Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 50


__ADS_3

"Dari siapa, Ta?"


Reno sedikit mengintip ponsel Cinta, tetapi gadis itu buru-buru mematikan layarnya.


"Eee... Chat dari Hana," jawab Cinta yang jelas itu bohong.


Reno mengangguk kecil.


"Kak Reno ngapain ke sini?" tanya Cinta yang sebenarnya tadi cukup kaget saat tiba-tiba Reno memanggilnya.


"Aku nunggu kamu. Ada yang ingin aku luruskan masalah kemarin," ujar Reno.


Pria itu sebenarnya sudah dari kemarin menunggu Cinta di kampus itu, tetapi karena Cinta yang tidak masuk kuliah akhirnya Reno memutuskan untuk datang lagi hari ini. Sebenarnya bisa saja Reno menelpon Cinta langsung, tetapi mengingat dirinya sedang terlibat perseteruan dengan Keanu, membuat Reno harus diam-diam bila ingin bertemu dengan Cinta lagi. Agar tidak semakin buruk citra dirinya di depan Cinta. Karena akibat kejadian tempo hari itu terus terang Reno semakin tidak mau jauh dari Cinta, dan terus mengkhawatirkannya.


Cinta menghentikan langkahnya sejenak. Menatap sekilas pada Reno yang menatap penuh harap.


"Seharusnya kak Reno bicarakan ini dengan mas Keanu, bukan denganku. Karena kalian yang sedang bermasalah sekarang," ucap Cinta lalu berusaha kembali melangkah tetapi langsung di cegah oleh Reno.


"Persetan aku dan Keanu seperti ini. Aku hanya peduli kamu, Ta. Sejak kejadian kemarin itu aku terus mengkhawatirkan kamu. Bagaimana kamu bisa betah tetap bersama Keanu, sedangkan yang aku lihat Keanu tidak pernah peduli sama kamu. Seberapapun besar cinta kamu sama Keanu, dia tidak akan peduli," seru Reno panjang lebar. Apa yang selama ini hanya menjadi suara hatinya, akhirnya tercurahkan juga.


Cinta seketika terdiam. Bukannya ia tidak peka dengan maksud ucapan Reno itu. Tetapi setelah mendengar ini perasaan Cinta semakin merasa bersalah terhadap suaminya itu. Dirinya sudah terikat pernikahan dengan Keanu, yang seharusnya tidak memberi kesempatan berdua seperti ini dengan lelaki lain. Apalagi dari sini Cinta tahu jika Reno seperti sedang menaruh rasa kepadanya. Dan bila tidak segera di hindari, hal ini bisa menjadi duri dalam rumah tangganya nanti.


"Maaf, Kak, aku harus masuk kelas," pamit Cinta lalu pergi begitu saja tak menghiraukan Reno seperti apa saat ini.


Reno membiarkan Cinta pergi. Tentu karena ia berprinsip semua ini harus bertahap dan tak bisa memaksanya. Tetapi keyakinan pria itu semakin menjadi, jika suatu saat nanti, cepat ataupun lambat, Cinta akan menyerah dengan Keanu.


"Hai, Ta," sapa Hana saat berpapasan dengan Cinta di koridor kampus, jalan menuju ruang kelas mereka.


"Masih kepikiran yang kemarin?" tanya Hana, tetapi Cinta salah kaprah mengira Hana menanyakan masalah Keanu dan Reno, padahal dirinya tidak pernah ceritakan itu pada Hana.


"Jadi kamu tahu, Na?" panik Cinta, dan langsung menggiring Hana untuk mencari tempat duduk agar bisa mengobrol dengan nyaman.

__ADS_1


"Duh, sumpah deh, aku masih nggak percaya kak Putri akan ngomong itu di depan kita semua. Dari mana coba dia bilang kamu itu membahayakan. Di kira kamu virus apa?" ucap Hana dengan menggebu-gebu.


Cinta melongo sesaat. Ternyata dirinya benar-benar salah tanggap.


"Kok bengong sih, Ta?" Hana sampai menepuk pundak Cinta, mengagetkan nya.


"Eeh.. Duh, sorry, Na. Aku memang lagi banyak pikiran," jawab Cinta yang kemudian langsung menghembus nafasnya berulang-ulang.


"Yang sabar ya. Aku pun kalau jadi kamu pasti kepikiran. Tapi Tuhan tidak tidur dan maha tahu segalanya. Pasti suatu saat akan terkuak siapa di balik orang yang memfitnah kamu itu. Bisa jadi itu benar kak Putri, atau malah orang lain yang menyuruh kak Putri berkata seperti itu." Hana menepuk pelan pundak Cinta, berusaha terus mensupport nya.


Cinta hanya tersenyum tipis. Sejujurnya Cinta sempat lupa jika ia juga ada masalah di resto, teralihkan dengan kejadian Keanu dengan Reno. Dari dua masalah itu, tentu masalah suaminya yang menjadi pusat pikirannya saat ini. Di tambah lagi bila ingat dengan ungkapan Reno barusan, seperti menambah-nambah pikiran Cinta saja.


"Astaga! Kita telat masuk kelas, Ta!" pekik Hana setelah sadar jika mereka terlalu asyik mengobrol hingga terlewat masuk kelas pagi ini.


Segera Cinta dan Hana berlari kecil menuju kelas mereka. Beruntung saja dosen pengajar pagi ini masih memberinya ijin mengikuti kelas walau sudah telat masuk hampir sepuluh menitan.


Sembilan puluh menit waktu yang mereka tempuh untuk mengikuti kelas pertama pagi ini. Walau begitu nyatanya Cinta tidak bisa fokus, terkadang kepikiran bagaimana nasib dirinya setelah ini. Walau semua keputusan itu dirinya yang harus berani memutuskan mau seperti apa, tetapi rasa entah itu terkadang hinggap di hatinya. Membuatnya tiba-tiba menjadi bimbang.


"Memang," sahut Cinta, mengakui, tetapi masih belum mau menceritakan itu semua kepada sahabatnya itu.


"Boleh tahu masalah apa?" tanya Hana benar-benar peduli, bukan sekedar rasa kepo saja.


Cinta menarik nafasnya pelan. Lalu menoleh kepada Hana.


"Aku belum siap cerita sekarang. Maaf ya?" Cinta berkata sambil mengusap punggung tangan Hana.


Hana mengangguk paham. Sedekat apa pun kedekatan mereka, tetapi urusan menyembunyikan masalah itu hak masing-masing. Tidak akan memaksa, karena itu pasti membuat tidak nyaman.


"Pulang sekolah ngemall yuk?" ajak Hana bersemangat sekali.


"Kamu nggak kerja?" Cinta balik tanya.

__ADS_1


"Aku ganti besok, sehari penuh kerjanya." Sebelumnya Hana sudah bertukar sift kerja dengan teman lainnya. Dan lagi besok itu mereka tidak memiliki jadwal masuk kelas.


Cinta masih berpikir. Masalah kerja kelompok yang semestinya di kerjakan sekarang mendadak batal lantaran sebagian teamnya ada yang berhalangan kumpul. Tetapi usulan Hana itu sangat menyenangkan, tentunya buat dirinya yang memang butuh healing.


"Gimana, Ta? Yaah.. Kok bengong lagi sih." Hana mendengus kesal. Mendapati Cinta lebih banyak bengong seharian ini.


"Mm... Tunggu ya, aku pikir-pikir dulu," ucap Cinta karena dirinya harus meminta ijin dulu dengan Keanu sebelum pergi.


"Pikir apaan! Aku nggak nagih kamu nraktir aku sekarang kok. Woles, Ta, yang penting happy!" ujar Hana kembali menggebu.


Cinta hanya terseyum simpul. Lalu gadis itu segera menyalakan ponselnya, membuka aplikasi chat untuk kemudian mengirim pesan singkat kepada Keanu.


[Mas, pulang nanti nggak usah jemput. Aku mau pergi nonton sama Hana.]


Pesan singkat itu terkirim kepada Keanu, sebagai balasan dari pesan Keanu yang belum di balas oleh Cinta tadi. Kebetulan pria itu sedang online dan segera membaca pesan itu.


Tanpa berpikir panjang Keanu membalas pesan dari Cinta itu dengan sebuah emoticon jempol, yang artinya ok. Setidaknya ia telah memberi kebebasan Cinta untuk tetap menikmati masa indah bersama bestie nya.


Senyum gadis itu seketika terbit benderang, di tambah lagi sebuah info dari grup kelas mereka mengatakan jika dosen mata kuliah selanjutnya berhalangan masuk dan hanya di beri tugas rumah sebagai pengganti materinya.


"Ayo, Na!" Cinta bersemangat sekali sambil lebih dulu beranjak.


Saat ini mereka berdua tengah menunggu taksi yang sudah di pesan Cinta, tetapi belum lima menit menunggu Reno datang lagi menghampiri Cinta.


"Mau pulang apa gimana?" tanya Reno seketika.


Cinta tercengang, cukup kaget dengan kemunculan Reno yang ternyata masih belum pergi sedari tadi.


"Mau pergi nonton," sahut Hana dengan ramah kepada lelaki yang ia tahu sebagai rekanan bos nya itu.


"Ayo masuk. Kebetulan aku juga lewat jalan sana." Reno segera membuka pintu mobilnya, mempersilahkan mereka masuk ke mobilnya.

__ADS_1


*


__ADS_2