Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 68


__ADS_3

Hingga sampai jam menunjukkan pukul sembilan lebih, Cinta masih terlelap pulas. Apalagi di sampingnya juga ada Keanu yang menemani tidurnya, jadilah semakin nyaman. Tetapi suara ponsel Cinta yang memekik membuatnya terbangun dari tidurnya. Sedikit malas wanita itu meraih ponselnya, dan tertera nama Hana yang saat ini menelponnya.


"Hem, iya, Na," sapa Cinta dengan suara paraunya.


"Kamu sakit beneran? Aku pikir bohongan. Hehe..." Balas Hana.


"Hem," Cinta hanya bergumam tak semangat.


Sebelum tidur tadi Cinta memang telah menitip absen kepada Hana dengan alasan sakit. Saat mengirim pesan itu kebetulan Hana sedang tergesa-gesa karena hampir telat masuk kelas. Jadilah Hana hanya membacanya, tanpa bisa ngepoin sahabatnya itu sakit apa. Dan setelah kelas paginya usai, barulah Hana menyempatkan diri menelpon Cinta untuk memastikan kabarnya.


"Ada apa, Na?" tanya Cinta penasaran kenapa Hana menghubunginya. Karena setahu Cinta setelah ini masih ada kelas lagi.


"Khawatir aja, emang kamu sakit apa, Ta?" tanya Hana.


"Pusing sedikit," dusta Cinta.


"Ooh... Cepat sembuh ya bestie."


"Hem, aamiin..."


Keanu yang saat itu berbaring di belakang Cinta sambil memeluk tubuh Cinta, hanya bisa tersenyum kecil mendengar alasan yang di ucapkan Cinta kepada Hana. Pria itu sebenarnya sudah ikut bangun karena terganggu bunyi telpon itu, tetapi posisinya yang sedang memeluk Cinta membuatnya terlalu nyaman untuk beranjak.


"Cinta, sebenarnya ada lagi yang ingin aku bilang ke kamu," seru Hana dengan serius.


"Apaan?" Cinta mulai kepo.


"Mm-- Soal bang Reno," ujar Hana sangat jelas di pendengaran Keanu juga, karena kebetulan saat itu Keanu sedang menciumi tengkuk Cinta.


Cinta terdiam mendengarnya. Apalagi pergerakan suaminya yang merusuh di ceruk lehernya tiba-tiba berhenti juga. Pasti Keanu juga mendengar ucapan Hana itu.


"Ta, kamu dengerin aku kan?" sapa Hana lagi karena tiada respon apa-apa dari Cinta.


"Iya, aku dengar," suara Cinta mulai mengecil. Lebih tepatnya takut membuat Keanu salah paham karenanya.

__ADS_1


"Jadi tadi tuh bang Reno cari kamu lagi di sini. Aku bilang aja kalau kamu nggak masuk hari ini. Tapi dia kayaknya nggak percaya. Malah nuduh aku sekongkol sama kamu," jelas Hana kepada Cinta tentang kedatangan Reno yang menunggu Cinta seperti kemarin.


Cinta bergeming lagi. Sejujurnya wanita itu sangat takut untuk membahas hal ini. Di tambah lagi ia tidak menyangka jika Reno senekat itu menunggunya. Padahal sudah tahu jelas jika dirinya adalah istri dari Keanu. Sungguh benar-benar harus di hindari orang seperti Reno itu. Jika tidak, maka hubungan yang baru membaik ini bisa rusak karena Reno.


"Kenapa kamu nggak terima aja sih cintanya bang Reno?" ucap Hana lagi to the point.


Deg.


Denyut jantung Cinta tiba-tiba tercekat. Ia tidak menyangka jika Hana akan sebocor itu. Seandainya Hana tahu kalau saat ini obrolannya itu juga di dengar oleh Keanu. Duh, mampus!


Seketika itu Keanu melerai pelukannya. Pria itu segera beranjak dari tempat pembaringannya, lalu Cinta melihat suaminya itu keluar dari kamarnya.


"Gawat!" batin Cinta menjadi resah sendiri.


"Cinta, aku pikir bang Reno juga baik, dari pada kamu terus menyimpan cinta sama bos Keanu tapi yang ada dia tetap cuek kan sama kamu," ucap Hana lagi sesuai pendapatnya yang menurutnya lebih baik dari pada hanya mengharapkan cinta dari seseorang yang tak pernah peduli dengan Cinta.


"Ee... Na, sorry ya, aku udah dulu, kepalaku tambah nyut-nyutan nih rasanya," ujar Cinta berusaha mengakhiri obrolannya dengan berpura-pura kurang sehat.


"Duh, sorry ya, sudah ganggu istirahat kamu. Cepat sembuh ya, Ta," sesal Hana.


"Tapi besok kamu masuk kan?"


"Apa kata besok."


Lalu...


Tut tut tut


Sambungan telepon itu segera di akhiri oleh Cinta. Biarlah di sana Hana terkaget-kaget, yang terpenting sekarang ingin mencari ke mana perginya Keanu.


Segera wanita itu turun dari ranjangnya. Sebelum itu menggulung rambutnya agar lebih rapi. Sambil melangkah pelan Cinta keluar dari kamarnya, berencana mencari Keanu yang pergi tanpa berucap apa-apa.


"Hei, sudah sehat, Sayang?" Tiba-tiba ibu Ratih menyapa Cinta saat tak sengaja berpapasan di luar kamarnya.

__ADS_1


Cinta hanya mengangguk kikuk. Mungkin benar tadi pagi Keanu beralasan kepada ibu Ratih soal tidak ikut gabung sarapan tadi. Karena kalau tidak, tidak mungkin ibu Ratih akan menanyakan kondisinya.


Terlihat ibu Ratih sedang membawa tas berukuran lumayan besar, juga ada mbok Nah yang menyeret koper milik ibu Ratih yang sedang berdiri di belakang majikannya itu.


Ibu Ratih mendekat kepada Cinta. Senyum kecilnya terus mengembang memandangi Cinta. Sedangkan mbok Nah sendiri sedari tadi hanya menundukkan kepala, tetapi Cinta bisa melihat kalau mbok Nah juga ikut senyum-senyum.


Wanita itu sama sekali tidak ingat dengan kondisi lehernya yang penuh dengan kissmark. Dan karena hal itulah yang membuat ibu Ratih semakin yakin untuk pergi tinggal bersama besannya, agar kehidupan pernikahan Keanu dan Cinta bisa berjalan tentram tanpa terusik dengan keberadaan dirinya yang notabene adalah mertua bagi Cinta. Karena kebanyakan para menantu biasanya akan selalu sungkan bila hidup seatap dengan mertua.


"Mama pamit ya, kamu baik-baik di sini. Mama selalu do'akan kalian agar selalu samara til jannah," ucap Ibu Ratih sambil membelai lengan Cinta penuh kasih.


"Aamiin," Cinta mengamini nya setulus hati.


"Memangnya mama mau ke mana?" Cinta yang tak mendengar kabar apa-apa sebelumnya bertanya kepada ibu Ratih.


"Mama kangen pingin tinggal bareng ibu kamu di Yogyakarta," jawab ibu Ratih.


Cinta hanya bisa mengangguk kecil sebagai responnya. Sebenarnya ia juga kangen ingin pulang dan menginap di rumah sendiri. Tetapi mengingat ke depan ini dirinya akan di sibukkan dengan ujian di kampus, juga sepertinya Keanu belakangan ini sering sibuknya, membuat Cinta harus menekan rasa kangen itu kepada ibunya di sana.


"Kenapa jadi sedih begini?" Ibu Ratih yang bisa menebak perasaan Cinta dari raut mukanya yang sendu bertanya kepada Cinta.


"Kamu juga bisa nyusul bareng Keanu," lanjutnya.


Cinta mengangguk lagi. Setidaknya harus menunggu dua minggu lagi untuk bisa pulang ke kampung asalnya. Tetapi tak apalah, yang terpenting saat ini Cinta tidak khawatir lagi karena di sana ibunya akan memiliki teman mengobrol lagi.


"Oh ya, Keanu mana?" Ibu Ratih bertanya keberadaan anaknya itu sambil sedikit melongokan wajahnya mengintip pada kamar Cinta yang pintunya agak terbuka.


"Ee... Itu dia, aku mau cari mas Keanu, Ma," seru Cinta.


"Ada apa, Ma, sudah mau berangkat?" tanya Keanu tiba-tiba sudah muncul dari arah belakang mamanya.


Sebelumnya pria itu sudah tahu soal rencana mamanya yang akan tinggal bersama ibu mertuanya di Yogyakarta, karena tadi saat sarapan itu ibu Ratih menyampaikan kepada Keanu.


"Iya nih, Ken, keburu malem nyampek nya kalo nggak segera berangkat."

__ADS_1


"Kalau gitu aku siap-siap dulu, Ma," balas Keanu yang kemudian langsung masuk ke kamarnya tanpa menghiraukan keberadaan Cinta yang dari tadi menatapnya penuh tanda tanya atas perubahan sikap nya yang mendadak berubah lagi kepadanya.


*


__ADS_2