
"Mas, aku heran deh. Kok aku sudah bersih, padahal baru subuh tadi aku haidnya," tutur Cinta saat dirinya selesai mandi. Rambutnya nampak basah, karena ia sekalian mandi suci dari haidnya.
"Apa benar kata dokter, kalau ini cuma flek karena faktor stress," serunya lagi yang membuat Keanu semakin serius menyimaknya.
"Kalau begitu kamu nggak boleh stress. Nggak boleh capek-capek. Diem yang tenang. Semua urusan serahkan sama aku," ucap Keanu kemudian.
"Termasuk tugas dari kampus, biar aku yang kerjakan. Pokoknya kamu nggak boleh banyak pikiran," sambungnya dengan yakin.
Cinta tersenyum mendengarnya.
"Terimakasih sebelumnya. Tapi kalau soal tugas dari kampus, aku nggak setuju. Aku yang kuliah, kok kamu yang mau kerjakan tugasnya?" tolak Cinta, merasa dirinya akan jadi pemalas belajar kalau menyetujui usulan suaminya itu.
"Oke! Tapi kalau lain kali ada kegiatan kelompok, jangan belajar di luar. Ajak belajar di sini saja, baru aku bisa tenang."
"Iya, Mas." Lebih baik langsung mengiyakan, dari pada akan semakin panjang kalau masih ini itu.
"Sudah, kamu cepetan mandi sana. Aku tunggu sholat bareng," seru Cinta menyuruh Keanu segera mandi.
Lalu pria itu pun segera masuk ke kamar mandi.
Setelah Keanu selesai mandi, nampak Cinta sudah menunggu Keanu untuk segera melaksanakan sholat ashar dengan berjamaah. Segera pria itu mengenakan pakaian yang pas untuk digunakan sembahyang, lalu mereka berdua melaksanakan kewajibannya itu dengan khusyuk.
Hingga mereka berdua juga sudah selesai melaksanakan sholat maghrib, Cinta dan Keanu masih betah berada dalam kamarnya. Wanita itu sedang membantu mengompres wajah Keanu menggunakan air hangat. Sedangkan Keanu nampak memeluk manja sambil sesekali menciumi perut Cinta.
"Aku jadi tidak sabar menunggu besok pagi," kata Keanu sambil mengelus pada perut rata Cinta.
"Tapi aku yakin sih hasilnya pasti positif," lanjutnya yakin sekali.
"Kalau ternyata negatif?" Cinta bertanya kemungkinan yang lain.
"Ya nggak pa-pa. Kita bisa coba lagi dan lagi. Berarti harus lebih rajin buatnya. Mm... Setidaknya bisa dicoba sehari tiga kali," kata Keanu santai sekali.
"Iih... Itu sih maunya kamu! Dipikir minum obat sehari tiga kali?" Cinta gemas sendiri, sampai tak sengaja sedikit menekan bekas memar di wajah Keanu, sehingga pria itu spontan mengaduh kaget.
"Aduh, Dek!" Keanu mengusapi pipinya.
__ADS_1
"Ah, maaf, maaf, nggak sengaja, Mas," ucap Cinta sambil membelai pipi Keanu.
"Cium dulu, baru aku maafkan." Keanu mulai usil.
Cinta melirik jengah. Sengaja ia tidak menuruti permintaan suaminya itu, semata ingin menggodanya saja.
"Sudah selesai nih. Yuk kita makan, Mas," ajak Cinta tiba-tiba. Dirinya yang dari kemarin tidak begitu berselera makan, sekarang merasa sangat lapar.
Keanu mengangguk. Lantas pria itu mencium sekilas di bibir Cinta, membuat Cinta agak kaget karena serangannya.
"Kamu nggak mau cium, ya sudah aku yang cium," selorohnya sambil lalu menarik tangan Cinta, menuntunnya keluar kamar untuk sama-sama menuju ruang makan.
"Non Cinta, tadi titip belikan semangka yang kuning kan?" sapa mbok Nah begitu Cinta dan Keanu berada di ruang makan.
"Iya, Mbok. Ada ya?" Cinta bertanya girang.
"Ada," jawab mbok Nah.
"Aku makan itu saja." Lalu Cinta mulai memotong semangka itu, sambil dibantu Keanu juga.
Setelah selesai, menu makan malam juga sudah selesai, maka keduanya mulai duduk dengan tenang di kursi makan itu. Dilihatnya Cinta begitu lahap menikmati potongan buah semangka kuning yang diinginkannya dari kemarin malam. Sedangkan Keanu menikmati makanannya walau dengan porsi yang berkurang, efek perut yang terasa tidak begitu nyaman.
"Mbok, mulai sekarang jangan buatkan aku susu lagi," ucap Keanu sambil menggeser susu itu dari hadapannya.
Mbok Nah terdiam, karena masih merasa heran.
"Mas Keanu mungkin sudah bosan, Mbok." Cinta ikut bicara.
"Ini buat mbok Nah saja." Lalu Cinta memberikan segelas susu itu kepada mbok Nah.
Mbok Nah menerimanya dengan perasaan yang masih heran. Bukankah ini adalah minuman kesukaan Keanu?
Lalu ART itu kemudian pergi sambil membawa susu itu.
"Dek, jangan minum didepanku," mohon Keanu saat melihat Cinta akan meminum susu jatahnya.
__ADS_1
Mendadak Keanu merasa mual. Padahal yang minum Cinta, tetapi dirinya yang seperti ikut meminumnya.
Cinta tak jadi meminumnya. Ia melihat jelas wajah tak nyaman suaminya. Entah mengapa sekarang seperti kebalikannya. Cinta yang doyan minum susu hangat, sedangkan Keanu seperti membencinya.
Keanu lebih dulu menyudahi makannya. Perutnya sudah tidak bisa dikompromi lagi, karena jika diteruskan akan tambah mual.
Cinta yang juga sudah merasa kenyang hanya dengan memakan semangka saja, juga ikut menyudahi makannya. Setelah itu keduanya memilih kembali ke kamar. Duduk santai di teras balkon kamar sepertinya lebih nyaman.
"Mas, aku kangen Ziyyan. Besok pulang ngampus kita main ke sana ya?" ucap Cinta merasa kangen sekali dengan keponakannya yang terakhir bertemu saat hari pernikahannya. Sudah lebih dua bulan lamanya.
"Coba sekarang telpon Ziyyan." Keanu malah menyuruh Cinta menelponnya, tidak menjawab ajakan Cinta soal berkunjung ke rumah kakak iparnya.
Cinta menyalakan ponselnya, mencari nomor telpon Zayn. Tetapi urung lantaran ia tak cukup puas bila tidak bertemu langsung dengan bocah comel itu.
"Kenapa nggak jadi?" tanya Keanu.
"Besok kamu mau ke mana?" Cinta balik tanya.
"Mm... Paling cuma ke resto. Sudah beberapa hari aku nggak ke resto. Banyak pekerjaan yang harus aku kontrol."
Memang semenjak datang dari Yogyakarta, hingga sekarang Keanu sama sekali tidak pergi ke resto.
"Kalau begitu pulang ngampus aku ke rumah bang Zayn, aku ngajak Hana kok, Mas. Mm.. Kamu bisa jemput aku malamnya ke sana. Gimana?"
Keanu berpikir agak lama.
"Minta antar pak Seto saja," ucapnya kemudian, yang artinya mengijinkan Cinta berkunjung ke rumah Zayn dengan syarat harus diantar pak Seto, daripada naik taksi.
Wajah Cinta seketika berbinar.
"Terimakasih, Mas. Sayang deh sama kamu," seru Cinta sambil menciumi pipi Keanu.
"Eh, iya, obatnya sudah diminum?" tanya Keanu.
"Belum," sahut Cinta dengan lemas.
__ADS_1
Lalu Keanu beranjak pergi untuk mengambilkan obat milik Cinta. Dan kemudian dengan sabarnya membimbing Cinta untuk meminumnya.
*