Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 43


__ADS_3

"Astaga! Mama cari-cari jadi kalian di sini?"


Ibu Ratih tiba-tiba masuk ke kamar Keanu dan Cinta, melihat kedua pasangan itu sedang berbaring dengan kondisi yang sangat mencurigakan bagi pandangan ibu Ratih.


Keanu dan Cinta sama-sama terlonjak kaget dan langsung duduk di tempat. Sedangkan ibu Ratih hanya menatap mereka sambil geleng-geleng kepala.


Keanu langsung beranjak dari tempatnya lalu keluar dari kamar itu tanpa menghiraukan tatapan mamanya yang terus menatapnya heran. Sedangkan Cinta mulai berbenah diri dengan merapikan tampilannya.


"Nggak jadi masuk kuliah?" tanya ibu Ratih sembari mendekat dan duduk di bibir ranjang itu.


Cinta menggeleng dengan mukanya yang menunduk. Ia takut ibu mertuanya itu akan tahu kalau dirinya habis menangis barusan.


"Hei, Sayang, kamu habis nangis?" Ternyata ibu Ratih cukup jeli mencermati Cinta.


Gadis itu terkesiap. Kebingungan mencari jawaban tentang pertanyaannya itu.


"Keanu paksa kamu ya?" Ibu Ratih memelankan suaranya, bertanya kepada Cinta.


Cinta hanya terdiam, karena ia juga tidak paham apa maksud pertanyaan ibu Ratih itu.


"Masih berapa lama lagi bersihnya?" Ibu Ratih bertanya lagi.


"Mm... Mama nanya apa ya? Aku nggak paham, Ma, dari tadi mama tanya apaan," aku gadis itu sambil ikut duduk bersebelahan dengan ibu Ratih.


"Ah, masa nggak paham?" Ibu Ratih sedikit terkekeh.


Tetapi setelah melihat respon Cinta yang menganggukkan kepalanya, membuat ibu Ratih seketika curiga.


"Cinta," ibu Ratih memegang bahu Cinta, dan gadis itu menoleh kepadanya.


"Apa kalian belum--"


Cinta mengerutkan keningnya, menunggu kelanjutan bicaranya ibu Ratih.


"Belum apa, Ma?" tanya Cinta sudah tidak sabar karena termakan penasaran.


Tetapi ibu Ratih malah memandangi Cinta cukup intens. Membuat gadis itu merasa tak nyaman sendiri di tatap seperti itu olehnya.

__ADS_1


"Ah, sudah lah. Mama tiba-tiba pusing, Ta," seru ibu Ratih sambil memijiti pangkal hidungnya.


"Istirahat saja, Ma. Ayo aku antar ke kamar, Ma."


Cinta merangkul pundak ibu Ratih dan mengantarnya masuk ke kamarnya.


"Mama mau aku ambilkan obat?" tawar Cinta kepada ibu Ratih.


"Tidak usah, Ta. Mama cukup tiduran sebentar, nanti akan baikan," ujarnya yang sebenarnya ibu Ratih tidak benar-benar pusing, alias alasan saja.


Karena ibu Ratih menolak di beri obat, makan Cinta keluar dari kamar itu setelah ibu mertuanya itu berbaring di kasurnya.


Begitu melihat Cinta keluar dari kamarnya, ibu Ratih bangun lagi. Ia mengambil ponselnya dan kemudian mengirim pesan singkat kepada seseorang. Tak lama setelah itu senyumnya terulas tipis mana kala apa yang ia kirim di pesan itu mendapatkan jawaban yang ia inginkan.


Sedangkan Keanu saat ini berada di ruang kerjanya untuk melihat control CCTV dari ponselnya. Pria itu meneliti satu persatu kegiatan yang ada di restorannya mulai dari pagi tadi. Sekilas tidak ada yang mencurigakan. Apa jangan-jangan ini hanya alasan Cinta saja untuk mencari masalah dengannya, sehingga nanti bisa dengan mudah melepas diri darinya.


Ah, kenapa tiba-tiba merasa takut akan di tuntut cerai oleh Cinta?


Keanu menghentikan kegiatannya setelah ia tidak menemukan apa-apa di control CCTV nya itu. Pria itu lalu keluar dari ruang kerjanya bermaksud ingin mandi, mendinginkan otaknya yang sepertinya sedikit bergeser karena sempat muncul rasa takut akan di ceraikan dulu oleh Cinta. Apalagi ini sudah masuk waktunya sholat dzuhur.


Tetapi begitu pria itu baru sampai di ambang pintu kamarnya, samar-samar ia mendengar Cinta sedang bertelponan dengan seseorang dengan suaranya yang begitu lirih.


Keanu semakin mendekatkan jaraknya agar bisa menguping obrolan Cinta itu.


"Hem, ketemuan di mana?" ucap Cinta lagi.


Entah dengan siapa gadis itu bertelponan, tetapi sangat membuat perasaan Keanu tiba-tiba curiga.


"Iya, aku usahakan datang. Iya, aku janji. Kapan?" Suara Cinta terdengar tiba-tiba bersemangat.


Sudut hati Keanu tiba-tiba bergemuruh. Tiba-tiba muncul nama satu orang yang ia curigai sekarang. Apa jangan-jangan Cinta sedang berbuat janji dengan Reno?


Bersamaan dengan Cinta mengakhiri telponnya, gadis itu menoleh dan Keanu langsung menatapnya entah.


"Sejak kapan kamu di sini?" tanya Cinta agak kaget, tetapi masih bisa mengontrol emosinya.


Keanu tak menyahut. Pria itu langsung beranjak ke kamar mandi. Tiba-tiba berubah dingin lagi kepada Cinta.

__ADS_1


Tetapi gadis itu sudah terbiasa di begitukan oleh Keanu, maka ia sudah tidak heran. Cinta memilih keluar dari kamarnya. Lebih baik mencari kesibukan di dapur sambil menemani mbok Nah, dari pada melihat wajah Keanu yang sepertinya tidak akan berubah kepadanya.


Ketika Keanu selesai dari kamar mandinya, dan melihat Cinta sudah tidak ada di kamarnya. Pria itu menjadi bertambah curiga. Tiba-tiba teringat obrolan Cinta yang tadi. Sampai-sampai empat rokaat yang ia tunaikan menjadi kurang khusyuk lantaran kepikiran Cinta.


Lekas pria itu keluar kamar setelah usai menunaikan kewajibannya. Tak lupa membawa kunci mobil di tangannya, berniat akan mencari keberadaan Cinta yang ia kira sudah keluar dengan seseorang yang tadi bertelponan dengannya.


Tetapi langkah kaki itu berhenti seketika ketika mendengar gelak tawa gadis itu dari arah dapur. Buru-buru pria itu berbelok ke arah dapur, dan seketika dapat menghela nafas dengan lega setelah melihat Cinta sedang bersenda gurau bersama mbok Nah.


"Eh, Den Keanu, ke sini mau minta di buatin apa?" sapa mbok Nah yang melihat kedatangan Keanu.


Keanu menggeleng kepala, tetapi ia juga mendekat kepada mbok Nah dan Cinta yang sepertinya seru sekali dengan kegiatannya yang sedang membuat adonan ayam goreng tepung.


"Masak apa, Mbok?" tanya Keanu kentara basa-basinya. Sudah tahu ada daging ayam sama tepung, masih bertanya.


Mbok Nah langsung terkekeh. "Bikin ayam goreng tepung, Den."


"Mm... Mbok, aku sudah dulu ya," ucap Cinta yang tiba-tiba menyudahi kegiatannya dan langsung mencuci bersih tangannya.


Setelah itu Cinta langsung pergi dari dapur itu, kentara sekali jika sedang menghindari Keanu. Sesaat Keanu menatap kepergiannya dengan entah. Tetapi setelah melihat Cinta keluar dari pintu rumahnya, buru-buru pria itu berlari menyusulnya.


"Mau ke mana?" Keanu berhasil meraih tangan Cinta.


Gadis itu menoleh kaget. Karena tiba-tiba Keanu mencekal tangannya.


"Mau keluar," sahut Cinta singkat.


"Keluar ke mana?" Keanu semakin mengeratkan genggamannya.


"Hanya ingin menghirup udara segar," jawab Cinta terkesan mencurigakan bagi Keanu yang memang merasa tidak tenang.


"Nggak boleh!" larang Keanu saat itu juga.


Cinta terperangah tak percaya. Dalam sesaat mereka saling beradu pandang. Keanu dengan sorotnya yang menatapnya serius, sedangkan Cinta mulai merasa ada yang aneh dengan suaminya itu.


"Cuma melihat-lihat di halaman depan rumah kamu larang aku?" Cinta bertanya terheran-heran.


Keanu terdiam. Sejujurnya ia merasa malu karena dugaannya meleset. Keanu kira Cinta akan keluar dengan orang lain, ternyata hanya mau ke halaman depan rumah.

__ADS_1


"Hai, Ken, apakah kamu sedang merasa cemburu dengan Reno?" Tiba-tiba saja suara hati itu berdengung kuat pada kedua telinga Keanu yang masih entah dengan perasaannya sendiri saat ini.


*


__ADS_2