
Cinta dan Keanu masuk ke dalam kamar hotel yang mereka sewa. Segera Cinta masuk ke kamar mandi, sehingga tidak begitu menghiraukan bagaimana keadaan kasur yang akan mereka tempati, karena sudah tidak tahan ingin segera pipis. Sedangkan Keanu tersenyum puas melihat tatanan kamarnya yang sesuai permintaan. Pria itu mulai berbaring dengan nyaman di atas ranjang king size yang di atasnya ditaburi dengan kelopak bunga mawar merah, layaknya kamar pasangan pengantin baru yang mau berbulan madu.
Tak lama setelah itu Cinta keluar dari kamar mandi. Dan benar saja, wanita itu dibuat tertegun di tempat saat menyadari bagaimana kondisi ranjang itu.
"Dek," Tangan Keanu melambai memanggil Cinta.
Cinta mendekat yang lalu hanya duduk di bibir ranjang itu.
"Gimana, suka nggak?" tanya Keanu.
"Kamu yang pesan, Mas?" Cinta balik tanya.
Keanu mengangguk penuh senyum.
Perlahan bibir Cinta mengulas senyum tipisnya. Tidak di sangka jika suaminya itu menyiapkan seperti ini.
"Sini dong, jangan duduk terus." Tiba-tiba Keanu menarik lengan Cinta, menuntunnya tidur berbaring di sebelahnya.
Lantas Keanu memiringkan badannya menghadap Cinta. Di wajahnya senyum itu sama sekali tidak pernah pudar. Cinta bisa melihat dengan jelas rona kebahagiaan yang di pancarkan suaminya itu. Dan perlahan Keanu mencondongkan wajahnya, lalu mengecup kening Cinta cukup lama.
"I love you, Cinta," ucap Keanu seketika.
Cinta mengulas senyum tipisnya. Sebenarnya agak geli mendengar kalimat itu, rasa-rasanya seperti sedang memasang umpan untuk merayunya.
"I love you, love you more, love love love love forever," ucap Keanu berulang-ulang.
Cinta mulai terkekeh. "Iya, love you too, mas Keanu." Akhirnya Cinta membalasnya.
"Sayang, menurut kamu kamarnya nyaman nggak?" tanya Keanu.
__ADS_1
Cinta mengangguk. Di manapun itu, bagaimana pun wujud kamarnya asal selalu ditemani suami bobok bersama, akan terasa nikmat dan nyaman.
"Kita bikin kenangan yuk?" usul Keanu tiba-tiba.
"Foto?"
"Bukan cuma itu, kenangan yang akan selalu kita kenang. Siapa tahu pulang dari sini jerih payah kita berhasil."
Cinta berpikir sejenak, tidak begitu mengerti maksud ucapan suaminya itu.
"Jangan di pikirin." Keanu menoel pipi Cinta.
Akan tetapi Cinta masih penasaran saja. Bisa jadi maksud jerih payah itu ialah cosplay pembuatan dedek bayi yang memang bisa menguras keringat tetapi nikmat. Dan jika memang itu maksud Keanu, tentu Cinta bertambah gelisah sendiri. Ia takut apa yang diharapkan suaminya itu akan menjadi nyata. Karena saat ini pil KB milik Cinta lupa di bawa.
"Ayo mandi, Dek!" Keanu beranjak duduk lebih dulu, kemudian menarik pelan tangan Cinta agar ikut duduk juga.
Setelah itu Keanu berdiri, tetapi sejenak melirik kepada Cinta yang masih duduk sedikit melamun. Dan tiba-tiba saja Keanu mengangkat tubuh Cinta dalam gendongannya. Pria itu langsung membawa Cinta masuk ke kamar mandi.
"Diem, jangan gerak-gerak," ucap Keanu.
"Makanya turunin, nggak lucu kalau kamu kepleset trus kita jatuh bareng."
Dan Keanu menurunkan tubuh Cinta saat mereka sudah sampai di pinggir bathtup. Tatapan mata Keanu menghunus tajam tepat di netra Cinta. Membuat wanita itu mudah menebak apa mau Keanu sekarang. Perlahan tangannya terulur membuai pipi Cinta, dan setelah itu dengan lihainya membuka satu persatu kancing baju Cinta.
"Mas," Tangan Cinta menggenggam tangan Keanu yang bergerak melepas kancing bajunya.
"Ada apa, Dek?" Suara Keanu sudah terdengar lebih berat dari biasanya.
Cinta menggelengkan kepala. Keanu berpikir sejenak. Apakah ini artinya Cinta menolak di ajak bercinta? Ah, masa gagal lagi. Semalam saja sudah libur, masa iya sekarang harus tahan lagi padahal si perkutut sudah mulai bergerak bangun.
__ADS_1
"Tapi aku sudah nggak tahan, Sayang," seru Keanu yang lalu langsung mencumbu bibir Cinta dengan begitu bergelora.
Awalnya Cinta tidak merespon sapuan lidah itu yang menuntut pembalasan. Akan tetapi suaminya itu tidak kehabisan akal agar hassrat nya bisa segera tersalurkan pada ladang halalnya. Terus saja menggigit kecil pada bibir bawah Cinta agar mau membuka mulutnya, demi bisa mengeksplor bibir manis Cinta.
Dan akhirnya Cinta menyerah juga. Gelora itu berhasil terpancing oleh perlakuan Keanu. Yang kemudian ciuman mereka saling bertautan, saling menyesap menikmati manis madu bibir itu.
"Mas," ucap Cinta lagi, sesaat mereka melepas diri dari ciuman brutalnya.
"Ada apa, Sayang?" Keanu bertanya sambil mulai menciumi ceruk leher Cinta.
"Kita belum sholat," ucap Cinta memperingatkan.
Keanu melepas pagutannya. Nafasnya terdengar memburu. Lalu pria itu keluar dari kamar mandi, yang kemudian langsung melirik jam yang tertera pada layar ponselnya. Setelah tahu kalau mereka masih memiliki waktu yang cukup untuk bercinta, maka Keanu kembali masuk ke kamar mandi menemui Cinta.
Segera pria itu melucuti seluruh pakaiannya, hingga tersisa dalaman pembungkus perkutut yang sebenarnya sudah mengeras. Sedangkan Cinta melihat itu hanya bisa pasrah saja. Rasanya mau lari pun sudah percuma. Mau bilang jika ia tidak meminum pil itu tentu mustahil. Yang akhirnya saat Keanu mulai melepas satu persatu yang melekat di tubuhnya, Cinta hanya bisa berdoa dalam hati. Semoga Tuhan berbelas kasih kepadanya untuk menunda momongan yang mungkin akan tertanam karena tiada penghalang baginya saat ini.
Dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi. Sesuatu yang menguras peluh, tetapi penuh dengan kenikmatan. Sesuatu yang terjadi di tempat yang berbeda, yang terasa lebih nikmat karena sensasinya juga berbeda.
Keduanya sama-sama saling memeluk, saat cairan kenikmatan itu lepas tandas dalam tempatnya. Bibir Keanu terus saja tersenyum bahagia, rasanya luar biasa sekali.
"Terimakasih, Sayang. Ini benar-benar akan menjadi kenangan termanis yang tidak mungkin kita lupa sampai kapanpun," ucap Keanu sambil kemudian membubuhi kening Cinta dengan kecupannya.
Cinta hanya mengangguk kecil. Wanita itu dibuat dilema sendiri. Tetapi kemudian berusaha tenang lagi, karena timbul pemikiran tidak mungkin ini akan jadi bayi hanya karena lupa satu kali.
Setelah itu perlahan Keanu mengguyur tubuh Cinta dengan air hangat, di tambah pijitan kecilnya di punggung Cinta. Sungguh saat ini Keanu memperlakukannya bak seorang ratu. Pria itu benar-benar melayani keperluan Cinta semaksimal mungkin, sama sekali tidak membiarkan Cinta melakukan kegiatannya sendiri.
Setelah sama-sama mensucikan diri dari hadas besar, barulah mereka keluar dari kamar mandi itu. Sebenarnya Keanu ingin menggendong Cinta lagi, karena merasa kasihan melihat cara berjalan Cinta yang agak aneh karena ulah liarnya. Akan tetapi hal itu langsung di tolak oleh Cinta karena saat ini mereka sudah wudhu sebelumnya.
Segera mereka berdua menggelar sajadahnya, yang kemudian mengadu diri kepada sang Ilahi dalam sujud panjangnya. Usai salam terakhir, Keanu dan Cinta sama-sama menengadahkan tangan, memanjatkan doa yang di pimpin Keanu dan Cinta yang mengamini nya.
__ADS_1
"Ya Allah... Anugerahkanlah kepada kami keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya engkau dzat yang maha mengabulkan do'a. Aamiin..."
*