Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 78


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasa Keanu mengantar Cinta ke kampus usai sarapan bersama tadi. Sesampainya di kampus Cinta segera turun dari mobilnya, sebelum itu menyalimi Keanu terlebih dahulu.


"Bye, Mas, jangan kangen ya, karena kata Dilan rindu itu berat," kata Cinta sambil melambaikan tangannya kepada Keanu.


Pria itu tersenyum lebar mendengar selorohan Cinta yang menjadi moodboster nya pagi ini. Meski semalam pria itu meloloskan istrinya dari rutinitas malam pengantin baru, tetapi melihat wajah Cinta yang terlihat ceria seperti ini membuatnya tak masalah walau libur semalam.


Setelah itu mobil Keanu melaju pergi dari tempat setelah melihat Cinta mulai berjalan masuk ke area kampus. Tetapi kali ini ada yang berbeda menurut pandangan Cinta. Kenapa tiba-tiba banyak sorot mata yang menatapnya dengan aneh. Bahkan kentara sekali beberapa orang sampai berbisik saat bertemu dengan Cinta, membuat wanita itu berjalan dengan cepat agar segera sampai di kelasnya. Demi menghindari tatapan mereka yang mengherankan.


Sesampainya di kelas pun sama halnya dengan di luar. Ketika wanita itu masuk ke kelasnya, semua penghuni kelas itu menyorotnya dengan tatapan yang lebih aneh.


"Ini ada apa?" batin Cinta bertanya-tanya sendiri. Cinta berjalan sambil menunduk, mendadak semakin kikuk.


Di lihatnya Hana yang sudah stay lebih dulu di tempatnya duduk. Gadis itu melambaikan tangannya kepada Cinta, mengajak sahabatnya itu untuk segera menghampirinya.


"Hana, ada yang aneh ya sama aku? Kenapa mereka natap aku kayak ada yang aneh gitu di aku?" Cinta langsung bertanya kepada Hana.


"Ada gosip hot jeletot," bisik Hana kepada Cinta.


Cinta seketika mengernyitkan keningnya.


"Gosip apa?" Cinta ikutan berbisik kepada Hana.


"Soal kamu," ucap Hana dengan jelas.


"Hah!" Spontan Cinta langsung ternganga tak percaya mendengarnya.


"Kenapa denganku? Aku ada bikin berita viral gitu?"


"Sini deh!" Lalu Hana menarik tangan Cinta, mengajaknya keluar dari kelas untuk menjelaskan gosip yang sudah melebar luas, bila mungkin seantero kampus tahu gosip itu juga.


Duo bestie itu berhenti di sebuah taman dekat fakultas mereka. Keduanya memilih duduk di kursi kosong yang ada di taman itu.

__ADS_1


"Ta, kamu punya pacar?" Hana langsung bertanya yang sangat ingin ia tahu jawabannya.


Cinta tak langsung menyahut, wanita itu sengaja menunggu Hana menjelaskan apa yang sebenarnya gosip yang menimpanya itu saat ini.


"Eh, jawab dong?" Hana sampai menimpuk gemas lengan Cinta. Gadis itu merasa gemas mendengar gosip tak sedap soal sahabatnya itu.


"Nggak ada, nggak punya pacar. Apaan sih gosipnya, aku kepo banget deh?" Jelas Cinta yang kemudian balik tanya karena sudah kepo maksimal.


"Kalo nggak ada, trus cowok yang kemarin jemput kamu sapa? Mereka ngomong kalo cowok kamu, ee.. gimana ya ngomongnya?" Hana malah bingung sendiri mau mengatakan soal berita yang beredar jika Cinta dan pacarnya penganut hubungan liar. Gosip seperti itu semakin di kuatkan dengan tanda merah yang nampak nyata di leher cowok yang mereka yakini pacar Cinta.


Sedangkan Cinta sudah mulai paham dengan maksud pertanyaan Hana soal menanyakannya memiliki pacar. Jadi karena kemarin dirinya di jemput oleh Keanu, lalu muncullah gosip ini. Terus yang membuat heboh memang yang mana? Bukankah sudah lumrah jika muda-mudi memiliki kekasih?


Melihat ekspresi Cinta yang kembali santai, tak lagi kepo dengan gosip yang menyangkut dirinya, Hana menatapnya dengan heran.


"Kok kamu kayak santai banget, jadi benar kan kalo selama ini kamu diem-diem punya pacar?" selidik Hana menuntut jawaban Cinta saat ini juga.


"Trus lanjut dong, tadi kamu mau ngomong apa, kok nggak jadi?" Cinta balik tanya kepada Hana.


"Kamu itu di gosipin sebagai cewek m4ni@k," ujar Hana ambigu.


"M4ni@k?"


"Iya! Doyan ngisap leher orang. Duh, kemarin aku lihat punya bos Keanu udah amit-amit, nah sekarang aku malah dengar kamu nggak jauh beda sama bos Keanu. Itu nggak benar kan, Ta?"


Hana yang memang tidak tahu jika kemarin Cinta di jemput oleh Keanu, karena pulang cepat setelah kelas usai, masih tidak percaya tentang gosip yang terlanjur beredar soal Cinta. Bayangkan saja, Cinta yang sebelumnya tak banyak orang kenal, saat ini mendadak viral dengan gosip lantaran berita itu.


Sejenak Cinta menghela nafasnya sepenuh dada. Mungkin sudah saatnya sahabatnya itu tahu tentang statusnya yang sudah menikah. Akan lebih baik berterus terang, dari pada hal ini semakin beredar dan mungkin bisa jadi ditambah-tambah oleh orang-orang yang gemar bergosip.


"Oke. Kali ini aku mau jujur sama kamu," ucap Cinta kemudian.


Hana menatap Cinta dengan serius, menanti sahabatnya itu bercerita tentang sesuatu yang tidak ia tahu dari Cinta selama ini.

__ADS_1


"Aku tidak punya pacar. Tolong catat itu!" ucap Cinta penuh penekanan.


"Tapi-- Aku sudah menikah," lanjutnya.


"What!" Kedua bola mata Hana langsung melotot saat mendengarnya.


Cinta menganggukkan kepala agar sahabatnya itu percaya dengan ucapannya.


"Serius?" Hana tak langsung percaya. Gadis itu sampai memegangi pundak Cinta sambil menatap tepat pada netra sahabatnya itu, mencoba mencari keseriusan ucapannya itu di sana.


"Sama siapa? Kamu di jodohin emangnya? Kok aku bisa nggak tahu gini kalau kamu sudah nikah? Ah, pantas saja akhir-akhir ini kamu aku perhatikan banyak diamnya. Tapi kamu nggak lagi tertekan sama pernikahan kamu kan, Ta?" cerocos Hana panjang lebar.


Cinta mengulas senyum tipisnya, lalu menggelengkan kepala kepada Hana sebagai jawaban kalau dirinya baik-baik saja dengan pernikahannya. Mungkin jika di tanya beberapa minggu yang lalu tentang pernikahannya akan berbeda jawaban dari Cinta. Bersyukurnya saat ini pernikahan Cinta berjalan sebagaimana pernikahan yang penuh kebahagiaan.


"Aaaah... Kok aku sebel ya kamu main rahasia-rahasiaan tentang ini. Ini kan masalah penting banget, seumur hidup sekali kalau bisa. Masa iya kamu nggak ngasi kabar, tega banget nggak undang aku. Sebel!" protes Hana kepada Cinta.


Cinta hanya tertawa kecil menanggapi ocehan sahabatnya, yang sebenarnya sudah telat mau protes karena momen itu sudah lewat.


"Eh, Na! Kita udah masuk kelas. Duh, keasyikan ngobrol sama kamu nih."


Cinta yang menyadari jika mereka berdua telat sekitar tujuh menit untuk mengikuti kelas pagi ini, tentu langsung beranjak dari tempatnya.


"Ta, tungguin!" Hana sampai berlari kecil mengejar langkah kaki Cinta yang lumayan cepat.


Duo bestie itu saling berlari kecil demi tidak telat masuk kelas semakin lama. Apalagi dosen yang mengajar hari ini cukup killer kalau soal murid yang tidak disiplin di jam kelasnya.


"Assalamu'alaikum, maaf, Pak, kami telat," ucap Hana menyapa dosen yang saat ini sedang menyorotnya tajam.


Karena dosen itu tidak menyahut, maka Cinta dan Hana menganggap mereka boleh masuk. Memang saat mengikuti kelas itu awalnya seperti biasa, aman dan lancar. Siapa sangka ternyata dosen killer itu memanggil Cinta dan Hana ke ruangannya setelah kelas usai, untuk mengambil tugas tambahan sebagai hukuman buat mereka yang sudah telat masuk kelas.


*

__ADS_1


__ADS_2