
Suara tangis bayi memecah ruangan bersalin yang semula hening karena keadaan yang menegangkan. Bayi pertama berjenis kelamin laki-laki telah terlahir ke dunia. Senyum Keanu seketika terbit seiring tangis bahagianya. Tak menunggu lama bayi ke dua mereka juga terlahir ke dunia. Bayi mungil dengan berjenis kelamin perempuan. Sepasang bayi kembar fraternal lucu nan imut telah terlahir ke dunia. Buah cinta Keanu dan Cinta yang menjadi penyempurna kebahagiaan rumah tangga mereka.
Ibu Ratih yang sedari tadi hanya menunggu di depan ruangan itu, langsung bersyukur bahagia begitu mendengar suara tangisan cucunya. Zayn dan Ara yang baru datang, ikut merasa bahagia mendengar kabar itu.
"Alhamdulillah... Terimakasih, Sayang. Terimakasih... Kamu wanita hebat! I love you, Sayang," ucap Keanu sesaat kedua bayi mereka sudah ditangani oleh suster. Pria itu tak henti-hentinya menciumi kening dan pipi Cinta. Mengusap peluh yang membasahi kening Cinta dengan penuh sayang.
Sedangkan Cinta sendiri hanya terdiam, tetapi sudut matanya terus meneteskan airmata kebahagiaan. Rasanya tidak menyangka dirinya telah benar-benar menjadi seorang ibu. Perjuangan melahirkan bayi kembarnya tentu sebuah pengalaman yang tak mungkin ia lupa seumur hidupnya.
"Apa ada yang kamu rasakan, Sayang? Tolong katakan kalau kamu rasa ada yang tidak nyaman sama tubuh kamu?" ucap Keanu begitu perhatian bercampur cemas.
Cinta menggeleng pelan. Karena memang ia tidak merasakan adanya sesuatu yang tidak enak, kecuali organ intimnya yang terasa sedikit berdenyut seperti digigit semut. Entah apa yang dilakukan dokter itu di sana, perasaan dokter itu belum pindah tempat dari tadi.
"Gimana, Dokter?" tanya Keanu ikut penasaran, setelah melihat dokter itu masih fokus dengan jalannya lahir bayi. Untung dokter itu perempuan. Sesuai kemauan Keanu dan Cinta yang memang request dokter obgyn perempuan.
"Sudah," jawab dokter itu sambil tersenyum, tetapi terasa ambigu bagi Cinta dan Keanu.
Lalu dokter itu pun beranjak dari tempatnya untuk melihat kondisi bayi twins itu.
"Sayang, kamu mau minum?" tawar Keanu menyapa Cinta lagi.
Antara ingin mengangguk tetapi kemudian Cinta menggelengkan kepalanya. Kedua matanya terus saja memandang ke tempat bayi mereka ditangani oleh suster. Rasanya sudah tidak sabar Cinta ingin melihat bagaimana rupa anaknya. Ingin menggendong sekaligus menciumnya.
"Mas, aku ingin gendong mereka," ucap Cinta kemudian.
Keanu ikut memandang ke arah bayi mereka di gedong. Ia pun juga merasakan hal yang sama dengan Cinta. Walau bayi mereka dinyatakan sehat oleh dokter tadi, tetapi Keanu tidak mau gegabah meminta bayinya sebelum dokter maupun suster menyerahkan kepadanya.
Akhirnya setelah beberapa menit ditunggu, dokter dan suster mendekat kepada Cinta dan Keanu sambil membawa bayi mereka.
"Silahkan, Pak, kalau mau di adzanin." Bersamaan dokter dan suster itu menyerahkan bayi kembar mereka kepada Keanu.
Tentu Keanu merasa bingung sendiri bagaimana caranya menggendong dua bayi sekaligus. Kalau cuma satu bayi, dirinya sudah mahir terlatih dengan sering menggendong Ziana sebelumnya. Akhirnya dengan dibantu suster, Keanu bisa menggendong dua bayi itu secara bersamaan.
Disaat Keanu mulai menggemakan adzan pada dua bayinya, Cinta terus saja memandangnya dengan penuh haru. Lagi, sudut matanya kembali menangis. Betapa besar nikmat Tuhan yang telah diberikan kepadanya hari ini.
__ADS_1
Setelah selesai, barulah Keanu meminta bantuan suster itu untuk mengambil satu bayinya dari tangannya. Benar-benar rempong dan butuh latihan ekstra jika nanti ingin menggendong dua bayinya secara bersama.
Keanu menunjukkan bayi yang di gendongnya kepada Cinta. Dan Cinta langsung menciumi pipi mungil bayinya yang sudah anteng dengan nyaman. Bergantian suster itu menunjukkan satu bayinya lagi kepada Cinta, wanita itu pun juga menciumnya dengan penuh sayang.
"Ini yang cewek yang mana, Suster?" tanya Cinta, karena untuk mengetahui jenis kelaminnya sudah tidak mungkin membuka kain gedongnya.
"Yang digendong bapak, Ibu. Sudah kami bedakan dengan warna kain gedongnya ya, Bu. Merah muda untuk yang cewek, biru untuk cowok," kata suster itu menjelaskan.
"Aku ingin gendong mereka," kata Cinta sambil ingin beranjak duduk, tetapi segera dicegah oleh suster itu. Dokter yang menangani Cinta tadi sudah keluar dari ruangan mereka.
"Ibu, sebaiknya jangan banyak gerak dulu. Ibu tadi mengeluarkan cukup banyak darah. Kami takut terjadi hal-hal yang bisa membuat ibu tidak baik."
Mendengar ucapan suster itu akhirnya Cinta hanya bisa menurut saja.
"Suster, apakah boleh aku tunjukkan bayiku kepada neneknya?" tanya Keanu.
"Boleh, Pak."
"Alhamdulillah... Cucu oma..." Ibu Ratih menyambut terharu.
Tak menunggu waktu, ibu Ratih langsung mengambil bayi yang digendong suster itu. Wajahnya full senyum. Sudut matanya mengembun, tetapi tidak sampai menangis.
Ara dan Zayn yang juga ada di sana, ikut mengambil bayi yang digendong Keanu.
"Aku yang gendong, Sayang. Dia keponakanku," protes Zayn saat Ara berusaha ingin menggendongnya juga.
Zayn terlihat sangat bahagia sekali. Dirinya sudah bergelar menjadi om dari dua bayi kembar yang kini menjadi keponakannya.
"Kamu lucu sekali, cantik," ucap Zayn sambil mengelus pipi bayi yang di gendongnya.
"Siapa dulu bapaknya," seloroh Keanu sedikit jumawa.
Zayn melirik sekilas, tetapi kemudian mereka semua tertawa melihat kepedean Keanu yang sudah diluar malu.
__ADS_1
Lalu kemudian dua suster datang untuk membawa bayi twins itu ke ruangan bayi. Tak lama kemudian, Cinta juga sudah dibawa keluar dari ruangan itu untuk pindah tempat ke ruang inap. Mereka semua berjalan mengikuti kemana Cinta dibawa.
"Sayang, kamu pasti lapar, aku belikan makanan ya?" tawar Keanu sesaat setelah Cinta berada di kamar inapnya.
Cinta mengangguk pelan.
"Mau makanan apa?"
"Terserah kamu saja, Mas, aku sudah tidak ngidam kok," sahut Cinta.
"Minumnya mau apa?"
"Air putih saja, Mas."
"Oke, aku berangkat beli. Aku tinggal ya," pamit Keanu. Tak lupa meninggalkan jejak sayang di kening Cinta sebelum kemudian beranjak dari ruangan itu untuk mencari makanan enak khusus Cinta.
"Kamu hebat sekali, Cinta. Gimana rasanya melahirkan dua bayi?" kepo Ara.
"Rasanya nano-nano sekali, Kak. Tapi banyak nikmatnya. Alhamdulillah... Sampai detik ini aku masih suka nggak nyangka kalau aku bisa melewati semua itu," ungkap Cinta penuh rasa haru.
Ibu Ratih yang sedari tadi berdiri disamping Cinta, sampai menciumi pipi Cinta karena merasa terharu juga. Sebenarnya dari awal ibu Ratih sudah menyuruh Cinta untuk melahirkan secara saecar saja. Karena melahirkan bayi kembar secara normal ibu Ratih takut akan beresiko fatal untuk Cinta. Bersyukur semua ketakutannya ternyata musnah. Setelah melihat kondisi Cinta dan juga bayinya yang sehat wal afiat.
"Cinta, abang pergi dulu mau jemput ibu di bandara," pamit Zayn kemudian.
Cinta mengangguk senang. Sebentar lagi ibunya akan datang. Yang membuatnya semakin senang karena ibu Rahayu sudah berjanji akan menginap bersamanya cukup lama jika dirinya sudah melahirkan.
"Hati-hati, Bang," kata Cinta melepas kepergian Zayn dan juga Ara yang akan menjemput kedatangan ibu Rahayu.
"Sayang Cinta, kalau butuh apa-apa, atau merasa ada yang tidak nyaman, jangan sungkan ngomong ke mama," pesan ibu Ratih kepada Cinta.
"Iya, Ma." Cinta mengangguk senang. Rasanya bahagia sekali memiliki ibu mertua sebaik ibu Ratih.
*
__ADS_1