Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 49


__ADS_3

Keanu masuk ke kamar mandi saat Cinta baru saja selesai menuntaskan pipisnya. Gadis itu tidak menyadari jika ada suaminya menyelinap masuk.


"Astaghfirullah!" pekik Cinta saat membalik badan melihat Keanu berdiri menatapnya sambil melipat tangan di dada.


"Sudah?" tanya Keanu ambigu sekali.


"Mas ngapain di sini?" pekik Cinta lagi.


Spontan gadis itu menyilangkan kedua tangannya menutupi area dadanya, karena tiba-tiba merasa ada yang tak beres yang tersirat dari netra pria itu.


"Mau pipis juga, kayak kamu," seru Keanu, lalu tanpa malu akan membuka kolornya di depan Cinta.


"Aaaaaa!!!!" Teriak Cinta sambil menutupi matanya dengan kedua tangannya.


Seketika Keanu membungkam mulut Cinta dengan telapak tangannya, membuat gadis itu seketika terdiam.


"Nggak baik teriak-teriak di kamar mandi, kesambet tahu rasa," ujar Keanu sambil melepas bungkamannya.


"Kamu yang kesambet!" Lalu Cinta memilih keluar dari kamar mandi itu.


"Ta, mau ke mana?" Pria itu masih sempat-sempatnya bertanya, padahal sudah tahu kalau Cinta tidak mungkin meresponnya.


Setelah itu Keanu segera menuntaskan hajatnya, dan segera mengambil wudhu. Setelah selesai di lakukan, Keanu keluar dari kamar mandi itu dan melihat Cinta duduk di tepi kasur dengan wajah cemberut.


Pria itu sengaja mengacuhkan dengan berjalan santai melewatinya dan lalu membuka pintu kamarnya.


"Loh, Keanu? Kenapa kamu--"


Ibu Ratih yang kebetulan melintas di depan kamar itu cukup heran melihat anaknya keluar bukan dari kamarnya.


Karena sangat penasaran tanpa menunggu Keanu menjawabnya, ibu Ratih menarik lengan Keanu agar bisa melihat ke dalam kamar. Senyum kecilnya seketika terbit begitu mendapati Cinta juga ada di kamar itu, yang artinya mereka tidak sedang pisah kamar. Tetapi yang menjadi pertanyaan kenapa wajah gadis itu tertunduk, seperti sedang tidak senang?


"Ken, Cinta kenapa?" ibu Ratih bertanya langsung.


Keanu menoleh ke dalam kamar, melihat Cinta masih belum beranjak di tempatnya.


"Baru bangun dia, mungkin masih ngumpulin nyawa," celetuknya sambil lalu melangkah menuju kamarnya sendiri.


Ibu Ratih hanya bisa menggeleng kepala, cukup gemas dengan rumah tangga yang di jalani anaknya itu.


Kemudian ibu Ratih juga ikut beranjak menuju dapur.


Keanu keluar lagi dari kamarnya sudah dengan tampilannya yang rapih bersiap untuk menunaikan subuhnya yang sudah lewat. Pria itu masuk lagi ke kamar sebelah, dan melihat Cinta masih betah di tempatnya.


"Astaghfirullah," seru Keanu dengan helaan nafasnya yang terheran-heran.

__ADS_1


"Kenapa belum wudhu, Ta?" sapa Keanu sambil meletakkan perlengkapan sholat milik Cinta yang di bawanya itu di samping Cinta duduk.


Cinta hanya melirik sekilas, tanpa mau merespon perkataan Keanu.


"Ayo buruan wudhu," titah Keanu sambil menggelar dua sajadah untuk dirinya dan juga untuk Cinta.


Sesaat netra itu saling bertautan. Kentara sekali jika Cinta masih kesal pada Keanu.


"Aku nggak sholat, mens lagi," sahut Cinta masih sedikit ketus.


"Ooh..." Keanu hanya bisa ber-oh saja.


Lalu tanpa banyak bicara lagi, segera Keanu menunaikan kewajibannya seorang diri. Dan Cinta yang sedang merasa kesal itu memutuskan untuk merebah lagi. Rasanya sangat malas untuk bergerak, efek PMS nya yang datang lagi. Mungkin karena memang belum sepenuhnya tuntas, dan kemarin itu hanya terjeda sebentar.


Dua rokaat itu telah selesai di laksanakan dan segera di pungkasi dengan do'a-do'a kebaikan yang di panjatkan oleh Keanu. Sekilas pria itu menatap Cinta yang berbaring membelakanginya. Lalu pria itupun turut menyusul Cinta dan ikutan berbaring dengan tanpa ragu kembali memeluk Cinta dari belakang tubuh istrinya itu.


Cinta yang semula memejamkan mata tetapi tidak tidur, seketika membuka matanya cukup kaget. Pria itu terdeteksi sangat aneh semenjak semalam. Tiba-tiba gemar memeluknya saat berbaring begini.


"Kenapa bisa datang lagi?" tanya Keanu, tetapi Cinta masih belum mengerti dengan maksud pertanyaannya itu.


"Jangan begini, Mas. Aku masih belum cuci muka," sahut Cinta sambil memindah tangan Keanu dari pinggangnya.


"Kamu masih belum jawab pertanyaanku." Dan Keanu kembali memeluknya, bahkan semakin erat.


"Aneh ya? Hemm... masa sih aku aneh." Keanu sengaja berkata begitu karena ia sedang tidak mau menjawabnya.


"Minggir, Mas, aku mau mandi." Cinta menarik tangan Keanu lagi.


"Mau mandi bareng nggak?" ucap Keanu asal nyeletuk. Tetapi tatapan horor dari Cinta itu membuat Keanu urung menggodanya lagi.


***


Saat ini Keanu, Cinta, dan juga ibu Ratih tengah berkumpul di ruang makan untuk menikmati sarapan paginya. Gadis itu terlihat sudah rapih karena ada jadwal masuk kelas pagi ini. Pun juga dengan Keanu yang senada dengan penampilan Cinta karena berniat akan mengantar Cinta ke kampusnya.


Hingga sarapan pagi itu selesai, Cinta dan Keanu lebih banyak diam. Hal itu membuat ibu Ratih semakin terobsesi untuk bisa membuat mereka bucin dan saling membutuhkan.


"Ma, aku pamit," ucap Cinta sambil mencium punggung tangan ibu Ratih saat dirinya bersiap berangkat, di susul kemudian Keanu juga ikut bersalaman dengan ibu Ratih.


"Hati-hati ya kalian," seru ibu Ratih, tersenyum hangat memandangi Cinta dan Keanu.


"Ken, bawa mobilnya hati-hati. Titip mantu mama yang paling cantik ini, jangan sampai lecet, kalau kejadian kamu harus tanggung jawab nanti."


Keanu hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan mamanya itu. Kemudian pria itu pun masuk ke mobilnya, setelah sebelumnya membuka lebih dulu pintu mobil itu untuk Cinta.


Saat ini mereka berdua sudah berada dalam perjalanan menuju kampus Cinta. Tetapi tak satu pun dari keduanya terlibat obrolan kecil. Cinta terlalu asyik dengan ponselnya, dengan begitu membuat Keanu tak mau mengganggu keseruan gadis itu yang ia tahu sedang sibuk bermain game.

__ADS_1


Sekitar dua puluh menit jarak tempuh menuju kampus Cinta, kampus tempat Keanu mengenyam pendidikannya juga dulu. Mobil itu menepi agak jauh dari pintu utama kampus sesuai permintaan Cinta.


"Nanti pulang jam berapa?" tanya Keanu akhirnya.


"Nggak tahu, mungkin telat. Masih ada tugas kelompok yang aku nggak ikuti kemarin," jawabnya sambil bersiap akan membuka pintu mobilnya.


"Tunggu, Ta." Keanu mengunci otomatis pintu itu, membuat Cinta mau tak mau menoleh kepadanya.


Cinta melihat Keanu mengambil sesuatu dari dompetnya, dan kemudian memberikan sebuah ATM juga sebuah credit card untuk Cinta.


"Buat kamu," ucapnya, tetapi Cinta langsung menggeleng kepala.


"Kenapa nggak mau?"


"Itu tidak perlu, Mas." Cinta mendorong tangan Keanu, agar tak lagi memaksanya menerima pemberiannya itu. Karena Cinta rasa itu terlalu berlebihan untuk ia terima.


"Sayangnya kamu nggak bisa nolak. Ini sudah hak kamu. Kamu harus menerimanya. Aku bisa dosa kalau aku tidak menafkahimu."


Keanu meletakkan dua kartu sakti itu dalam genggaman Cinta. Dan gadis itu hanya bisa tertunduk, merasa entah dengan apa yang terjadi dengan perubahan suaminya yang tiba-tiba.


"Kamu bisa menggunakannya tanpa perlu memberitahuku. Karena itu hak kamu," ucap Keanu lagi.


"Di simpan, Ta, kalau cuma di pegang gitu nanti hilang," seru Keanu karena melihat Cinta terus saja memegangnya.


Kemudian gadis itu membuka tasnya dan menyimpan dua kartu sakti itu di dalamnya.


"Buka kuncinya, Mas, aku mesti cepat masuk kelas," ucap Cinta yang kemudian Keanu membuka kunci pintu mobilnya.


"Nggak ada yang lupa, Ta?" Keanu menyapa Cinta lagi sambil menahan lengannya.


"Nggak ada," sahut Cinta cepat, setelah tolah-toleh tak menemukan barangnya yang tertinggal.


"Yakin?"


Cinta tak merespon lagi. Gadis itu benar-benar lupa dengan kebiasaan kecilnya yang selalu mencium tangan Keanu seperti sebelumnya. Dan hal itu membuat sudut kecil hati Keanu kembali bertanya-tanya heran. Sikap hangat nan lembut istrinya itu mendadak berubah, dan itu cukup membuat Keanu merasa kehilangan.


Pria itu tak lekas pergi dari tempatnya, hingga sampai melihat Cinta telah masuk dalam gerbang utama kampus itu. Kemudian pria itu berencana akan ke restoran sebentar, sekedar mengecek langsung kondisi di sana selepas dirinya absen dua hari ini.


[Jangan lupa telpon kalau sudah pulang. Aku jemput nanti.]


Sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Cinta. Gadis itu hanya membacanya, tanpa mau membalas balik pesan itu.


"Dari siapa, Ta?" tanya Reno yang kebetulan bersama Cinta, sengaja menunggu kedatangan gadis itu di area parkir kampus.


*

__ADS_1


__ADS_2