Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 42


__ADS_3

Setelah memastikan kepada Putri, Keanu segera menyusul Cinta ke kamarnya. Saat masuk ke kamar itu posisi Cinta sedang tengkurap, dengan bahunya yang bergetar pertanda gadis itu sedang menangis. Pria itu berjalan mendekat bermaksud akan menjelaskan kesalahpahaman yang menimpa mereka, tetapi baru saja Keanu akan duduk di tepi ranjangnya, Cinta bersuara.


"Aku pingin sendiri," ucapnya singkat, tetapi syarat penekanan.


Keanu berdiri lagi. Mundur beberapa langkah dari jarak Cinta berada. Pastinya ia tidak bisa menjelaskan kesalahpahaman ini kalau Cinta saja tidak berkenan mendengarkan dengan memintanya pergi. Entahlah, padahal sebelumnya pria itu tidak akan peduli perasaan Cinta akan bagaimana. Tetapi setelah semalam dirinya menyanggupi untuk berubah kepada Cinta dengan mamanya, rasanya hati itu ada yang berubah.


Dalam sekian menit suasana menjadi hening. Keanu tetap mematung di tempatnya, menatapi Cinta yang masih saja menangis dengan lirih.


Hingga beberapa menit kemudian, perlahan Cinta merubah posisinya untuk telentang, karena ia mengira Keanu sudah keluar dari kamarnya sedari tadi.


Netra gadis itu terkesiap saat melihat Keanu masih berada di kamarnya dengan tatapannya yang entah. Buru-buru gadis itu mengusap air matanya hingga bersih, tak mau lagi terkesan lemah di depan pria angkuh sepertinya.


"Cinta," sapa Keanu pelan.


Cinta bergeming. Tetapi kemudian ia memilih duduk bersimpuh dengan memeluk kakinya, sedang pandangannya ia buang ke arah lain.


"Apa yang kamu bilang tentang fitnah itu kamu salah paham," ucap Keanu kemudian.


Cinta masih saja mengacuhkan omongan Keanu. Bahkan ia sudah tidak butuh penjelasan itu. Biar bagaimana pun nama baiknya sudah terlanjur tercoreng, lebih-lebih kepada teman-temannya yang juga bekerja di resto milik suaminya itu.


"Oke! Mungkin kamu butuh waktu. Tapi aku pasti akan menemukan siapa yang memfitnah kamu. Sebenci-bencinya aku terhadap musuhku, aku tidak mungkin melakukan hal licik dengan cara pengecut seperti memfitnah."


"Tidak perlu di perjelas lagi. Aku cukup tahu kalau kamu benci aku. Entah karena musuh, atau karena status aku istri kamu. Aku sudah tidak perlu penjelasan itu," seru Cinta masih dengan berpaling muka saat mengatakannya.


Keanu menghentak nafasnya dengan kasar. Kenapa bertambah keruh begini. Maksud hati ingin menjelaskan agar mengurangi kesalahpahaman, ternyata malah menambah masalah antara mereka.


"Tolong keluar, Mas. Aku ingin sendiri," ucap Cinta sambil kemudian berbaring dan menutupi tubuhnya dengan selimut sebatas lehernya.


Saat gadis itu memejamkan matanya, Keanu mendekat perlahan. Sebab ia ingin meminta ponselnya yang tadi di rampas Cinta.

__ADS_1


"Cinta," sapa Keanu, tetapi tiada sahutan apa-apa dari Cinta.


"Hei, aku minta hape ku, mana?"


Tetapi Cinta tetap mengabaikan perkataannya, dengan semakin merapatkan pejaman matanya.


"Aku butuh hape ku, ada sesuatu hal yang harus aku lihat," ucap Keanu sangat serius.


Karena pria itu merasa butuh melihat control CCTV dari ponselnya yang terhubung pada restorannya. Setelah tadi ia bertanya kepada Putri, kemudian di sambungkan dengan fitnah yang menimpa Cinta, ia merasa ada yang tidak beres dan harus ia selidiki segera.


"Cinta," Tangan Keanu tertahan di udara saat tak sengaja akan menyentuh lengan Cinta.


Sekali lagi pria itu menghembus nafasnya dalam-dalam. Merasa greget sendiri tetapi harus sabar. Karena Cinta berubah seperti ini itu juga karena ulahnya.


Tak di sangka rupanya Cinta membalik tubuhnya dengan membelakangi Keanu. Membuat Keanu tiba-tiba muncul ide untuk mengambil paksa ponsel itu dari saku celana Cinta. Persetan mau tambah marah atau bagaimana, yang terpenting ponsel miliknya harus sudah ada dalam genggaman.


Pelan-pelan Keanu menyingkap selimut itu dari belakang tubuh Cinta. Sebenarnya gadis itu merasa jika Keanu bergerak membuka selimutnya, tetapi degup jantungnya yang tiba-tiba berdetak lebih dari biasanya membuatnya seketika terdiam tak bisa bergerak memberontak.


Samar-samar Cinta melirik pada bayangan tangan Keanu yang sepertinya akan mendarat di pahanya. Membuat degup jantung itu makin tak karuan, terbayang pria itu akan berbuat hal-hal yang di luar dugaannya.


Saat ujung tangan itu baru akan menyentuh ponsel itu, tiba-tiba Cinta membalik badannya dan seketika membuat Keanu terkesiap hingga tubuhnya menjadi oleng dan wajahnya terjerembab pada dada Cinta.


Keanu dan Cinta sama-sama kaget, tetapi keduanya tidak ada yang merubah posisi masing-masing.


"Astaga! Ini empuk sekali," tiba-tiba pikiran kotor pria itu melintas tanpa permisi.


Saat wajah itu terbenam di antara dua gundukan kembar milik gadis itu. Terhirup wewangian khas tubuh Cinta, yang membuat nalurinya seketika merasa nyaman.


"Mas, mas Ken, kau menyingkirlah dari tubuhku!" Cinta mendorong bahu Keanu, tetapi lagaknya pria itu terlalu terbawa suasana hingga tidak bergeser sedikit pun.

__ADS_1


"Aaahhh...!" Cinta menjerit tertahan saat tiba-tiba ponsel itu bergetar dan berbunyi, yang menimbulkan efek geli pada paha Cinta.


Tetapi yang di tangkap pria itu jeritan itu terdengar menggoda di telinganya.


"Mas, menyingkir! Hape kamu bunyi." Cinta terus saja berusaha menyingkirkan Keanu dari atas tubuhnya.


"Hei, jangan kau berani begini karena aku lagi dapet. Menyingkir, Mas!" pekik Cinta sedikit lebih nyaring.


"Ah, setan biadab! Bisa-bisanya aku tergoda saat ia tidak bisa ku sentuh!" pria itu merutuki diri sendiri, lalu mengangkat kepalanya, tetapi kemudian malah berbaring di samping Cinta.


Saat pria itu mengangkat tangannya, baru Cinta memberikan ponselnya yang sedari tadi memekik nyaring. Tetapi belum juga pria itu menjawab telpon yang ternyata dari ibu Ratih, sambungan itu mati duluan.


Keanu memilih tidak menelpon kembali, karena ia yakin mamanya pasti akan bertanya masalah Cinta apa sudah di antar ke kampus. Pria itu malah terlalu nyaman dengan posisinya yang berbaring bersebelahan dengan Cinta. Entahlah, semakin ke sini sepertinya benteng pria itu mulai goyah.


"Cinta," sapa Keanu dengan nafas yang memburu.


Cinta tak merespon apa-apa. Gadis itu masih terlalu shock dengan perilaku Keanu barusan.


"Kenapa kamu selalu meremehkan aku, dengan berkata aku hanya berani begini karena kamu lagi mens?"


"Karena meski kemarin aku bersih, kamu jijik menyentuhku," sahut Cinta dengan berani. Sudah tidak sungkan mengungkapkan, karena memang kenyataannya seperti itu.


Keanu menghentak nafasnya dengan kasar. Naluri kelelakian nya bagai tercabik hanya karena mendengar ucapan Cinta yang sehari ini sudah dua kali ia katakan itu.


"Lebih baik kamu jangan menantang laki-laki. Karena laki-laki bisa melakukan itu walau tanpa rasa cinta."


Deg.


Pria itu menatap lekat pada netra gadis itu. Membuat degup jantung yang semula berangsur baik menjadi tidak karuan lagi.

__ADS_1


*


__ADS_2