
"Sayang," Keanu mulai merusuh pada area dada Cinta, meminta jatah yang tak kunjung diiyakan oleh Cinta.
"Mas, jangan dulu, belum sholat isya loh," ucap Cinta sambil menahan pundak Keanu agar tidak melanjutkannya.
Seketika Keanu menghentak nafasnya. Beruntung saja Cinta masih mengingatkan jika mereka memang masih belum menunaikan kewajibannya itu.
Cinta beranjak turun lebih dulu dari kasurnya. Melihat sekilas pada wajah suaminya yang bete akibat terpaksa menahan sesuatu yang sangat menyesakkan isi celana.
"Laki emang gitu kali ya, cuma suruh nahan aja mukanya sudah kayak gitu," seloroh Cinta berniat menggoda suaminya.
"Kamu nggak tahu aja gimana rasanya, pusing, Dek! Nih aja susah nidurinnya," jawab Keanu tanpa canggung lagi mengatakan apa yang saat ini ia rasakan.
"Salah sendiri gampang bangun."
Keanu ikutan turun dari kasurnya. Pria itu mendekati Cinta yang sedang berdiri di depan lemari pakaiannya, bermaksud menyimpan barang yang dibelinya tadi.
"Aku kan normal, Dek, jadi wajar kalau tiap lihat kamu gemesin gini bawaannya gampang on. Hehe...."
Cinta mencebikkan bibirnya mendengar itu. "Dasar! Bilang doyan aja susah amat," balas Cinta.
"Apalagi kamu sudah tambah mahir gitu, apanya yang nggak bikin candu?" kata Keanu sambil mulai merusuh lagi dengan sengaja memeluk Cinta dari belakang.
Mendengar itu Cinta jadi senyum-senyum sendiri, setidaknya suaminya itu mengakui jika dirinya bisa memuaskan perihal peranjangan. Dan pria itu pun mulai asyik menciumi ceruk leher Cinta.
"Mas, geli!" Cinta terpaksa mendorong kepala Keanu dari lehernya, karena jika di biarkan pasti akan berlanjut ke yang lain.
Keanu akhirnya menghentikan aksinya. Kemudian pria itu membiarkan Cinta masuk lebih dulu ke kamar mandi, setelah Cinta selesai barulah Keanu yang bergantian masuk untuk mengambil air wudhu.
Tanpa banyak bicara lagi keduanya segera menunaikan sholat isya dengan berjamaah. Setelah selesai Keanu lebih dulu beranjak ke tempat pembaringan, sedangkan Cinta masih duduk di depan kaca riasnya untuk sekedar mengolesi wajahnya dengan skincare yang biasa ia pakai rutin menjelang tidur.
Setelah semuanya selesai barulah Cinta ikut menyusul suaminya yang sudah menunggu di kasur. Akan tetapi kali ini wajah Keanu nampak gelisah. Pria itu berbaring sedikit meringkuk, entah apa yang sedang dirasakannya sekarang.
__ADS_1
"Mas, kamu kenapa?" tanya Cinta khawatir.
"Perutku eneg, Dek. Nggak nyaman," jawabnya tak bergairah.
"Kok bisa?"
Keanu tak menyahut apa-apa.
"Tunggu ya, aku ambilkan air minum hangat." Lalu Cinta segera beranjak keluar dari kamarnya untuk mengambilkan Keanu air minum hangat.
Sebenarnya penyebab Keanu merasa perutnya tidak nyaman karena ia tidak suka makan mie instan, dan efeknya perutnya akan selalu begini kalau memaksakan diri memakan mie instan. Entahlah, bukan alergi, tetapi makan sesuatu yang sebenarnya tidak di suka memang bisa berefek mual. Apalah daya itu tadi masakan istri, jadilah Keanu terpaksa memakannya demi tidak mengecewakan Cinta.
Setelah itu Cinta datang lagi dengan membawa segelas air hangat yang kemudian menyerahkannya kepada Keanu. Tanpa banyak bicara Keanu langsung meminum air hangat itu sampai habis.
"Masih eneg, Mas?" tanya Cinta ingin memastikan.
"Masih," jawab Keanu terlihat lemas.
"Mm... Tunggu deh, sepertinya aku nyimpen obat pereda mual."
"Nggak perlu. Aku mau tidur aja, di buat tidur pasti sembuh," ucap Keanu.
Cinta dibuat heran dengan ucapan suaminya itu. Tetapi mungkin suaminya itu sudah biasa begini sebelumnya dan mungkin benar, dengan tidur akan sembuh dengan sendirinya.
"Apa ada salah makan, Mas? Atau apa karena telat makan?" Cinta tiba-tiba merasa bersalah sendiri karena tadi sempat membuat suaminya menunda-nunda makan malam di luar.
"Nggak. Bukan karena itu kok," jawab Keanu tanpa mau mengaku apa penyebab utamanya.
"Tidur yuk, Dek, aku butuh di elus nih," ucap Keanu yang seketika merubah tatapan mata Cinta menjadi horor.
"Jangan natap gitu. Aku bebasin kamu malam ini. Perutku error begini nggak mungkin minta jatah," seru Keanu.
__ADS_1
Cinta langsung nyengir mendengarnya.
"Jangan ketawa, Dek, senang ya lihat suami kayak gini."
"Dih, sensi amat sih. Melotot salah, nyengir salah." kata Cinta, tetapi kemudian wanita itu berbaring di samping Keanu dan langsung memeluk suaminya sambil mengusap-usap lembut pada perut Keanu.
Pria itu tak lagi berkata apa-apa. Mendapati perlakuan Cinta yang seperti itu membuatnya merasa nyaman dan rasa mual yang dirasanya bersangsur mereda.
"Dek," sapa Keanu kemudian.
Cinta hanya mendongakkan wajahnya menatap wajah Keanu yang masih berbinar.
"Aku tadi lihat kamu kayak minum obat," ucap Keanu yang seketika membuat Cinta tertegun kaget.
"Kok kaget gitu?" Keanu menyadari perubahan mimik wajah Cinta. Tetapi pria itu segera mengelus pucuk kepala Cinta dengan lembut, demi membuat suasana hati Cinta tidak tegang lagi.
"Apa aku salah lihat kali ya?" Keanu bersuara lagi.
"Bisa jadi. Aku nggak ada minum obat apa-apa kok," seru Cinta sambil menundukkan pandangannya, tak berani lagi menatap ke wajah Keanu.
Keanu menghela nafasnya dalam-dalam. Walau sebenarnya ia yakin melihat Cinta meminum obat berupa pil tadi, tetapi untuk menanyakannya secara detail malam ini rasanya kurang pas, mengingat kondisinya yang tak berkompromi.
"Mas," sapa Cinta begitu menyadari Keanu seperti termenung menatap langit-langit kamar.
Sekali lagi hentakan nafas Keanu keluar dengan kasar. Setelah itu Keanu membawa tubuh Cinta lebih masuk ke dalam pelukannya. Dan kemudian mereka pun sama-sama saling memejamkan mata, tetapi tidak dengan pikirannya yang sama-sama berkutat dengan pikiran masing-masing.
"Maafkan aku, Mas," batin Cinta berkata resah. Sebenarnya ia paham dengan pertanyaan Keanu, dan mungkin saja tadi Keanu tak sengaja melihat dirinya saat meminum pil KB itu di dapur. Walau begitu, Cinta masih belum ada keberanian untuk berterus terang dengan apa yang dilakukannya selama ini.
"Apa yang kamu sembunyikan dariku, Cinta? Jelas-jelas aku lihat kamu meminum obat tadi. Tidak mungkin mataku salah lihat. Apakah kamu punya penyakit yang tidak aku tahu selama ini? Bagaimana caranya supaya aku tahu apa yang selama ini kamu rahasiakan dariku? Apa aku harus bertanya pada ibu, biar aku tahu jawabannya? Aku takut, aku akan tahu setelah semuanya terlambat." Batin Keanu bermonolog ke mana-mana.
Sebuah penyakit kronis, begitulah yang tiba-tiba muncul di benak Keanu. Membuat pria itu mendadak merasa sesak hati, tak terbayang suatu saat akan di tinggal pergi oleh Cinta untuk selamanya.
__ADS_1
Membayangkan itu membuat Keanu semakin mengeratkan pelukannya. Bahkan ciuman hangat darinya bertubi-tubi mendarat di pucuk kepala Cinta. Hingga tak terasa sudut matanya mulai mengembun, tak kuat merasakan sakitnya andai benar-benar di tinggal pergi oleh Cinta.
*