Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 72


__ADS_3

Setelah selesai melaksanakan sholat isya dengan berjamaah, Keanu menagih jawaban Cinta lagi mengenai ajakan makan malam di luar. Tetapi rupanya Cinta menolak dengan alasan ingin makan di rumah saja. Meski Keanu agak kecewa, tetapi pria itu memilih menghormati keputusan istrinya.


Saat ini mereka berdua telah sama-sama makan di ruang makan. Entah mengapa suasana tiba-tiba hening, karena memang Cinta lebih banyak diamnya. Wanita itu kentara sekali jika sedang ada yang di pikirkan, terlihat dari paras wajahnya yang kadang bengong.


"Kok udah makannya?" tanya Keanu saat mendapati Cinta makannya hanya sedikit.


"Sudah kenyang, Mas," sahut Cinta yang kemudian beranjak berdiri untuk membawa piring kotornya ke dapur.


Keanu yang semakin merasa aneh itu mendadak ikut tidak selera makan. Apa yang menjadi bayangannya selepas sampai rumah tadi mendadak hilang. Dapat di sambut dengan senyum manis Cinta, ternyata hanya angan-angan saja. Saat ini istrinya itu terkesan dingin terhadapnya, dan entah apa yang menjadi pemicunya.


Keanu pun ikut beranjak dari tempatnya. Ia juga membawa piring kotornya ke dapur. Di sana ia melihat Cinta sedang mencuci piring kotor bekasnya, karena memang tadi mbok Nah oleh mereka sudah di suruh istirahat dari pekerjaannya.


Pria itu sengaja meletakkan piring kotor itu dari arah belakang tubuh Cinta, sedikit memepet tubuh Cinta agar masuk dalam pelukannya. Tanpa ragu tangannya ikut mengusap busa dari piring yang di pegang Cinta. Terlihat begitu romantis yang di lakukan Keanu, dan Cinta tetap saja terkesan dingin walau tidak keberatan dengan sikap Keanu itu.


Meski sudah nyata jika sikap Cinta berubah, tetapi Keanu terus berusaha untuk merubah keadaan menjadi hangat. Selepas mereka selesai mencuci piring itu, Keanu membalik tubuh Cinta agar saling berhadapan. Sesaat tatapan keduanya saling bertautan, tetapi setelah itu Cinta memilih berpaling lebih dulu dari tatapan Keanu.


"Dek, ada yang kamu pikirkan? Apa? Coba cerita, ngomong, aku biar tahu," ucap Keanu.


"Nggak ada, Mas. Aku cuma merasa lelah, pingin bobok terus, seharian ini bawaannya mager," kilah Cinta dengan senyum kecilnya agar suaminya itu percaya dengan ucapannya.


Sekilas Keanu mencium kening Cinta, lalu membawa masuk tubuh wanita itu dalam pelukannya. Tangannya mengusap-usap lembut pada punggung Cinta. Sebenarnya ia ingin jujur dengan kejadian tadi di resto, tetapi Keanu takut nanti itu akan semakin memperkeruh keadaan. Padahal nyatanya Cinta menunggu pria itu untuk jujur. Dan sengaja untuk tidak menanyakannya, karena memang menunggu suaminya itu mengatakan lebih dulu.


Kemudian Keanu melerai pelukannya. Beralih ia menggenggam tangan Cinta.


"Malam ini aku kasi kamu servis spesial. Ayo, aku pijitin, Dek," Keanu menarik tangan Cinta.


Cinta langsung menggeleng. "Nggak usah, Mas," tolak nya langsung.

__ADS_1


"Kenapa? Katanya mager?"


"Aku nggak yakin kamu mau pijitin yang serius," ucap Cinta mengeluarkan uneg-unegnya. Karena biasanya lelaki sering modus seperti itu.


Keanu terkekeh. "Kamu nggak percaya kalau aku bisa mijit?"


Cinta tidak menggubris lagi. Wanita itu berjalan lebih dulu menuju kamar, di susul Keanu yang juga berjalan beriringan dengannya.


"Kamu takut bakal ada pijet plus-plus ya, Dek?" goda Keanu saat mereka sama-sama sudah masuk ke kamarnya.


Cinta hanya melirik sambil agak manyun, kemudian Keanu mengapit gemas hidung bangir Cinta.


"Duh, manyun begitu aku makin gemes deh!" ucapnya yang kemudian menarik tangan Cinta menuju ranjang.


"Mm... Aku mau bersih-bersih dulu, Mas," pamit Cinta yang kemudian pergi ke kamar mandi.


Kemudian Cinta lebih dulu merangkak ke kasurnya. Wanita itu segera berbaring di tempat bagiannya. Di susul Keanu yang ikut naik ke kasurnya, tetapi pria itu malah tetap duduk sambil tangannya mulai memijit pelan kaki Cinta.


Cinta yang mendapati perlakuan seperti itu hanya diam menikmati. Tentu sedikit waspada juga, takutnya pria itu malah melancarkan aksi modusnya yang mungkin terselubung di balik aksinya itu.


"Ternyata kamu pinter juga ya, Mas," puji Cinta kepada Keanu saat pria itu kini berpindah memijit satu kaki Cinta yang lain.


"Baru tahu kan?" sahut Keanu jumawa.


"Heem, tapi rasanya kok aku kayak nggak tahu diri ya? Seharusnya aku yang mijitin kamu, seharian sudah capek kerja, pulang ke rumah malah mijitin aku."


"Nggak pa-pa, soal itu bukan perkara siapa yang seharusnya melayani. Siapa pun di antara kita yang butuh di layani, harus saling kerja sama kan, biar sama-sama enak."

__ADS_1


Kemudian Cinta meraih tangan Keanu dari kakinya, agar berhenti memijitinya. Sesaat wanita itu menatap lekat pada netra suaminya itu.


"Gimana tadi di resto, Mas?" tanya Cinta dengan sengaja menanyakan keadaan di resto. Sedikit berharap suaminya itu mau jujur dengan kejadian di resto bersama Shelyn tadi.


Keanu terkesiap di tanyakan begitu oleh Cinta.


"Rame nggak?" Cinta bertanya lagi. Wanita itu dapat menangkap raut yang berubah dari Keanu barusan.


"Hem, seperti biasanya, tapi sering ramainya sih. Do'akan saja semoga ke depannya semakin maju dan tambah berkembang banyak cabang resto milik kita," ucap Keanu.


Semenjak menikah resto milik Keanu memang tak pernah surut pelanggan yang datang, baik pelanggan lama atau yang baru. Seperti segala urusan mengenai bisnisnya dapat di kerjakan dengan lancar dan rasanya ada saja tawaran bisnis kerja sama yang datang kepadanya. Dari sini pria itu meyakini jika ini adalah rizki dari Tuhan yang telah di tambah setelah menikah. Makanya Keanu tidak ragu lagi menyebut resto miliknya itu adalah milik Cinta juga.


"Aamiin... Aku selalu do'a yang terbaik buat kita, Mas. Entah yang terbaik dari Tuhan untuk kita seperti apa nanti, kita hanya bisa pasrah," kata Cinta yang mendadak membuat hati dan perasaan Keanu bergetar takut kehilangan Cinta.


"Kenapa bengong, Mas? Ada yang salah sama ucapanku?" tanya Cinta seketika.


Keanu tak menyahut. Tetapi tangannya merengkuh tubuh Cinta untuk kemudian memeluknya.


"Maafkan aku atas kesalahanku selama ini sama kamu. Aku telah banyak salah sama kamu. Mulai sekarang aku akan berusaha menjadi suami yang bisa membahagiakan kamu. Tolong kamu jangan diam saja kalau nanti aku berbuat salah lagi," ucap Keanu setulus hatinya sambil memeluk Cinta dengan erat.


"Iya, aku maafkan, Mas. Aku yakin ucapanmu itu juga di dengar oleh Tuhan. Jadi-- aku hanya bisa pasrahkan semuanya pada Tuhan."


"Dek, tolong jangan tinggalkan aku apapun yang terjadi," tambah Keanu.


Pria itu semakin mengeratkan pelukannya, mendadak takut di tinggal oleh Cinta. Apalagi jika teringat dengan kejadian tadi, membuatnya semakin takut kehilangan Cinta. Benar-benar dilema yang di rasa Keanu sekarang. Biarlah yang tadi tetap akan menjadi rahasia nya sendiri. Karena Keanu jamin, Shelyn tidak akan pernah berani muncul ke resto lagi. Kalaupun Shelyn tetap nekat, maka Keanu tidak akan segan-segan untuk bertindak nekat juga. Begitulah sumpah hati Keanu saat ini.


*

__ADS_1


__ADS_2