
"Ayo periksa, Dek," ajak Keanu semangat sekali. Ia sangat yakin jika Cinta barusan bilang perutnya mual, meski Cinta terus saja mengelaknya.
"Aku nggak kenapa-napa, Mas, ngapain periksa?" tolak Cinta. Perdebatan kecil mereka tentu masih disaksikan Hana yang juga ada dalam mobil itu.
"Aku takut kamu sakit. Syukur-syukur mual kamu itu pertanda hamil, aku pasti seneng banget," kata Keanu sumringah sekali.
Cinta memasang muka manyunnya. Terasa sebal menghadapi suaminya yang kelewat protektif dengannya. Sejujurnya ia hanya ingin cepat sampai rumah dan langsung rebahan, bukan malah melihat wajah suaminya yang sudah geer duluan.
Melihat Cinta yang sudah bete seperti itu tentu Keanu harus bisa mengalah, tetapi bukan untuk membiarkan Cinta yang menolak periksa. Nanti atau besok, bila Cinta masih mengeluh hal yang sama Keanu pastikan akan memanggil dokter ke rumah saja.
Bayangan tentang ini adalah pertanda Cinta akan hamil sudah berseliweran di benak Keanu. Rasanya pasti ueforia. Walaupun masih hanya dugaan, tetapi semoga saja itu akan kenyataan.
Cinta masih betah memasang wajah betenya. Bahkan wanita itu seperti sudah enggan ngomong ataupun menoleh kepada Keanu. Sejenak Keanu menoleh kepada Hana yang sedari tadi hanya menjadi penonton mereka.
"Hana, sorry ya, lain kali aku pasti traktir kamu," kata Keanu kemudian.
"Iya nggak pa-pa, Bos. Jangan merasa nggak enak gitu. Lebih baik bos segera pulang. Biar aku turun sini," ucap Hana memberi solusi.
"Nggak usah, Na!" kata Cinta ikut menyahut.
Lalu Cinta melirik suaminya.
"Ayo antar Hana," kata Cinta kepada Keanu.
Sejenak Keanu menghembus nafasnya. Lalu ia pun kembali melanjutkan perjalanan menuju tempat Hana tinggal.
Usai mengantar Hana, Cinta dan Keanu langsung tancap gas menuju rumah. Wanita itu sedari perjalanan banyak diamnya. Perut yang masih belum kunjung membaik membuat moodnya berubah jelek. Sedangkan Keanu juga ikut diam. Bukan berarti tidak cemas melihat kondisi Cinta yang kentara tidak baik, tetapi sekedar ingin menghindari wajah manyun Cinta yang siap menyambut bila masih mengajaknya untuk periksa.
Tiba di rumah Cinta turun lebih dulu tanpa menunggu Keanu membukakan pintu mobilnya. Langkah kaki wanita itu begitu tergesa-gesa, dan Keanu berusaha mengejarnya dengan rasa yang bertambah cemas takut terjadi apa-apa dengan Cinta. Hingga sampai Cinta masuk ke kamar mandi, barulah Keanu memilih menunggu sambil duduk di sofa dalam kamarnya.
Tak lama kemudian Cinta sudah nampak selesai mandi. Wajahnya terlihat sedikit lebih segar, tetapi tidak dengan auranya yang masih terlihat tidak baik-baik saja.
"Dek, mau minum yang hangat-hangat? Siapa tahu perut kamu akan enakan," tawar Keanu, saat Cinta sedang duduk bercermin sambil menyisir rambutnya.
"Boleh lah. Aku mau susu aja, Mas," ucap Cinta.
Lalu Keanu segera keluar dari kamarnya untuk membuatkan permintaan istrinya itu. Di dapur Keanu bertemu dengan mbok Nah yang sedang mencuci piring kotor.
"Mau buat apa, Den? Biar mbok yang buatkan," sapa mbok Nah, saat mendapati Keanu sedang menyalakan kompor untuk memasak air.
__ADS_1
"Bikin susu, Mbok," sahut Keanu.
"Oh ya, Mbok, kalau perut lagi nggak enak baiknya minum apa ya, Mbok?" tanya Keanu tiba-tiba. Siapa tahu mbok Nah bisa memberinya solusi, atau mungkin mbok Nah punya resep herbal untuk masalah perut yang sedang bermasalah.
"Siapa yang sakit perut, Den?"
"Cinta. Katanya perutnya nggak enak gitu. Nggak tahu kenapa, aku ajak periksa dia nggak mau. Mungkin mbok Nah punya minuman apa gitu, biar perut Cinta agak mendingan."
Mbok Nah berpikir sejenak.
"Mual nggak?" tanya mbok Nah sekedar memastikan agar tidak salah obat.
Keanu bergeming saja.
"Mbok ada minuman sinom," kata mbok Nah yang kemudian mengambil minuman berbahan kunyit dicampur daun asam dan gula aren itu dari dalam kulkas. Setelah itu mbok Nah menyerahkannya kepada Keanu.
"Mbok biasa minum itu kalau perut mbok tidak enak," kata mbok Nah. ART itu menduga jika Cinta sedang mengalami gejala PMS, karena Keanu tidak menjelaskan bagaimana pastinya.
"Terimakasih, Mbok," ucap Keanu, yang kemudian mengurungkan untuk membuat susu hangat seperti permintaan Cinta.
Segera Keanu beranjak menuju kamarnya. Di sana ia melihat Cinta sedang berbaring di kasurnya, tetapi tidak tidur.
"Kata mbok Nah kalau perut lagi nggak enak minum ini, Dek," ucap Keanu sambil menyerahkan segelas minuman sinom itu ke tangan Cinta.
"Aku minta susu kamu bawanya ini," sungut Cinta kembali bete.
"Coba dulu di minum. Siapa tahu nanti perut kamu baikan. Entar kalau sudah enak, aku buatkan tiga gelas susu buat kamu," ucap Keanu sambil mengangkat jari tiga.
"Sok-sokan tiga gelas. Satu gelas aja kamu nggak bikinin," sungut Cinta.
Keanu memilih nyengir saja, walau wajah manyun istrinya semakin jadi.
"Apa mau aku minum kan?" kata Keanu yang kemudian mengambil lagi gelas itu dari tangan Cinta.
Lalu pria itu pun menuntun Cinta meminum minuman sinom itu. Bersyukurnya Cinta mau membuka mulutnya, walau yang diminum hanya beberapa tengguk saja.
"Seger, Mas, masamnya pas," kata Cinta terlihat berbinar setelah mencicipi minuman itu.
Dan kemudian Cinta meminum habis minuman sinom itu.
__ADS_1
"Ini mbok Nah yang buat?"
Keanu menghedikkan kedua bahunya. Bisa jadi beli atau mbok Nah yang buat sendiri.
Akan tetapi tak lama setelah itu Cinta membungkam mulutnya dengan telapak tangannya. Perutnya tiba-tiba terasa bergejolak lagi. Segera wanita itu turun dari ranjangnya dan berlari masuk ke kamar mandi. Di sana Cinta lagi-lagi muntah. Keanu yang ikut menemaninya bertambah cemas saja. Pria itu turut membantu memijiti tengkuk Cinta.
"Aku harus telpon dokter," ucap Keanu setelah melihat Cinta tak lagi muntah-muntah.
"Buat apa?"
"Biar bisa periksa kamu."
"Nggak usah!" Cinta langsung menolak tegas.
"Nggak usah gimana? Jelas-jelas kamu nggak baik begini."
"Nggak perlu, Mas." Cinta tetap kekeh menolak diperiksa.
"Kenapa, Dek?" tanya Keanu dengan lembut.
Cinta bergeming saja. Sebenarnya ia juga heran dengan kondisi tubuhnya. Tetapi diagnosa dokter yang membuatnya lebih takut. Selamat, anda hamil. Seperti itu kata-kata yang takut Cinta dengar.
"Atau-- Kamu beneran hamil, Dek?" tebak Keanu, melihat Cinta yang terus menolak periksa bisa jadi karena sudah tahu penyebabnya.
"Nggak mungkin," sahut Cinta.
Keanu mengerutkan keningnya mendengar ucapan Cinta.
"Kenapa nggak mungkin?" tanyanya.
Cinta masih bergeming. Tetapi wajahnya kentara tidak suka membahas soal hamil.
"Oh, aku tahu sekarang," ucap Keanu seketika.
"Kamu memang tidak mau hamil. Itu sebabnya selama ini kamu diam-diam minum pil KB."
Deg.
*
__ADS_1