adalah istri rekannya sendiri. Rasa takut suatu saat Cinta akan membencinya mulai menghantui pikirannya. Setidaknya meski cintanya tidak diterima oleh Cinta, pria itu ingin Cinta tidak membencinya. Cukup itu saja yang di inginkan Reno sekarang.
Dengan perasaan yang masih entah akhirnya Reno ikut pergi dari area kampus itu.
__ADS_1
Sedangkan Cinta dan Keanu saat ini sengaja mampir ke sebuah warung makan nasi padang di pinggir jalan. Meski Keanu memiliki banyak cabang resto miliknya, tetapi pria itu tidak pernah malu untuk membeli atau bahkan makan langsung di tempat yang jauh lebih sederhana dari resto miliknya. Bersyukurnya pria itu menuruni sifat ibu Ratih yang selalu hidup membaur dengan sesama. Tak pernah memandang kasta atau derajat orang. Berbeda dengan almarhum papa Keanu yang memiliki sifat arogan dengan masalah duniawi.
Sambil menunggu pesanan mereka selesai, Cinta malah senyum-senyum sendiri menatap Keanu, membuat pria itu mendadak salah tingkah.
"Kenapa, Dek, ada yang aneh?" tanya Keanu penasaran.
"Lucu aja lihat leher kamu, Mas," sahut Cinta.
Keanu lalu mengusap-usap lehernya, ikutan nyengir kepada Cinta.
"Kamu sih nggak kira-kira buatnya," ujar Keanu.
Sebenarnya seharian ini Keanu sudah cukup kuat menahan malu karena mendadak menjadi pusat perhatian saat di resto tadi. Apalah daya itu adalah hasil karya istri tercinta, jadilah hanya bisa pasrah menjadi tontonan aneh orang-orang yang tak sengaja melihat tanda merah di lehernya itu.
"Itu stempel kepemilikan dari aku. Biar orang-orang tahu kalau kamu itu punyaku."
"Dih, posesif sekali," cibir Keanu dengan seringai kecilnya.
"Iya harus, kalau nggak bisa-bisa kamu bukan cuma di rebut Shelyn, bisa jadi Shelyn Shelyn lainnya bermunculan." Cinta menekan suaranya saat menyebut nama Shelyn, si bibit pelakor dalam rumah tangganya.
Mendengar itu Keanu hanya terkekeh. Istrinya jika mode seperti ini rasanya semakin menggemaskan.
"Nggak usah ketawa, mau aku buat sekalian di muka kamu biar makin jelas?"
Yang ada Keanu semakin terpingkal-pingkal mendengarnya. Melihat itu Cinta akan beranjak tetapi keburu di cegah oleh Keanu.
__ADS_1
"Sayang, ayo kita menikah lagi?" Kata Keanu dengan serius menatap netra Cinta cukup lekat.
*