
"Tolong jelaskan, istilah menyenangkan suami itu seperti apa?" Keanu berkata sambil menatap lekat pada netra Cinta, membuat gadis itu seketika terdiam dengan debaran jantungnya yang bergetar hebat.
Cukup lama netra itu saling bertautan. Tak ada satu pun dari keduanya ingin mengakhiri lebih dulu. Entah apa yang di cari oleh mereka. Tetapi satu hal yang pasti, degup jantung Keanu tiba-tiba terasa aneh. Bagai terhipnotis oleh indahnya pahatan wajah cantik istrinya itu. Natural, syarat tak membosankan di pandang.
"Ada apa denganku?" batin Keanu mulai resah.
Tetapi akhirnya Keanu lebih dulu mengakhiri tatapannya dengan berpaling sekilas, tetapi kemudian malah tersenyum devil, membuat perasaan Cinta semakin was-was.
"Apa dia akan meminta haknya saat ini? Kalau benar begitu, oh Tuhan.... Tidak mungkin! Aku belum siap!" batin Cinta ikut bermonolog.
"Tetapi bukannya sebagian dari menyenangkan suami memang seperti itu?" Lagi-lagi batin Cinta bermonolog resah.
Gadis itu terkesiap saat dengan sengaja Keanu meniup wajahnya dengan hembusan nya yang lembut.
"Ee... Ee... A-aku.... Aku tidak mau melakukan itu hanya karena demi hak dan kewajiban. Sedangkan kamu tidak menginginkanku. Aku tahu, aku begini aku dosa kepadamu. Tetapi aku mohon kamu mengertilah," ujar Cinta kemudian. Gugup di awal, tetapi akhirnya dapat mengatakannya dengan jelas.
"Dasar otak mesum!" celetuk Keanu sambil mencapit hidung Cinta hingga gadis itu sedikit kesulitan bernafas.
"Mas Keanu!" pekiknya gemas sendiri. Tangannya menangkis tangan Keanu yang masih betah mencapitnya.
"Aku balas kamu ya...."
Cinta berusaha membalas balik perbuatan Keanu itu, tetapi pria itu selalu berhasil lolos. Tak ayal kegiatan random itu membuat keduanya tiba-tiba tertawa sendiri. Sungguh konyol, tetapi bisa membuat keadaan sedikit lebih baik.
Terang saja gadis itu tiba-tiba merona, begitu sadar kalau mungkin suaminya itu sekedar memancing reaksinya tentang istilah menyenangkan yang memang di ucapkan Cinta tadi. Begitu di katakan mesum, sungguh Cinta seketika itu rasanya ingin lenyap. Sempat mengumpat sesal dalam hati. Kenapa mulutnya tiba-tiba ember bercampur geer mengatakan hal intim itu kepada suaminya.
Saat Cinta akan beranjak dari pangkuan Keanu, pria itu masih menahannya. Membuat Cinta kembali di liputi tanda tanya, maunya apa coba?
"Asyik ya nontonnya kemarin?" tanya Keanu tiba-tiba.
Cinta masih memberengut. Memang ia masih belum berbagi cerita perihal nontonnya kemarin. Tetapi tidak mungkin juga ia mengaku jika Reno kemarin menghampirinya.
"Gimana rasanya di peluk Reno?" tanya Keanu seketika. Langsung ke poinnya, karena sangat ingin tahu apa kejelasan dari Cinta setelah ini.
Cinta seketika tercengang. Mulutnya tiba-tiba menjadi kelu, sulit untuk berbicara. Tiba-tiba merasa semakin berdosa saja atas kejadian yang tak di sangka kemarin itu.
"Mas Keanu tahu?" Cinta bertanya ingin memastikan.
Cinta sama sekali tak ingin mengelaknya lagi, karena ia merasa tidak sedang menghianati siapa-sispa. Dan lagi Cinta juga penasaran, suaminya itu tahu dari orang lain atau karena memergokinya sendiri.
__ADS_1
"Kamu pasti sangat menikmatinya kan?" Pelukan Keanu di pinggang Cinta semakin terasa erat. Tetapi syarat tidak ada kelembutan di situ.
"Tidak, Mas! Kamu salah paham. Aku akan jelaskan sedetail mungkin. Kemarin aku benar-benar pergi berdua sama Hana. Hanya berdua. Aku juga tidak tahu kenapa kak Reno tiba-tiba ada di situ." Cinta mulai menjelaskan.
"Kak?" Keanu berdecih heran.
Kenapa rasanya ada yang ngilu saat mendengar sebutan kak Reno dari Cinta. Dengan begini berarti selama ini kemungkinan mereka telah akrab sebelumnya menurut Keanu.
"Maafkan aku, Mas. Sungguh aku nggak ada niat sama sekali untuk membohongi kamu. Aku tahu diri dengan status aku. Aku sudah menolaknya--"
"Apa!"
Keanu di buat kaget dengan pengakuan Cinta yang terpaksa terpotong karena keburu di jeda olehnya. Tidak usah di teruskan pun, Keanu sudah paham apa terusannya.
"Maaf, Mas," mohon Cinta lagi.
Kali ini gadis itu malah membenamkan wajahnya pada dada bidang suaminya itu. Balas memeluknya dengan erat. Setetes air matanya lolos sebagai bukti bahwa ia sangat menyesali kejadian kemarin, yang sama sekali di luar dugaannya. Dengan ini Cinta seketika paham, mungkin sikap dingin Keanu semalam adalah karena ini pemicunya.
"Aku berani sumpah kalau aku tidak ada apa-apa dengan kak Reno," ucapnya lagi.
Keanu berusaha mengangkat bahu Cinta, tetapi sepertinya gadis itu terlalu nyaman sehingga tidak mau di lepas.
"Baiklah, kali ini aku maafkan. Kita sama-sama impas."
Seketika Cinta melepas pelukannya, pun demikian dengan Keanu yang juga melepas tangannya yang sedari tadi melingkar di pinggang ramping Cinta. Sejenak gadis itu menyorot tajam pada netra suaminya, memahami maksud sama-sama impas yang di ucapkannya itu mungkin tentang Shelyn menurut Cinta.
Selepas itu, baiklah, tidak masalah. Selama Keanu mau memaafkannya, Cinta berjanji dalam hati bahwa ia tidak akan mengulanginya lagi. Dan pasti harus pandai jaga diri, bila nanti kembali tak sengaja bertemu dengan Reno.
Tok tok tok
Suara ketukan itu berasal dari luar pintu kamar mereka. Membuat keduanya sama-sama menoleh ke arah pintu itu.
"Mungkin mbok Nah," ucap Cinta sambil berusaha beranjak dari pangkuan Keanu.
Tetapi sialnya kaki Cinta tersandung dengan rok mukenah nya sendiri. Membuat Cinta terjatuh lagi dalam pangkuan Keanu. Dan parahnya jatuhnya itu cukup keras hingga tak sengaja menekan biji lato-lato milik Keanu.
"Aaargh....." Keanu memekik kesakitan. Ngilu!
"Kenapa, Mas? Maaf aku nggak sengaja. Kena apanya yang sakit?" panik gadis itu. Tetapi seketika terperangah kaget begitu melihat Keanu menggenggam area intimnya.
__ADS_1
"Maaf, Mas," sesal gadis itu sungguh-sungguh.
Keanu tak merespon apa pun. Dirinya saat ini merasa tidak nyaman. Berdenyut bercampur ngilu. Sungguh definisi apes pagi-pagi.
Tok tok tok
Ketukan itu kembali berbunyi, seiring suara ibu Ratih yang menyeru dari luar sana.
"Mama!"
Cinta segera bergegas membukakan pintu begitu yakin itu adalah suara ibu Ratih.
"Aduuuh... Sudah hampir terang begini betah banget di kamar," seloroh ibu Ratih, berniat menggoda pasangan pengantin baru itu.
Cinta hanya nyengir. Di susul Kemudian Keanu ikut mendekati mamanya yang memilih diam di ambang pintu saja.
"Nih, mama buatin susunya sudah dari tadi. Sudah mau dingin." Ibu Ratih menyodorkan dua gelas susu yang tak lagi hangat, di dalam nampan yang di bawanya.
Cinta bergerak lebih cepat menerima susu itu sebelum keduluan Keanu yang menerimanya.
"Terimakasih, Ma. Seharusnya ini tugas aku yang menyiapkan untuk mas Keanu, tetapi malah mama repot-repot membuatkan," ucap Cinta tak enak sendiri.
Ibu Ratih hanya balas tersenyum senang. Di tambah lagi melihat Keanu dan Cinta sama-sama dengan rambut yang sedikit basah, membuat perasaan ibu Ratih jadi bahagia. Mengira mereka habis unboxing semalam.
"Maaf ya kalau mama ganggu kalian," ucapnya tiba-tiba, yang kemudian pergi dan kembali beranjak ke dapur menemani mbok Nah.
Keanu masuk lagi ke kamarnya, juga Cinta ikut mengekor di belakangnya.
"Mas, gimana, sudah nggak sakit apa masih?" tanya Cinta kepo sekali.
Keanu melirik sengit kepada Cinta, membuat gadis itu berhasil begidik ngeri melihatnya.
"Jangan natap gitu napa, jadi serem," seloroh Cinta menutupi rasa kekhawatirannya dengan berkata begitu.
"Kalau aku bilang sakit emang kamu mau tanggungjawab?"
"Ya sini aku pijitin," jawabnya enteng sekali.
Astaga!
__ADS_1
*